7 Alasan Tanah Perjanjian Adalah Indonesia, Berlimpah Susu & Madunya

Bersyukurlah karena Tuhan baik. Berkat-berkatnya tidak terbatas, hanya pada kaum tertentu saja. Melainkan kepada semua bangsa. Termasuk di dalamnya kita, Indonesia!

Teknik menyampaikan kesalahan seseorang dengan memberi perumpamaan tentang buruknya orang lain

Saat membaca sebuah tulisan, bila bernada baik, langsung saja menganggapnya, “itu adalah kita.” Ketika gaungannya bercerita tentang hal-hal negatif, kita langsung merasa bahwa “itu adalah mereka yang lainnya.” Saat seseorang berkhotbah/ berpidato, hal-hal yang jelek selalu dihubung-hubungkan dengan kata “itu mereka” namun saat membicarakan yang baik, “itu kita.” Teknik komunikasi semacam ini memang sangat populer bahkan kami sendiri mungkin pernah menggunakannya tetapi lupa dalam ulasan yang mana. Sekali pun demikian, sudah rahasia umum bahwa sebenarnya maksud dari kata-kata tersebut telah disembunyikan secara sengaja. Tetapi orang yang sudah berpengalaman akan menganggapnya sebagai sebuah peringatan penting yang menunjukkan bahwa itu bercerita tentang kita saat ini/ kita di masa lalu/ kita di zaman dulu, hanya saja telah diperhalus.

Firman berkisah dan menegur kesalahan kita lalu memberi pendekatan seputar buruknya sikap bangsa lain

Menurut anda, bagaimanakah kalau kira-kira Allah berkomunikasi dengan kita seperti cara demikian: membicarakan sesuatu namun memperkenalkan tokoh-tokohnya sebagai seseorang yang lain, semata-mata demi usaha memperhalus tutur kata untuk menghindari ketegangan mendadak yang menyinggung ketenangan hati. Namun sesungguhnya, semua kisah tersebut bertutur tentang kita,. Seungguhnya tindakan memperhalus tersebut juga terjadi dalam banyak sesi kehidupan, termasuk dalam hal ini adalah di bidang kerohanian. Memang Alkitab bercerita tentang kehidupan orang Israel entah berantah yang letaknya ribuan mil dari negeri kita. Akan tetapi, sesungguhnya apa yang pernah dialami oleh Israel, pernah atau akan kita alami juga kelak. Oleh karena itu, bacalah kisah hidup bangsa israel seolah hal tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan kita.

Alkitab menuturkan kehidupan orang-orang zaman sekarang dan bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang menyertainya

Alkitab memang buku yang luar biasa karena semua kisah yang termuat di dalamnya tidak jauh-jauh dari kehidupan kita. Hanya saja yang kita perlukan adalah hikmat yang daripada Roh Kudus sehingga bisa memahami berbagai hal yang masih tersembunyi dari sana. Harap disadari bahwa apa yang dituliskan di dalamnya tidak jauh-jauh dari kehidupan kita sehari-hari, hanya saja perbedaannya adalah latar belakang masyarakatnya. Namun dari segi pola kejadian peristiwa di dalamnya jelas ada kesamaan. Bahkan kesamaan pola tersebut tidak hanya menyangkut sistem bermasyarakat yang lebih luas melainkan juga dalam kelas sempit, yaitu pribadi lepas pribadi. Justru secara individu, manusia israel lebih banyak kemiripan dengan manusia Indonesia zaman sekarang.

Pengertian

Lalu, mengapa kami mengatakan bahwa tanah perjanjian adalah Indonesia juga termasuk di dalamnya? Sebab dalam pemahaman kami: Tuhan membicarakan bangsa Israel tetapi sesungguhnya hal tersebut berlaku juga bagi segala bangsa yang ada di seluruh bumi ini. Memang Israel adalah yang pertama mengalaminya, merekalah abang sulung/ abang satu/ kakak pertama/ anak sulung, tetapi setelah itu menyusul bagi bangsa-bangsa lain akan mengalami hal yang serupa. Hanya saja, kuncinya adalah bangsa-bangsa tersebut mampu memahami arti dan rahasianya. Jadi, tanah perjanjian adalah tanah tempat orang percaya berpijak yang rahasianya telah tersibakkan oleh ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sehingga di tanah tersebut ada damai sejahtera dan kebahagiaan di mana-mana. Walau pun dalam beberapa hal ada juiga yang berbeda. Artinya, ada hal-hal tertentu yang sama namun yang lainnya justru berbeda (misalnya tentang Mesias: itu hanya ada satu yaitu Yesus Kristus. Tidak ada mesias-mesias lain untuk masing-masing daerah/ wilayah/ negara.).

