7 Cara Facebook Menghilangkan Iri Hati

Dimana kental kebaikan, di sanalah kedengkian ditekan. Semakin jarang berbuat kebaikan, kian sering munculnya kedengkian!

Teknologi zaman sekarang menjadi salah satu alat simulasi efektif untuk melatih mental manusia menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kita memang bisa hidup tanpa teknologi tetapi, kecepatan dalam memperoleh informasi terbaru menjadi berkurang. Yang terjadi, kita hanya menikmatinya secara berpola dalam waktu-waku tertentu saja, itu sudah cukup untuk menyegarkan indra bagi orang awam. Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki bisnis sendiri di bidang online perlu senantiasa online untuk mempopulerkan misinya, berhubungan baik dengan pelanggan, memperbaharui post, menjalin kerja sama dengan situs lain dan masih banyak lagi, silahkan belajar dari pengalaman sendiri.

Sadar atau tidak, hidup kita penuh dengan simulasi, hanya saja beberapa orang memilih untuk menyebutnya sesuai dengan masalah apa yang sedang dihadapi. Mulai dari gangguan sosial yang tiba-tiba terjadi di sekitar sampai masalah-masalah sosial yang begitu kompleks, rumit dan panjang jalan penyelesaiannya. Untuk meringankan pikiran agar tidak terlalu fokus pada semuanya itu, anggap saja sebagai simulasi kehidupan yang sudah pasti ada jalan penyelesaiannya. Hanya saja yang kita butuhkan adalah sabar menunggu walau agak lama. Sebab ada pergumulan hidup yang bisa selesai dalam sekejap tetapi ada juga pergumulan hidup yang berkepanjangan bahkan sampai memakan waktu bertahun-tahun hingga menutup mata.

Pengertian

Kita patut berbahagia karena teknologi masa kini dapat membantu menghilangkan sifat-sifat buruk di dalam diri sendiri. Memang efektifitas simulasi online bebas ekspresi tersebut berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang bisa melaluinya hanya dalam sekali paparan tetapi ada juga beberapa yang harus mengulang-ulangnya sampai dapat khasiatnya. Jadi, simulasi online bebas ekspresi adalah percontohan suatu peristiwa mirip-mirip dengan aslinya yang tidak direncanakan karena telah tersebar luas di sekitar kita. Jadi, siapa pun orangnya bisa ikutan melakukannya asalkan dapat terkoneksi dengan internet dan telah terdaftar dalam suatu komunitas media sosial tertentu.

Teknik media sosial Facebook menekan kedengkian dalam hati membernya

Apakah ini sesuatu yang terencana atau hanya sekedar kebetulan. Besar kemungkinan ini memang hanya suatu kebetulan, bukankah kita sendiri yang mengirim pertemanan atau menerima permintaan pertemanan kepada orang-orang tersebut? Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa kitalah yang telah mengizinkan semuanya itu terjadi. Ini bukan kesalahan orang lain: memang senang rasanya punya teman banyak. Sayang, perkembangan tersebut juga disusul oleh bertambahnya orang-orang yang pura-pura jadi kawan. Apa ya dipanggil orang-orang ini? Mungkin musuh dalam selimut kali ya….? Wkwkwkkkkk Berikut, beberapa hal yang kebetulan terjadi di Facebook namun sesungguhnya telah melatih kita untuk menepis iri hati.

Cara Facebook Menghilangkan Iri Hati

  1. Menampilkan orang-orang yang lebih kaya dari kita.

    Bagaimana menurut anda ketika di halaman sendiri ditampilkan orang-orang yang lebih tajir dari kita? Lantas ada pula pihak luar yang memuja mereka bak dewa-dewi dari kayangan. Bagaimana perasaan anda menghadapi ini? Atau seperti apa sakitnya hati karena menyadari bahwa diri sendiri belum sampai setengah, bahkan seperempat pun tidak sampai darinya. Bila anda bisa belajar maka akan merasakan dengkinya hati di awal-awal saja. Akan tetapi lama kelamaan setelah semuanya itu, pastilah lepas, iri itu pun hilang, bahkan kita pun turut menyukai statusnya.

  2. Menampilkan orang-orang yang lebih tinggi jabatannya.

    Wah… wah… wah… Bahkan orang yang sudah kuliah tinggi saja masih ngiri sama si kawan itu, terlebih lagi orang-orang seperti kita ini. Bagaimana tidak, dialah yang mulia dan yang terhormat di antra semua orang. Pangkat dan jabatan hanyalah atribut titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil Pemiliknya. Bagi mereka yang sedang bersaing ingin menduduki posisi yang sama pastilah keiri-hatian itu lebih tinggi lagi. Tetap, saat kita bisa memelihara dan melatih kebiasaan mengeneralisasi manusia maka dengki itu pun akan meredup dalam keterbiasaan indra mengamat-amati dunia maya.

  3. Menampilkan orang yang lebih populer dari kita.

    SI kawan ini dapat lima puluh like, si itu dapat seratus dan yang satunya lagi bahkan dapat like yang lebih tinggi, yakni hampir mendekati seribu. Orang-orang awam yang baru terjun sebagai penghuni setia media sosial akan terkesima dengan angka popularitas yang fantastis tersebut. Lain halnya dengan mereka yang sudah terbiasa dan telah melatih dirinya untuk ikhlas akan mampu menerima semuanya itu. Tiada lagi rasa dengki di dalam hati sebab dia paham menerima kenyataan bahwa dirinya kurang populer. Bahkan mampu pula berbuat baik mendukung orang lain untuk lebih populer dengan turut memberi jempol.

