10 Penyebab Ekspektasi Terhadap Seks Terlalu Tinggi – Khayalan/ Fantasi Soal Hal-Hal Seksual Terlalu Berlebihan

Manusia tidak bisa dipisahkan dari aktivitas seksual. Mungkin saja ada yang melakukannya tiap hari, ada juga yang sekali tiga hari, sekali seminggu dan mungkin saja ada yang hanya sekali sebulan bahkan lebih lama lagi. Biasanya, semakin intens menggelutinya berarti suatu pertanda tingginya minat kita terhadap hal-hal tersebut. Akan tetapi, semakin jarang dilakukan berarti kehidupan kita telah sangat menjauh dari hal-hal tersebut. Biasanya yang lama-lama tidak melakukan ini bukan tidak minat tetapi ada kesibukan lain yang lebih membahagiakan selain itu. Misalnya saja fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja: bila hal-hal ini pun ditekuni dengan tulus dan penuh kesyukuran maka kebahagiaan akan selalu menjadi milik kita. Seorang pemuda berpikiran untuk melakukan hubungan badan dengan teman dekatnya. Keinginannya begitu menggebu-gebu untuk mewujudkan hasrat tersebut. Sedang respon sahabatnya pun berasa garing, kata orang mau juga dia…. Lantas mereka janjian di suatu tempat yang jauh dari lokasi pemukiman warga. Sebuah motel yang sedang-sedang tapi cukup tertutup telah mereka pilih sebagai lokasi memuaskan nafsu yang menggunung seolah mau meletus memakan korban. Setelah beberapa menit melakukannya, malah masing-masing rada-rada sebel. Bahkan saking kesalnya mereka satu-sama lain tidak saling menyapa saat meninggalkan motel X yang menjadi saksi bisu. Cerita di atas hanyalah ilustrasi yang menunjukkan bahwa hubungan seks tidak semudah yang mungkin kita bayangkan selama ini. Saat melihat film porno buatan Amerika, kita langsung terkesima dan terangsang dari ujung kaki sampai ujung kepala. Lantas hati begitu menggebu-gebu untuk melakukan hal yang sama kepada seseorang yang ada di sekitar. Padahal, kita tidak menyadari kenyataan bahwa sesungguhnya semuanya itu tidak semudah yang terlihat. Apakah anda tahu bahwa para pemerannya harus latihan melakukan hal tersebut berulang kali sampai tak terhitung jari? Dan tahukah anda bahwa segala penampilan yang terlihat indah adalah hasil olah teknologi CGI? Juga tahukah anda bahwa semuanya itu, hanyalah sandiwara belaka? Pengertian Apa yang dimaksud dengan ekspektasi? Kata tersebut sama artinya dengan cita-cita atau harapan di masa depan. Jadi, mau tidak mau perlu ada modal dasar untuk membuat seseorang beroleh hal tersebut yang disebut dengan keinginan. Jadi, bisa dikatakan bahwa harapan orgasme yang besar semakin membara seiring dengan adanya berahi yang kuat. Bila hidup ini hanya diartikan sebatas hubungan intim maka cenderung menggerus moralitas kita. Tetapi orang yang bijak tidak hanya memfokuskan ekspektasinya dalam satu hal belaka. Melainkan masih banyak hal-hal yang baik untuk diharapkan dan digapai di luar sana selama hidup di dunia ini. Defenisi – Ekpektasi seks tinggi adalah harapan terhadap hal-hal seksual yang berlebih-lebihan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri. Kebanyakan dari apa yang diekpektasikan hanya berupa imajinasi belaka dan tidak ditemukan di dunia nyata. Ujung-ujungnya semua hal tersebut membuat kekecewaan bertambah-tambah hingga mengusir rasa tenang dan bahagia di hati. Contoh ekpektasi seksual yang tinggi tetapi ujung-ujungnya musuh-musuhan dalam Alkitab. (II Samuel 13:10-17) Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: "Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu." Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya." Dalam bagian ini kita bisa paham betul, betapa besarnya ekspektasi seorang laki-laki terhadap perempuan berparas cantik. Harapan yang lebay untuk menyelesaikan fantasinya di ranjang diwujudkan dengan tipu muslihat super manis. Ternyata, gadis yang berparas cantik telah jatuh terjebak dalam sarang serigala yang pura-pura jadi domba yang lemah. Gadis tersebut sempat mengingatkan guna menyadarkan sipemilik libido berapi-api (berbicaralah dengan raja,….) tetapi hasrat penuh fantasi telah mencekik otaknya. Maka terwujudlah apa yang selama ini diimpikannya: sayang, ekspektasinya sangat jauh berbeda dari kenyataan yang dialami. Mungkin yang dirasakannya adalah “hubungan seksual pertama sekali memang kurang-kurang” (setidaknya pertama bagi gadis tersebut)! Alasan mengapa ekspektasi manusia terhadap hal-hal seksual terkesan lebay Minat kita seputar seks memang sangat tinggi. Ekspektasi yang terbayang dalam pikiran seolah-olah menunjukkan bahwa hal tersebut adalah puncak dari segala-galanya keindahan di muka bumi. Akan tetapi ketika melakoninya langsung barulah menyadari bahwa sesungguhnya kenyataan begitu kontras dengan apa yang kita khayalkan. Lewat tulisan ini, kami mau menyampaikan agar setiap orang belajar untuk menyibukkan diri dibidangnya masing-masing. Dengan demikian ada banyak aktivitas yang kita tekuni yang menjadi pundi-pundi kebahagiaan. Sebab kita memanfaatkan setiap aktivitas tersebut untuk memuliakan nama Tuhan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Berikut ini akan kami tuturkan beberapa faktor yang menyebabkan harapan seseorang terlalu lebay soal percintaan tertutup.  1.	Seks masih dirahasiakan karena tabu. Tidak perlu terlalu merahasiakan hal-hal seputar hubungan di ranjang tersebut. Semuanya bisa dibukakan hanya saja perhatikan juga umur sipenanya tersebut. Beritahukan apa yang pantas untuk diketahui seseorang dengan kata-kata yang sederhana namun bersifat umum. Jika memang anda merasa bahwa hal tersebut terlalu dini untuk seumurannya, katakan saja “lama kelamaan juga akan tahu, Tuhan yang akan menunjukkannya kalau waktunya telah tiba.  Sesuatu yang dirahasiakan menimbulkan rasa penasaran yang tinggi. Biasanya semakin dirahasiakan sesuatu akan semakin tinggi minat orang untuk mencari tahu tentang hal-hal tersebut. Oleh karena itu, hindari menganggap bahwa segala sesuatu tentang hubungan badan adalah tabu. Sebab hal-hal yang ditutup-tutupi inilah yang memancing tingginya ekspektasi akan kepuasan ketika hal tersebut mampu dibongkar sendiri. Sedang pelaksanaannya tidak sebaik itu. 2.	Tidak tahu masturbasi. Seseorang mengetahui bahwa ada sesuatu yang dilakukan suami-istri di dalam kamar yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Lantas karena keingin tahuann yang tinggi, dia pun berhasil menemukan, “apa itu?” Dia hanya bisa iri hati, yang didengarnya nikmat abiz….! Lantas hatinya pun menggebu untuk merasakan hal tersebut. Niat yang besar otomatis dibarengi oleh ekspektasi yang tinggi terhadap aktivitas senggama. Padahal yang namanya berhubungan badan tidak semudah mengimajinasikannya.  Seandainya saja orang tersebut telah mengatahui bahwa senggama ada miniaturnya, pastilah minat untuk melakukannya lebih rendah. Yang namanya hubungan badan tidak hanya bisa dirasakan nikmatnya oleh pasangan suami-istri. Melainkan para jomblo sekali pun dapat menikmati hal yang setara, lewat aktivitas seks pribadi, yaitu onani,  3.	