+10 Aturan Saat Berutang, Kapan Boleh Mengajukan Pinjaman (Utang)?

Pengutang yang sehat, meningkatkan kesejahteraannya di masa sekarang. Pengutang yang sakit, memiskinkan kehidupannya di masa mendatang!

Dalam kehidupan kita yang singkat di bumi ini, ada-ada saja hal yang menjadi sumber permasalahan hidup. Mungkin hal-hal tersebut bersumber dari luar diri sendiri dan/ atau berasal dari dalam diri sendiri. Terkadang ada juga persoalan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita namun terjadi di lingkungan sekitar yang turut mengusik hari-hari yang dijalani. Seperti apa pun peristiwa yang mewarnai setiap hembusan nafas ini, nikmatilah semuanya itu sebagai suatu anugerah sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kepribadian menjadi lebih positif. Misalnya saat mengalami mandeknya membayar pinjaman yang merupakan pertanda buruknya manajeman keuangan seseorang.

Kertas pahlawan adalah buah simalakama. Bisa mendatangkan bencana tetapi dapat pula membuat lega. Mereka yang bijak mengelolanya dengan baik sedemikian rupa

Uang bisa membawa kesenangan namun dapat pula menimbulkan kesukaran kecil sampai besar dalam kehidupan manusia. Siapa pun bisa memanfaatkannya untuk membeli sejumlah hal yang diinginkan sehingga muncullah rasa senang karena harapan telah terpenuhi. Sayang, tidak dapat dipungkiri juga bahwa, keberadaan kertas pahlawan tersebut dapat membuat suasana hati kurang senang karena jumlahnya yang terbatas, tidak mampu memenuhi semua yang diinginkan. Tetapi, tidak jarang juga jumlahnya yang terlalu berlebihan malah membuat pemiliknya mengalami gangguan fisik (sakit) maupun gangguan mental. Khusus untuk gangguan mental, biasanya kertas ajaib tersebut mampu mengubah kehidupan seseorang sehingga cenderung menginginkan hal-hal buruk yang justru akan membuatnya gila (miras, narkoba, seks bebas).

Hindari berpegang kepada ego dan arogansi sendiri tetapi cukupkanlah dirimu apa adanya.

Ada orang yang gajinya kecil tetapi hidupnya dicukup-cukupkan. Tetapi ada pula yang gajinya besar tetapi utangnya melilit dimana-mana. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan “jumlah uang yang mencukupi?” Pada dasarnya, uang di tangan manusia tidak akan pernah terasa memuaskan. Sebanyak apa pun itu, pasti akan habis bila dipegang oleh tangan yang tidak bijaksana. Tangan yang hanya mementingkan ego dan arogansinya belaka akan terjebak dalam pemanfaatan yang berlebihan. Mereka akan membelanjakan sesuatu  yang sebenarnya tidak dibutuhkan, semata-mata demi gengsi selangit. Padahal, semakin lama makin menggununglah pinjaman yang diperlukan untuk memenuhi semuanya itu.

Aturan saat berutang, kapan kita perlu mengajukan pinjaman? Etika positif yang mungkin bisa menyelamatkan keuangan anda.

Defenisi – Utang adalah sejumlah materi yang dipinjamkan seseorang atau lembaga tertentu kepada orang lain. Bisa dikatakan bahwa hampir semua orang pernah mengajukan pinjaman, baik kepada orang di dekat kita maupun kepada lembaga tertentu. Banyak orang yang meyakini bahwa meminjam sesuatu  dapat memberi keuntungan bagi sipeminjam, padahal bunga pinjamannya bisa-bisa mencekik leher. Lantas, bagaimana aturan yang tepat saat melakukannya? Atau lebih tepatnya, kapan kita boleh mengajukan sejumlah piutang?

aturan saat berutang, kapan boleh mengajukan pinjaman (utang)

  1. Berutanglah bukan karena anda boros.

    Untuk apa hidup berfoya-foya memanjakan diri dengan membeli ini-itu? Apakah anda berpikir bahwa semua barang-barang tersebut dapat memuaskanmu? Memang benar itu bisa membuat kita senang tetapi ingatlah bahwa itu hanya sesaat saja. Cara mempertahankan kesenangan sehingga menjadi kebahagiaan yang berlangsung terus-menerus adalah dengan beraktivitas di jalan yang benar. Salah satu cara sederhananya untuk bahagia adalah dengan bersyukur.