  4. Menampilkan orang yang lebih tampan dari kita.

    Handsome kali si kawan ini ternyata ya… Dia bisa jadi calon model sampul majalah keren… Memang kita turut sedih juga ya saat menyadari bahwa penampilan sendiri jauh di bawah standar. Sedan kawan-kawan di Facebook kebanyakan lebih bernilai tinggi. Kalau rasa dengki kita bangkit karena tayangan cakep atau cantik tersebut. Niscaya, mulailah muncul ketidakpuasan terhadap diri sendiri sehingga kebahagiaan pun pergi menghilang entah kemana.  Oleh karena itu, jangan biarkan kedengkian tersebut mengakar melainkan langsung rendahkan diri dan kalahkan diri sendiri. Sikap yang mau mengalah untuk membiarkan orang lain menang merupakan cara efektif untuk menepis iri hti.

  5. Menonjolkan sesuatu yang tidak kita sukai (misal musuh atau para pembenci).

    Seandainya anda bisa memahami tingginya nilai kesetaraan maka mungkin saja mampu memandang bahwa semua orang adalah sama dan setara. Jadi, saat semua pihak bisa kita universalisasi maka tidak ada yang jahat dan buruk sebab semua orang adalah baik adanya. Jadi, tidak ada penjahat di sekitar kita, kalau pun ada kesalahan kecil, itu hanyalah nano-nano kehidupan pengusir manja. Orang yang sudah terbiasa menguniversalisasi siapa pun dalam hatinya tidak ada lagi dendam,kebencian dan amarah kepada sesama. Akibatnya, potensi untuk menjadi iri hati pun semakin kecil saja. Bahkan si kawan bisa juga memberi jempol dan sedikit komentar lucu sekedar menghibur diri sendiri.

  6. Menonjolkan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip/ keyakinan/ jalan hidup kita.

    Ketika kita tidak mampu mengeneralisasikan manusia sebagai ciptaan Allah yang baik, Kental rasa membede-bedakan dari dalam hati. Jengkel melihat orang yang prinsip hidupnya agak berbeda darinya. Sebal saat orang yang beda keyakinan turut memuji Tuhannya. Kesal saat orang yang jalan hidupnya lain darinya agak terkenal. Bibit-bibit kebencian semacam ini turut mendorong intensitas munculnya iri hati warganet. Oleh karena itu, dalam hidup ini hindari sikap sentimen kepada pihak/ kelompok/ etnis/ suku/ golongan mana pun.

    Kalau kita berseberangan jalan hidup dengan sesama, misalnya kami adalah sosialis sedangkan orang itu adalah kapitalis. Maka saat kedua belah pihak bertemu, biasa sajalah dan saling berbuat baik pada momen yang tepat. Saat kita berbuat baik kepada sesama, pandanglah kepada Tuhan. Jadi, saat berbagi keramahan dan kesantunan, anggaplah itu sebagai hadiah kepada sesama yang dikirimkan kepada Tuhan. Semakin banyak kebaikan yang kita berikan kepada sesama, semakin rendah potensi untuk mendengki orang lain.

  7. Memunculkan orang yang lebih berkompeten dari kita.

    Dari antara teman-teman kita ternyata ada seorang kreator handal yang dapat membuat tulisan ternama. Telah membuat banyak buku dan karya kreatifnya dipajang di berbagai galeri. Tentulah kalau si kawan ini memposting kirimannya, akan banyak respon positif terhadapnya. Lantas, kita sebagai seniman pemula, semakin iri saja dengan kiprahnya yang terbang dan meroket.

    Lain halnya dengan mereka yang sudah terbiasa merendahkan diri, meyetujui keunggulan orang lain dan mengakui kelemahan diri, memberi dukungan “suka” serta bila perlu turut memuji pula (berkomentar). Jika kita semakin intens melakukan aktivitas positif tersebut maka yang namanya kedengkian telah benar-benar lenyap hanya dengan bermain bersama Facebook. Lirik juga, Media sosial adalah catatan kehidupan yang dipublikasikan.

Kesimpulan

 

Sukai semua status orang, biarkan dia jadi dirinya sendiri. Mungkin itu bisa membuat dia berbahagia. Jika hanya fatamorgana, lama kelamaan juga pasti berhenti sendiri. Walau pun beberapa hal tidak disukai, akui dan pujilah itu di dalam hati sendiri agar rasa dengki yang disertai pikiran kotor segera menguap.

Jangan sepele dengan Facebook yang menawarkan hubungan pertemanan dengan jangkauan sangat luas, menembus berbagai daerah bahkan sampai luar negeri. Satu jempol (like) yang tidak diberikan bisa jadi indikator yang menunjukkan betapa irinya hati terhadap seseorang atau sekelompok orang. Oleh karena itu, entah anda suka atau tidak suka dengan sebuah status, bersihkan pikiran deri rasa dengki dengan bersikap biasa saja; tanpa mengutuk, bersungut-sungut dan menganggap sepele orang lain di dalam hati. Bila memungkinkan sukai saja semuanya sebagai bentuk generalisasi: menganggap bahwa semua manusia adalah orang baik. Atau bisa juga tidak menandainya “suka” tetapi memuji status tersebut di dalam hati sendiri.  Semua aktivitas positif tersebut semata-mata untuk meniadakan kedengkian agar tidak sempat menguasai hati dalam mode benci, sungut-sungut, keluh-kesah, kutuk, menghakimi, merendahkan dan lain sebagainya. Baca juga, Lebih baik samaratakan semua orang.

Salam, Dimana kental kebaikan,
di sanalah kedengkian ditekan.
Semakin jarang berbuat kebaikan,
kian sering munculnya kedengkian!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.