Setiap Orang Beda Potensinya, Lain Pekerjaannya, Berbeda Panggilan Hidupnya!

Masing-masing manusia
Berbeda potensinya, berbeda pekerjaannya. Tetapi, dalam Tuhan semua setara!

Keseluruhan alam dibangun dalam perbedaan yang terukur, demikianlah sistem bermasyarakat dibangun dalam perbedaan yang adil terukur

Alam semesta memiliki komponen yang berbeda-beda, masing-masing saling berdampingan dan berkait-kaitan membentuk suatu sistem berputar yang akrab disebut sebagai siklus. Terdiri dari komponen besar dan komponen kecil dimana yang besar-besar masih terbagi lagi dalam beberapa bagian kecil yang memiliki fungsi yang berlainan pula.  Jika jagad raya yang lebih besar dari kita saja menunjukkan diferensiasi, mengapa kita justru tidak menyukai saat seseorang tampil dengan wajah dan laku yang baru? Kita perlu berlapang dada menerima apa yang sudah semestinya ada dan bukan malah berusaha untuk menyingkirkannya. Terkecuali jika orang tersebut jelas-jelas melanggar aturan di dalam masyarakat.

Tidak mudah untuk beradaptasi tetapi yang punya itikad baik mampu menyatu dengan harmoni kehidupan

Di dalam masyarakat yang beragam, tiap-tiap orang perlu belajar menyesuaikan diri. Pola adaptasi yang kita gunakan adalah, memosisikan diri sebagai orang yang baik, ramah dan santun. Pada dasarnya ketiga sifat ini adalah hal-hal umum yang sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Bila ada kebiasaan lainnya pasti akan terdeteksi atau ada orang yang mengingatkannya: mereka akan maklum, masih baru. Tetapi, kita pun tidak diperkenankan untuk terlalu memaksakan diri terhadap pola-pola kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan keyakinan pribadi. Salama itu tidak bertentangan dengan prinsip hidup yang dimiliki maka selam itu pula, semua kebiasaan baru di tempat yang baru dapat dijalani dengan suka hati.

Saat berbuat baik, jangan mengharap apa-apa atau anda akan cepat kecewa. Yang mampu bertahan dalam kebaikan bukan menantikan hasil tetapi menantikan sorga. Anggaplah setiap kebaikan sebagai hadiah yang dibagikan kepada sesama.

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Sikap yang baik, ramah dan santun beresiko tinggi untuk diabaikan. Jangan pernah ekspresikan ketiga hal ini karena alasan-alasan duniawi. Atau anda akan cenderung mengelami kekecewaan, entah itu besar atau kecil bahkan berulang kali. Di dalam dunia ini, kita perlu muka tembok saat berbaik hati sebab bisa saja keadaan yang kita hadapi justru jauh dari harapan. Oleh karena itu, jangan harapkan perlakuan baik saat berbuat baik atau kekecewaan akan menunggu di depan. Melainkan, buka pikiran dan kosongkan itu dari tujuan-tujuan duniawi yang tidak pasti. Saat berbuat baik, pandanglah kepada sorga, pandanglah kepada Tuhan yang telah terlebih dahulu berbuat baik kepada kita. Sehingga timbul panggilan dalam hati untuk setidak-tidaknya berterima-kasih kepada-Nya.

Biasanya, orang yang berterimakasih akan menyampaikan hadiah kepada yang lainnya. Demikianlah kita berbagi kepada sesama sebagai hadiah kepada Tuhan. Kita hendak membalas kebaikan-Nya tetapi sebesat apa pun pemberian kita, tidak akan cukup untuk membayar kembali, sebab segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Allah semata. Yang dapat kita lakukan hanyalah sebatas menghaturkan ucapan terimakasih yang dinyatakan dengan menghadiahkan kebaikan kepada sesama. Sebab segala kebaikan atau keburukan yang kita lakukan kepada sesama, sudah kita perbuat terhadapnya. Seperti ada tertulis.

(Matius 25:40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sumber: Alkitab

Tiap-tiap orang punya jalan hidupnya sendiri, kebahagiaannya adalah menjalani dan mengembangkan potensi yang dimiliki, sekali pun terbanting sana-sini tetapi gaya kebenaran selalu dapat dinikmati

Masing-masing orang diberikan karunia yang berbeda-beda. Selama menjalani hari demi hari, karunia itulah yang menjadi jalan hidupnya. Karunia berhubungan erat dengan potensi yang akan mempertemukannya dengan banyak kebaikan atau keburukan. Pindah dalam masyarakat yang baru dan mencari kerja di tempat yang baru memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Berdoa lebih tekun dan berusaha lebih gigih untuk menemukan apa yang menjadi sumber nafkah hidup kita. Pada satu titik, kita akan menemukan yang cocok dengan pendapatan yang memadai untuk hidup sehari-hari. Tapi, terkadang ada juga orang yang lain jalan hidupnya. Mereka menerobos masuk ke dalam sistem yang sudah ada dengan caranya sendiri. Dengan gaya yang cukup unik, terbanting sana-sini untuk menciptakan pekerjaannya sendiri. Mereka kreatif dan mampu membangun opini yang berbeda dari yang lainnya, namun sama sekali tidak melanggar aturan yang ada.