    Berfoya-foya memboroskan harta sambil hidup mewah-mewahan merupakan suatu kebiasaan yang menyenangkan tetapi sulit untuk dipertahankan. Keberadaan kesenangan duniawi yang berkelas jelas sangat dipengaruhi oleh uang. Padahal kertas ajaib tersebut tidak selalu ada dan tidak selalu banyak jumlahnya di tangan. Sekali pun di awal bulan angkanya berlipat, akan tetapi semakin dekat ke akhir bulan semakin menurun jumlahnya. Kebiasaan konsumtif pun tidak bisa lagi dipertahankan sehingga rasa senang kelas tinggi tak terbeli. Yang menjadi teman malah kekecewaan, kegelisahan dan kecemasan.

    Kecanduan adalah alasan utama mengapa seseorang begitu haus dengan materi. Karena sudah dibiasakan membeli ini-itu sebagai bagian dari gengsi demi kebanggaan diri, orang tersebut sangat sukar untuk meninggalkannya. Tepat saat duit tipis habis, muncullah niat untuk berutang yang belum tentu bisa dilunasi.

    Apa pun alasannya, jangan biarkan kebiasaan boros membuat utang anda menumpuk-numpuk. Biasakanlah untuk keras kepada diri sendiri, press dan kontrol keinginan yang lebay tersebut dengan menyibukkan diri untuk fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja.

  2. Hanya orang berpenghasilan yang berutang.

    Apakah semua orang pantas untuk meminjam uang kepada sesamanya? Tentulah tidak semestinya demikian. Sebaiknya, setiap orang dewasa yang memberi pinjaman hanya kepada mereka yang sudah bekerja saja. Sedng-orang yang masih belum memilki pekerjaan tetap, tidak diberi pinjaman yang terlalu tinggi sebab mereka bisa berpotensi 99% menunggak. Lagpula untuk apa juga orang yang masih belum memiliki pendapatan meminjam dana besar?

    Kalau hanya soal pembiayaan seadanya saja, buat kebutuhan sehari-hari, bukankah semuanya itu bisa diperoleh dari orang tua kandung atau orang tua angkat masing-masing? Rendah hatilah meminta maka orang terdekat anda akan memberi dengan sukacita.

  3. Berutanglah di bawah gaji anda/ dengan cicilan (angsuran) di bawah pendapatan anda.

    Syarat memiliki utang berikutnya adalah mengoptimalkan jumlahnya jauh di bawah pendapatan yang diterima setiap minggi/ setiap bulan. Mustahil kita mampu memiliki piutang yang angkanya lebih gede dari pendapatan yang diperoleh tiap-tiap akhir/ awal bulan.

    Lebih hematnya lagi adalah miliki pinjaman di bawah sisa gaji setiap bulannya. Sebab rezki untuk satu bulan tidak mungkin di simpan semuanya, pasti digunakan juga untuk membeli keperluan hidup lainnya. Sedang sisanya untuk ditabung, itu pun kalau tidak ada biaya lain-lain yang turut keluar (misalnya anggota keluarga masuk RS, kendaraan rusak, kecelakaan, kebakaran dan lain-lain). Jadi berutang di bawah sisa pendapatan tiap bulan masih cukup aman.

    Sekali pun kita memiliki pinjaman yang lebih besar dari gaji sendiri, pastikan itu didedikasikan untuk sesuatu yang sangat penting dan mendesak. Sedang cara pelunasannya dilakukan dengan angsuran (cicilan).

  4. Berhati-hati dengan utang karena pengharapan.

    Pikiran kita melayang di masa depan, berharap pada janji kerja yang menyatakan bahwa dalam dua bulan ke depan, kita akan mendapatkan gaji sebesar empat juta rupiah. Lantas, kita percaya terhadap janji tersebut lalu berharap akan terjadi. Bahkan kita yakin itu pasti terjadi lalu mengadakan pinjaman lebih dahulu kepada rekan kerja. Namun nyatanya, setelah dua bulan berlalu, janji akan uang yang besar pun lenyap, bahkan si pemberi janji sudah hilang dari peredaran. Lantas utang yang sudah kita pinjam sama kawan, mau dibayar pakai apa?

    Berhati-hatilah dengan utang pengharapan. Jangan mudah percaya bahwa ada pihak yang dalam waktu beberapa bulan bisa mendatangkan uang banyak atau bisa menggandakan uang. Ekspektasi kita terhadap janji tersebut: di masa depan saya akan menjadi kaya raya. Lantas semua itu masih khayalan penuh omong kosong tetapi kita menganggapnya nyata, berpegang pada angin yang berhembus sayup. Akhirnya, kita pun jatuh karena pemborosan yang dilakukan sendiri yang hanya akan menawan kita dalam suramnya penjara kehidupan. Sampai miskin semiskin-miskinnya karena kebodohan sendiri. Sadarilah bahwa tidak ada yang namanya uang cepat langsung besar!

