10 Cara Berbagi Doa Tetapi Kesaksian – Hindari Berharap Tetapi Bersaksilah Memuliakan Nama Tuhan Di Media Sosial

Berharap di media sosial, tidak ada teman bisa mengabulkannya. Tetapi bagikanlah doa-doa yang telah menjadi kesaksian nyata. Agar semangat positif menjalar dimana-mana!

Ada orang yang bertanya kepada kami, adakah Tuhan di media sosial? Memang agak sedikit bingung saat pertama sekali mendengar pertanyaan semacam ini. Akan tetapi sebagai bentuk kemaha hadiran Sang Pencipta maka bisa dipastikan bahwa di dalam media sosial pun Tuhan selalu hadir dan mengawasi kita. Memang dunia yang satu ini bukan diciptakan langsung oleh Sang Khalik melainkan hasil penemuan manusia yang dikembangkan secara berkesinambungan terus-menerus. Biar bagaimana pun, kesemua bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dunia maya berasal dari alam, misalnya saja bahan tambang dan bahan galian lainnya.  Jadi, jangan merasa sendiri saat sedang online, sadarilah bahwasanya apa pun aktivitas kita selalu dalam pantauan-Nya.

Berdoa di internet dan media sosial, sebaiknya jauhi pameristik: Tuhan menyukai yang tersembunyi

Menyangkut tentang kawan yang selalu berdoa di  media sosial, ini memang tidak sepenuhnya salah. Memang pada dasarnya tindakan ini kurang tepat. Sebab ada semacam aura kesombongan yang menyertainya. Seolah-olah apa yang kita perbuat hanyalah upaya pameristik sekedar menyatakan bahwa kitalah orang yang beriman itu. Keadaan ini sama persis dengan yang dialami oleh orang Yahudi di masa lampau, saat ahli-ahli taurat dengan sengaja mempertontonkan kesalehannya dihadapan sesama manusia. Sekedar menunjukkan bahwa dirinya dan imannya jauh lebih baik dari orang lainnya plus mendapat pujian dari sesama manusia. Seperti ada tertulis.

Sumber: Alkitab

(Matius 6:5-6) “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Jadi, sebagai suatu bentuk komunikasi yang intim kepada Tuhan, doa sebaiknya disampaikan pula secara khusus. Seolah kita sedang ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan seseorang. Lantas, tidak etis rasanya bila kita mengatakannya di depan umum atau di tengah keramaian sambil bersuara keras. Akan tetapi, saat membicarakan sesuatu yang penting, kita biasanya mengajak orang tersebut berbicara “face to face, empat mata.” Agak canggung juga kalau mengeluarkan isi hati dengan di dengar oleh banyak orang. Akan tetapi, mengajak seseorang ke tempat yang tenang untuk berbicara empat mata, maka isi hati ini pun pasti akan tercurah dengan sendirinya, lepas begitu saja. Demikianlah kita sebaiknya saat berdoa, intim dengan Tuhan, mengajak-Nya untuk memasuki kamar hati sendiri untuk mengungkapkan isi hati dan segala harapan yang terpendam dalam batin. Berdoa dengan tidak diketahui orang lain juga menepis sikap sombong yang hendak pamer kemampuan di hadapan sesama.

Pengertian “jangan berdoa di media sosial tetapi bagikan kesaksian, pengalaman iman untuk memuliakan Tuhan

Doa adalah curahan isi hati kepada Sang Pencipta. Karena itulah mengapa setiap kali berdoa, kita perlu menjauhkan diri dari keramaian. Kita ingin bicara empat mata, jujur, terbuka dari hati ke hati kepada Tuhan sehingga memilih untuk mengasingkan diri. Momen seperti inilah yang disebut dengan persekutuan pribadi. Memang ada juga yang namanya persekutuan kelompok dimana kita terkadang menjadi pendoa utama di antara banyak mata di sekeliling. Tentulah pada kesempatan tersebut kita pun perlu belajar mencurahkan isi hati kepada Tuhan. Mungkin saat pertama-tama ada rasa-rasa gugup tetapi lama-kelamaan bisa jadi terbiasa. Hanya saja yang perlu kita perhatikan dan jaga adalah kesombongan dan sifat ingin dipujii/ diakui sebagai pendoa yang hebat.