Belum terbiasa dengan penampakan seksi (pornografi). Kami pun dahulu waktu masih anak sekolahan suka melihat yang mulus-mulus di televisi. Ada keinginan yang besar untuk mendekatinya, berduaan deengannya bahkan menidurinya pulak. Wkwkwkkkkkk….. Hasrat besar semacam ini secara otomatis membuat harapan (ekspektasi) tentang hal-hal yang berhubungan dengan orgasme sangat berapi-api hingga membakar diri sendiri melakukan onani berulang yang melelahkan.   Beruntunglah kami, bahwa kebiasaan tersebut telah berlalu tinggal kenangan belaka. Bahkan saat ini, seseksi apa pun seseorang, itu takkan bisa membangkitkan libido lebih awal. Sebab kami telah berupaya untuk membiasakan diri dengan pesona yang begitu menawan tersebut. Baca juga, tIPS terbiasa dengan hal-hal porno. 4.	Tidak sedang memiliki kesibukan. Kondisi sedang tidak ada kerjaan merupakan masa-masa yang rentan terhadap hal-hal negatif. Bahkan keadaan tersebut bisa saja mengarahkan seseorang cenderung lebih memikirkan tentang urusan selangkangan yang mulai menggila. Harapan seksual yang membesar seiring dengan tingginya waktu luang yang terbuang sia-sia, merupakan perpaduan cantik yang mendukung fenomena tersebut.  Ada baiknya bagi setiap orang yang masih kurang sibuk bekerja untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia melakukan hal-hal baik lainnya. Misalnya dengan mempelajari firman, bernyanyi memuliakan Tuhan, mempelajari hal-hal positif di sekitar dan melakukan hal-hal baik lainnya. 5.	Masih belum menikah. Setiap lelaki/ wanita yang masih singel sebenarnya memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan senggama. Mungkin dari luar kita bisa kelihatan adem dan tenang tetapi yang namanya keingintahuan yang besar selalu dialirkan dengan cara-cara tertentu. Mungkin ada yang menganggap bahwa orgasme adalah kenikmatan yang paling ditunggu-tunggu sepanjang masa. Secara otomatis, pandangan yang lebay walau terkesan puitis tersebut mendorong tingginya ekspektasi terhadap hubungan intim. 6.	Asumsi yang salah tentang hal-hal seksual. Contoh persepsi yang salah tentang bagian-bagian tubuh manusia adalah “orang dengan penis besar lebih memuaskan pasangannya atau istri dengan payudara besar lebih memuaskan suaminya.” Sadarilah baik-baik bahwa ukuran hanyalah fantasi yang ditekankan kepada indra penglihatan. Padahal tidak semua yang besar-besar sehat adanya. Biasanya organ yang berukuran ekstra lebih banyak membutuhkan energi sehingga sangat melelahkan untuk dibawa-bawa. Lagipula kejatuhannya akan lebih cepat seiring dengan berjalannya waktu.  Sialnya, asumsi yang salah ini terkadang diyakini oleh orang-orang muda atau dewasa yang belum luas wawasannya. Matanya seperti terbelalak, mata mereka seolah terbelalak ketika menyaksikan sesuatu yang besar lalu ingin memilikinya juga. Akan tetapi, setelah memodifikasi tubuhnya atau tubuh pasangannya, apa yang diharapkan menguap tek terwujud. Sedang kondisinya justru semakin terpuruk dan butuh biaya besar untuk menormalkan semuanya itu. Keadaan inilah yang disebut, “sudah jatuh tertimpa tangga pula.”  7.	Membiarkan pikiran mesum melayang-layang. Dari pengalaman kami sendiri, memkirkan hal-hal porno memang cukup menyenangkan. Bahkan mungkin ada yang sampai terkekeh-kekeh, bak orang gila senyam senyum sendiri saking asyiknya mengimajinasikan sisi seksualitas. Pada kondisi pikiran yang sangat labil inilah ekspektasi seputar hal-hal mesum melambung tinggi. Kita begitu menginginkannya, merasa hidup ini ada untuk mewujudkannya. Padahal semuanya itu hanyalah fantasi sesaat saja. Jika anda bisa mencicipi betapa pahitnya hidup di dunia ini, barulah kita sadar bahwa seksualitas hanyalah angan-angan ABG tua yang tidak mau “move on” dari kebiasaan buruknya. 