  5. Memiliki piutang yang terencana (terjadwal).

    Aturan berikutnya saat hendak meminjam sejumlah uang adalah melakukannya dengan penuh perencanaan. Biasanya utang yang terencana ini, lebih mirip seperti setoran. Kita membayarkan sejumlah uang ke beberapa pos agar suatu saat kelak dapat terkumpul dengan angka yang lebih banyak.

    Kita seolah-olah berutang kepada oknum/ pihak tertentu dan membayarkannya secara rutin menurut jangka waktu khusus sesuai perjanjian yang telah disepakati. Pada akhir periode, semua yang kita bayarkan akan dikembalikan kepada kita dalam jumlah yang sama setelah ditotalkan bahkan terkadang lebih besar lagi. Memiutangi diri sendiri untuk untuk modal di hari esok, banyak terdapat di sekitar kita, misalnya saja arisan, lotre, asuransi dan lain sebagainya.

  6. Dahulukan meminjam kepada saudara atau orang yang dikenal lainnya.

    Anda yang bisa meminjam kepada saudara berarti kedekatannya terjaga seiring berjalannya waktu. Berarti kemelut yang biasanya sangat gencar terjadi di antara saudara dekat telah berhasil anda tangani dengan baik. Selamat…!

    Berupayalah untuk menjadi pribadi yang selalu menepati janjinya. Sebab beberapa orang saudara mengutang kepada kerabatnya namun lupa tanggal pengembaliannya. Bahkan bisa-bisa sampai tidak dikembalikan sama sekali, sebab kejadiannya sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun yang lalu sehingga terlupakan tak bersisa tanpa kata maaf.

    Setialah kepada utangmu maka mereka yang memberikannya pun akan mempercayakan nilai uang yang lebih besar di masa mendatang.

  7. Berutanglah di lembaga yang terpercaya.

    Untuk kapasitas utang yang lebih tinggi nilainya, kemungkinan tidak bisa ditanggung hanya dengan mengutang kepada orang per orang. Anda membutuhkan lembaga terpercaya. Mungkin anda pernah mendengar tentang mereka dari rekan-rekan atau dari tetangga atau dari kaum keluarga yang lain. Biasanya lembaga tersebut telah berpengalaman selama bertahun-tahun dan tentunya tidak ada nasabahnya yang menjadi miskin hanya karena aturan pembungaan.

  8. Berutanglah dengan bunga di bawah bunga bank (Hindari mengajukan pinjaman kepada lintah darat).

    Syarat lainnya untuk memiliki pinjaman aman adalah dengan menghindari lintah darat. Memang utang besar namun cepat cair, adanya sama mereka. Meminjam di lembaga tertentu yang sah secara hukum jelas ada tahapannya. Mungkin dimulai dari kelengkapan kartu keluarga dan tanda pengenal hingga jaminan yang hendak diberikan.

    Dana cepat yang dikoleksi secara terburu-buru dari rentenir biasanya berasal dari uang panas. Meminjam uangnya berarti turut pula membawa bola panasnya ke dalam kehidupan sehari-hari dan ke dalam keluarga sendiri. Sudah pasti beban bunga yang selangit turut pula dirasakan oleh orang-orang yang kita cintai, apa anda tega? Belum lagi kalau kita didatangi oleh rentenir yang suka main kasar, terlambat dikit ambil barang-barang, pukul sana-sini dan hancurkan ini-itu. Oleh karenanya kapoklah untuk mengutang kepada lintah darat.

  9. Gunakan utang jangka panjang (kredit) untuk kebutuhan jangka panjang (properti, pendidikan).

    Meminjam uang dalam jumlah besar untuk keperluan jangan panjang adalah tidak masalah. Misalnya saja untuk pendidikan anak serta biaya membuat rumah dan lain sebagainya. Namanya juga kebutuhan, hanya saja tinggi biayanya sehingga untuk melunasinya perlu utang yang bisa dicicil. Membeli sesuatu yang harganya berkali lipat di atas pendapatan kita, tentu memerlukan tahapan perencanaan yang baiknya dijalani dengan sabar, hati-hati dan penuh perhitungan. Lagi pula bukankah hal tersebut akan menjadi aset di masa depan?