Sumber: Alkitab

(Kisah Para Rasul 22:15) Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.

Di atas semuanya itu, kita masih bisa mengungkapkan doa kepada publik di internet tetapi bukan sekedar harapan belaka. Melainkan saat harapan tersebut sudah diterima sehingga kita membawakan kabar baik kepada sesama sambil memuji Nama Tuhan. Pada momen semacam inilah secara tidak langsung kita menjadi saksi Kristus melalui media sosial dan internet. Jadi, bukan doanya yang kita sampaikan kepada warganet melainkan hasilnya yang disertai dengan pujian kepada Yang Maha Kuasa. Namun tetap saja perlu diperhatikan dan dijaga hati dari segala potensi yang memungkinkan meluapnya rasa tinggi hati. Apa pun yang kita sampaikan kepada netizen, kalau nadanya terkesan angkuh niscaya kesaksian yang kita bawakan berujung sia-sia.

Cara Membagikan Doa Tetapi Kesaksian – Hindari Berharap Tetapi Bersaksilah Memuliakan Nama Tuhan Di Media Sosial

Cara membagikan kesaksian bukan doa kepada warganet sekalian

Panggilan untuk menjadi saksi-saksi Kristus merupakan tugas yang mulia. Kita memulainya dari diri sendiri, dalam keluarga, di lingkungan sekitar bahkan siapa pun yang kita jumpai selama hidup di dunia ini. Untuk menjadi saksi Kristus, kita tidak perlu berkoar-koar kepada sembarangan orang, ini justru membuat orang lain menjauh dari kita. Oleh karena itu, bagi orang-orang terdekat dan yang ada di sekitar, kita perlu menjadi saksi Kristus dimulai dari sikap baik dan pola gaya hidup serba positif.  Dua hal ini bisa bercabang kemana-mana sehingga menghasilkan banyak hal-hal yang positif yang bisa dipedomani orang lain sehingga dengan demikian kita telah menjadi pembawa kabar baik. Khusus di dunia maya,  kita perlu melakukan perbedaan ekspresi agar apa yang dilakukan layak di hadapan Tuhan, terutama dalam hal ini adalah saat berdoa.

  1. Setiap orang percaya adalah pembawa kabar baik.

    (Lukas 4:18-19) “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

    Kita adalah kristus-kristus kecil, pekerjaan yang dahulu dilakukan Yesus selama di bumi, patutlah kita tirukan. Salah satunya seperti yang tertulis dalam firman di atas, bahwa setiap orang percaya membawa kabar baik kepada orang yang miskin hatinya, pembebasan bagi orang yang dikurung/ dicengkram oleh dosa-dosanya, memberi penglihatan kepada orang yang buta mata hatinya, membebaskan orang yang tertindas mental dan fisiknya serta memberitakan hari Tuhan sudah dekat.

    Lantas, semuanya tugas di atas bukan hanya berbicara soal dunia nyata belaka. Melainkan jangkauan terluas diberikan sampai mencapai dunia maya untuk memberitakan kabar baik. Yang kita perlukan bukanlah uang yang banyak sebab lumayan mudah dan murah untuk menceburkan diri ke sana. Hanya dibutuhkan klik dan kata-kata yang membangun maka kebaikan pun akan tersebar seketika. Atau bisa juga dengan menyukai status orang lain. Masalahnya adalah maukah anda berlelah untuk itu?