Ada orang punya mimpi tetapi ada orang juga yang tidak ingin bermimpi, mereka hanya ingin berjalan dalam kebenaran penuh kerikil terjal tujuan sorgawi

Itulah panggilan jiwa setiap manusia. Ada yang mau jadi bos dan ada yang mau jadi karyawan sedang yang lainnya hendak jadi orang populer. Akan tetapi, di balik semua impian yang ada, masih terdapat orang yang sangat-sangat kolot, tidak memiliki mimpi dan baginya cita-cita adalah omong kosong. Melainkan yang dia kehendaki hanyalah kebenaran dan hidup di dalam semuanya itu. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menempuh jalan yang tidak disukainya. Demikian juga kami tidak memaksa siapa pun untuk meninggalkan mimpi dan cita-citanya  untuk hidup dalam kekosongan. Tidak ada yang lain di jalan ini, selain tujuan akhirnya sorga dan taburan kebenaran sepanjang jalan yang ditempuh.

Keseluruhan alam dibangun dalam perbedaan yang terukur, demikianlah sistem bermasyarakat dibangun dalam perbedaan yang adil terukur Alam semesta memiliki komponen yang berbeda-beda, masing-masing saling berdampingan dan berkait-kaitan membentuk suatu sistem berputar yang akrab disebut sebagai siklus. Terdiri dari komponen besar dan komponen kecil dimana yang besar-besar masih terbagi lagi dalam beberapa bagian kecil yang memiliki fungsi yang berlainan pula. Jika jagad raya yang lebih besar dari kita saja menunjukkan diferensiasi, mengapa kita justru tidak menyukai saat seseorang tampil dengan wajah dan laku yang baru? Kita perlu berlapang dada menerima apa yang sudah semestinya ada dan bukan malah berusaha untuk menyingkirkannya. Terkecuali jika orang tersebut jelas-jelas melanggar aturan di dalam masyarakat. Tidak mudah untuk beradaptasi tetapi yang punya itikad baik mampu menyatu dengan harmoni kehidupan Di dalam masyarakat yang beragam, tiap-tiap orang perlu belajar menyesuaikan diri. Pola adaptasi yang kita gunakan adalah, memosisikan diri sebagai orang yang baik, ramah dan santun. Pada dasarnya ketiga sifat ini adalah hal-hal umum yang sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Bila ada kebiasaan lainnya pasti akan terdeteksi atau ada orang yang mengingatkannya: mereka akan maklum, masih baru. Tetapi, kita pun tidak diperkenankan untuk terlalu memaksakan diri terhadap pola-pola kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan keyakinan pribadi. Salama itu tidak bertentangan dengan prinsip hidup yang dimiliki maka selam itu pula, semua kebiasaan baru di tempat yang baru dapat dijalani dengan suka hati. Saat berbuat baik, jangan mengharap apa-apa atau anda akan cepat kecewa. Yang mampu bertahan dalam kebaikan bukan menantikan hasil tetapi menantikan sorga. Anggaplah setiap kebaikan sebagai hadiah yang dibagikan kepada sesama. Sikap yang baik, ramah dan santun beresiko tinggi untuk diabaikan. Jangan pernah ekspresikan ketiga hal ini karena alasan-alasan duniawi. Atau anda akan cenderung mengelami kekecewaan, entah itu besar atau kecil bahkan berulang kali. Di dalam dunia ini, kita perlu muka tembok saat berbaik hati sebab bisa saja keadaan yang kita hadapi justru jauh dari harapan. Oleh karena itu, jangan harapkan perlakuan baik saat berbuat baik atau kekecewaan akan menunggu di depan. Melainkan, buka pikiran dan kosongkan itu dari tujuan-tujuan duniawi yang tidak pasti. Saat berbuat baik, pandanglah kepada sorga, pandanglah kepada Tuhan yang telah terlebih dahulu berbuat baik kepada kita. Sehingga timbul panggilan dalam hati untuk setidak-tidaknya berterima-kasih kepada-Nya. Biasanya, orang yang berterimakasih akan menyampaikan hadiah kepada yang lainnya. Demikianlah kita berbagi kepada sesama sebagai