10 Manfaat Membawa Alkitab Ke Gereja Saat Kebaktian Atau PA (Pendalaman Alkitab)

Masakan kita tidak bawa Kitab Suci, padahal yang mau dibahas adalah firman? Bawalah beban itu tanpa merasa terbeban, sebab aktivitas tersebut khasiatnya keren!

Ilmu pengetahuan menghasilkan teknologi yang diekstraksi dari lingkuangan alamiah, ditata sedemikian rupa dengan kerumitan khusus sampai menjadi sahabat.

Teknologi adalah sahabat kita, penolong yang kita ciptakan sendiri berdasarkan petunjuk dari Tuhan. Sebab ilmu pengetahuan memang ditemukan oleh manusia tetapi yang telah sengaja manaruh/ meletakkannya dengan posisi demikian adalah Tuhan sendiri. Sehingga datanglah manusia cerdas yang menyelidiki semuanya itu lalu mengekstrak faktor-faktor yang memicu keadaan tersebut. Lantas faktor-faktor alamiah yang secara tidak sengaja telah ditemukan oleh para ilmuan tersebut dijadikan sebagai pembanding untuk menciptakan faktor lainnya. Apabila faktor tertentu dikombinasikan sedemikian rupa dengan faktor lain maka akan menghasilkan sesuatu yang baru dan mungkin belum pernah ada sebelumnya, itulah yang disebut dengan teknologi.

Dalam kehidupan sehari-hari telah banyak kita temukan berbagai hal yang pelaksanaannya/ pengerjaannya didukung oleh teknologi mesin. Bahkan yang sedang ada dihadapan kita saat ini pun, merupakan hasil besutan dari teknologi canggih zaman sekarang. Bisa dikatakan bahwa dari hal yang sederhana sampai yang terbesar memiliki kebutuhan khusus yang berbeda-beda terhadap komponen teknologi tertentu. Biasanya, semua kebutuhan tersebut bisa dirangkai dalam satu paket teknologi, akan tetapi ada juga yang memerlukannya dalam jumlah yang lebih variatif. Semuanya itu tergantung kebutuhan dan pemenuhan akan penghidupan yang lebih layak.

Gereja memanfaatkan teknologi dengan bijak; semuanya itu membuat nyaman tetapi jangan sampai memanjakan.

Salah satu sesi kehidupan yang membutuhkan teknologi adalah aktivitas gerejawi. Mulai dari hal terkecil sampai besar yang dilakukan di sini, tidak terlepas dari penggunaan teknologi sederhana sampai tinggi. Mulai dari pakaian, alas kaki, buku-buku, alat tulis, alat musik, gedung, perabotan/ aksesoris dan termasuk Alkitab. Salah satu teknologi yang agak baru dari antara semuanya itu adalah penggunaan proyektor sebagai bacaan untuk semua. Laptop/ komputer bersama-sama dengan proyektor telah memberikan banyak kemudahan plus kenyamanan bagi jemaat yang mengikuti kebaktian sehingga tidak perlu lagi susah-susah umtuk membawa buku-buku tebal seperti Alkitab dan Kidung Jemaat. Sebab semua liturgi telah diproyeksikan di atas dinding, bukankah semuanya itu membuat kebaktian lebih lancar?

Jika ada orang yang menyukai LCD di atas tembok lalu sekonyong-konyong tidak membawa Kidung Pujian dan Alkitab juga, kami tidak seperti itu. Sebab kami suka menolak segala kenyamanan duniawi yang ditawarkan oleh teknologi tersebut. Kami tidak membencinya, hanya saja tidak suka memanjakan diri dengan semuanya itu. Lagi pula, ada begitu banyak kreativitas yang bisa kami latih dengan tidak memerhatikan LCD. Salah satu kreativitas yang telah kami kembangkan sejak saat itu adalah “tebak lagu.” Artinya, kita bisa menebak lagu tanpa mengetahui syairnya dengan menggunakan sedikit penalaran. Tentu saja, ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa dan telah lebih dahulu membaca syair-syair yang akan ditampilkan di rumah.