  2. Jauhkan diri dari niat sombong.

    Bagaimana cara kita sombong di dunia yang bahkan tidak pernah kita pijaki dengan telapak kaki? Pada dasarnya, tingkat keangkuhan yang kita miliki dilakukan di dalam hati belaka. Hati yang melayang-layang merasa diri hebat, begitu melihat status kawan ada kurang-kurangnya, muncul ejekan dalam pikiran. Saat menyaksikan foto teman agak jelek, kita menyindir dalam hati dan tidak memberi “like.” Semuanya ini soal permainan hati, selama anda bisa menjaga hati dari “merasa lebih baik atau merasa lebih hebat” sambil tetap merendahkan hati dengan menyangkal diri dihadapan Tuhan sebagai Allah penguasa sumber segala sesuatu.

    Salah satu tujuan salah mengupdate status adalah untuk membanggakan diri, mewartakan kehebatannya pada bidang khusus. Menghina hal-hal yang kurang tepat untuk diperkatakan. Oleh karena itu, senegatif apa pun status teman, tidak perlu ditanggapi serius, mungin saja mereka sedang bermain-main sehingga tetap sibuk. Ambillah makna positif dari status tersebut dan buang esensi buruknya.

    Status yang berkesan pamer di dunia maya tidak lagi mewartakan kabar sukacita melainkan mungkin saja berubah membuat orang lain menjadi dengki. Bisa juga mendorong mereka untuk melakukan gaya hidup yang lebay.

    Berhati-hati jugalah sebab kadang-kadang ada robot yang menjalankan suatu akun, sengaja mempertontonkan kemegahan dan kemewahan. Jangan benci dengan akun robot seperti ini, tetapi rendahkan hati lalu like kan saja. Tetapi jangan juga ditiru apa yang dilakukannya. Mempertontonkan kebanggaan hidup adalah cara paling dangkal untuk menikmati kesenangan hidup.

  3. Jauhkan diri dari iri hati.

    Kita tidak bisa menyebarkan berita positif kalau hidup hanya disibukkan rasa dengki. Rasa iri adalah hoax yang memunculkan banyak kotoran lainnya dalam hari-hari yang kita jalani. Biasanya omong kosong dari kedengkian muncul secara tiba-tiba. Terutama saat kita menyaksikan ada orang yang jauh lebih baik dari kita. Biasanya semakin tidak adil suatu sistem dalam membagi sumber daya maka semakin tinggi iri hati dan kedengkian di dalam hati manusia di dalamnya.

    Di dalam media sosial, misalnya saja Facebook, Twitter dan Instagram terdapat berbagai macam jenis orang. Mulai dari yang sederhana, kaya dan konglomerat kaya raya. Saat menyaksikan ke semua orang yang lebih tajir dari kita, langsung memadat rasa iri tersebut dari dalam hati. Muncul semacam rasa kesal bersama dengan sungut-sungut dan keluh kesah menyaksikan hal-hal tersebut.

    Keiri-hatian mereduksi kemampuan kita untuk memberitakan kabar baik. Kecenderungan yang muncul justru, kita jadi pengkritik yang tidak tulus dan suka merendahkan. Menjadi orang yang suka diam-diam tetapi lebih banyak mengejek warganet lainnya dalam hati. Kita leluasa berbuat baik, setidaknya melike tetapi enggan melakukannya karena kentalnya rasa iri hati.

    Sebelum membuat kesaksian sebagai bagian dari pewartaan kabar baik, bersihkan dahulu hati dari rasa dengki. Sebab rasa tersebut bisa menjadi landasan untuk membagikan sesuatu; si kawan membagikan berbagai bentuk status semata-mata karena rasa iri terhadap tetangga sekaligus teman sekolahnya yang hampir setiap hari mengirimkan ulasan positif ke ruang publik secara online. Mereka yang bersih hatinya dari keirian hati akan dimampukan untuk mengikuti arus di sekitarnya tetapi tidak hanyut dalam kotornya nilai-nilai negatif yang menyertainya.

