7 Cara Makan Roti Tanpa Mengonsumsi Nasi Lagi – Makan Kue Atau Roti Berarti Tidak Mengonsumsi Nasi

cara makan roti tanpa mengonsumsi nasi lagi - makan kue atau roti berarti tidak mengonsumsi nasi

Halo semuanya…. Apa kabar diri kalian di awal tahun baru ini? Adakah semuanya bersenang-senang karena banyaknya minuman dan makanan ringan di rumah? Atau mungkinkah kalian sama seperti teman kami, yang bersukacita karena Tuhan telah menolong dan memberi kesehatan bagi keluarganya: gratis dan full version. Lantas, bagaimana dengan anda saat ini? Adakah sesuatu yang spesial dirasakan? Ingat-ingatlah selalu bahwa kekuatan sukacita yang sejati hanya akan bertahan lama karena kita memperjuangkan semuanya di atas jalur kebenaran. Sekali pun ada hal-hal yang menyenangkan di jalan-jalan yang menyimpang, sadarilah bahwa resikonya adalah penyesalan seumur hidup dan sanksi hukum sebagai tuaiannya.

Selalu ada kemiripan terhadap segenap aktivitas yang kita lakukan

Apa yang kita alami saat ini, mungkin berbeda satu sama lain. Hanya saja, hal-hal tersebut memiliki pola yang seirama. Mungkin berbeda dalam hal penyebutan dan pengerjaannya tetapi pada dasarnya memiliki alur yang sepola. Bisa saja, pekerjaan kita berbeda dari pekerjaan dengan sesama tetapi ada nilai-nilai tertentu yang seiras dengan profesi mereka. Masalah yang dihadapi juga dituturkan dengan cara yang berbeda tetapi irama proses dan penyelesaiannya adalah mirip-mirip dengan persoalan jenis lain. Demikian juga halnya dalam hal konsumsi, ada berbagai macam makanan dan minuman yang dimasukkan ke dalam mulut. Akan tetapi proses mengunyah, proses menelan dan proses mencernanya juga kekenyangan yang dirasakan hampir sama dengan yang dirasakan orang lain di sekitar kita. Oleh karena itu, bersyukurlah terhadap panganan apa pun yang dinikmati, entah itu murah atau mahal, entah itu enak atau hambar.

Budaya musiman menciptakan variasi rasa dalam hidup ini

Ada banyak waktu yang menimbulkan perbedaan rasa dibidang konsumsi sehari-hari. Suatu perbedaan yang timbul berdasarkan pada pola kebiasaan masyarakat. Atau lebih tepatnya disebut sebagai sebuah wujud dari perbedaan kebudayaan berdasarkan hubungannya terhadap waktu. Itulah tahun baru, suatu pola kebiasaan di dalam masyarakat yang khas dengan kue basah, roti kering (kue kering) dan aneka sirup yang menawan hati setiap penggemarnya. Di semua rumah ada makanan dan minuman ringan khas tahun baru. Serta tingkat kunjungan ke rumah kerabat terus meningkat dari hari ke hari sebelum semuanya menurun lalu hilang tergantikan oleh kebiasaan lainnya pada bulan berikutnya.

Lebih sukar memilih sesuatu yang berikatan kuat dengan suasana di sekitar (sikon) dan hobi sendiri

Banyaknya kue di rumah, entah itu yang dibuat sendiri, dibeli sendiri atau dari pemberian kerabat dekat membuat menu makanan padat merapat. Kita terkadang bingung, apakah hendak makan dalam porsi biasa dengan memakan sejumlah kue atau memakan sejumlah roti sambil mengurangi porsi makan? Sebab saat kita mengonsumsi kapas halus/ keras manis ditambah porsi makan seperti biasanya namun siap-siap menghadapi gejala asam urat tinggi, peningkatan kolesterol dan tingginya kadar gula darah? Atau anda lebih memilih untuk meemakan kapas halus/ keras manis sambil mengurangi porsi makan namun siap-siap lapar lagi dan lebih banyak rasa perih dilambung? Dan bisa juga, tidak mengonsumsi kapas halus/ keras manis tersebut namun siap-siap hambar dan basi seiring waktu berlalu? Sungguh suatu pilihan ironis yang selalu berefek ganda.

Kiat mengonsumsi roti dan kue tapi tidak makan nasi lagi

Tahukah anda bahwa di luar negeri orang-orang lebih suka mengonsumsi roti ketimbang nasi? Jadi, apa masalahnya sekarang, mengapa kita tidak bisa hanya mengonsumsi kapas halus (kue) atau keras (roti) manis itu saja? Apakah ini terjadi karena kita sudah terbiasa mengonsumsi nasi? Mungkin ada benarnya juga bahwa nasi telah membudaya dalam perut orang Indonesia ketimbang tepung. Akan tetapi, itu alasan yang terkesan serampangan sebab utamanya hal tersebut terjadi karena tingginya asam lambung saat mengonsumsi bahan-bahan dari tepung dengan tambahan rasa bergaram tinggi.

Berikut akan kami jelaskan caranya agar saat kita mengonsumsi kapas manis tersebut, tidak perlu lagi mengonsumsi makanan seperti biasa (nasi).

  1. Bulir putih manis tidak secara ajaib melunakkan asam lambung.

    Nasi itu netral, tidak perlu banyak asam lambung diekskresikan untuk mencernanya. Di sisi lain, mengandung serat yang bermanfaat menyerap getah lambung, kalau-kalau itu berlebih. Kadar asam lambung lebih sedikit digunakan saat mencernanya, kalau pun itu berlebih, pastilah akan diserap olehnya. Itulah sebabnya, mengapa bahan pangan ini sangat lama bertahan di dalam lambung.