Faedah membawa Alkitab ke Gereja baik saat kebaktian maupun PA

Orang sering berkata demikian, “zaman sudah modern bro, bukan masanya lagi untuk hidup susah, nikmatilah kemudahan itu…” Memang sekilas pernyataan tersebut benar adanya. Akan tetapi, bila anda berkesempatan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir dan mencari tahu, pengaruh negatif dari kemudahan hidup. Niscaya aakan menyadari bahwa hidup susah jauh lebih baik daripada hidup yang serba dimudah-mudahkan. Memang kadang juga dalam hidup kita butuh yang mudah-mudah tetapi kalau semuanya mudah, bagaimana kita bisa tumbuh dewasa, berkembang dan maju? Kita butuh kemudahan tetapi di sisi lain, kita juga butuh hal-hal yang menyusahkan: perpaduan keduanya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Manfaat Membawa Alkitab Ke Gereja Saat Kebaktian Atau PA

Manfaat biasa (bisa juga di dapat dengan membawa Alkitab elektronik atau melihat LCD-proyektor).

  1. Dapat mengikuti setiap pembacaan firman Tuhan dengan seksama.

    Mengikuti kebaktian dengan seksama merupakan suatu kewajiban yang selalu bisa kita rasakan saat persiapan yang diperlukan sudah lengkap. Akan tetapi, kurangnya persiapan saat berangkat ke Gereja atau PA, bisa saja membuat hati kurang nyaman mengikutinya. Dengan membawa buku tebal antik tersebut, kita bisa mengikuti setiap pembacaan firman yang dibawakan dari depan (baik oleh liturgos maupun pengkhotbah).

  2. Membangun pemahaman dini tentang firman.

    Saat pembacaan firman berlangsung, silahkan ubah kata-kata yang terkandung dengan yang sama artinya. Mengubah kata-kata tertentu dengan yang sama artinya atau yang sepadan membuat kita lebih memahami maksud firman tersebut. Aktivitas mencari kata-kata yang sama arti atau sepadan merupakan salah satu cara membentuk pemahaman dini terhadap firman. Sebab nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh pengkhotbah. Kalau kita tetap sibuk dengan firman di dalam Rumah Tuhan, tidak ada gangguan yang dapat mengacaukan konsentrasi.

  3. Esensi kepuasan penuh.

    Mengapa ada rasa puas saat kita membawa Alkitab, entah versi cetak atau elektronik? Sebab saat ada aba-aba dari depan untuk membuka Kitab Suci masing-masing, semua orang aktif membuka bukunya. Sedang saat kita tidak membawa apa-apa, rasanya canggung sendiri saat ada aba-aba dari penatua jemaat untuk membuka dan membaca ini-itu. Sekali pun kata-kata tersebut hanya anjuran, tetap saja ada rasa puas di dalam hati saat kita mampu mengikutinya dengan seksama. Sekali pun rasa tersebut tak terdeskripsikan namun tiap pengorbanan tulus (membawa Kitab Suci) yang kita lakukan akan diperhitungkan oleh Sang Khalik.

    Tentu saja rasa puas ini bukan untuk dibandingkan dengan orang lain, nanti bawaannya bisa menyombongkan diri lagi. Melainkan tetap fokus ibadah: puji-pujilah Tuhan dalam hati; ubah kata-kata yang didengar dari depan menjadi lagu; cari sinonim kata tertentu; cari kata yang sepadan. Semua aktivitas otak ini diperlukan untuk membuat pikiran tetap sibuk positif dan tidak bercabang-cabang ke hal-hal aneh yang malah menimbulkan dosa. Saksikan juga kawanku, Tips beribadah ke Gereja.

    Keunggulan/ Kelebihan khusus membawa versi Alkitab Cetak.

  4. Meningkatkan penguasaan terhadap Alkitab sendiri.

    Saat pendeta atau liturgos mengatakan “bahan cerita yang diambil dari …titik-titik… Kita pun langsung bergerak untuk menemukan bagian tersebut. Akan tetapi, karena sudah lama tidak membacanya, kita begitu lama mencari dan ketinggalan jauh dari bahan bacaan tersebut. Kelambatan ini merupakan suatu pertanda bahwa kita jarang sekali membaca Alkitab selama ini.

