7 Panggung Sandiwara, Kekacauan Sengaja Dibuat-Buat – Tidak Perlu Ambil Pusing Jika Bukan Bidang Kita Tetapi Berlakukan Keadilan Sosial Untuk Semua

Kekacauan itu hanya fantasi,
Sebaiknya jangan terlalu dipikiri,
Agar tidak frustasi,
Tetapi ambillah hikmah dari semua ini!

Siapa pun di dunia ini butuh yang namanya pekerjaan sebab di sanalah seseorang mendedikasikan hampir seluruh waktunya sembari mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki. Sebab lewat kesemua aktivitas tersebutlah, mereka mencari nafkah dari waktu ke waktu. Bukan itu saja yang diperoleh saat menekuninya, melainkan kepuasan, kebersamaan kebahagiaan dan tekad untuk terus berjuang. Artinya, yang namanya bekerja tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia. Mungkin pembedanya hanyalah porsi kerja dan bidang yang digeluti oleh masing-masing orang. Jangankan orang dewasa, anak kecil saja dibebankan satu-dua pekerjaan oleh Ibu di rumah.

Pekerjaan bukan hanya aktivitas yang harus mendapatkan apresiasi. Atau lebih tepatnya, jangan hanya bekerja semata-mata untuk mendapatkan pujian, penghargaan, gaji dan lain sebagainya. Ada baiknya, bila hal-hal tersebut juga didedikasikan demi kebenaran, yaitu kasih yang utuh kepada Tuhan dan kasih yang adil kepada sesama. Orang yang berbuat baik untuk memuliakan Allah sembari menebar kebaikan kepada sesama akan menyelesaikan semuanya dengan tulus hati. Tentu saja saat kita mampu menjadi pekerja yang penuh ketulusan, memiliki tekad dan kesungguhan yang kuat untuk berjuang semaksimal mungkin. Namun tidak mudah goyah dan tidak mudah menyesal saat kekecewaan menghampiri. Sebab semua didedikasikan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Zaman sekarang, di tengah ramainya penduduk, hampir mustahil bagi kita untuk mencari pekerjaan yang biasa. Sebab, semakin banyak orang makin tinggi efisiensi sistem. Terlebih ketika sistem sudah memanfaatkan teknologi komputerisasi online otomatis. Semua efisiensi tersebut membuat pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh manusia malahan hampir tidak ada lagi. Akibatnya, angka pengangguran akan meningkat tajam bahkan kemiskinan meluas dimana-mana. Semua keadaan ini jelas memaksa pihak pengelola/ pemerintah untuk berimprovisasi menciptakan lapangan kerja demi tercapainya msyarakat yang damai, adil dan sejahtera. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan mengadakan pekerjaan sandiwara.

Di antara sekian banyak pekerjaan yang sudah tersedia, lapangan kerja untuk bidang tertentu biasanya masih ada banyak. Dalam hal ini, banyak bukan berarti ada posisi yang kosong, melainkan ada peluang untuk membuat sesuatu yang lain. Demikianlah dunia sandiwara dibangun di atas kepura-puraan yang dibuat oleh para karyawan/ pegawainya. Semuanya itu diciptakan dengan sengaja sehingga tiap-tiap anggotanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Sebenarnya, pekerjaan semacam ini tidaklah masalah asalkan masing-masing orang saling memaafkan. Namun tantangan yang lebih menegangkan adalah: “semuanya ini akan jadi ancaman ketika tidak ada keadilan sosial.” Profesi yang satu akan merasa lebih hebat dari yang lainnya dan orang yang bekerja di sini lebih makmur dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sana. Tingkat manipulasi meninggi oleh profesi atas untuk mengintimidasi yang lainnya. Sumber daya yang dikuasai oleh profesi ini, bisa saja digunakan untuk menekan oknum tertentu.

panggung sandiwara, kekacauan sengaja dibuat-buat – tidak perlu ambil pusing jika bukan bidang kita tetapi berlakukan keadilan sosial untuk semua

Panggung sandiwara, kekacauan bohong, sengaja dibuat-buat

Terkadang kita risih dengan berbagai informasi yang tersebar di sekitar. Mungkin ini terjadi karena kita belum terbiasa dengan hal-hal tersebut. Kami juga dahulu demikian, kita merasa seolah-olah sedang ditakut-takuti. Akan tetapi, bersabarlah sedikit waktu lagi sampai anda terbiasa dengan semuanya itu. Mereka yang jago menunggu sambil memperhatikan lalu menyibukkan diri kepada hal-hal yang positif (fokus Tuhan, bekerja, belajar) akan menemukan titik adaptasi yang melegakan hati.  Suasana pikiran yang merasa semuanya berlangsung seperti biasanya, walau banyak kemelut tetap dihadapi dengan sukacita tanpa menyisakan dendam terhadap siapa pun. Berikut ini akan kami tampilkan beberapa kekacauan sandiwara yang sengaja di buat-buat.