8.	Sering baca cerita seks. Tahukah anda bahwa “kata-kata lebih beracun daripada video, gambar bergerak?” Ada suatu esensi yang khas dalam sebuah cerita yang bernuansa vulgar. Setiap kata-kata yang tertulis seolah merasuk ke dalam daging dan tulang. Esensi kekuatan kata-kata bagaikan bumbu yang menggaringkan otak penikmat sampai terkungkung di dalamnya selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan lamanya. Situasi pikiran yang sudah duluan mesum beresiko memperlebar ekspektasi sehingga terkesan hiperseksual.  9.	Terlalu fokus pada hal seksual untuk mencari kebahagiaan padahal ada begitu banyak hal yang bisa membahagikan hati. Satu kesenangan saja tidak cukup untuk menemani jalan hidup kita yang panjang di dunia ini. Sadarilah bahwa di tempat-tempat lain pun kita akan memperoleh ketenangan yang membahagiakan hati. Misalnya saja saat kita mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dibawa dari sekolah: itu juga sudah memberi kelegaan saat dapat diselesaikan. Bisa membersihkan kamar atau rumah dengan baik: ini juga cukup memuaskan. Juga kemampuan untuk bekerja sesuai keahlian atau bakat yang dimiliki.  Hanya fokus kepada hal-hal seksual seolah-olah membuatnya sebagai segalanya. Keadaan ini membuat ekpektasi seseorang sangat tinggi untuk mengejar dan memperjuangkan hal-hal tersebut. Padahal sekali pun hal-hal tersebut menyenangkan, terlalu sering dilakukan juga dapat menjemukan. 10.	Menikmatinya dengan cara yang jahat. Ekpektasi yang tinggi terhadap hasrat cinta-cintaan tanpa batas dan jarak mendorong seseorang seseorang untuk menempuhnya di luar batas-batas kewajaran. Dia ingin mewujudkan harapannya yang besar tetapi karena dihambat oleh berbagai aturan & norma. Dengan lantang melewati semua batas-batas tersebut hingga membuatnya hampir kehilangan segalanya.  Ada yang mau menikmati indahnya hubungan badan lalu datang kepada wanita malam penjaja layanan seks berbayar. Ini salah satu cara yang salah untuk menikmati hal-hal duniawi. Ada juga orang yang melakukan kemesuman dengan menjebak lawan jenis di tempat-tempat terpencil demi kenikmatan sesaat. Sadarilah bahwe hubungan badan yang diusahakan dengan cara-cara yang salah, lebih banyak menjauhkan kita dari kesenangan itu sendiri. Sebab “tidak ada hal-hal duniawi yang bisa dinikmati tanpa ketenangan hati.”  Sedang ketenangan hati itu sendiri, erat kaitannya dengan kebenaran hakiki Perlu kita akui bersama bahwa seks memang nikmat! Akan tetapi, “mustahil ada kenikmatan duniawi tanpa ketenangan di dalam hati.” Esensi ketenangan hati sangatlah luas, mencakup hal-hal yang benar. Selama kita berada di jalur kasih yang utuh kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama maka di sanalah ada ketenangan hati. Seindah apa pun hubungan intim (suami-istri) atau seks pribadi (jomblo) tidak akan cukup memenuhi hati. Janganlah menutup kemungkinan untuk membuka jalur lain yang turut menyenangkan untuk ditekuni. Misalnya saja, aktivitas fokus kepada Tuhan, belajar sesuai minat dan bekerja sesuai keahlian/ bakat yang dimiliki. Serta berbagi kebaikan kepada sesama di sela-sela semuanya itu. Apa pun kegiatan anda, selalu pastikan bahwa semuanya itu dilakukan sepenuh hati dan semangat untuk terus melanjutkan hidup. Salam, Ekspektasi yang tinggi, Resiko kecewa pun tinggi, Biasa sajalah dalam meengarungi hari!