    Membawa Kitab Suci ke Gereja bukanlah sesuatu yang merugikan, malahan keuntungan yang akan anda dapatkan adalah plus-plus. Biasanya saat kebaktian sedang berlangsung, ada banyak nats Alkitab yang kita bolak-balik, sadar atau tidak tindakan semacam ini dapat menjadi salah satu cara menguasai bagian-bagiannya. Ada enam puluh delapan kitab di dalamnya dengan ketebalan yang berbeda-beda. Butuh waktu cukup lama untuk mencarinya ketika nats yang dibaca terambil dari kitab yang jarang ditelusuri sebelumnya.

    Jika kita yang memiliki kitab cetakan lebih lambat mencari ketimbang mereka yang memiliki Alkitab digital yang kebetulan berada di sisi kanan-kiri. Tidak perlu iri hati; atau lebih tepatnya ini adalah ujian untuk mengatasi dan meredam rasa dengki di dalam hati sendiri. Bukankah itu baik untuk perkembangan kepribadian anda?

  5. Kesempatan memberikan tambahan penanda pada bagian tertentu.

    Saat kita hanya melihat proyektor yang di depan, itu untuk sementara saja. Kalau-kalau ada ayat tertentu yang dirasa unik maka besar kemungkinan tidak dingat lagi. Namanya juga bukan punya kita melainkan milik bersama. Jadi kurang mampu berkreasi pada sesuatu yang tidak ada dalam genggaman tangan kita.

    Akan tetapi, lain halnya ketika membawa kitab cetakan, posisi ayat yang unik tersebut bisa ditandai tergantung persediaan yang sebelumnya dibawa dari rumah. Mungkin menggunakan pinsil atau pinsil berwarna. Penanda semacam ini turut menjadi bumbu sekedar menambah ketertarikan mata dan mengunci posisi ayat-ayat yang unik di dalamnya.

  6. Tetap sibuk walau lengang.

    Mungkin kita terlalu cepat saat datang ke Gereja atau saat kebaktian padang masih belum dimulai. Di sela-sela lengangnya suasana, daripada mencet dan sentuh hanphone/ smartphone nggak jelas, malah membuat pikiran melayang-layang. Alangkah lebih baik jika kita membaca sesuatu yang terbukti berkualitas dari zaman ke zaman.

    Bila belum membawa Alkitab, bakalan melongo saja liatin orang di depan altar lagi main musik atau ikut lagu pujian yang dibawakan pemain musik atau backing vokal atau mungkin juga tetap fokus pada Tuhan dengan pandangan kosong ke depan. Lain halnya jika kita sudah membawa Kitab Suci sendiri, lebih baik sibuk membacanya sambil menunggu kebaktian/ PA (Pendalaman Alkitab) dimulai.

  7. Melanjutkan pembacaan Alkitab rutin.

    Bagi mereka yang bergereja dengan jadwal kebaktian lebih dari satu (beberapa kali kebaktian dalam satu hari), pastilah yang namanya waktu lengang itu hampir tidak ada. Akan tetapi, untuk orang yang bergereja dengan jadwal kebaktian hanya sekali, kemungkinan ada break/ jeda waktu. Untuk mengisi waktu lengang tersebut agar tidak sia-sia, kita bisa memakainya untuk membaca firman. Bukankah kita sudah punya program pribadi untuk membaca seluruh kitab tersebut? Manfaatkanlah waktu semacam itu untuk mengurangi beban bacaan anda.

  8. Tidak terganggu saat terjadi riak kecil.

    Saat kita beradda di tengah-tengah PA/ kebaktian khusus lainnya yang diambil di rumah atau gedung, ada kemungkinan terjadi distorsi suasana. Gangguan-gangguan kecil yang berlangsung di sekitar, bisa saja mengusik konsentrasi sehingga hati menjadi panas dan rasa-rasanya mau cari tempat duduk lain saja.