    Harap diketahui juga bahwa ada sekelompok akun di media sosial yang dengan sengaja disebarkan untuk menimbulkan sakit hati di antara orang-orang. Akun robot semacam ini sengaja dilepaskan untuk memicu reaksi dengki dengan demikiian pikiran meracau. Orang bijak menanggapinya dengan senyuman sambil terus fokus memuji Tuhan di dalam hati bahkan memberi jempol (like).

  4. Jangan hanya berdoa tetapi puji-puja juga Tuhan semesta langit (ini yang sering terabaikan).

    Ini adalah bagian yang sering sekali terlupakan oleh orang kristen ketika memperbaharui statusnya dalam skala rohani. Lupa untuk memuji Tuhan: kam pun hampir selalu melupakannya. Dalam kebiasaan berdoa sekali pun tidak pernah terlepas dari yang namanya memuji Tuhan. Saat kita memuji Tuhan dalam setiap status yang diterbitkan berarti setiap “like/ favorite/ plus one” yang diberikan orang lain kepada kita, ditujukan/ dialamatkan kepada Tuhan.

  5. Jangan kasih tahu doanya tetapi kasih tahu hasilnya.

    Jika kita bersaksi terhadap sesama: tuliskanlah apa yang sudah dialami dan bukan apa yang masih belum terjadi. Jadi, bisa dikatakan bahwa doa adalah permintaan yang masih berupa rencana dan kisi-kisi tentang masa depan. Memberi tahukan hal-hal yang belum terjadi kepada publik, tidak masalah jika itu pasti terjadi. Tetapi, bagaimana jadinya kalau itu tidak terjadi? Bukankah rasa canggung dan kecewa akan meradang? Jadi, simpan doamu untuk diri sendiri teman.

    Yang lebih layak untuk dijadikan kesaksian adalah apa yang pernah dialami. Jadi, kita sedang tidak berharap melainkan sedang mewartakan betapa besarnya penyertaan Allah dalam kehidupan ini. Kuat, indah dan hebat pertolongan-Nya di setiap langkah kaki kita. Hal-hal semacam itulah yang wajib kita beritakan kepada rekan-rekan di media soaial. Dengan demikian, terpenuhilah beberapa tuntutan firman untuk mengasihi Tuhan seutuhnya. Beberapa contoh sederhana.

    • Syukur kepada Tuhan yang telah membuat hari ini luar biasa. Biarlah segala bangsa meninggikan-Nya.
    • Masalah yang ku hadapi berat tetapi perlindungan Tuhan lebih besar sampai saat ini. Terpujilah kebesaran kuasa-Nya.
    • Sampai di sini Tuhan telah menolong aku dan tidak ada badan ku yang sakit. Engkau layak disembah dari zaman ke zaman.
    • Kasih-Nya luar biasa dalam setiap hembusan nafasku, Itulah sukacitaku saat terus bernaung di bawah kepak sayap Nya. Tuhanlah Allah yang pantas diagungkan.
    • Di tengah kerasnya masalah Tuhan telah menolong dan menguatkanku sampai sekarang. Besarkanlah nama-Nya hai seluruh bumi.
  6. Menambahkan kata “Aku percaya/ aku yakin: seolah semua itu sudah diterima dan sedang terjadi.”

    (Markus 11:24) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

    Jadi, seorang pendoa yang benar tidak menginginkan hal yang terlalu besar untuk dirinya sendiri. Sebab dia paham betul bahwa yang dikehendaki Tuhan adalah kesetaraan di dalam masyarakat. Dia lebih memilih untuk meminta hal-hal rohaniah seperti kesabaran, kebahagiaan, kerendahan hati, kesederhanaan, rela berkorban, ketulusan, keikhlasan, tahan uji dan lain sebagainya.

    Jadi, hindari menuliskan doa yang rasanya dingin di media sosial. Tetapi cobalah tuliskan harapan yang seolah-olah sudah anda terima. Misalnya saja.