Manusia tidak bisa dipisahkan dari aktivitas seksual. Mungkin saja ada yang melakukannya tiap hari, ada juga yang sekali tiga hari, sekali seminggu dan mungkin saja ada yang hanya sekali sebulan bahkan lebih lama lagi. Biasanya, semakin intens menggelutinya berarti suatu pertanda tingginya minat kita terhadap hal-hal tersebut. Akan tetapi, semakin jarang dilakukan berarti kehidupan kita telah sangat menjauh dari hal-hal tersebut. Biasanya yang lama-lama tidak melakukan ini bukan tidak minat tetapi ada kesibukan lain yang lebih membahagiakan selain itu. Misalnya saja fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja: bila hal-hal ini pun ditekuni dengan tulus dan penuh kesyukuran maka kebahagiaan akan selalu menjadi milik kita.

Seorang pemuda berpikiran untuk melakukan hubungan badan dengan teman dekatnya. Keinginannya begitu menggebu-gebu untuk mewujudkan hasrat tersebut. Sedang respon sahabatnya pun berasa garing, kata orang mau juga dia…. Lantas mereka janjian di suatu tempat yang jauh dari lokasi pemukiman warga. Sebuah motel yang sedang-sedang tapi cukup tertutup telah mereka pilih sebagai lokasi memuaskan nafsu yang menggunung seolah mau meletus memakan korban. Setelah beberapa menit melakukannya, malah masing-masing rada-rada sebel. Bahkan saking kesalnya mereka satu-sama lain tidak saling menyapa saat meninggalkan motel X yang menjadi saksi bisu.

Cerita di atas hanyalah ilustrasi yang menunjukkan bahwa hubungan seks tidak semudah yang mungkin kita bayangkan selama ini. Saat melihat film porno buatan Amerika, kita langsung terkesima dan terangsang dari ujung kaki sampai ujung kepala. Lantas hati begitu menggebu-gebu untuk melakukan hal yang sama kepada seseorang yang ada di sekitar. Padahal, kita tidak menyadari kenyataan bahwa sesungguhnya semuanya itu tidak semudah yang terlihat. Apakah anda tahu bahwa para pemerannya harus latihan melakukan hal tersebut berulang kali sampai tak terhitung jari? Dan tahukah anda bahwa segala penampilan yang terlihat indah adalah hasil olah teknologi CGI? Juga tahukah anda bahwa semuanya itu, hanyalah sandiwara belaka?

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan ekspektasi? Kata tersebut sama artinya dengan cita-cita atau harapan di masa depan. Jadi, mau tidak mau perlu ada modal dasar untuk membuat seseorang beroleh hal tersebut yang disebut dengan keinginan. Jadi, bisa dikatakan bahwa harapan orgasme yang besar semakin membara seiring dengan adanya berahi yang kuat. Bila hidup ini hanya diartikan sebatas hubungan intim maka cenderung menggerus moralitas kita. Tetapi orang yang bijak tidak hanya memfokuskan ekspektasinya dalam satu hal belaka. Melainkan masih banyak hal-hal yang baik untuk diharapkan dan digapai di luar sana selama hidup di dunia ini.

Defenisi

Ekpektasi seks tinggi adalah harapan terhadap hal-hal seksual yang berlebih-lebihan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri. Kebanyakan dari apa yang diekpektasikan hanya berupa fantasi fana penuh tipuan belaka dan tidak ditemukan di dunia nyata. Ujung-ujungnya semua hal tersebut menimbulkan kekecewaan bertambah-tambah hingga mengusir rasa tenang dan bahagia di hati.

Contoh ekpektasi seksual yang tinggi tetapi ujung-ujungnya musuh-musuhan dalam Alkitab.

Sumber: Alkitab

(II Samuel 13:10-17) Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: “Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu.” Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.” Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: “Bangunlah, enyahlah!” Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: “Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: “Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya.”

