7 Arti Kutuk Di Taman Eden (Kejadian 3:14-19), Petunjuk & Nasihat Di Balik Kutukan Terhadap Ular, Perempuan & Laki-Laki Di Taman Eden

arti kutuk di taman eden (kejadian 3-14-19), petunjuk di balik kutukan terhadap ular, perempuan & laki-laki di taman eden

Sejauh apa pun kaki kita melangkah, menggapai setiap mimpi-mimpi yang kita rencanakan, hari-hari yang dilalui tidak akan pernah jauh-jauh dari firman Tuhan. Semua yang kita lakukan bahkan semua yang kita pikirkan telah ada di dalam sana. Mungkin saja perbedaannya adalah dari segi tata bahasa dan jenis-jenisnya. Sedang pada dasarnya memiliki pola yang bersesuaian. Jadi, mempelajari firman sama saja dengan memahami kehidupan sendiri. Artinya, Ketika banyak hal yang tidak mampu kita pahami dalam setiap hari yang dilalui maka yang perlu dilakukan adalah mendalami surat cinta Tuhan. Oleh karena itu, rajin-rajinlah membaca, mendengar dan mempelajari firman dalam setiap kesempatan yang anda temukan.

Dahulu kala, di awal penciptaan, kita (Adam dan Hawa) dipelihara hidupnya oleh Allah sendiri. Semua yang kita butuhkan sudah ada dan segala yang baik sudah tersedia di sekitar. Yang perlu dilakukan hanyalah tinggal mengambil, memetik dan menyembelihnya. Keadaan ini otomatis menciptakan rasa nyaman selama hari-hari yang dijalani di taman tersebut. Namun kenyamanan itu jugalah yang mendukung kita untuk mulai menginginkan hal-hal yang lebih dari yang sudah dimiliki. Betapa baiknya Tuhan kepada nenek moyang manusia, telah menyediakan tempat khusus untuk memelihara mereka. Sayang, akibat hampanya hati, timbullah rasa kurang puas yang didukung oleh arogansi sehingga menjadi serakah. Kita pun menginginakan kemuliaan, kuasa dan kemegahan seperti yang dimiliki oleh Sang Pencipta.

Nafsu besar untuk memiliki kemegahan seperti yang dimiliki Allah telah membuat kita kehilangan akal melupakan titah Sang Khalik. Padahal, dengan berlaku demikian, kita melanggar perintahnya lalu menggunakan pengetahuan (Buah Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat) semata-mata untuk menyaingi-Nya. Dari sini kita bisa pelajari bahwa manusia memiliki kecenderungan daya tarik yang tinggi terhadap hal-hal yang tidak biasa disaksikan olehnya. Sampai sekarang pun, pola yang sama terus saja terjadi, saat ada sesuatu yang megah-mewah di sekitar kita, itu pulalah yang kita inginkan. Lantas, kita memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk meraih semua yang gemerlap menurut indra tersebut. Perlahan-lahan, kita tidak lagi menyadari bahwa ada sikap kita yang melanggar titah Sang Khalik.

Kita sudah mendengar perintah dan larangan yang disampaikan Allah. Namun, manusia terlalu sibuk untuk mencapai hal-hal yang tinggi dan besar dalam hidupnya. Secara perlahan, apa yang difirman Tuhan pun hampir lenyap dalam pikiran ini, fokus pada pekerjaan membuat kita mengabaikan aturan kebenaran yang disampaikan-Nya. Mulai dari sinilah hidup kita ditarik dan terus menjauh dari apa yang pernah difirmankan-Nya. Oleh karena itu, jangan terus-menerus di sibukkan dengan hal-hal duniawi tetapi utamakanlah pencapaian akan kebenaran hakiki dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Juga termasuk dalam hal ini mendahulukan persekutuan dengan Yang Maha Kuasa dalam setiap sesi kehidupan yang kita jalani.

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan kutukan? Dalam bagian ini, yang dimaksud dengan kutuk adalah laknat akibat melanggar perintah dan larangan Tuhan. Semuanya itu akan menjadi takdir sipenerima yang mau tidak mau harus dijalani, entah itu sepanjang waktu atau sesaat saja. Kita manusia terkutuk telah ditakdirkan Allah untuk menderita sepanjang waktu akibat dosa yang telah dilakukan oleh nenek moyang dahulu. Bahkan dosa tersebut telah diturunkan dari sejak dahulu kala sampai sekarang. Pelanggaran tersebut pun berupa hawa nafsu yang arogan: selalu menginginkan lebih dan lebih lagi. Biasanya dosa Adam dan Hawa diawali oleh ketidak puasan di dalam diri sendiri karena tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki dan masih menginginkan yang lebih lagi.

