7 Arti Carilah Dahulu Kerajaan Allah Dan Kebenarannya, Maka Semuanya Itu Akan Ditambahkan Kepada mu (Matius 6:33)

Arti Carilah Dahulu Kerajaan Allah Dan Kebenarannya, Maka Semuanya Itu Akan Ditambahkan Kepada mu (Matius 6:33)

Manusia dan Tuhannya tidak bisa dipisahkan. Tanpa keberadaan Sang Pencipta maka kehidupan kita tidak jauh-jauh dari perbuatan daging. Suatu sikap yang liar dan dapat kita amati langsung dari kehidupan hewan-hewan liar yang berada di sekitar kita. Kebinatangan akan menguasai kehidupan sehingga kita tenggelam dalam sifat-sifat buruk yang penuh emosiaonal: kebencian, kedengkian, kesombongan dan lain sebagainya. Hari-hari tidak akan pernah lepas dari perselisihan di sana-sini, dikit-dikit berteriak menantang orang lain untuk ini dan itu. Semua sifat buruk tersebut akan menemani hidup kita yang kacau-balau, karena ulah sendiri/ karena kebiasaan buruk diri sendiri.

Kita layak bersyukur atas semua kasih karunia yang telah dicurahkan Allah dalam kehidupan ini. Hati tidak sampai jatuh oleh karena berbagai kemelut yang terkadang datang secara tiba-tiba. Mungkin saja, cobaan tersebut membuat kita tak berdaya dan melemah bahkan mungkin hampir-hampir terjatuh tetapi tidak sampai tergeletak. Semuanya itu terjadi karena pertolongan Tuhan yang membuat kita selalu sadar di segala waktu. Sehingga di saat-saat genting kita mampu melakukan tindakan antisipasi yang membuat tekanan yang dialami tidak parah-parah amat. Sekali pun kita kerap melupakan banyak hal selama hidup di dunia ini, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan kita.

Lupa Tuhan berarti lupa berpuas diri, lupa berdamai, lupa berbahagia, lupa berlega hati, lupa bertenang hati, lupa bertenteram hati dan lupa segala energi positif lainnya. Oleh karena itu, tetap fokus!

Ketika kita melupakan Tuhan maka hampir segala hal yang baik dalam kehidupan ini menjadi sirna, yang dimulai dari hilangnya komponen energi positif dari dalam hati. Misalnya saja, lenyapnya ketenangan, ketenteraman, kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan dari dalam hati. Padahal semua energi positif tersebut tidak akan pernah kita peroleh dari dunia ini secara terus-menerus sebab segala yang ada di bumi ini adalah fana. Sekaya apa pun harta benda yang telah berhasil kita kumpulkan, itu tidak bisa masuk ke dalah otak ini. Setinggi apa pun jabatan yang dapat kita raih, itu tidak akan bisa menjadi makanan otakmu. Melainkan yang kita butuhkan adalah penyertaan Allah dimana Roh-Nya merasuk dan bertahta di dalam pikiran kita.

Roh kudus semakin nyata karena kita fokus kepada Tuhan dan kebenarannya serta keadilannya

Cara pertama dan paling mendasar untuk memperkuat keberadaan Roh Allah di dalam hidup kita adalah dengan senantiasa menujukan hati kepada-Nya. Baik yang digeluti lewat berdoa, membaca-mempelajari firman maupun dengan bernyanyi memuliakan namanya (di dalam hati, menggunakan bibir, alat musik, sambil menari). Tentu saja, untuk semakin memperkuat keberadaan Roh-Nya, kita perlu mengaplikasikan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan Tuhan. Mulai dari mengasihi sesama seperti diri sendiri (adil), siap menanggung pergumulan hidup, merendahkan diri di bawah kaki-Nya, mengatasi ketergantungan terhadap materi, menghilangkan kecanduan terhadap kemuliaan dan menjalani hidup dengan ikhlas (apa adanya) tanpa memaksakan kehendak. Jika kita mampu mengaplikasikan syarar-syarat mengikut Tuhan maka keberadaan Roh Kudus akan semakin jelas dalam hidup ini.

Terkadang manusia salah kaprah karena berpikir bahwa Tuhan ada untuk meninggikan kita. Nyatanya Dia mengehendaki keadilan/ kesetaraan dan kebenaran.