Dalam bagian ini kita bisa pahami betul, betapa besarnya ekspektasi seorang laki-laki terhadap perempuan berparas cantik. Harapan yang lebay untuk menyelesaikan fantasinya di ranjang diwujudkan dengan tipu muslihat super manis. Ternyata, gadis yang berparas cantik telah jatuh terjebak dalam sarang serigala yang pura-pura jadi domba yang lemah. Gadis tersebut sempat mengingatkan guna menyadarkan sipemilik libido berapi-api (berbicaralah dengan raja,….) tetapi hasrat penuh fantasi telah mencekik otaknya. Maka terwujudlah apa yang selama ini diimpikannya: sayang, ekspektasinya sangat jauh berbeda dari kenyataan yang dialami. Mungkin yang dirasakannya adalah “hubungan seksual pertama sekali memang kurang-kurang” (setidaknya pertama bagi gadis tersebut)!

Alasan mengapa ekspektasi manusia terhadap hal-hal seksual terkesan lebay

Minat kita seputar seks memang sangat tinggi. Ekspektasi yang terbayang dalam pikiran seolah-olah menunjukkan bahwa hal tersebut adalah puncak dari segala-galanya keindahan di muka bumi. Akan tetapi ketika melakoninya langsung barulah menyadari bahwa sesungguhnya kenyataan begitu kontras dengan apa yang kita khayalkan. Lewat tulisan ini, kami mau menyampaikan agar setiap orang belajar untuk menyibukkan diri dibidangnya masing-masing. Dengan demikian ada banyak aktivitas yang kita tekuni yang menjadi pundi-pundi kebahagiaan. Sebab kita memanfaatkan setiap aktivitas tersebut untuk memuliakan nama Tuhan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Berikut ini akan kami tuturkan beberapa faktor yang menyebabkan harapan seseorang terlalu lebay soal percintaan tertutup.

  1. Seks masih dirahasiakan karena tabu.

    Tidak perlu terlalu merahasiakan hal-hal seputar hubungan di ranjang tersebut. Semuanya bisa dibukakan hanya saja perhatikan juga umur sipenanya tersebut. Beritahukan apa yang pantas untuk diketahui seseorang dengan kata-kata yang sederhana namun bersifat umum. Jika memang anda merasa bahwa hal tersebut terlalu dini untuk seumurannya, katakan saja “lama kelamaan juga akan tahu, Tuhan yang akan menunjukkannya kalau waktunya telah tiba.

    Sesuatu yang dirahasiakan menimbulkan rasa penasaran yang tinggi. Biasanya semakin dirahasiakan sesuatu akan semakin tinggi minat orang untuk mencari tahu tentang hal-hal tersebut. Oleh karena itu, hindari menganggap bahwa segala sesuatu tentang hubungan badan adalah tabu. Sebab hal-hal yang ditutup-tutupi inilah yang memancing tingginya ekspektasi akan kepuasan ketika hal tersebut mampu dibongkar sendiri. Sedang pelaksanaannya tidak sebaik itu.

  2. Tidak tahu masturbasi.

    Seseorang mengetahui bahwa ada sesuatu yang dilakukan suami-istri di dalam kamar yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Lantas karena keingin tahuann yang tinggi, dia pun berhasil menemukan, “apa itu?” Dia hanya bisa iri hati, yang didengarnya nikmat abiz….! Lantas hatinya pun menggebu untuk merasakan hal tersebut. Niat yang besar otomatis dibarengi oleh ekspektasi yang tinggi terhadap aktivitas senggama. Padahal yang namanya berhubungan badan tidak semudah mengimajinasikannya.

    Seandainya saja orang tersebut telah mengatahui bahwa senggama ada miniaturnya, pastilah minat untuk melakukannya lebih rendah. Yang namanya hubungan badan tidak hanya bisa dirasakan nikmatnya oleh pasangan suami-istri. Melainkan para jomblo sekali pun dapat menikmati hal yang setara, lewat aktivitas seks pribadi, yaitu onani,

  3. Belum terbiasa dengan penampakan seksi (pornografi).

    Kami pun dahulu waktu masih anak sekolahan suka melihat yang mulus-mulus di televisi. Ada keinginan yang besar untuk mendekatinya, berduaan deengannya bahkan menidurinya pulak. Wkwkwkkkkkk….. Hasrat besar semacam ini secara otomatis membuat harapan (ekspektasi) tentang hal-hal yang berhubungan dengan orgasme sangat berapi-api hingga membakar diri sendiri melakukan onani berulang yang melelahkan.