  10. Gunakan uang pinjaman untuk sesuatu yang produktif (asuransi, modal usaha, kepemilikan saham lainnya).

    Mengutang hanya demi memenuhi kebutuhan pokok alias sembako menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan manajeman keuangan kita. Oleh karena itu, kembali lihat ke belakang lalu perhatikan baik-baik kebiasaan konsumsi yang dilakukan. Siapa tahu ada berbagai kebocoran pengeluaran. Siapa tahu anda telah membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak penting dan juga tidak dibutuhkan namun lama kelamaan terkumpul dan menggunung. Kebiasaan buruk saat belanja semacam ini perlulah di tinggalkan kalau tidak utang akan mencekik keuangan keluarga hingga masuk bui. Simak baik-baik, Budaya belanja yang perlu segera ditinggalkan.

    Kalau memang anda benar-benar tidak memiliki uang sekali pun sudah berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Silahkan mengemis ke kantor-kantor pemerintahan. Sebab dari pemerintahlah semua fulus yang beredar di masyarakat. Apa susahnya kasih uang untuk beli nasi kucing!

  11. Hindari gali lobang tutup lobang (Menumpuk utang).

    Sekali pun kami mengatakan bahwa kita boleh berutang, bukan berarti dapat melakukannya sesuka hati. Sebab biar bagaimana pun, ada beban yang besar saat kita memiliki pinjaman. Tetapi jangan pernah ragu melakukannya demi sesuatu yang mendesak dan sangat dibutuhkan. Sayang, beberapa orang menganggap miring sifat “keterdesakan suatu peristiwa.” Mereka memiliki piutang kepada seseorang yang belum bisa dibayarkan sesuai janji. Karena terlalu gengsi untuk meminta maaf, dia pun mengajukan surat pinjaman yang baru kepada pihak lain semata-mata demi melunasi harga dirinya.

    Di sisi lain, ada juga yang gali lobang tutup lobang karena manajemen perencanaan keuangan yang buruk. Mustahil kita bisa bertahan hidup jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Perhatikan berulang-ulang rincian kebutuhan anda dalam daftar belanja yang telah direncanakan. Sebisa mungkin upayakan agar tidak ada yang namanya biaya tak terduga yang terkesan mubazir. Mengutang kepada banyak orang membuat kita sukar menatap wajah mereka.

    Bida usaha yang kita geluti bisa juga mendorong untuk dilakukannya upaya gali lobang tutup lobang. Jika memang suatu proyek tidak bisa dipertahankan, lebh baik lepaskan saja atau cari jalan lain agar anda bisa mendapatkan denda seminimal mungkin. Perhatikan sikap optimisme dalam membuka lahan usaha, pastikan hal tersebut logis, update dan memiliki banyak peminat. Tanpa akal sehat, kita akan terus-menerus mengorbankan lebih banyak uang untuk memelihara kantong bocor yang merugikan diri sendiri dan orang lain juga. Lirik juga kawanku, Kelebihan berbelanja secara online.

Rangkuman
Etika positif saat meminjam uang agar keuangan keluarga terselamatkan

Selama kita masih mampu dan dikaruniai rezki oleh Yang Maha Kuasa maka selama itulah kita berupaya untuk mandiri dan berdikari. Bila masih belum mampu mandiri, hidup bersama (bergantung dengan) sesama (misal keluarga) juga sudah baik adanya asal dijalani dengan ikhlas dan tetap mengusahakan kebenaran sejati. Terdapat sekelumit pergumulan hidup selama menapaki kaki di bumi ini, membuat kita butuh perencanaan, kesabaran dan ketekunan termasuk pertolongan dari orang lain. Tanggungan yang tidak dapat sekaligus dipikul bisa dibentangkan di atas bahu orang lain yang mau diajak bekerja sama atau lewat bantuan dana dari lembaga tertentu. Tidak perlu malu berutang asalkan ditujukan untuk kebutuhan yang mendesak, baik yang pembayarannya bersifat jangka panjang (cicilan/ kredit) maupun yang pelunasannya bersifat segera. ”Jadilah pengutang yang logis dan rendah hati, bukan karena harga diri atau gengsi. Berutanglah demi sesuatu yang berharga dan terus-menerus ada serta hindari hutang untuk sesuatu yang bisa habis dalam sekejap. Lebih dari itu, lunasi hutang mu sebelum tenggat waktunya!”

Salam, Pengutang yang sehat,
meningkatkan kesejahteraannya
di masa sekarang.
Pengutang yang sakit,
memiskinkan kehidupannya
di masa mendatang!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.