hadiah kepada Tuhan. Kita hendak membalas kebaikan-Nya tetapi sebesat apa pun pemberian kita, tidak akan cukup untuk membayar kembali, sebab segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Allah semata. Yang dapat kita lakukan hanyalah sebatas menghaturkan ucapan terimakasih yang dinyatakan dengan menghadiahkan kebaikan kepada sesama. Sebab segala kebaikan atau keburukan yang kita lakukan kepada sesama, sudah kita perbuat terhadapnya. Seperti ada tertulis. (Matius 25:40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Tiap-tiap orang punya jalan hidupnya sendiri, kebahagiaannya adalah menjalani dan mengembangkan potensi yang dimiliki, sekali pun terbanting sana-sini tetapi gaya kebenaran selalu dapat dinikmati Masing-masing orang diberikan karunia yang berbeda-beda. Selama menjalani hari demi hari, karunia itulah yang menjadi jalan hidupnya. Karunia berhubungan erat dengan potensi yang akan mempertemukannya dengan banyak kebaikan atau keburukan. Pindah dalam masyarakat yang baru dan mencari kerja di tempat yang baru memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Berdoa lebih tekun dan berusaha lebih gigih untuk menemukan apa yang menjadi sumber nafkah hidup kita. Pada satu titik, kita akan menemukan yang cocok dengan pendapatan yang memadai untuk hidup sehari-hari. Tapi, terkadang ada juga orang yang lain jalan hidupnya. Mereka menerobos masuk ke dalam sistem yang sudah ada dengan caranya sendiri. Dengan gaya yang cukup unik, terbanting sana-sini untuk menciptakan pekerjaannya sendiri. Mereka kreatif dan mampu membangun opini yang berbeda dari yang lainnya, namun sama sekali tidak melanggar aturan yang ada. Ada orang punya mimpi tetapi ada orang juga yang tidak ingin bermimpi, mereka hanya ingin berjalan dalam kebenaran penuh kerikil terjal tujuan sorgawi Itulah panggilan jiwa setiap manusia. Ada yang mau jadi bos dan ada yang mau jadi karyawan sedang yang lainnya hendak jadi orang populer. Akan tetapi, di balik semua impian yang ada, masih terdapat orang yang sangat-sangat kolot, tidak memiliki mimpi dan baginya cita-cita adalah omong kosong. Melainkan yang dia kehendaki hanyalah kebenaran dan hidup di dalam semuanya itu. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menempuh jalan yang tidak disukainya. Demikian juga kami tidak memaksa siapa pun untuk meninggalkan mimpi dan cita-citanya untuk hidup dalam kekosongan. Tidak ada yang lain di jalan ini, selain tujuan akhirnya sorga dan taburan kebenaran sepanjang jalan yang ditempuh. Goncangan terhadap sistem adalah pendewasaan, bukan alasan untuk memulai percekcokan Mau bagaimana kami mengatakanannya, tiap-tiap orang memiliki bidangnya sendiri-sendiri. Potensi yang unik dan lain dari yang lain, suatu keberuntungan bagi sistem. Tetapi, bagaimana jadinya jika keberadaannya menggoncang sistem? Bukankah hal ini baik? Saat gempa mengguncang suatu wilayah, semua bangunan yang tidak kokoh akan meruntuh. Sedangkan bangunan yang memiliki esensi yang kuat akan terus bertahan mendukung kehidupan manusia. Demikianlah keberadaan kita di dunia ini, perlu guncangan sebagai bagian dari pendewasaan diri. Bukannya malah saling serang antar profesi yang berbeda tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang benar dan adil sebagai perekat di antara rakyat. Penting untuk bersandiwara di tengah efisiensi hidup. Penting untuk selalu beraktivitas, kecerdasan terus dilatih agar selalu merasa hidup Tiap-tiap orang bergerak dalam sandiwara yang diciptakan sendiri. Para politikus mempersiapkan pertarungan sengit antara mereka sendiri, seolah-olah itu terjadi tetapi sebenarnya tidak apa-apa. Aktris