Di atas semuanya itu, camkanlah bahwa Roh Kudus ada bukan untuk meninggikan kita sebab yang dikehendaki Tuhan adalah kesetaraan antar manusia. Jika ada hal-hal yang lebih anda rasakan, itu hanyalah selingan penghiburan hidup. Janganlah fokus pada hal-hal duniawi yang menjadi tanda-tanda dari kehadiran Roh Allah sebab keajaiban tersebut bukanlah Allah. Melainkan fokus kepada Tuhan dalam roh dan kebenaran: tujukan hati kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian serta lakukan kebenaran di segala waktu yang dijalani. Apa pun kehadiran Roh yang dapat anda rasakan, abaikan semuanya itu lalu tetap tujukan hati kepada Allah dan berbuat baiklah kepada siapa saja: tua-muda, kecil-besar, miskin-kaya.

Arti carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kita sudah mendengar perintah dan larangan yang disampaikan Allah. Namun, manusia terlalu sibuk untuk mencapai hal-hal yang tinggi dan besar dalam hidupnya. Secara perlahan, apa yang difirman Tuhan pun hampir lenyap dalam pikiran ini, fokus pada pekerjaan membuat kita mengabaikan aturan kebenaran yang disampaikan-Nya. Mulai dari sinilah hidup kita ditarik dan terus menjauh dari apa yang pernah difirmankan-Nya. Oleh karena itu, jangan terus-menerus di sibukkan dengan hal-hal duniawi tetapi utamakanlah pencapaian akan kebenaran hakiki dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Juga termasuk dalam hal ini mendahulukan persekutuan dengan Yang Maha Kuasa dalam setiap sesi kehidupan yang kita jalani.

Berikut ini, akan kami jelaskan petunjuk sekaligus nasihat di balik firman yang diucapkan Tuhan Yesus Kristus, “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (bnd Matius 6:33).”

  1. Mendahulukan/ menduluankan ibadah dibanding aktivitas duniawi.

    Saat kita diminta untuk mendahulukan kerajaan Allah dalam setiap sesi kehidupan ini, berarti sebelum memulai sesuatu kita terlebih dahulu berdoa dan bersyukur kepada Sang Pencipta karena sudah sampai pada momen tersebut. Juga memohonkan agar kedepannya di tolong Tuhan, diberkati dan diberi kelancaran buat aktivitas yang dijalani sehingga bisa menjadi berkat sekaligus saksi-saksi Kristus dimana pun berada.

    Misalnya lagi, ada aktivitas duniawi yang dilakukan dan direncanakan oleh rekan-rekan yang lain. Sedang acara tersebut bertepatan dengan waktu ibadah/ persekutuan yang diadakan di sekitar lingkungan kita, bagaimana sikap mengadapi hal tersebut? Tentu saja dalam waktu yang bertabrakan semacam ini, kita dipenuhi oleh pikiran dilematis, memilih antara kegiatan yang dilaksanakan rekan kerja atau kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh gereja? Orang yang bijaksana akan mendahulukan kegiatan rohani, baru setelah selesai akan menyusul rekan-rekan lainnya untuk mengikuti acara/ rapat yang diselenggarakan kantor.

    Harap dipahami bahwa aktivitas gerejawi seperti ibadah, p.a. dan lain-lain sudah ada, mungkin saat masih kecil dulu atau sebelum kita lahir. Lantas ada acara mendadak yang baru direncakan kemarin sore menabrak waktu rutin kita berkumpul bersama rekan-rekan seiman lainnya. Dimana yang anda ikuti terlebih dahulu: acara yang sudah ada lama seja dulu atau acara yang baru dibuat kemarin sore?

    Di atas semuanya itu, kita perlu mendahulukan berbagai pencarian akan hal-hal sorgawi, baik yang diadakan lewat kebaktian maupun lewat p.a. yang sudah terjadwal. Jangan karena kita tidak melihat Tuhan dan pendeta juga tidak menghukum kalau kita tidak hadir maka kita meninggalkan persekutuan rohani. Pandanglah acara-acara rohani lebih bernilai dari kegiatan duniawi sebab keuntungannya diletakkan dalam tabungan abadi di sorga. Sedang segala yang kita cari di dunia ini akan habis dan lenyap seiring dengan berjalannya waktu.