    Makanan lain kebanyakan tidak netral karena penambahan berbagai bumbu. Sedangkan kapas manis halus/ keras memilki banyak penyedap rasa, pewarna dan garam yang telah dipadukan di dalamnya. Karna itulah lambung akan mengsekresikan lebih banyak getah untuk mencernanya. Butuh cairan lebih banyak untuk mencerna makanan yang terdiri dari berbagai jenis bahan olahan.

  2. Manusia mengartikan perih di lambung sebagai panggilan lapar.

    Sayang, kebanyakan orang mengartikan banjirnya getah lambung sebagai panggilan untuk makan dan makan. Memang pas banget saat kita makan nasi maka rasa perih di lambung akan lenyap. Inilah salah satu manfaat hebat nasi, yaitu mampu menyerap lebih banyak asam. Termasuk asam lambung.

  3. Memasukkan lebih banyak makanan ke mulut jelas kurang afdol.

    Parah juga keadaan tubuh kita saat makan roti-kue ditambah pula dengan memakan bulir-bulir putih lembut itu. Penyakit metabolisme dan kegemukan telah menunggu kita di masa depan. Biasanya penyakit metabolisme yang santer dalam kasus ini adalah kolesterol naik, asam urat tinggi dan gula darah meningkat. Bila keadaan ini dibiarkan terus-menerus maka organ-organ vital dalam tubuh akan mengalami kemunduran fungsi.

  4. Hindari sekaligus banyak mengonsumsi roti/ kue melainkan lebih sering.

    Jika kita hendak menjadikan makanan dari tepung ini sebagai sumber energi utama maka konsumsinya tidak dilakukan sekaligus banyak (seperti saat memakan nasi). Ambillah secukupnya (beberapa) saja namun dimakan lebih sering, misalnya tiap dua – tiga jam.

    Biasanya, tubuh yang kekurangan kalori (diperoleh dari makanan kaya karbohidrat) akan mengalami kebiasaan ngantuk yang tidak lazim. Di pagi hari mungkin saja pada pukul sepuluh sudah menguap sembarangan. Pada saat seperti ini, saat yang tepat untuk mengonsumsi beberapa roti/ kue yang ada di rumah. Dari pada dibiarkan terbuang sia-sia masuk tong sampah saking banyaknya di tahun baru, lebih baik manfaatkan untuk memperoleh kalori cepat. Harap ingat lagi agar mengonsumsinya secara logis, jangan sampai berlebihan.

  5. Cara jitu menetralkan rasa perih di lambung sesaat setelah mengonsumsi kue atau roti.

    Jawab rasa lapar yang muncul setelah memakan olahan tepung dengan mengonsumsi air putih. Sebab meningkatnya getah yang menimbulkan rasa perih di lambung dapat segera dinetralkan oleh air putih tawar.

    Mengatasi getah lambung dengan meningkatkan jumlah atau jenis bahan yang dimakan akan mendatangkan pengaruh buruk jika dilakukan terus-menerus. Tetapi, netralkanlah dengan efek samping yang lebih minimal.

  6. Minumlah sedikit demi sedikit tetapi lebih tekun sehingga air yang dikonsumsi banyak.

    Harap di cek-cek kembali, bagaimana caranya mengonsumsi air putih yang baik dan benar. Tidak perlu dilakukan sekaligus melainkan sedikit demi sedikit, dua tiga teguk namun dilakukan lebih sering/ lebih tekun. Standar kebutuhan air minimal untuk orang dewasa adalah minimal 2 liter atau 10 gelas (@200 mL) per hari.

    Ingat-ingatlah rumusnya: “semakin banyak mengonsumsi makanan maka semakin banyak air yang diminum.” Sebab pada dasarnya perbandingan antara minuman dan makanan adalah 7:3.

  7. Minuman isotonik memungkinkan berkurangnya konsumsi air.

    Boleh juga diimbangi dengan mengonsumsi air garam manis isotonik. Garam membantu menetralkan asam lambung sehingga kemampuannya berimbang dengan air putih. Saat mengonsumsi minuman isotonik maka konsumsi air boleh dua liter saja atau turun (tidak perlu lebih dari itu). Keadaan ini dimungkinkan karena NaCl isotonik meningkatkan efektifitas dalam menetralkan getah lambung.

Kesimpulan

Nasi kaya serat yang dapat menyerap asam lambung sehingga tidak terjadi peningkatan getah; yang artinya kita bisa tidak makan beberapa jam ke depan. Akan tetapi, memadukan konsumsi antara roti-kue ditambah bulir-bulir putih lembut tersebut hanya akan meningkatkan resiko mengalami penyakit metabolisme termasuk obesitas. Oleh karena itu, atasilah getah lambung yang meningkat saat mengonsumsi kapas manis halus/ keras dengan mengonsumsi lebih banyak air putih. Ingat lagi…. Jangan sekaligus satu gelas melainkan minumlah sedikit-sedikit tetapi lebih sering dilakukan. Kalau sudah makan, mengapa makan lagi? Roti saja sudah cukup! Baik makan nasi maupun makan kue, sama-sama kenyang; asalkan anda faham cara mengelolanya.

Salam, Makan kok diulang-ulang,
Kita mengartikan perih lambung
sebagai rasa lapar yang mengguncang.
Sesungguhnya kita kekurangan air dari gunung
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.