Alasan Tanah Perjanjian Adalah Indonesia, Berlimpah Susu & Madunya

Alasan mengapa Indonesia adalah tanah perjanian seperti yang dikatakan dalam firman Tuhan

Allah yang kita sembah adalah Tuhan yang universal (bnd Mazmur 67). Sang Khalik bukan hanya milik Israel saja melainkan bangsa-bangsa lain pun berhak memiliki-pengetahuan tentang kebenaran-Nya. Ini sudah sesuai dengan amanat agung yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus yang berbunyi “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19),” Jadi, kalau Tuhan Yesus Kristus saja sudah berkenan untuk menyelamatkan dan memberkati orang-orang dari segala bangsa apalagi tanah yang dipijak oleh mereka percaya. Berikut ini, akan kami jelaskan faktor penyebab negeri kita indonesia adalah tanah perjanjian.

  1. Hukum Tuhan berlaku sama baik orang asing maupun pribumi.

    (Imamat 24:22) Satu hukum berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”

    Segala perkataan yang keluar dari mulut Tuhan adalah hukum yang perlu ditaati dan dipatuhi oleh semua orang. Pernyataan tentang tanah perjanjian berhubungan dengan janji Sang Khalik dengan Abraham. Muncul pertama kali saat Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram (bnd Kejadian 15:18). Jadi, apa perjanjian yang diikat Tuhan dengan Abraham, diikat-Nya juga dengan seluruh orang percaya di zaman sekarang.  Oleh karena itu, untuk apa ragu mengambilnya, yakinilah itu adalah hak anda sebagai orang percaya. Tentu saja, di mana ada hak di situ juga ada kewajiban.

  2. Ada orang percaya bermukim di sini.

    Tuhan menyukai pluralisme, jika di sekitar kita masih ada yang belum percaya, tidak perlu menekan mereka, melainkan tetaplah baik kepada siapa pun (bnd Keluaran 22:21). Dahulu juga, saat orang Israel keluar dari tanah Mesir, banyak orang asing (non Israel) yang ikut dengan mereka. Di sinilah nyata keadilan Tuhan saat Ia mengatakan “Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu (Imamat 19:34).”

    (Ulangan 11:18-21) Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.

    Ada totalitas saat kita mengikuti Tuhan. Harusnya hal tersebut dapat disaksikan orang lain dimulai dari rumah kita. Tidak perlu risih saat ada beberapa ornamen kristiani digantung sana-sini (tanda pada ambang pintu rumah). Apa yang kita lakukan pun (sikap), menunjukkan ciri khas kekristenan (tanda pada tangan) bahkan apa yang dipikirkan tidak jauh-jauh dari hal sorgawi (tanda pada dahimu) – (bnd Ulangan 11:18). Jadi, ketika anda mampu dan telah melakukan semuanya itu, berarti berhak atas tanah perjanjian yang telah dinubuatkan sejak dari zaman dahulu kala.

    Tentulah beban untuk melakukan ini tidak hanya terlaksana dalam satu dua tahun saja melainkan seumur hidup. Jadi, apa pun janji Tuhan dalam kehidupan kita, semuanya berada dalam proses, tahap demi tahap. Janji menghasilkan harapan sehingga kita mampu tetap semangat mengusahakan kebenaran sekali pun ada begitu banyak kesesakan yang menghimpit kehidupan ini. Kita memperjuangkan kebenaran, utamanya lewat sikap (perkataan dan perbuatan). Setelah itu, jika memang dimungkinkan, kita bisa mewujudkannya di tempat kerja masing-masing.

  3. Apakah anda sengsara di bumi ini?

    (Keluaran 3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

    Mesir adalah lambang penderitaan. Tiap-tiap orang yang telah mengenyam rasa sakit, baik yang datang dari dalam dirinya sendiri, dari orang-orang di sekitarnya maupun dari lingkungan sekitar, berhak menempati tanah perjanjian. Anda perlu memahami dengan jelas bahwa masalah yang menyakitkan bermanfaat untuk menempa kehidupan kita menjadi lebih dewasa. Lewat persoalan hidup, kita bisa belajar menepis segala potensi kesombongan, iri hati, dendam, kebencian, prasangka buruk dan segala kejahatan lainnya.