    • Terimakasih Tuhan, pertolongan Mu nyata bagiku hari demi hari. Dahsyatlah perbuatannya sampai selama-lamanya.
    • Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan apa yang ku butuhkan. Terpujilah nama-Nya di atas segala nama.
    • Saya yakin, bahwa semua peristiwa ini mendatangkan berkat. Hosana bagi Allah.
    • Saya percaya, kalau Tuhan sudah berkehendak, maka semuanya jadilah seperti rencana-Nya. Beri kemuliaan bagi nama-Nya ajaib.
    • Puji syukur kepada Tuhan yang telah menolong saya melewati minggu ini. Biarlah hanya Dia, Allah yang dipuja-puji sampai akhir masa.
  7. Contoh doa I “Tuhan tolong kami sekeluarga.”

    Anda perlu mengkonfersi doa tersebut menjadi sesuatu yang lebih mendorong semangat para pembaca untuk menyukainya. Tentu ini dilakukan dengan cara mewartakannya bahwasanya itu telah, sedang dan akan terus terjadi dalam kehidupan ini. Tentu pada bagian akhirnya, ajak para pembaca untuk memuliakan Tuhan. Seoerti ini salah satunya.

    “Besar pertolongan Tuhan atas kami sekeluarga. Terpujilah Tuhan di atas segala-galanya.”

  8. Contoh II “Tuhan tolong anakku yang sedang ujian sekolah.”

    Tentu saja beberapa netizen yang membaca status ini agak kebingungan, mau diapain. Namun ketika anda mau belajar menunggu, sampai anak selesai ujian lalu menyaksikan wajahnya yang terlihat girang. Seolah-olah bebannya ringan karena persiapannya matang dari jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga stus anda tidak lagi sedang berharap melainkan membuat pernyataan, seperti berikut ini.

    “Luar biasa pertolongan Tuhan sampai adek selesai ujian. Haleluya!”

  9. Contoh III “Ya Tuhan tolong kami diperjalanan hari ini agar bisa sampai dengan selamat. Amin.”

    Memang doa semacam ini sudah sepatutnya kita ucapkan di dalam hati masing-masing sesaat sebelum berangkat kemana saja. Pada satu kesempatan spesial yang tidak biasa, kita mendokumentasikan perjalanan yang berbeda dari hari sebelumnya. Tetapi, doa semacam itu kurang bermanfaat bagi warganet lainnya sebab kita hanya melakukannya untuk diri sendiri. Oleh karena itu, agar orang yang mendengar status kita bersemangat membacanya, maka kita perlu mengubahnya seperti berikut ini.

    “Pertolongan Tuhan nyata sepanjang perjalanan hinngga sampai dengan selamat. Luar biasa Engkau ya Allahku.”

    Contoh-contoh yang dikonversi lainnya.

    • Tolong aku ya Tuhan Yesus menghadapi permasalahan ini. Lebih cocok kalau di post dengan,
      “Tuhanlah penolong kita menghadapi setiap permasalahan. Hebatlah perbuatan-Nya.
    • Kiranya Tuhan menolongku di tengah umpatan musuh. Lebih cocok kalau di post dengan,
      “Aku percaya, Tuhan adalah penolong dalam umpatan musuh. Bersorak-soraklah hai seluruh bumi mengagungkan nama-Nya.”
    • Mohon bebaskan aku dari jebakan musuh ya Tuhan. Lebih cocok kalau di post dengan,
      “Aku yakin, Tuhan adalah pembebas hidup dari jebakan musuh. Tak tertandingi perbuatan tangan Mu di antara umat manusia.”
    • Ajari aku hati-hati menjalani hidup ya Tuhan. Lebih cocok kalau di post dengan,
      “Tuhan adalah pengajar yang setia, membimbing dalam kehati-hatian. Terpujilah perbuatan tangan-Nya dari keturunan yang satu kepada keturunan berikutnya.”
    • Semoga Tuhan memberkati makanan dan minuman ini. Lebih cocok kalau di post dengan,
      “Tuhanlah yang memberkati makanan dan minuman kita. Terpujilah kasih karunia-Nya yang tidak pernah habis atas kita.”
  10. Ubah aku menjadi kita/ kami; atau tiadakan kata ganti orang.