  2. Mengutamakan tuntunan firman daripada tuntutan duniawi

    Firman Tuhan telah memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana seharusnya orang percaya hidup. Hanya saja, perlu disikapi dengan bijak agar tidak terkesan terlalu kolot. Sebab biar bagaimana pun, kita tidak bisa mengabaikan perkembangan pesat yang berdampak luas di bidang teknologi. Zaman dulu jelas lain dengan zaman sekarang tetapi pola-pola kehidupan positif pada zaman dahulu, bisa diterapkan pada zaman sekarang. Kita perlu menggali lebih dalam lagi informasi tentang masa lampau. Menganalisis data-data yang ada lalu berusaha memahaminya lewat sudut pandang Roh Allah.

    Saat terdapat nilai-nilai duniawi di dalam masyarakat yang bertentangan dengan nilai keimanan yang diyakini, apa yang akan kita lakukan? Mengambil keputusan dengan bijaksana selama aturan di masyarakat tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran hakiki. Kebenaran yang terdiri dari dua potensi besar, yaitu kasih yang utuh kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama. Selama norma di dalam masyarakat tidak bertentangan dengan hal-hal tersebut, selama itu juga kita bisa mengikutinya.

    Lain halnya ketika norma-norma logis di dalam masyarakat memang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran. Pada posisi inilah firman Tuhan ada untuk meluruskan logika yang miring tersebut. Tentu saja, keadaan ini ditempuh dengan cara-cara yang terstruktur diiringi dengan pendekatan teoritis.

    Sama halnya saat kita sedang menghadapi masalah, tentulah mengutamakan cara-cara yang benar. Sedang kebenaran yang hakiki tidak jauh-jauh dari kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Selalu berupaya menempuh jalan penyelesaian yang tidak bertentangan dengan kebenaran. Memang dunia ini menawarkan cara tersendiri untuk menyelesaikan persoalan, pastikan itu sejalan dengan kebenaran hakiki.

    Kebenaran yang ideal adalah kebenaran yang bisa dijelaskan. Saat kita mampu membuat orang lain mengerti bahwa jalan yang mereka tempuh salah, maka itulah jalan kebenaran yang hakiki. Kita tetap tidak diperbolehkan untuk memaksakan apa yang dianggap benar kepada pihak lain. Selama mereka enggan melakukannya, selama itu pula kita sabar menunggu sambil menyibukkan diri pada hal-hal positif. Salah satu cara efektif yang dapat kita lakukan sambil menunggu orang lain sadar adalah dengan terus bekerja sepositif mungkin bermanfaat bagi sesama. Membantu sesama agar lebih memahami kebenaran, sebab tanpanya, struktur masyarakat rapuh dan dibayang-bayangi oleh bencana alam dan bencana kemanusiaan.

  3. Selalu mencari tahu kehendak Tuhan dengan membaca firman-Nya.

    (Yesaya 26:9) Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

    Mencari kerajaan Allah tidak jauh-jauh dari tindakan membaca dan mempelajari firman-Nya. Saat kita bersungguh-sungguh mencarinya maka Roh Kudus akan membantu agar dapat memahaminya sehingga mampu mengekstraksi nilai-nilai kebenaran dari dalamnya.

    Pekerjaan Roh Kudus saat memberitahu nilai-nilai yang benar dimulai dari hal-hal yang kecil. Dia akan memberikan kepada kita petunjuk tentang hal-hal sederhana barulah kita yang mengembangkannya, menghubung-hubungkannya dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Sekali pun nilai dalam masyarakat agak bertentangan dengan nilai benar yang kita peroleh berdasarkan petunjuk Roh. Jangan terlalu terbeban dan risau hati ini, melainkan dokumentasikanlah semuanya itu agar tetap ada dan terus ada. Kalau di zaman kita hal-hal tersebut tidak dapat diterima, mungkin saja apa yang kita sampaikan, baru dapat dipahami di zaman anak, cucu atau cicit kita kelak.

    Saat kita memutuskan untuk mencari kebenaran firman Tuhan, bukan dalam arti, aktivitas sehari-hari terbengkalai. Meninggalkan pekerjaan yang diemban jelas tidak baik sebab dari sanalah sumber nafkah kita. Terkecuali kalau kita beroleh rezki dari aktivitas tersebut (misalnya disponsori oleh badan tertentu) maka kita bisa meninggalkan pekerjaan duniawi untuk lebih fokus menggali firman Tuhan yang adalah harta terpendam yang perlu diungkapkan maknanya.