    Beruntunglah kami, bahwa kebiasaan tersebut telah berlalu tinggal kenangan belaka. Bahkan saat ini, seseksi apa pun seseorang, itu takkan bisa membangkitkan libido lebih awal. Sebab kami telah berupaya untuk membiasakan diri dengan pesona yang begitu menawan tersebut. Baca juga, TIPS terbiasa dengan hal-hal porno.

  4. Tidak sedang memiliki kesibukan.

    Kondisi sedang tidak ada kerjaan merupakan masa-masa yang rentan terhadap hal-hal negatif. Bahkan keadaan tersebut bisa saja mengarahkan seseorang cenderung lebih memikirkan tentang urusan selangkangan yang mulai menggila. Harapan seksual yang membesar seiring dengan tingginya waktu luang yang terbuang sia-sia, merupakan perpaduan cantik yang mendukung fenomena tersebut.

    Ada baiknya bagi setiap orang yang masih kurang sibuk bekerja untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia melakukan hal-hal baik lainnya. Misalnya dengan mempelajari firman, bernyanyi memuliakan Tuhan, mempelajari hal-hal positif di sekitar dan melakukan hal-hal baik lainnya.

  5. Masih belum menikah.

    Setiap lelaki/ wanita yang masih singel sebenarnya memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan senggama. Mungkin dari luar kita bisa kelihatan adem dan tenang tetapi yang namanya keingintahuan yang besar selalu dialirkan dengan cara-cara tertentu. Mungkin ada yang menganggap bahwa orgasme adalah kenikmatan yang paling ditunggu-tunggu sepanjang masa. Secara otomatis, pandangan yang lebay walau terkesan puitis tersebut mendorong tingginya ekspektasi terhadap hubungan intim.

  6. Asumsi yang salah tentang hal-hal seksual.

    Contoh persepsi yang salah tentang bagian-bagian tubuh manusia adalah “orang dengan penis besar lebih memuaskan pasangannya atau istri dengan payudara besar lebih memuaskan suaminya.” Sadarilah baik-baik bahwa ukuran hanyalah fantasi yang ditekankan kepada indra penglihatan. Padahal tidak semua yang besar-besar sehat adanya. Biasanya organ yang berukuran ekstra lebih banyak membutuhkan energi sehingga sangat melelahkan untuk dibawa-bawa. Lagipula kejatuhannya akan lebih cepat seiring dengan berjalannya waktu.

    Sialnya, asumsi yang salah ini terkadang diyakini oleh orang-orang muda atau dewasa yang belum luas wawasannya. Mata mereka seolah terbelalak ketika menyaksikan sesuatu yang besar lalu ingin memilikinya juga. Akan tetapi, setelah memodifikasi tubuhnya atau tubuh pasangannya, apa yang diharapkan menguap tek terwujud. Sedang kondisinya justru semakin terpuruk dan butuh biaya besar untuk menormalkan semuanya itu. Keadaan inilah yang disebut, “sudah jatuh tertimpa tangga pula.”

  7. Membiarkan pikiran mesum melayang-layang.

    Dari pengalaman kami sendiri, memkirkan hal-hal porno memang cukup menyenangkan. Bahkan mungkin ada yang sampai terkekeh-kekeh, bak orang gila senyam senyum sendiri saking asyiknya mengimajinasikan sisi seksualitas. Pada kondisi pikiran yang sangat labil inilah ekspektasi seputar hal-hal mesum melambung tinggi. Kita begitu menginginkannya, merasa hidup ini ada untuk mewujudkannya. Padahal semuanya itu hanyalah fantasi sesaat saja. Jika anda bisa mencicipi betapa pahitnya hidup di dunia ini, barulah kita sadar bahwa seksualitas hanyalah angan-angan ABG tua yang tidak mau “move on” dari kebiasaan buruknya.

