Kembali Pulang: Konsumtif Dan Produktif Sama-Sama Penting

Kembali Pulang - Konsumtif Dan Produktif Sama-Sama Penting
Kembali Pulang – Konsumtif Dan Produktif Sama-Sama Penting

Lama jeda telah melalukan aktivitas yang menjadi bakat bawaan. Suatu masa istirahat yang cukup panjang dan melibatkan banyak emosi. Hati begitu menggebu-gebu untuk memulainya kembali. Rasa-rasanya ingin segera mengakhiri peristirahatan tetapi banyak tangan-tangan semu yang mencoba merintangi. Saat sesuatu itu jauh, rasa-rasanya rindu hati membengkak semakin besar. Menantikan sesuatu yang disukai membuat hati meronta-ronta: beruntunglah masih ada akal sehat sehingga tetap berjalan dalam koridor yang seharusnya. Siapa yang menyangka, akan ada bedanya saat itu sudah dekat?

Ketika ramainya waktu telah terjengkali dengan berbagai rasa dihati. Akhirnya, muncul juga penghujung jalan tanpa lelah bekerja. Sangat besar kesempatan untuk kembali bekerja menghasilkan kata-kata tentang hidup yang semeraut. Sebelum itu terjadi, rasanya amat rindu; akan tetapi setelah tiba waktunya, eh malah bawaannya malas. Mungkin ini efek dari kebanyakan main game, hidup santai, senang-senang tanpa ada sesuatu yang membebani pikiran. Kebiasaan main game untuk mendapatkan uang ternyata sempat mengubah pola pergerakan potensi yang dimiliki. Sekali pun pada kenyataannya tidak ada hasil dari aktivitas tersebut, alias zonk.

Kembali menulis adalah sebuah impian yang telah dicanangkan selama berbulan-bulan, namun selalu saja gagal. Ada satu kendala yang membatasinya sehingga tidak dimungkinkan untuk ketik-mengetik kata dalam jumlah yang memadai. Kalau soal koneksi ke jaringan, sangat memadai dengan kuota kombo dari provider populer. Akan tetapi, persoalan bad mood atau tidak enakan menulis sepertinya tidak dapat dibendung oleh diri sendiri. Berupaya untuk membangkitkan kembali semangat yang telah kendor berbulan-bulan seolah menjadi sukar sekali. Seolah ada yang mengganjal dari dalam hati sehingga berat tangan menari di atas keyboard lembut tipis yang menggoda.

Mulailah mencari-cari titik masalah agar dapat ditemukan solusinya. Membedah berbagai kemungkinan secara sepihak untuk mengenali intinya. Tetapi semua buyar, yang terjadi malahan keinginan untuk terus main game dan memenuhi tugas-tugas harian dari aplikasi smartphone terus bermunculan. Seperti sudah terbiasa dan sulit untuk ditinggalkan. Tugas-tugas aplikasi itu memang sederhana dengan janji poin yang bisa ditukarkan dengan sesuatu yang berharga. Soal main game malah semakin boyah dan wow sangat menarik hati. Jadi, bingung sendiri, “mengapa akhir-akhir ini fitur-fitur dalam game hp menjadi sangat menarik hati sehingga ingin main terus.

Kemudian meninggalkan sejenak berbagai bentuk permainan lalu masuk aplikasi GM untuk memenuhi tugas-tugas harian. Salah satu tugas yang tersedia adalah “memperbaharui status.” Merenung sebentar untuk memikirkan statement yang hendak di publish, lalu muncullah kata-kata ini: “Konsumtif dan produktif: sama-sama penting, jaga keseimbangan.” Status tersebutlah yang akhirnya kembali membangkitkan semangat dan segera ketik-mengetik masuk dunia kreasi menceritakan banyak hal. Mulai dari situlah, komitmen untuk menulis yang awalnya buyar, berceceran kemana-mana, kini kembali terkonsentrasi menjadi semangat baru demi kepentingan diri sendiri dan bila diizinkan, demi Tuhan, demi sesama dan demi lingkungan sekitar.

Menjadi konsumtif memang enak, terlebih ketika semuanya sudah ada, tersaji dalam hidangan mewah yang maknyus. Duduk nyaman sambil menikmati hidup, membiarkan lidar bergetar, mata terkesima, tubuh-jari menari dan hati senang girang terus-menerus. Memang semuanya itu sangat menggoda, wow…, memukau. Tapi akhirnya bosan juga. Jenuh menikmati hidup bila diikuti dengan tidak ada aktivitas, tidak ada kerjaan: dapat mengacaukan kenyamanan hati. Ketenangan pikiran berhamburan tanpa alasan yang pasti. Satu-satunya cara untuk menenangkan diri adalah dengan kembali bekerja. Sedang pekerjaan yang kami tahu hanyalah menulis: jadi mau tidak mau harus kembali menulis lagi.

Dalam hidup ini, kita perlu menjaga keseimbangan agar hari-hari dapat dilalui dengan tenteram. Sekaya apa pun kita dan sekali pun kekayaan kita tidak habis tujuh turunan: jika hanya menikmati hidup saja, rasanya pasti gantung-tanggung. Adalah baik bagi tiap-tiap orang untuk mengimbagi aktivitas menikmati hdiup – konsumtif dengan bekerja – produktif untuk memenuhi tuntutan jiwa. Sebab biar bagaimana pun, kita adalah makhluk ciptaan yang bertanggung jawab untuk memberi arti – bermanfaat bagi makhluk lainnya. Jika rutinitas yang konsumtif diimbangi dengan aktivitas produktif niscaya ada rasa puas dihati. Pikiran pun jadi lega karena kita telah memenuhi apa yang menjadi tugas-tugas rutin selama hidup di dunia ini.

Tidak ada yang salah saat kita mengonsumsi apa saja yang mampu dibeli. Selama hal tersebut dilakukan secara terukur, terkendali dan tidak berlebihan: alhasil akan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri. Tetapi untuk menjadi manusia seutuhnya, jangan hanya konsumtif saja! Melainkan imbangi juga dengan aktif bekerja memberi arti. Tiap-tiap orang ada porsinya, mulailah bermanfaat untuk Tuhan, bagi diri sendiri, bagi keluarga, bila perlu bagi masyarakat sekitar, bila dimungkinkan bagi bangsa dan negara dan bagi seluruh bumi. Sebab hal kecil positif yang kita sumbangkan, walau tidak dirasakan dan dilihat orang lain tetapi sudah mendatangkan kebaikan bagi seluruh alam semesta. Tiap-tiap orang punya porsi kerja yang berbeda, selesaikanlah itu dengan tulus penuh tanggung jawab maka anda akan merasa puas menjadi manusia seutuhnya.

Salam gembira baik!
Konsumtif itu baik,
tetapi jangan lupa produktif!
Selesaikan pekerjaan
dengan tulus penuh tanggung jawab!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.