Media Sosial Diari Kehidupan – Gunakan Sesuka Hati Tetap Terpimpin Dan Berhenti Iri Hati!

Menggunakan Facebook otomatis pamer. Santai saja menanggapi fluktuasi popularitas, Tapi tetaplah tulis diarimu secara rutin walau tidak setiap hari. Setidaknya itu bisa menjadi kenangan di masa tua!

Pernah nggak kalian berpikir, “mengapa tidak ada satu hari saja yang bebas dari masalah?” Apakah hanya kami yang merasakan bahwa tidak ada satu pun hari yang dijalani tanpa suatu gejolak. Perkara kehidupan tidak akan pernah putus, selama ada hari maka selama itu pun dia ada. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa bosan saat diperhadapkan dengan sesuatu yang tidak kita inginkan dan tidak pernah diharapkan. Jalani saja hidup seperti air yang mengalir, kemana bumi mengarahkannya, kesanalah jalan yang ditempuhnya. Di atas semuanya itu, ikutlah arus kehidupan namun tidak terlarut di dalam aura negatifnya. Kita perlu mengembangkan kemampuan mengekstraksi lingkungan untuk membuang ampasnya sedang sari-sarinya boleh dimanfaatkan.

Manusia perlu kristis dan selektif mencerna segala sesuatu

Teknologi adalah anugerah sekaligus bencana. Dualisme yang dibawanya adalah tantangan yang mengundang minat untuk mencari tahu tentangnya. Kehidupan kita tidak hanya diperhadapkan kepada jalan yang lurus saja. Terkadang, rata-rata bahkan kebanyakan yang kita hadapi adalah jalan penuh belat-belit. Salah-salah sedikit, kaki bisa terperosok, terjerat, terjebak dalam permainan semu kehidupan. Suatu aksi yang dilakukan secara bersama-sama yang di dalamnya terselubung konspirasi manipulatif. Akan tetapi, tiap-tiap manusia memiliki  tingkat kesadarannya sendiri, orang yang pikirannya terbuka akan mampu membedakan dengan jelas mana yang baik dan yang buruk. Bila tahapan ini sukses maka teknologi yang kita gunakan akan mendatangkan anugerah.

Perilaku di internet pasti di pertanggung jawabkan di akhir zaman.

Media sosial sebagai salah satu teknologi yang dibutuhkan secara luas adalah alat perubahan demi kemajuan sekaligus memundurkan kehidupan. Saat pertama-tama menggunakannya, sering terjebak dalam sisi negatif yang ditimbulkannya. Misalnya saja, terjerumus dalam pornografi selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Memakainya untuk menyampaikan betapa kesalnya kita terhadap seseorang. Ada pula yang menggunakannya sebagai upaya balas dendam terhadap oknum tertentu. Juga tidak dapat dipungkiri bahwa ada pula orang yang memanfaatkannya untuk mengerjai bahkan sampai melemahkan sesamanya. Seperti apa pun kita menggunakan media sosial, sadarilah bahwa semuanya itu akan dipertanggung jawabkan kelak.

Kebebasan saat memakai Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya

Namanya juga akun pribadi, sudah pasti warganet bisa memanfaatkan halamannya dengan seluas-luasnya. Semua fasilitas yang ditawarkan oleh situs-situs tersebut dapat kita kelola sesuka hati. Setiap gambar, video dan konten lainnya yang dikirim ke cloud dapat kita atur sedemikian rupa privasinya. Ada banyak pilihan, biasanya terdiri dari pilihan publik (untuk semua orang), teman (hanya untuk teman dalam lingkaran), teman khusus (hanya untuk orang tertentu) dan diri sendiri (untuk disaksikan sendiri). Artinya, sebagai netizen yang budiman, bukan pihak pengembanglah yang mengatur kebebasan kita melainkan kita sendirilah yang mengatur akun tersebut, sebebas apa orang lain mengenal diri anda.

Kebebasan yang terpimpin

Indonesia adalah negara yang menganut paham demokrasi. Tiap-tiap orang dapat melakukan apa pun sebebas-bebasnya asal tetap terkendali dalam pimpinannya sendiri. Kebebasan tanpa pengendalian diri adalah bunuh diri sebab sebebas-bebasnya kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Disinilah dibutuhkan pengetahuan, penalaran dan pengalaman yang memadai agar yang kita perbuat tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri. Lagi pula di dalam masyarakat sudah ada norma-norma tentang apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Jadi, sekali pun media sosial yang digunakan oleh warganet  milik orang asing/ milik orang luar negeri, tetap gunakanlah itu tanpa menyalahi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Memang ada orang-orang tertentu yang memanfaatkan media sosial semata-mata demi mencari popularitas. Orang yang seperti ini, beresiko mengeksploitasi dirinya sendiri pada hal-hal yang menyalahi aturan. Mungkin saja hal tersebut terjadi karena menganggap bahwa popularitas adalah segalanya dan satu-satunya sumber kebahagiaan. Padahal segala sesuatu yang ada di bumi ini, fana sekali: hanya sesaat saja lalu semuanya hilang. Oleh sebab itu, manfaatkanlah teknologi sesuka hati asal terpimpin sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan sesama serta tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri.

media sosial diari kehidupan - gunakan sesuka hati tetap terpimpin dan berhenti iri hati!