    Agar status yang kita kirimlah tidak ditujukan untuk diri sendiri melainkan kepada siapa pun yang membacanya. Maka silahkan ubah kata ganti aku atau ku menjadi kita. Atau kalau anda mungkin bisa memperbaiki sedikit tata bahasanya maka mungkin saja kata ganti orang tersebut bisa ditiadakan. Seperti yang kami contohkan ini.

    • Aku percaya bahwa setiap peristiwa dapat mendatangkan kebaikan. Bisa diubah menjadi,
      “Kita percaya bahwa setiap peristiwa dapat mendatangkan kebaikan. Perkasalah Tuhan dari generasi ke generasi.”
    • Ku telah merasakan kasih setia Tuhan dan itu akan terus berlanjut seumur hidup. Bisa diubah menjadi,
      “kami telah merasakan kasih setia Tuhan dan itu akan terus berlanjut seumur hidup. Ajaib perbuatan-Nya dari zaman ke zaman.”
    • Ku hidup dalam rencana Tuhan, di sanalah aku merasa aman dimana hatiku tidak lagi kuatir akan apa pun juga. Bisa diubah menjadi,
      “Hidup dalam rencana Tuhan, di sanalah ada keamanan dimana hati tidak lagi kuatir akan apa pun juga. Haleluya, syukur buat semuanya itu”
    • Hatiku tenteram sebab Tuhanlah yang berjalan di depanku, memegang tanganku bahkan menopang aku hingga akhir hayat. Bisa diubah menjadi,
      “Hati tenteram sebab Tuhan berjalan di depan, memegang tangan kita bahkan menopang kita hingga akhir hayat. Masyurlah nama-Nya dimana-mana.”
    • Tuhan kiranya menolong aku, hari ini mau diadakan seleksi penerimaan, semoga lancar. Bisa diubah menjadi.
      “Tuhanlah penolong kita yang membuat seleksi penerima berjalan lancar hari ini. Maha dahsyatlah Allah kami.”

Kesimpulan

 

Saat membagikan pengalaman rohani, kebanyakan manusia hanya fokus kepada dirinya sendiri dan keunikan yang dijalaninya. Satu hal yang sering sekali terlupakan adalah puji-pujian atas kebesaran kasih Tuhan yang kita rasakan. Saat status rohani yang kita bagikan memuat puji-pujian kepada Tuhan maka setiap “like/ favorite/ plus one” yang diberikan kepada kita dialamatkan kepada Tuhan.

Canggung rasanya kalau kita berdoa di media sosial. Teman-teman yang menanggapinya juga tanggung. Kita yang membagikan status semacam itu justru terkesan sombong rohani. Memang setiap hal yang dilakukan di media sosial merupakan pertunjukan pribadi (privat show time) dimana kita bebas dan bertanggung jawab membagikan apa saja. Namun ada baiknya juga bila status yang kita bagikan turut memberi energi semangat positif kepada teman-teman lainnya. Salah satu cara terbaik untuk membagikan semangat positif adalah dengan mengubah doa menjadi kesaksian. Jadi jangan masih berharap di internet tetapi bagikan sesuatu yang sudah terjadi sebagai kesaksian. Tentu pada bagian akhirnya jangan pernah lupa menambahkan kata-kata untuk memuliakan Tuhan yang telah menyatakan kemurahan hati-Nya kepada kita di sepanjang waktu.

Salam, Berharap di media sosial,
tidak ada teman bisa mengabulkannya.
Tetapi bagikanlah doa-doa
yang telah menjadi kesaksian nyata.
Agar semangat positif menjalar dimana-mana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.