dan aktor membuat pertarungan sengit antara mereka masing-masing, kelihatannya itu benar-benar terjadi tetapi sebenarnya pada ketawa-ketiwi melakoninya. Para penulis mendeskripsikan musuhnya sendiri lalu menyusun cara-cara untuk menaklukannya dalam pertarungan yang elegan, padahal semua itu hasil potret imajinasi. Sedang kami sendiri menyusun penjahatnya dalam skala logis lalu menghubung-hubungkannya dengan dunia nyata, walau sesungguhnya tidak benar-benar terhubung 100%. Itulah manusia membuat sandiwaranya sendiri sehingga tetap sibuk selama sisa hidupnya. Kekuatan adalah pengacau sandiwara, setarakan kekuatan maka tidak ada sandiwara di dalam sandiwara yang berusaha merugikan sesama Tidak ada yang berbahaya di dunia ini kalau masing-masing manusia memiliki kekuatan yang sama dalam aneka rupa sandiwara kehidupan. Akan tetapi, perbedaan potensial yang cukup besar di dalam sistem, bisa mendatangkan bencana bagi yang lainnya. Sebab tidak ada jaminannya bahwa orang per orang hanya akan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan saja jauh dari yang jahat. Justru ketika power yang diberikan negara terkonsentrasi terhadap beberapa kalangan saja, mereka sulit dikendalikan dan tidak ada CCTV 24 jam yang mampu menembus maksud-maksud hatinya. Pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan adalah tritunggal kekuatan yang perlu disetarakan dalam sebuah sistem. Keadilan sosial adalah jaminan tidak ada sandiwara di dalam sandiwara yang berpotensi merugikan orang lain. Perbedaan power adalah ancaman bagi lingkungan hidup Seperti kita ketahui bersam bahwa lingkungan hidup adalah penyokong utama kehidupan umat manusia di bumi ini. Akan tetapi, orang dengan keilmuan, kekayaan dan kekuasaan yang sangat besar dapat melakukan apa saja untuk mengeksploitasi lingkungan. Sedangkan rakyat jelata yang uangnya minim mau melakukan apa saja untuk menjadi mapan. Lantas si orang kaya yang bebal tersebut mengupah masyarakat miskin untuk bekerja membangun kediamannya yang sangat besar, mewah dan megah. Dia mengarahkan tenaga manusia dan tenaga mesin untuk mewujudkan semua mimpi-mimpinya. Malangnya, orang-orang kaya raya di sekitarnya juga melakukan hal yang sama, yaitu sama-sama membangun fasilitas yang berlebih-lebihan bagi diri mereka sendiri. Lama-kelamaan, kerusakan lingkungan yang terakumulasi akan mendatangkan bencana alam yang mengorbankan banyak nyawa dan hancurnya infrastruktur yang ada. Kesimpulan Keberagaman itu mutlak tetapi perbedaan kekuatan (pengetahuan umum, pendapatan dan kekuasaan) dapat memicu instabilitas yang ujung-ujungnya merugikan orang lain, lingkungan sekitar, sistem bermasyarakat dan termasuk diri sendiri. Keberagaman adalah angka mutlak dalam kehidupan bermasyarakat. Masing-masing orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Sebuah langkah untuk menghidupi apa yang menjadi panggilan jiwanya. Kami memandang indah berjalan dalam kekosongan duniawi hidup apa adanya tanpa taburan mimpi yang tak pasti. Kami hanya berharap untuk menuju sorga yang ditaburi oleh aspal penuh kebenaran dan keadilan; itu sudah cukup untuk memuaskan hati. Sedang anda di luar sana, silahkan gali potensi sendiri, tekuni pekerjaan masing-masing, raih cita-cita mu dan wujudkan setiap mimpimu. Biarlah orang-orang semakin melambung tinggi tetapi kami sendiri berjalan di tanah datar keadilan dan kebenaran dimana tidak ada yang tinggi atau rendah melainkan satu tujuan adalah sorga. Itulah panggilan hidup, hasrat, tujuan, harapan dan kebahagiaan sejati. Salam, Masing-masing manusia Berbeda potensinya, berbeda pekerjaannya. Tetapi, dalam Tuhan semua setara!