Defenisi – Kutuk adalah laknat akibat melanggar perintah dan larangan Tuhan. Semuanya itu akan menjadi takdir sipenerima yang mau tidak mau harus dijalani, entah itu sepanjang waktu, di waktu-waktu tertentu atau sesaat saja.

Petunjuk sekaligus nasihat di balik kutukan manusia di Taman Eden

Tulisan ini tidak berbicara tentang kisah yang utuh di taman buatan Allah melainkan hanya fokus pada laknat yang kita tanggung sampai sekarang karena ketidaktaatan terhadap perintah-Nya. Ada tiga pihak yang di kutuk di Taman Eden setelah manusia melanggar perintah Allah, yaitu sebagai berikut.

  • Kutukan terhadap ular. (Kejadian 3:14-15) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
  • Kutukan terhadap perempuan. (Kejadian 3:16) Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
  • Kutukan terhadap laki-laki. (Kejadian 3:17-19) Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Kami akan membahas tentang semuanya itu secara pribadi. Anda bisa tidak meyakininya sebab ini hanyalah pembahasan dari seorang manusia biasa. Berikut akan kami jelaskan, apa-apa saja petunjuk yang hendak disampaikan Tuhan dalam kutukan yang disampaikannya pasca sesaat sebelum manusia di usir dari Taman Eden.

  1. Kenyamanan dan kemudahan membuat hawa nafsu semakin menjadi-jadi.

    Tidak ada yang instan di dunia ini. Saat Tuhan menganugerahkan kita yang instan dimana semua sudah ada dan kita hanya tinggal ambil dan makan saja. Malahan yang terjadi adalah pembangkangan karena tergoda akan sesuatu yang nilainya lebih tinggi. Seolah kenyamanan dan kemudahan yang kita peroleh selama hidup di dunia ini menjadi jerat yang membuat pikiran tidak tenang dan sangat bernafsu terhadap hal-hal yang lebih.

    Kemungkinan besar keadaan ini didorong oleh zona nyaman yang membuat manusia lebih banyak santai sehingga pikiran kosong dan firman Allah telah dilupakannya. Sedang begitu pikiran kosong maka mulai muncullah berbagai kedagingan yang mulai melekat menguasai pikiran. Seperti hawa nafsu lebay, kesombongan, iri hati, amarah, dendam, kebencian dan lain-lain. Hawa memiliki hawa nafsu besar terhadap buah tersebut dan terhadap tawaran akan mencapai kemuliaan Allah.

    Jika saat ini, kita merasa terlalu nyaman, berhati-hatilah! Sebab di tengah kemudahan hidup, manusia cepat sekali terbakar hasratnya untuk sesuatu yang lebih baik dari apa yang sudah dimilikinya saat ini. Enggan berpuas diri dengan apa yang sudah dimiliki dan masih mau saja dengan sesuatu yang jauh di sana. Bukan dalam arti, kita tidak bisa mencapai taraf hidup yang lebih baik, silahkan saja gapai mimpi anda! Tetapi utamakanlah pencapaian akan taraf perkembangan kepribadian yang lebih baik. Hindari memforsih hidup untuk mencapai kemegahan dan kemewahan duniawi yang berkelas. Sebab, hal-hal tersebut dapat merusak lingkungan dan mengganggu perkembangan kepribadian/ kedewasaan anda

  2. Manusia perlu bekerja keras selama hidup di bumi ini.

    Tuhan memberikan kita kenyamanan dimana semua yang dibutuhkan sudah ada (sudah ada) tapi ternyata hal tersebut membuat kedagingan kita semakin membabi buta. Oleh karena itu, Sang Pencipta tidak lagi memberi kita kemudahan selama hidup di bumi ini. Kita harus bekerja keras menurut kemampuan yang dimiliki masing-masing. Tidak ada yang mudah di dunia ini, melainkan semuanya perlu diatur agar sesuai rencana.

    Setelah membuat perencanaan. Maka kita akan melaksanakan setiap item yang diputuskan dengan penuh keseriusan, walau ada lawak-lawaknya dikit. Dengan bekerja keras menurut bidang masing-masing, kita memenuhi wadah hati mesing-masing. Sehingga tidak ada kesempatan bagi oknum tertentu menjadi kosong pikiran sebab hati selalu bernyanyi memuji Tuhan (bisa juga berdoa, mrmbaca mendengar firman). Atau bisa juga dengan menyibukkan diri melayani kebutuhan orang lain, lewat pekerjaan maupun pelajaran yang ditekuni.