Pengertian media sosial adalah diari online

Siapa yang sudah pernah memiliki buku diari  atau buku catatan pribadi?  Demikianlah situs jejaringan pertemanan ini merupakan buku diari yang ditulis secara digital, dapat di simpan di awan (cloud) dan dapat dipilih untuk diperbolehkan atau tidak diperbolehkan disaksikan oleh orang lain. Jadi, tidak masalah saat anda mengeluarkan segala unek-unek asalkan tindakan tersebut tidak bertentangan dengan hati nurani masing-masing. Menceritakan masalah yang dialami, membagikan foto yang dijepret, mengirimkan video yang direkam dan menulis apa saja, terserah asalkan hal tersebut tidak bertujuan untuk menjauhi Sang Pencipta dan tidak merendahkan sesama.  Justru masalah kehidupanlah yang melatih kepribadian kita untuk lebih manusiawi dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Medai sosial adalah diari online yang berisi apa saja tentang kehidupan seseorang. Gunakanlah sebebas-bebasnya namun tetap terpimpin dan selalu sadari bahwa anda sudah dewasa. Jadi uploadlah sesuatu yang menunjukkan bahwa anda sudah dewasa. Artinya, hindari mengirimkan sesuatu yang menggambarkan sifat kekanak-kanakan, bersikaplah sesuai umur dan bukan ikut-ikutan dengan trend yang lagi beken tanpa pikir panjang terlebih dahulu.

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Belajarlah mengatasi iri hati lewat sosmed

Ketika kami pertama kali membuka Facebook, yang langsung dirasakan adalah dengki terhadap orang-orang tertentu. Mungkin kita melihat pakaiannya bagai raja/ ratu lalu mendengki. Bisa saja menyaksikan rumah mewahnya yang terlalu luas lalu menjadi iri. Atau mata terkesima menyaksikan kendaraannya yang super sporty sehingga sangat dengki ingin memilikinya. Kadang juga mengamati statusnya yang anggun sehingga merasa kasihan dengan diri sendiri yang tidak bisa melakukan yang seperti itu. Sadarilah bahwa membiakkan perasaan semacam itu justru membuat hati kita semakin tidak tenteram. Biasanya, iri hati selalu diiringi oleh rasa benci (tidak suka). Oleh karena itu, untuk menyangkal diri dan menepis keirian tersebut, silahkan sukai saja statusnya. Dengan demikian kita lulus menghadapi ujian kehidupan tersebut!

Hindarilah hal-hal berikut ini

Terkhusus saat menulis pergumulan hidup yang dihadapi, berupayalah untuk melaporkannya terlebih dahulu kepada Sang Khalik. Berhati-hati jugalah dengan kebiasaan menyombongkan diri dengan merendahkan orang lain lewat masalah yang diumbar di jejaringan publik tersebut. Harap pula diingat agar membatas-batasi pemanfaatan media sosial untuk tujuan  memperoleh lebih banyak “suka” atau mendapat lebih banyak “tanggapan.” Motivasi semacam inilah yang sering sekali membuat kita melanggar nilai-nilai kebaikan di dalam masyarakat. CARA JITU UNTUK MENGUMBAR SISI NEGATIF KEHIDUPAN ADALAH DENGAN MENGUMBAR SOLUSI POSITIFNYA JUGA SEHINGGA ADA KESEIMBANGAN.

Kesimpulan

Intinya adalah apakah anda bahagia dengan apa yang dilakukan? Jika kesenangan hanya ada ketika indikator popularits melejit (suka, komentar), hati-hati ketergantungan! Di sisi lain media sosial bisa juga bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan, daya ingat dan kreativitas. Tetapi kebahagiaan sejati adalah saat apa yang anda lakukan di media sosial tidak bertentangan dengan kata hati. Selama hati tidak merasa aneh atas perilaku sendiri, silahkan lanjutkan tetapi bila hati mulai risih sendiri tanpa sebab yang pasti, LANGKAHI ITU!

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan kemajuan teknologi informasi. Setiap orang yang menggunakan media sosial PASTI PAMER terkecuali akun anda terdaftar sebagai anonim. Satu-satunya bukti bahwa kita TIDAK PAMER adalah saat hati tidak gelisah dan tidak khawatir (sudah ketergantungan) saat indikator populritas (like, comment) terbaca lebih kecil dari biasanya. Datar-datarkan sajalah hati menanggapi fluktuasi kehidupan: itu tandanya kita adalah pengguna media sosial yang luwes, logis dan selalu santai menikmati semuanya apa adanya (ikhlas). Tentu saja, orang yang bisa mencapai titik tersebut hanyalah mereka yang mampu membebaskan diri dari sifat dengki terhadap akun-akun tertentu dalam jaringan. Ingatlah selalu, saat menulis status bernuasa negatif selalu imbangi dengan sisi positif yang memberi pelajaran hidup bagi setiap pembaca.

Salam, Menggunakan Facebook otomatis pamer
Santai saja menanggapi fluktuasi zaman,
Tapi tetaplah tulis diarimu secara rutin,
Setidaknya itu bisa menjadi kenangan di masa tua!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.