  4. Mengasihi sesama adalah mengasihi Tuhan.

    (Matius 25:40) 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

    Jangan mengaku orang percaya jika tidak mengasihi sesama seperti diri sendiri. Sebab di dalam diri orang lain juga ada sebagian dari nafas Allah. Bahkan seperti apa pun perlakuan kita kepada sesama, itu sudah kita lakukan kepada Allah sendiri. Jadi, saat anda memperlakukan teman kurang baik, itu sudah anda lakukan kepada Allah. Demikian sebaliknya, saat kita memperlakukan kawan dengan baik, itu sudah kita lakukan kepada Tuhan di sorga.

    Lalu dimana aspek mendahulukan kerajaan Allah dan kebenarannya dalam bagian ini? Cara kita mendahulukan kebenaran adalah dengan melakukan kapasitas terbaik kita terhadap orang lain. Apa pun sikap kita kepada sesama, lakukanlah yang terbaik semaksimal mungkin. Jangan tanggung-tanggung saat melakukan apa yang baik dan janganlah tahan-tahan kebaikan yang bisa dilakukan. Juga berupayalah untuk konsisten saat bersikap; hindari melakukannya secara musiman atau sesekali melainkan lakukan itu terus-menerus. Jika hati kecil anda sudah mulai bicara, dengarkanlah dengan bijaksana dan bagikanlah kasih pada momen yang tepat.

  5. Turut memperjuangkan cita-cita Tuhan.

    Orang percaya diperlengkapi dengan kuat kuasa Roh Kudus tetapi tujuannya bukan untuk membuat kita terlihat lebih baik dari orang lain. Justru saat kita dianugrahi dengan berbagai-bagai karunia maka untuk mengimbanginya, kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan merendahkan hati di hadapan manusia.

    Harapan Tuhan saat menciptakan manusia adalah demi kebenaran, yaitu agar manusia mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesamanya seperti diri sendiri. Sudah tugas kita untuk memanjatkan doa kepada-Nya. Itulah kesibukan kita, membaca, mempelajari dan mengaplikasikan firman-Nya. Sedang hati ini selalu tertuju di hadirat-Nya untuk memuji dan memuliakan nama-Nya yang besar dan ajaib. Seperti ada tertulis:

    (Mazmur 22:23-24) Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah: kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!

    Cita-cita Tuhan selanjutnya adalah saat manusia mampu mengasihi sesamanya seperti diri sendiri. Tidak ada lagi yang saling makan, tidak ada yang saling menekan dan tidak ada yang saling injak. Melainkan masing-masing orang hidup dalam kesetaraan. Prinsip hidup sosialis perlu menjadi cita-cita bersama yang harus didoakan oleh tiap-tiap orang percaya. Seperti ada tertulis:

    (Yesaya 65:25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN.

    Orang kristen tidak butuh gerakan anarkisme apalagi kudeta sebab yang kita perjuangkan adalah ajaran yang dilandaskan kepada kasih. Mereka yang mengasihi sesamanya seperti diri sendiri masakan memukul, melukai dan membunuh orang lain juga? Gerakan sesialisme dimulai dengan memberi pengertian kepada siapa pun yang dapat dijangkau seluas-luasnya. Internet dan media sosial adalah salah satu propaganda paling efektif untuk menyebarkan paham sosialisme.

    Sosialisme adalah prinsip kenegaraan dimana segala sumber daya adalah milik bersama, semua orang saudara, semua manusia setara khususnya di bidang pengetahuan umum, pendapatan dan kekuasaan. Masyarakat dikembangkan dalam sistem yang berputar atau disebut juga siklus yang berputar. Termasuk perekonomian diarahkan dalam bentuk siklus yang berputar.

  6. Dalam segala aktivitas hati tetap tertuju kepada Tuhan.

    (Mazmur 91:14-16) “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

    Lagi kata firman
    (Yesaya 38:16) Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

    Kita adalah orang-orang duniawi yang tidak bisa meninggalkan berbagai kegiatan yang kita lakukan di bumi ini. Sebab pekerjaan tersebut juga turut membantu meningkatkan kecerdasan otak. Orang yang bawaannya cerdas akan lebih mudah meraih kebahagiaannya ketimbang mereka yang bodoh. Salah satu tanda kurangnya tingkat kecerdasan seseorang adalah saat dia berpikir bahwa harta dan jabatan adalah segala-galanya yang mampu memuaskan dan membahagiakan hatinya. Di atas semua aktivitas duniawi tersebut, kita perlu belajar melakukannya sambil menujukan hati kepada Tuhan. Orang yang hatinya selalu melekat kepada Tuhan akan menjadi cerdas bahkan bijaksana dalam menghadapi tantangan kehidupan seiring berjalannya waktu.

