7 Penyebab Dehidrasi – Kurang Cairan, Terlalu Sedikit Meminum Air Atau Lupa Minum Air Putih

penyebab dehidrasi – kurang cairan, terlalu sedikit meminum air atau lupa minum air putih

Air digembar-gemborkan sebagai sumber kehidupan. Pernah ada ilmuan yang mengartikan ungkapan tersebut secara ekstrim dengan menganggap bahwa semua makhluk hidup berawal dari dalam air. Di sanalah evolusi yang pertama terjadi di masa penciptaan. Keadaan ini juga dihubung-hubungkan dengan kondisi bumi pada masa penciptaan yang masih kosong dan ditutupi oleh air. Keadaan ini mungkin saja terjadi tetapi semuanya itu masih sebatas pemahaman manusia belaka. Tetapi pendapat tersebut di dukung oleh kenyataan yang berlangsung sampai sekarang, dimana setiap anak saat masih di dalam kandungan berada dalam cairanyang disebut air ketuban. Sayang, hal tersebut hanya terjadi di antara hewan dan manusia saja tetapi tidak demikian dalam dunia tanaman. Hanya saja kadar air dalam buah memang lebih tinggi dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Air adalah sumber kehidupan,” Ini ungkapan yang sangat mudah untuk dihafal namun dalam prakteknya sehari-hari, tidak jarang orang melupakan kenyataan tersebut. Mereka lebih terpesona dengan nikmatnya makanan yang beraneka rupa. Memang kalau soal pengindraan, banyak yang tidak dapat menolaknya. Manusia mudah mabuk terkapar oleh sesuatu yang membuat indranya berdisko.  Sedang, kita semua tahu dengan pasti bahwa rasa air hambar adanya. Sehingga banyak dari kita yang tahu manfaatnya namun mengabaikannya dengan alasan kurang tertarik. Lantas kebiasaan tersebut membuat mereka kurang memerhatikan kecukupan cairan selama satu hari penuh. Akibatnya, sangat mengganggu kesehatan itu sendiri.

Saran kami, sebelum terlambat, tubuh sakit, ada baiknya jika kita melakukan tindakan pencegahan dengan menyadari (1) betapa pentingnya cairan. Kita membutuhkan lebih banyak cairan daripada makanan sebab tubuh manusia mengandung ±70% air. Tindakan pencegahan kedua adalah menyadari bahwa (2) manusia kerap kali lupa meminum air. Mungkin orang-orang pada sepele dengan air karena harganya yang hampir gratis dan tidak berasa dilidah sama-sekali. Kenyataan ketiganya adalah (3) tanda kurang minum lebih banyak tidak disadari. Mulut dan kerongkongan tidak otomatis kering saat dehidrasi tahap awal terjadi. Lebih banyak yang dirasakan karena kekurangan cairan adalah penyakit-penyakit yang lumrah di masyarakat. Obat seputar penyakit tersebut pun sudah beradar luas di antara rakyat. Kebanyakan saat orang mengalaminya, mereka tidak mengubah kebiasaan buruknya yang kurang minum melainkan lebih memilih untuk membeli pil olahan farmasi.

Jangan sepele soal dehidrasi. Kami sendiri yang berulang kali jatuh sakit karena kurang minum, malah memilih untuk mengonsumsi tanaman herbal atau berkunjung ke pusat perawatan kesehatan setempat (puskesmas, rumah sakit dan lainnya). Tanda dan gejala kurang minum air sebenarnya penyakit yang lumrah dialami oleh siapa pun. Kami kasih tahu beberapa contohnya: panas dalam, bibir pecah-pecah, sariawan, GERD, sakit gigi, mata merah, perih lambung (maag). Selain itu termasuk juga sakit kepala, infeksi kuman, kulit kusam, keriput dan lain sebagainya. Bahkan tumor dan kanker pun disebabkan oleh dehidrasi kronis yang menahun. Bukankah kesemua penyakit tersebut sudah tersedia banyak obatnya di apotek? Orang-orang tidak akan menyangka bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh minimnya asupan cairan.

Tahukah anda bahwa dehidrasi kronis membuat seseorang mengalami tahapan penuaan lebih cepat di usia muda? Mereka mungkin saja tahu asupan cairan seberapa jumlahnya untuk kebutuhan per hari. Akan tetapi, mereka tidak menyadari bahwa keperluan tersebut perlu dimasukkan secara bertahap alias tidak sekaligus. Cukup dua-tiga teguk saja tetapi perlu lebih sering diulang-ulang. Mengapa mengonsumsinya sedikit-sedikit? Sebab meminum air dalam jumlah banyak membuatnya tidak diserap sepenuhnya di lambung atau usus. Tetapi lebih banyak memasuki usus besar yang akan langsung di kirim ke ginjal untuk diekskresikan melalui organ vital. Teori lainnya mengatakan bahwa volume air yang terlalu tinggi saat dikonsumsi membuat kemampuan ginjal menurun saat melakukan penyaringan dan penyerapan kembali. Sehingga sebagian komponen esensial terbuang menjadi urin begitu saja.