    Lain halnya jika anda memiliki Alkitab di tangan yang dibawa dari rumah. Buku aiaib ini bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk tetap fokus kala terjadi riak kecil saat ibadah belum lagi dimulai. Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengalihkan konsentrasi dari hal-hal yang tidak mengenakkan, kalau-kalau itu terjadi.

  9. Fokus berangkat – fokus pulang.

    Saat kita kebaktian tetapi tidak membawa Kitab Suci, mungkin-mungkin saja ada teman yang menggoda di jalan, meminta kita untuk singgah di sana, singgah di sini sehingga melenceng dari tujuan awal. Saat berangkat ke sana mungkin bisa lebih fokus, sekali pun ada gangguan tetapi pikiran masih segar dengan tujuan awal, yaitu datang ibadah tepat waktu. Mungkin saat pulang godaannya begitu kuat ditambah lagi fokus sudah mulai buyar karena pada rencana hari ini. Bisa saja, pulang-pulang kebaktian, si kawan tidak langsung balek ke rumah, kelayapan di luar sana mencari apa yang diinginkan hatinya.

    Akan tetapi lain halnya ketika kita memawa buku tebal berkualitas tersebut, ada beban di hati yang berikatan langsung dengan tujuan yang dibuat, yaitu datang mengikuti kebaktian di gerja atau mengikuti persekutuan kelompok kecil lainnya. Sekali pun yang kita bawa hanyalah buku biasa tetapi tekad untuk mengembalikannya ke rumah terlebih dahulu cukup kuat. Orang rumah yang melihat kita kembali lalu pergi lagi pasti sudah diberitahukan kemana tujuan selanjutnya. Sehingga tidak ada pertanyaan yang memicu kekuatiran setelahnya.

  10. Salah satu bagian dari olahraga.

    Ringan tangan ini saat kita datang Gereja atau ibadah rutin lainnya dengan tidak membawa apa-apa. Sekali pun demikian, kita tidak pernah lupa membawa gadget/ smartphone sendiri. Orang yang selalu berkomunikasi dengan Sang Pencipta, masakan enggan membawa surat cinta-Nya? Apa pun alasan kita untuk tidak membawa Alkitab saat ibadah, secara kesehatan, itu sudah merugikan sekali. Sebab biar bagaimana pun Kitab Suci dan Kidung Pujian cukup berat untuk dibawa-bawa.

    Secara tidak langsung, membawa buku dengan kuantitas dan kualitas ekstra berarti menghabiskan sejumlah kalori, bukankah ini bagian dari olahraga. Terlebih-lebih saat ke Gereja jalan kaki atau naik sepeda. Tentulah aktivitas tersebut membakar energi (baik yang diperoleh dari makanan atau yang terdapat dalam bentuk lemak) dimana semuanya itu turut menyehatkan tubuh

Kesimpulan

Membawa Alkitab dalam ibadah apa pun, bukanlah sebuah anjuran tetapi kewajiban. Hindari terbuai dengan segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan secara terus-menerus oleh sistem. Terkadang kita perlu mandiri dalam hidup dan tidak perlu bergantung dengan teknologi yang bahkan tidak dapat kita sentuh apalagi dibawa pulang; itu bukan milik kita. Akan tetapi, lain halnya ketika kita memiliki sekaligus dapat membawanya kemana-mana, ada rasa puas yang memenuhi hati karena kecintaan kepada firman Tuhan tidak tanggung-tanggung. Melainkan kita selalu siap membawa beban tersebut dengan sukacita karena paham betul dengan manfaat yang menyertainya. Apa pun beban yang kita miliki selama hidup di bumi, itu tidak sia-sia sebab semuanya akan mendatangkan kebaikan yang indah pada waktunya.

Salam, Masakan kita tidak bawa Kitab Suci,
padahal yang mau dibahas adalah firman?
Bawalah beban itu tanpa merasa terbeban,
sebab aktivitas tersebut khasiatnya keren
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.