  3. Kutukan tersebut adalah sebuah jalan hidup bagi pria.

    Seorang laki-laki harus bersusah payah untuk mencari nafkah hidupnya. Kita perolu mengusakan tanah-tanah garapannya sendiri-sendiri. Artinya, tiap-tia laki-laki memiliki bidang keahliannya masing-masing. Mereka juga bisa bekerja keras menurut bakat bawaan yang dimilikinya. Semua pekerjaan tersebut bermanfaat untuk menafkahinya selama hidup di bumi ini.

    Saking hebatnya perjuangan seorang laki-laki untuk mengais rezki sampai keringatnya pun menjadi darah (berpeluh). Di tengah-tengah usahanya itulah, kebahagiaan setiap kepala keluarga menjadi penuh. Itu adalah salah satu cara untuk menggenapi panggilan jiwanya demi bermanfaat bagi anggota keluarga lainnya yang mempertemukannya dengan ketenteraman hati. Jadi, bagi setiap pria yang hanya mau nyaman saja dan enggan untuk bekerja keras, tidak ada yang namanya ketenteraman hati.

  4. Kutukan tersebut memberi petunjuk yang memperingatkan bagi laki-laki.

    Banyak suami yang setelah memiliki pekerjaan tetap dengan jabatan tinggi dan tunjangan besar, malah ketergantungan dengan semuanya itu. Dia mulai kehilangan Tuhannya sebab lebih mencintai pekerjaan tersebut.Bahkan hanya demi pekerjaan, dibela-belain untuk melakukan aksi konspirasi manipulasi demi mewujudkan tujuan sempitnya dan tujuan sempit kelompoknya. Tiap-tiap lelaki perlu belajar untuk mengendalikan efek buruk (efek samping) dari kutukan yang menjadi takdirnya.

    Oleh karena itu, dahulukan Tuhan sebelum melakukan sesuatu, bersekutulah terlebih dahulu, melapor kepada Yang Maha Kuasa agar diberi ketenteraman hati, kelancaran dan berkat-berkat positif lainnya. Sekali pun apa yang dikerjakan adalah hal-hal duniawi, namun selalu pastikan bahwa pekerjaan kita tidak bertentangan dengan kebenaran hakiki (kasih yang utuh kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama).

    Cegah diri sendiri untuk ketergantungan dengan semua aktivitas itu, dengan cara menyelinginya dengan fokus kepada Tuhan, dan belajar juga aktivitas lainnya. Berhati-hatilah saat mengejar kemuliaan di dunia kerja (jabatan). Biasanya, orang kalau sudah punya jabatan & kaya raya menjadi lupa diri, memanfaatkan posisinya untuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme serta kekejian lainnya. Senantiasa bernyanyi memuliakan nama Tuhan di dalam hati membuat pikiran selalu waras dan merupakan suatu langkah pencegahan agar kita tidak memanfaatkan jabatan dan kekayaan yang dimiliki demi bermain kotor.

  5. Kutukan tersebut adalah sebuah jalan hidup bagi wanita.

    Jalan hidup perempuan adalah menjadi seorang ibu: mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Di sinilah kegigihan dan keuletan mereka akan dibuktikan. Ketulusan hatinya untuk mengerjakan semuanya itu adalah jalan hidupnya sepanjang waktu yang dianugerahkan Sang Khalik. Itulah kebahagiaan seorang ibu saat menyaksikan anak-anaknya tumbuh besar, menempuh pendidikannya dengan baik, menjadi orang dewasa bahkan mampu membentuk keluarga baru pula.

    Wanita juga memiliki kebahagiaan yang istimewa dalam hal seksual. Dikaruniai dengan indra yang sensitif dan memiliki banyak titik rangsang yang membuatnya senang walau sesaat saja. Saat seorang pria tidak dimampukan untuk ejakulasi berkali-kali dalam satu hari tetapi seorang cewek diberi kesempatan berulang. Itulah salah satu hal penting yang membuat mereka selalu bahagia sekali pun terus berada di rumah.

  6. Kutukan tersebut memberi petunjuk yang memperingatkan perempuan.

    Kenikmatan seks adalah kelebihan mereka tetapi kenikmatan itu jugalah yang berpotensi meracuni kehidupannya. Oleh karena itu, ada zamannya dimana kita menemukan di daerah-daerah tertentu penuh dengan penjaja seks komersial. Memang kebanyakan adalah PSK wanita dan sebagian kecilnya lagi adalah laki-laki hidung belang.

    Ada baiknya bagi setiap gadis untuk belajar mengendalikan dirinya. Tidak perlu berburu laki-laki dan berpacaran hanya untuk merasakan aroma hubungan intim yang bergelora. Sadarilah bahwa anda bisa melakukan seks pribadi alias masturbasi dan hal tersebut sudah cukup memuaskan. Hati-hati, jangan memasukkan hal-hal asing ke dalam sana: cukuplah jari dan air liur saja (bisa juga air saja). Apa pun residu (sisa) zat kimia pada dindingnya berpotensi menjadi kista bahkan kanker serviks. Perlakukan organ intim dengan lembut sebab itu salah satu sumber kesenangan walau hanya sesaat.