    Saat kita melakukan pekerjaan ringan, pastikan untuk menyelesaikannya sambil bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Misalnya saja saat membersihkan rumah, merapikan kamar, menyuci piring, dalam perjalanan (baik yang jalan kaki, lari, memakai sepeda, naik motor, mobil, kapal, pesawat, kereta api dan lainnya). Aktivitas bernyanyi dalam hati sambil bekerja adalah multitasking yang dapat meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik.

  7. Memiliki tujuan sorgawi dan harta sorgawi.

    (Yohanes 5:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

    Kita hidup di dunia ini, memiliki KTP yang dikeluarkan oleh orang-orang duniawi. Tetapi, tahukah anda bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus telah memiliki KTP sorgawi yang pantas beroleh hidup yang kekal di akhir zaman kelak? Memang selama hidup di dunia ini, ada banyak hal yang menjadi tujuan kita, semuanya tentang segala sesuatu yang gemerlapan di bawah matahari. Silahkan raih hal-hal duniawi yang anda inginkan tetapi jangan mengabaikan tujuan sorgawi. Melainkan sebisa mungkin sama-sama pegang itu.

    Lantas, dalam posisi tersebut, bagaimana cara kita mendahulukan kerajaan Allah dan kebenarannya? Kita mesti siap-sedia meninggalkan tujuan duniawi saat hal tersebut bertentangan dengan tujuan sorgawi. Ingatlah bahwa tujuan sorgawi adalah kebenaran dan kebenaran itu sangat masuk akal. Saat ada tujuan tertentu yang melenceng dari tujuan yang benar maka kita perlu berani menolaknya, setidaknya bagi diri sendiri. Kalau orang lain mau menerimanya, silahkan saja, itu adalah pilihan hidupnya.

    Jangan menimbun harta di bumi sebab semuanya itu akan habis, hilang dan musnah tidak ada lagi. Akan tetapi, simpanlah harta di sorga pada perbendaharaan Allah di tempat yang abadi. Uang dan nama besar pastilah akan sirna pada waktunya. Mulailah menimbun kekayaan di sorga lewat sikap yang baik kepada siapa pun, entah anda mengenalnya atau tidak. Kata-kata yang santun, sikap yang ramah dan ide positif yang kita bagikan kepada sesama adalah butiran harta yang kita tabung di nirwana. Tindakan nyata yang mau membantu sesama dalam kesulitannya adalah serpihan kekayaan yang kita simpan di akhirat. Memang semuanya itu hal-hal kecil namun lama-kelamaan akan menjadi gunung. Harta di sorga berhubungan dengan tingkatan kita (bisa lebih dekat kepada Tuhan atau posisinya agak menjauh). Seperti ada tertulis.

    (Matius 6:19-21) “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Kesimpulan

Mungkin saat ini, anda memiliki visi duniawi tetapi visi rohani kita adalah sorga. Tuhan sengaja mengutus kita ke bumi ini agar nyatalah dimana anak-anak terang dan mana pula anak-anak si jahat: di akhir zaman nanti keduanya akan dipisahkan; carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya agar kita layak untuk tempat terbaik, sorga yang kekal. Selama sisa waktu di bumi, duluankanlah perkara sorgawi baru setelah itu selesaikan perkara duniawi. Utamakanlah nilai-nilai rohani ketimbang nilai-nilai jasmani. Carilah Tuhan dengan sungguh secara terus-menerus di waktu yang telah anda tentukan sendiri. Kasihilah sesama seperti diri sendiri sebab di dalam dirinya juga terdapat sebagian dari nafas Allah. Terbebanlah memperjuangkan kehendak Tuhan agar kebenaran-Nya nyata atas kita. Beraktivitaslah sambil memuliakan nama-Nya di dalam hati. Serta rajin-rajinlah menabung harta di sorga lewat sikap (perkataan dan perbuatan) yang baik kepada sesama.

Salam, Mendahulukan Tuhan,
berarti mendahulukan kebenaran.
Anggaplah bahwa pencarian kebenaran
lebih penting daripada mencari keduniawian
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.