Faktor penyebab dehidrasi

Dehidrasi adalah keadaan tubuh yang sedang kekurangan cairan sehingga menyebabkan beragam penyakit yang sering sekali tidak disadari oleh penderitanya. Berdasarkan pengalaman kami, tubuh yang kekurangan cairan tidak langsung meminta cairan tetapi bagian-bagian tertentu dalam tubuh kehilangan fungsi secara spesifik, perlahan tetapi sangat mengganggu. Oleh karena itu, mari kita cari tahu bersama “alasan mengapa seseorang mengalami dehidrasi. Apakah ini disebabkan oleh faktor sosial atau kepribadian masing-masing orang.

  1. Tidak faham tentang betapa pentingnya air.

    Tiap-tiap orang perlu diberitahukan tentang manfaat vital cairan tubuh. Penyadaran manusia di bidang informsi dapat ditingkatkan lalu fokus untuk mengedukasi masyarakat sebelum mereka sakit. Usaha mengembangkan pengetahuan & wawasan manusia untuk menjaga dirinya tetap sehat disebut juga sebagai promosi. Di tempat kita tersedia berbagai macam media, baik media cetak maupun elektronik: bukankah pemerintah mampu memberdayakannya?

    Di sisi lain, tiap-tiap orang juga perlu punya kesadaran sendiri untuk mencari informasi kesehatan seputar tubuhnya. Jika seseorang tidak berinisiatif sendiri untuk menambah ilmunya maka hal-hal sensitif walau terkesan sepele akan menjadi sumber masalah yang merong-rong ketahanan tubuh dari berbagai sumber penyakit.

  2. Lupa minum air karena berbagai alasan.

    Selama hidup di dunia ini, berupayalah untuk memperhatikan dan memenuhi semuanya. Jangan sampai ada yang kelupaan! Saat satu sisi kehidupan sedang dikejar maka sisi lainnya janganlah diabaikan. Berupayalah untuk sedapat-dapatnya memenuhi semua yang memang kita butuhkan untuk tetap hidup di dunia ini. Berikut ini ada berbagai faktor penyebab yang membuat manusia sering lupa meminum air.

    1. Terlalu sibuk bekerja atau belajar.

      Sibuk itu memang baik sebab faedahnya sampai mengasah otak. Orang yang aktif adalah tanda kecerdasan, masalahnya sekarang, kemana kecerdasanmu mengarah? Kami harap itu selalu berada di jalur yang positif untuk kepentingan bersama.

      Orang yang terlalu sibuk bekerja atau belajar, menjadikannya sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan. Ia merasa bahwa itu adalah satu-satunya, jadi dia mengejarnya terus-menerus. Bahkan sampai-sampai candut terhadap aktivitas tersebut. Salah satu tanda bahwa seseorang sangat candu terhadap sesuatu adalah saat kehilangannya atau tidak melakukannya, suasana hati memburuk dan berubah menjadi stres.

      Tekanan pekerjaan yang berat dan padat plus rasa ketergantungan yang tinggi membuat pikiran sesak. Aktivitas yang dilakukan pun lebih terburu-buru sehingga ada-ada saja yang ketinggalan, salah satunya air mineral dalam botol. Salah satu penyakit khas kawula muda yang lupa mengonsumsinya adalah “jerawatan.”

    2. Terlalu asik bermain (menekuni hobi).

      Memiliki hobi itu baik tetapi terlalu asik dengan kesukaan sendiri sampai terlena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Orang yang menganggap bahwa hobinya adalah segalanya cenderung memboroskan waktu menggelutinya. Sedang kita tahu sendiri dunia ini, pekerjaan apa pun yang dilakukan pasti ada gejolaknya. Tekanan yang timbul dalam aktivitas yang sangat digemari dapat merasuk terlalu lama dipikirkan: seseorang terlalu fokus terhadap masalahnya. Keadaan tersebut membuatnya kehilangan ingatan yang baik dan kesempatan yang baik. Bukannya dia tidak tahu bahwa meminum air adalah penting sekali! Tetapi, dirinya terlalu fokus pada hobinya sehingga kepentingan lain terabaikan. Belum lagi kalau terjadi distorsi situasi, pikirannya bisa kacau dan semua hilang.

    3. Terus-menerus stres.

      Masalah kita boleh banyak tetapi jangan sampai membuat stres. Desakan yang melemahkan mental, baik yang berasal dari dalam maupun yang berasal dari luar mampu membuat otak bias. Kita kehilangan ingatan tentang hal-hal yang baik karena tidak berterima dengan apa yang terjadi. Jika kita berkeras hati dan memilih untuk menutup diri atas berbagai masalah yang datang maka masalah tersebut akan semakin menyeret hidup dalam keadaan yang lebih parah lagi. Oleh karena itu, bukalah hatimu saat persoalan datang lalu menerimanya dengan lapang dada. Otak yang sesak oleh keinginan yang bertolak-belakang dengan kenyataan akan mengalami bias sehingga melupakan fungsi cairanyang sangat vital. Jika keadaa ini terus berlanjut maka dehidrasi kronis yang tidak disadari akan menyebabkan penuaan dini.