  8. Sering baca cerita seks.

    Tahukah anda bahwa “kata-kata lebih beracun daripada video, gambar bergerak?” Ada suatu esensi yang khas dalam sebuah cerita yang bernuansa vulgar. Setiap kata-kata yang tertulis seolah merasuk ke dalam daging dan tulang. Esensi kekuatan kata-kata bagaikan bumbu yang menggaringkan otak penikmat sampai terkungkung di dalamnya selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan lamanya. Situasi pikiran yang sudah duluan mesum beresiko memperlebar ekspektasi sehingga terkesan hiperseksual.

  9. Terlalu fokus pada hal seksual untuk mencari kebahagiaan padahal ada begitu banyak hal yang bisa membahagikan hati.

    Satu kesenangan saja tidak cukup untuk menemani jalan hidup kita yang panjang di dunia ini. Sadarilah bahwa di tempat-tempat lain pun kita akan memperoleh ketenangan yang membahagiakan hati. Misalnya saja saat kita mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dibawa dari sekolah: itu juga sudah memberi kelegaan saat dapat diselesaikan. Bisa membersihkan kamar atau rumah dengan baik: ini juga cukup memuaskan. Juga kemampuan untuk bekerja sesuai keahlian atau bakat yang dimiliki.

    Hanya fokus kepada hal-hal seksual seolah-olah membuatnya sebagai segalanya. Keadaan ini membuat ekpektasi seseorang sangat tinggi untuk mengejar dan memperjuangkan hal-hal tersebut. Padahal sekali pun hal-hal tersebut menyenangkan, terlalu sering dilakukan juga dapat menjemukan.

  10. Menikmatinya dengan cara yang jahat.

    Ekpektasi yang tinggi terhadap hasrat cinta-cintaan tanpa batas dan jarak mendorong seseorang seseorang untuk menempuhnya di luar batas-batas kewajaran. Dia ingin mewujudkan harapannya yang besar tetapi karena dihambat oleh berbagai aturan & norma. Dengan lantang melewati semua batas-batas tersebut hingga membuatnya hampir kehilangan segalanya.

    Ada yang mau menikmati indahnya hubungan badan lalu datang kepada wanita malam penjaja layanan seks berbayar. Ini salah satu cara yang salah untuk menikmati hal-hal duniawi. Ada juga orang yang melakukan kemesuman dengan menjebak lawan jenis di tempat-tempat terpencil demi kenikmatan sesaat. Sadarilah bahwe hubungan badan yang diusahakan dengan cara-cara yang salah, lebih banyak menjauhkan kita dari kesenangan itu sendiri. Sebab “tidak ada hal-hal duniawi yang bisa dinikmati tanpa ketenangan hati.” Sedang ketenangan hati itu sendiri, erat kaitannya dengan kebenaran hakiki

Kesimpulan

Perlu kita akui bersama bahwa seks memang nikmat! Akan tetapi, “mustahil ada kenikmatan duniawi tanpa ketenangan di dalam hati.” Esensi ketenangan hati sangatlah luas, mencakup hal-hal yang benar. Selama kita berada di jalur kasih yang utuh kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama maka di sanalah ada ketenangan hati. Seindah apa pun hubungan intim (suami-istri) atau seks pribadi (jomblo) tidak akan cukup memenuhi hati. Janganlah menutup kemungkinan untuk membuka jalur lain yang turut menyenangkan untuk ditekuni. Misalnya saja, aktivitas fokus kepada Tuhan, belajar sesuai minat dan bekerja sesuai keahlian/ bakat yang dimiliki. Serta berbagi kebaikan kepada sesama di sela-sela semuanya itu. Apa pun kegiatan anda, selalu pastikan bahwa semuanya itu dilakukan sepenuh hati dan semangat untuk terus melanjutkan hidup.

Salam, Ekspektasi yang tinggi,
Resiko kecewa pun tinggi,
Biasa sajalah dalam meengarungi hari
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.