    Mereka yang sudah melalui ladang derita seperti ditempa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas bahkan lebih bijak. Seperti pisau yang harus melalui dapur peleburan untuk ditempa menjadi alat yang lebih baik, lalu diasah untuk menemukan spesialisasinya. Demikianlah masalah menuntun kita untuk menemukan bakat terpendam yang dimiliki. Oleh karena itu, bersukacitalah di tengah beratnya cobaan hidup. Itu sudah sebanding dengan kemampuan yang anda miliki dan pasti mampu mengatasinya pula. Hanya saja, adakah orang yang siap merendahkan dirinya, ikhlas menjalani hidup dan suka memaafkan orang lain sambil terus berbagi kasih?

  4. Rahasia susu dan madu berlimpah tanpa beternak hewan.

    (Keluaran 3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

    Salah satu ciri khas dari tanah perjanjian adalah susu dan madunya yang berlimpah-limpah. Jadi, ini adalah salah satu syarat utama dan tertulis sangat intens di dalam Alkitab alias diulang-ulang untuk mulai merasa bahwa Indonesia adalah tanah perjanjian. Mengapa tidak? Kata-kata tentang “susu dan madu” dituliskan berkali-kali, yaitu setidaknya ada 20 kali dengan metode pencarian berdasarkan aplikasi “Alkitab Elektronik 2.0.0”

    Jadi, untuk dinobatkan menjadi tanah perjanjian, penting sekali bagi suatu negeri memiliki jumlah susu dan madu yang berkualitas dengan jumlah yang berlimpah-limpah. Sedang kita sendiri tahu bahwa rahasia memiliki susu dan madu di rumah tanpa beternak sapi atau lebah adalah dengan memanfaatkan garam. Dalam jumlah kecil, garam plus gula bisa mengubah santan kelapa menjadi susu. Sedangkan untuk membuat madu, cukup dengan menambahkan sedikit garam ke dalam air gula tok.

    Bila pengetahuan tentang garam lebih dikembangkan lagi maka akan terbuktilah bahwa senyawa ini adalah salah satu faktor yang dapat memperpanjang umur manusia. Tidak hanya itu saja, manfaatnya juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman dan ternak plus menjauhkan semuanya dari berbagai macam penyakit. Lagi pula khasiat lainnya yang tidak kalah penting adalah untuk membersihkan lingkungan dari berbagai faktor pencemaran, baik yang dihasilkan oleh manusia, binatang maupun mesin berteknologi. Jadi, masih banyak manfaat garam lainnya bagi kehidupan seluruh penghuni bumi. Kami menceritakan beberapa di antaranya pada bagian ini: manfaat garam bagi kehidupan.

  5. Daerah kita berbukit-bukitaba dan berlembah-lembah.

    (Ulangan 11:11) Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;

    Mari sejenak perhatikan Indonesia, pernahkah anda keluar sejenak ke daerah tetangga atau ke luar kota? Dahulu kami sempat menempuh pendidikan di pusat provinsi yang sangat jauh dari tempat bermukim. Saat berpindah menuju ibukota provinsi, jalan yang ditempuh sangatlah panjang, menyeberangi laut dengan kapal lalu naik kendaraan darat. Rintangan jalan yang begitu menantang telah terbentang di depan mata, ada yang berbukit-bukit dan yang melalui lembah. Selain itu, jalannya yang berkelok-kelok lebih sukar dari jalan ular di atas cadas, di mana ada yang tikungannya hampir sembilan puluh derajat.

    Kontur tanah yang tidak teratur tersebut bukan kebetulan terjadi. Tetapi itu adalah salah satu cara alam untuk menahan lagu angin, menghambat penyebaran badai, menahan air tanah, memelihara hujan, menjaga vegetasi tetap variatif dan hewan-hewan yang hidup di sana juga bervariasi adanya. Tanah datar untuk pemukiman manusia memang penting tetapi mendatarkan seluruh areal lahan yang ada jelas tidak sehat secara geologi, hidrologi dan lain sebagainya.