  3. Lidah berasa pahit.

    Alasan pertama lidah pahit adalah keracunan, anda butuh lebih banyak larutan kristal tak berasa untuk menetralkannya. Penyebab lainnya dari keadaan ini adalah terlalu berlebihan mengonsumsi makanan olahan pabrikan: tubuh butuh lebih sering minum untuk menghilangkan efeknya. Faktor lainnya saat mulut terasa pahit adalah penyakit tertentu yang sedang di derita. Sebab saat seseorang sakit, pasti minum obat dan obat-obatan itulah yang membuat ada rasa-rasa tak nyaman di lidah. Silahkan cari tahu, Apa sebabnya lidah menjadi pahit?

  4. Cuaca panas dan kering.

    Mereka yang tinggal di tanah kering dan berpasir (wilayah gurun) memerlukan lebih banyak cairan untuk mengimbangi tingkat penguapan tubuh yang tinggi. Menggunakan pakaian tebal atau berlapis-lapis salah satu cara menjaga kulit mengalami penguapan ekstrim. Tanpa kebiasaan sering minum air maka berbagai gejala penyakit akan timbul seperti, sakit kepala, halusinasi dan kelelahan berat.

  5. Kelelahan setelah beraktivitas (khususnya berolahraga).

    Seseorang bisa saja mengalami kelelahan berat karena faktor terlalu memforsir diri untuk mencapai sesuatu. Biar bagaimana pun, tubuh juga memiliki batasan. Saat keringat yang keluar deras tidak segera digantikan oleh cairan yang diminum maka timbullah rasa capek yang diiringi dengan rasa sakit disekujur tubuh terutama pada organ yang selalu aktif. Dehidrasi setelah beraktivitas yang ditandai dengan keluargan keringat, perlulah diresponi dengan segera mengonsumsi cairan.

  6. Hubungan antara garam dan air.

    Kita perlu memahami dengan benar kebiasaan minum masing-masing. Sebab, banyak-tidaknya intensitas minum sangat bergantung dari apa yang diminum. Garam pada dasarnya mampu menjaga kandungan cairan tubuh; artinya, kulit tidak mudah mengalami penguapan saat kandungan garam tubuh terjaga. Sehingga intensitas minum air akan dapat dikurangi kalau kebutuhan elektrolit tubuh terpenuhi. Kebutuhan NaCl per hari adalah 0,9% (±2 sendok tek). Konsumsilah perlahan dan bertahap dengan menambahkannya ke dalam air putih sampai berasa ada manis-manisnya.

    Apabila kebetulan garam tidai ada, anda perlu lebih sering mengonsumsi air putih, minimal 2 Liter per hari atau setara dengan 10 gelas @200 mL. Tanpa kandungan elektrolit tubuh yang tinggi, kita akan lebih mudah mengalami dehidrasi di saat cuaca panas. Jadi sering-seringlah minum.

  7. Penyakit lainnya.

    Salah satu penyakit yang paling lumrah menyebabkan dehidrasi adalah demam tinggi. Kekurangan cairan bisa menjadi penyebab penyakit dan bisa juga menjadi akibat timbulnya suatu gejala sakit. Misalnya saja diabetes, disebabkan oleh kekurangan cairan dan selama menderita penyakit tersebut, orangnya lebih cenderung mengalami dehidrasi terus-menerus (polinuria). Gejala penyakit lainnya yang biasanya membuat seseorang mengalami kehilangan cairan yang masif adalah demam, flu, batuk dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Dehidrasi adalah keadaan tubuh yang sedang kekurangan cairan sehingga menyebabkan beragam penyakit yang sering sekali tidak disadari oleh penderitanya.

Kebutuhan air sangat vital dalam kehidupan umat manusia. Sebab sekuat-keringnya tubuh manusia, ada ±70% bagiannya yang lembut-basah. Angka yang sebesar itu seharusnya memberikan petunjuk pasti bahwa hidup tidak bisa dipisahkan dari cairan bening tak berasa tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang sampai mengalami dehidrasi dan yang paling sering terjadi adalah lupa meminumnya. Oleh karena itu, tiap-tiap orang perlu mengasah dan mengembangkan pengetahuannya tentang asupan cairan yang baik setiap hari. Juga rajin-rajinlah minum, semakin sering semakin baik walau hanya 2-3 teguk saja. Biasanya, orang dewasa membutuhkan minimal dua liter atau sepuluh gelas per hari. “Mampu menghindari kekurangan cairan berarti menjauhkan anda dari 1001 penyakit!”

Salam, Jangan sampai dehidrasi,
Atau siap-siap penyakit membanjiri
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.