1. Dunia politik.

Mengapa politik selalu bernuansa megalomania? Sebab mereka adalah orang-orang yang mengatur kekuasaan dan mengatur sumber daya yang tersedia. Menjadi pribadi yang memiliki kebebasan untuk mengatur ini dan itu, bukannya dimanfaatkan di jalan yang benar tetapi diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan sempit demi kepentingan pribadi dan kelompok.

Kekuasaan terhadap sumber daya yang besar menjadi bahan rebutan di antara mereka yang berpotensi memiliki jabatan tersebut. Pertarungan perebutan jabatan ini bisa berlangsung alot, menghabiskan banyak dana dan menguras emosi. Bahkan beberapa di antara mereka menggila hingga menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertentu. Kampanye hitam, informasi hoax, uang sogokan dalam jumlah besar menjadi daya tarik tersendiri yang bisa digunakan untuk meraih yang diinginkan dan mengontrol/ mengendalikan sistem.

Tanpa perseteruan sandiwara dari para politikus megalomania, industri berita juga akan menjadi lengang dan sepi. Akan banyak wartawan dan presenter yang menganggur kalau para politikus tidak mencari-cari masalah. Jadi ada mata rantai panjang yang menghubungkan perilaku politik dengan kebutuhan berita oleh awak media.

2. Dunia artis (infotainment).

Ada orang-orang tertentu yang dianggap sebagai artis, entah karena alasan logis atau bukan. Mereka disorot kehidupannya lalu diekspose sisi-sisi tertentu untuk dijadikan bahan pembicaraan publik. Padahal semua gosip yang diceritakan tentang mereka adalah palsu bahkan nama mereka pun palsu (yang dipakai bukan nama asli/ nama lahirnya) dalam KTP dan kartu keluarga.

Orang-orang tersebut digembar-gemborkan memiliki porsi kehidupan serba istimewa semata-mata untuk menarik lebih banyak perhatian masyarakat ke mereka. Lantas semua pesan-pesan yang mereka bawa lebih kental dengan materialisme dan hedonisme. Tentunya, ini adalah cobaan bagi pemirsa yang menjadi penonton setia maupun penonton kilat.

3. Dunia kriminalitas dan kecelakaan.

Pekerjaan, itulah yang dibutuhkan oleh manusia zaman sekarang. Memang ada jenis pemberitaan yang murni terjadi tetapi saat dunia nyata begitu sepi dari masalah karena penjahat dan preman sudah pada tobat. Niscaya awak media akan mengangkat topik berita tertentu untuk dijadikan bahan pembicaraan. Suatu kisah yang mungkin telah lama terjadi dan bisa juga berupa karangan murni dibuat-buat sendiri: terserah! Tidak penting rasanya, keaslian dari fakta-fakta tersebut. Yang terpenting adalah kejadiannya masuk akal dan seru, bila perlu sekalian menegangkan juga. Ini biasanya, tidak pernah dijadikan sebagai berita inti atau headline, melainkan hanya sebagai pelengkap pengisi acara belaka.

Terkadang, kita merasa ketakutan dengan semua pemberitaan yang rada-rada mengerikan tersebut. Tetapi itu bukan masalah besar, tunggulah selama beberapa hari atau beberapa minggu ke depan sampai anda benar-benar terbiasa dan rasa ngeri itu telah lenyap. Lagi pula ada pesan-pesan kemaknaan yang mendorong kita untuk lebih berhati-hati dalam bertindak di luar sana. Satu cara terbaik yang dapat kita lakukan agar pesan kriminal negatif tidak merasuki kehidupan adalah dengan senantiasa bernyanyi memuliakan nama Tuhan di dalam hati (bisa juga dengan berdoa, membaca-mendengar firman).

4. Dunia film.

Dunia film memang sandiwara yang jujur karena mereka memberitahu dirinya yang sebenarnya. Setidaknya mereka tidak menyebut-nyebut dirinya sebagai “fakta lapangan” tetapi menegaskan diri sebagai pelaku sandiwara murni. Konflik yang mereka munculkan dalam setiap kisahnya memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Kejadian tersebut bisa saja kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa juga tidak. Akan tetapi, setidaknya kita berpengalaman saat mengalami peristiwa dengan pola yang serupa. Jenis sandiwara bertema unik ini adalah film, sinetron dan lain-lain.