    Perempuan harus menempuh cara-cara positif untuk terlepas dari efek samping kutukan tersebut. Salah satu cara terbaik dan paling ampuh untuk tidak terjebak dalam eksplorasi seksual yang kebangetan adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan. Bahkan di saat masturbasi pun bernyanyi-nyanyilah di dalam hati memuliakan nama-Nya. Ingatlah bahwa semakin banyak memikirkan seseorang (lawan jenis) maka semakin liar diri ini saat bersamanya. Untuk membuat pikiran tetap postif, anda juga bisa berdoa, membaca-mendengar-mempelajari firman, belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumah. “Aktiflah selalu maka aktivitas itulah yang membuatmu selalu bergairah menjalani hari.”

  7. Kutukan tersebut adalah sebuah jalan hidup dan sebuah peringatan antara kita dan makhluk hidup lainnya.

    Ular dalam bagian ini mewakili binatang lainnya dan tumbuh-tumbuhan. Artinya, peristiwa pemanfaatan ilmu pengetahuan yang ditujukan demi mencapai kekayaan harta dan kemuliaan akan membuat kita membunuh mereka bahkan sampai tega pula memusnahkannya sampai punah. Bukankah itu sudah terbukti sampai sekarang? Demi rumah yang mewah, megah dan luas, kita menghancurkan hutan lalu menginjaknya halus-halus dengan beko dan traktor untuk dijadikan pemukiman mewah super elit?

    Semuanya itu sudah terjadi dan pada akhirnya kita jugalah yang rugi karena digilas oleh pemanasan global. Artinya, “saat manusia menginjak-injak makhluk yang berada di bawahnya maka kekuatan yang lebih besar di atas manusia akan menggilasnya dalam bencana.” Akan tetapi, beruntunglah Tuhan telah memperdamaikan kita dengan semua binatang dan hewan seperti ada tertulis.

    (Yesaya 11:8) Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

    Jadi, mulai sekarang dalam segala tindakan yang kita lakukan, pastikanlah bahwa hal tersebut tidak terlalu merusak lingkungan. Membunuh binatang buas justru dampaknya semakin parah saja, yaitu menyebabkan membludaknya jumlah serangga pengganggu di sekitar kita. Keberadaan serangga tidak hanya mengganggu pemandangan mata belaka namun bisa merusak kesehatan pula. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa eksploitasi yang kita lakukan tidak mengganggu ekosistem, yaitu mempersiapkan pengganti (anakan) untuk segala sesuatu yang kita ambil. Kemudian, tidak membabat kayu di hutan sampai gundul sama sekali.

    Oleh karena itu, efek samping dari kutukan tersebut, hiduplah ramah terhadap lingkungan sekitar kita sebab mereka adalah pelindung bumi yang sesungguhnya. Jangan biarkan kebanggaan meracuni pikiran yang mendorong kita untuk membangun hunian mewah-megah. Konsumsilah segala sesuatu ala kadarnya saja tanpa niat untuk pamer kepada sesama.

Kesimpulan

Segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita sampai sekarang telah terpola di dalam firman Tuhan. Misalnya saja dalam hal kenyamanan, kalau terlalu berlebihan, itu tidak sehat dan berpotensi membuat seseorang terlena hingga  kehilangan dirinya dan kehilangan kebenaran itu sendiri. Syukurilah jika saat ini, hidup anda sedikit tertekan oleh berbagai kemelut duniawi. Biasakan diri dengan semuanya itu, jangan biarkan dendam meradang dan lepaskan segala ketegangan lalu ikhlaskanlah hadapi dengan santai. Berhati-hatilah dengan aktivitas yang digeluti, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Pastikanlah semuanya itu sudah berjalan di jalur yang benar sebab tidak ada ketenteraman hati di luar kebenaran. Jangan sampai kecanduan dengan hal-hal tersebut dengan mengimbanginya lewat pikiran yang selalu memuji-memuliakan nama Tuhan. Juga bisa melakukannya sambil berdoa, membaca-mempelajari firman, mempelajari hal-hal baik lainnya dan menekuni pekerjaan yang diemban. Serta tidak lupa juga untuk berbagi kasih kepada sesama dengan adil di sela-sela semuanya itu.

Salam, Alkitab memang hebat,
kutukan sebagai takdir adalah petunjuk,
Hal-hal positif lainnya masih banyak,
Baca & pelajarilah dengan cermat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.