  6. Hujan turun pada waktunya.

    (Ulangan 11:14) maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

    Perhatikan firman yang mengatakan “pada masanya,” artinya hujan yang terjadi di tanah perjanjian tidak tergantung dengan musim. Air yang tercurah dari langit tergantung pada masanya atau bisa juga dikatakan tergantung waktunya yang bisa terjadi kapan saja (salah satu pengertian “masa” menurut KBBI Offline adalah sewaktu-waktu). Jadi, tidak ada musim hujan dan tidak ada musim kemarau melainkan sepanjang tahun sewaktu-waktu dapat turun hujan. Perhatikanlah sekeliling kita, bukankan di negeri ini sepanjang tahun selalu turun hujan? Ini adalah salah satu syarat tanah perjanjian yang merupakan ciri khas daerah-daerah diseluruh Indonesia.

  7. Kebun tidak perlu di airi.

    (Ulangan 11:10) Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.

    Bukankah negeri ini disebut-sebut sebagai gemah ripah loh jinawi! Tanah yang subur ada di mana-mana, lemparkan saja biji dan batang kayu di sana atau di sini yang ada tanahnya maka semua akan tumbuh. Negeri yang berada di zamrud khatulistiwa, telah dianugerahkan Tuhan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Seluruh umat pantas bersyukur dengan suburnya tanah di tempat kita, dengan demikian seluruh penduduk dapat hidup makmur dari waktu ke waktu bahkan dari generasi ke generasi.

  8. Pada akhirnya Yerusalem yang baru.

    Indonesia sebagai tanah perjanjian hanyalah selama kita hidup saja kawan. Tetapi, saat Tuhan datang untuk kedua kalinya, akan membawa setiap anak-anak yang taat terhadap firman-Nya ke negeri yang baru. Suatu negeri yang berada di atas ekspektasi semua orang. Di sana tidak ada lagi dukacita melainkan hanya puji-pujian kepada Sang Pencipta penguasa alam semesta sumber kesukaan kita. Tentu tidak ada jalan yang mudah untuk sampai ke sana, tiap-tiap orang kristen perlu memperjuangkannya secara konsiten. Tetap berusaha berbuat baik dan benar sekali pun ada-ada saja orang yang sikap positifnya mulai memudar. Nantikan dan harapkanlah Yerusalem yang baru tersebut segera dinyatakan terhadap kita, pribadi lepas priabdi. Seperti ada tertulis,
    (Wahyu 21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Kesimpulan

 

(Yohanes 4:21-22) Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Semua tanah adalah milik Allah. Semua tanah yang ditempati orang percaya adalah tanah perjanjian bagi diri mereka sendiri. Tidak perlu melangkah jauh ke Israel hanya untuk menyaksikan karya Tuhan, di negeri kita juga Tuhan telah turut berkarya mengubahkan dan memberkati orang-orang di dalamnya. Ini sudah disampaikan Tuhan Yesus Kristus dengan tegas seperti termuat dalam firman di atas. Jika hendak menemui dan menyembah Tuhan, tidak perlu datang jauh-jauh ke tempat kelahiran Yesus Kristus (Israel) tetapi temui dan sembahlah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

Saat kita percaya kepada Abraham sebagai bapa orang beriman, berarti kita juga turu memercayai akan adanya tanah perjanjian yang dianugerahkan Allah kepada kaum keturunannya. Sebagai orang kristen sekaligus anak-anak Abrahan, kita juga berhak mendapat warisan dari bapa orang beriman tersebut. Sedang kepercayaan tersebut telah terlebih dahulu di dukung oleh bukti-bukti yang kuat seperti yang difirmankan Tuhan. Jadi, Indonesia adalah tanah perjanjian bagi seluruh orang percaya yang bermukim di dalamnya. Tidak hanya di negeri kita saja, di negeri asing (di antara bangsa lain) juga berlaku hal yang sama. Ketika mereka telah mampu membuka rahasia firman Tuhan lalu mewujudnyatakannya dalam kehidupan sehari-hari maka itulah tanah perjanjian bagi diri mereka sendiri tepat seperti yang dijanjikan Tuhan.

Salam, Bersyukurlah karena Tuhan baik.
Berkat-berkatnya tidak terbatas,
hanya pada kaum tertentu saja.
Melainkan kepada semua bangsa.
Termasuk di dalamnya kita, Indonesia!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.