Goncangan terhadap sistem adalah pendewasaan, bukan alasan untuk memulai percekcokan

Mau bagaimana kami mengatakanannya, tiap-tiap orang memiliki bidangnya sendiri-sendiri. Potensi yang unik dan lain dari yang lain, suatu keberuntungan bagi sistem. Tetapi, bagaimana jadinya jika keberadaannya menggoncang sistem? Bukankah hal ini baik? Saat gempa mengguncang suatu wilayah, semua bangunan yang tidak kokoh akan meruntuh. Sedangkan bangunan yang memiliki esensi yang kuat akan terus bertahan mendukung kehidupan manusia. Demikianlah keberadaan kita di dunia ini, perlu guncangan sebagai bagian dari pendewasaan diri. Bukannya malah saling serang antar profesi yang berbeda tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang benar dan adil sebagai perekat di antara rakyat.

Penting untuk bersandiwara di tengah efisiensi hidup. Penting untuk selalu beraktivitas, kecerdasan terus dilatih agar selalu merasa hidup

Tiap-tiap orang bergerak dalam sandiwara yang diciptakan sendiri. Para politikus mempersiapkan pertarungan sengit antara mereka sendiri, seolah-olah itu terjadi tetapi sebenarnya tidak apa-apa. Aktris dan aktor membuat pertarungan sengit antara mereka masing-masing, kelihatannya itu benar-benar terjadi tetapi sebenarnya pada ketawa-ketiwi melakoninya. Para penulis mendeskripsikan musuhnya sendiri lalu menyusun cara-cara untuk menaklukannya dalam pertarungan yang elegan, padahal semua itu hasil potret imajinasi. Sedang kami sendiri menyusun penjahatnya dalam skala logis lalu menghubung-hubungkannya dengan dunia nyata, walau sesungguhnya tidak benar-benar terhubung 100%. Itulah manusia membuat sandiwaranya sendiri sehingga tetap sibuk selama sisa hidupnya.

Kekuatan adalah pengacau sandiwara, setarakan kekuatan maka tidak ada sandiwara di dalam sandiwara yang berusaha merugikan sesama

Tidak ada yang berbahaya di dunia ini kalau masing-masing manusia memiliki kekuatan yang sama dalam aneka rupa sandiwara kehidupan. Akan tetapi, perbedaan potensial yang cukup besar di dalam sistem, bisa mendatangkan bencana bagi yang lainnya. Sebab tidak ada jaminannya bahwa orang per orang hanya akan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan saja jauh dari yang jahat. Justru ketika power yang diberikan negara terkonsentrasi terhadap beberapa kalangan saja, mereka sulit dikendalikan dan tidak ada CCTV 24 jam yang mampu menembus maksud-maksud hatinya. Pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan adalah tritunggal kekuatan yang perlu disetarakan dalam sebuah sistem. Keadilan sosial adalah jaminan tidak ada sandiwara di dalam sandiwara yang berpotensi merugikan orang lain.

Perbedaan power adalah ancaman bagi lingkungan hidup

Seperti kita ketahui bersam bahwa lingkungan hidup adalah penyokong utama kehidupan umat manusia di bumi ini. Akan tetapi, orang dengan keilmuan, kekayaan dan kekuasaan yang sangat besar dapat melakukan apa saja untuk mengeksploitasi lingkungan. Sedangkan rakyat jelata yang uangnya minim mau melakukan apa saja untuk menjadi mapan. Lantas si orang kaya yang bebal tersebut mengupah masyarakat miskin untuk bekerja membangun kediamannya yang sangat besar, mewah dan megah. Dia mengarahkan tenaga manusia dan tenaga mesin untuk mewujudkan semua mimpi-mimpinya. Malangnya, orang-orang kaya raya di sekitarnya juga melakukan hal yang sama, yaitu sama-sama membangun fasilitas yang berlebih-lebihan bagi diri mereka sendiri. Lama-kelamaan, kerusakan lingkungan yang terakumulasi akan mendatangkan bencana alam yang mengorbankan banyak nyawa dan hancurnya infrastruktur yang ada.

Kesimpulan

Keberagaman itu mutlak tetapi perbedaan kekuatan (pengetahuan umum, pendapatan dan kekuasaan) dapat memicu instabilitas yang ujung-ujungnya merugikan orang lain, lingkungan sekitar, sistem bermasyarakat dan termasuk diri sendiri.

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Keberagaman adalah angka mutlak dalam kehidupan bermasyarakat. Masing-masing orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Sebuah langkah untuk menghidupi apa yang menjadi panggilan jiwanya. Kami memandang indah berjalan dalam kekosongan duniawi hidup apa adanya tanpa taburan mimpi yang tak pasti. Kami hanya berharap untuk menuju sorga yang ditaburi oleh aspal penuh kebenaran dan keadilan; itu sudah cukup untuk memuaskan hati. Sedang anda di luar sana, silahkan gali potensi sendiri, tekuni pekerjaan masing-masing, raih cita-cita mu dan wujudkan setiap mimpimu. Biarlah orang-orang semakin melambung tinggi tetapi kami sendiri berjalan di tanah datar keadilan dan kebenaran dimana tidak ada yang tinggi atau rendah melainkan satu tujuan adalah sorga. Itulah panggilan hidup, hasrat, tujuan, harapan dan kebahagiaan sejati.

Salam, Masing-masing manusia
Berbeda potensinya,
berbeda pekerjaannya.
Tetapi, dalam Tuhan semua setara!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.