Terdapat banyak nuansa dalam film/ sinetron. Ada yang bernuansa percintaan, drama, komedi, fiksi sains dan lain sebagainya. Semua kekacauan yang terjadi di dalam sana hanyalah kepura-puraan belaka yang semata-mata ditujukan untuk refreshing atau sekedar olahraga indra. Makna yang dimuat di dalamnya juga tidak kalah pentingnya, tergantung kemana anda mengarahkannya.

5. Dunia penulis.

Ada banyak sekali kelompok penulis yang tersebar di era kita, di antaranya adalah carpenis, novelis, blogger dan lain sebagainya. Masing-masing penulis memiliki dunianya sendiri yang kemungkinan besar berbeda dari dunia nyata. Sekali pun demikian, apa yang mereka catatkan masih masuk di akal dan munkin beberapa di antaranya memiliki nuansa kebenaran yang garing dibaca dan enak saat dipraktekkan di dalam dunia nyata.

Mustahil suatu bacaan menarik untuk di simak jika tidak ada potensi negatif di dalamya. Sebab tanpa potensi negatif, apa yang kita anggap positif pun menjadi tidak ada artinya. Hanya saja, seorang profesional pastilah mampu mengambil sudut pandang negatif yang masih halus dinikmati oleh masyarakat setempat.

6. Dunia tari dan tarik suara.

Tarian dan seni bernyanyi memiliki bidangnya sendiri-sendiri. Masing-masing pelakon lincah memainkan perannya sehingga terciptalah sebuah lagu dengan koreografer yang modernis. Khusus untuk seni menari dengan gaya kedaerahan, lebih fokous pada gerakan yang gemulai dan pakaian khas daerah tertentu. Dunia tarik suara itu sendiri dipopulerkan oleh media-media yang ada lewat even pencarian bakat. Beruntunglah bahwa hampir semua orang Indonesia pandai bernyanyi.

Saat pegiat di dunia tarik suara dijanjikan dengan pendapatan besar jadi artis dengan fasilitas plus-plus maka orang akan berbondong-bondong ke sana. Padahal kesemua nyanyian yang dilantunakan hanyalah karangan biasa yang kadang tidak bermakna apa-apa.

7.  Dunia pelukis dan seni rupa lainnya.

Para pelukis memiliki kuas dan kanvas untuk menciptakan suatu keindahan. Di zaman yang serba modern, beberapa dari mereka telah beralih menjadi pelukis digital (desain grafis) yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang. Kombinasi yang pas antara gambar dan kata-kata bisa menjadi suatu pencerahan yang memotivasi anda untuk menjadi lebih baik, meski bukan yang terbaik!

Masih banyak seni rupa lainnya yang tersebar di luar sana. Semuanya itu adalah sandiwara hasil rekayasa kreatif dari orang-orang cerdas. Sekali pun terdapat muatan negatif di dalamnya, ada juga makna positifnya yang mendekati kebenaran. Sekarang, semua tergantung kita, mau mengambil yang mana.

8. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Tidak perlu ambil pusing saat profesi lain kacau balau, maki-makian bahkan perang-perangan. Mereka sudah dewasa, pendidikan tinggi semua, bisa urus diri sendiri. Kekacauan yang timbul hanyalah sesuatu yang dibuat-buat. Begitulah cara mereka mencari nafkah dengan merekayasa, memanipulasi dan berpura-pura sehingga selalu terlihat sibuk. Jika demikian, mengapa politikus lebih berhak dengan pendapatan selangit dibandingkan petani atau nelayan? Padahal apa yang dilakukan politikus adalah omong kosong, memang tidak seratus persen tetapi kebanyakan begitulah.

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Kita tidak perlu saling merendahkan antar profesi. Sadar atau tidak, hampir tidak ada profesi yang tidak bersandiwara. Sekali pun dalam kesempatan tertentu mereka serius tetapi ada waktunya nanti ketika pekerjaan lengang/ kosong, kepura-puraan akan diadakan/ dijalankan. Sesungguhnya, yang perlu kita capai adalah keadilan sosial di antara tiap-tiap profesi. Saat semua pekerja bergelut dalam kepura-puraan maka sudah seharusnya kesetaraan ada di antara mereka. Tanpa kesejajaran antar profesi maka orang-orang yang merasa dirinya di atas akan melakukan berbagai aksi konspirasi manipulasi sempit demi dirinya sendiri dan demi kelompoknya. Walau ada gejolak, kesetaraanlah yang menciptakan perdamaian abadi. Karena tidak ada orang yang merasa dirinya paling dihormati dan paling dihargai. Juga tidak ada politik megalomania yang hanya bertujuan untuk menyebarkan budaya arogansi, manipulasi dan ketamakan di antara rakyat.

Salam, Kekacauan itu hanya fantasi,
Sebaiknya jangan terlalu dipikiri,

Agar tidak frustasi,
Tetapi ambillah hikmah dari semua ini!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.