Berhenti Masturbasi, Laki-Laki Perlu Sabar, Bekerja Keras, Tekun & Kreatif

Berhenti Masturbasi, Laki-Laki Perlu Sabar, Bekerja Keras, Tekun & Kreatif

Tuhan yang kita sembah jelas luar biasa. Di sinilah terbukti bahwa di alam semesta tidak ada yang namanya kebetulan (teori ateis) sebab segala sesuatu sangatlah detail dan sangat terperinci dari awal sampai akhir. Sama halnya dengan fungsi-fungsi yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap-tiap manusia. Dari awal diciptakan manusia tidak hanya seorang diri saja tetapi sepasang, yang satu disebut laki-laki dan yang lain disebut perempuan. Kedua makhluk tersebut pada umumnya sama, hanya hal-hal tertentu yang spesifik saja yang berbeda. Merekalah perkumpulan sederhana pertama yang dibentuk, dipersatukan dan ditetapkan oleh Sang Pencipta. Keluarga adalah organisasi terkecil di dalam suatu masyarakat.

Masing-masing anggota keluarga memiliki posisi yang setara dimana tidak ada yang berkuasa terhadap satu sama lain. Kekuatan yang dimiliki oleh tiap-tiap anggota berbeda sehingga di dalam persamaan tersebut tetap terdapat perbedaan fungsi. Ayah dikatakan sebagai kepala keluarga tapi bukan berarti bahwa semua kehendaknya harus dituruti. Melainkan berusaha menjadi pemimpin yang demokratis, mampu menerima pendapat yang lainnya (utamanya sang istri) lalu mengkolaborasikan semuanya. Ini semata-mata dilakukan untuk membuat keputusan yang adil dan benar sehingga setidak-tidaknya, tidak ada yang dirugikan lewat pilihan yang ditempuh.

Terkhusus dalam hal-hal yang berbau seksual, masing-masing makhluk berjenis kelamin berbeda tersebut memiliki potensi dan kebiasaan yang berbeda pula. Yang satu ditakdirkan untuk melakukannya banyak-banyak tetapi yang lain malah teramat sangat dibatasi. Pada tulisan kali ini, kita tidak membahas betapa nikmatnya momen tersebut dirasakan oleh kaum hawa yang adalah ratu & raja dalam hal-hal yang berbau seksual. Akan tetapi yang kami bahas pada tulisan kali ini adalah bagaimana caranya agar seorang laki-laki mampu melupakan aktivitas masturbasi lalu mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal positif lainnya.

Cara terbaik menghilangkan candu bermasturbasi

Kecewakan diri sendiri! Terpaku pada aktivitas onani, tidak hanya membuat fisik lemah tetapi otak juga lemot. Terlebih bagi mereka (pria) yang telah kecanduan sehingga mengulang-ulangi hal tersebut dalam satu hari penuh. Ini jelas memaksakan diri sendiri, dari yang bawaannya gerobak sorong malah dipaksakan menjadi motor matik yang bisa digunakan terus-menerus. Jelaslah bahwa onderdilnya tidak bersesuaian, walau kelihatannya berhasil namun tinggal menunggu waktu saja sampai turun mesin/ jim. Kemandulan adalah resiko terberat karena produksi semen yang dipaksakan. Oleh karena itu, sebaiknya tiap-tiap cowok perlu belajar menghilangkan kebiasaan onani secara berulang dengan mengecewakan diri sendiri. Saat hendak ejakulasi, lakukanlah tabrakan kegel sehingga dapat menikmati pinggiran klimaksnya tetapi penis tidak sampai muntah-muntah. Kalau dirasa sudah mau-mau muntah, langsung hentikan aktivitas tersebut, sarungkan barang ke dalam celana dan sempak lalu lanjutkan kegiatan positif (fokus Tuhan, belajar, bekerja). Simak juga, Cara menghilangkan kebiasaan coli.

Cara terbaik menghilangkan kecanduan masturbasi dengan menyakiti diri sendiri atas dasar kekecewaan yang mendalam. Lakukan aktivitas tersebut seperti biasa, saat dirasa hendak ejakulasi, lakukan tabrakan kegel (mengejan). Dengan demikian anda menyentuh pinggiran klimaksnya selama beberapa waktu (itu saja sudah cukup nikmat kok….). Akan tetapi, jangan sampai muntah. Jika rasa-rasanya udah mau muntah langsung alihkan konsentrasi dengan menggeluti aktivitas positif lainnya. CAMKANLAH, KEBIASAAN MENAHAN KLIMAKS BAHKAN TIDAK KLIMAKS JUGA SANGAT DIBUTUHKAN SAAT ANDA MENJADI SEORANG SUAMI KELAK.

Pria perlu melangkah dan berjuang lebih jauh menekuni aktivitasnya untuk bermanfaat bagi Tuhan, sesama manusia dan diri sendiri

Bukan dalam arti, ketika kami mengatakan, “para pria hendaknya mengalihkan konsentrasi kepada hal-hal positif lainnya” berarti onani tersebut kurang baik. Melainkan tujuan kami mengatakan hal tersebut adalah untuk mengajak yang masih jomblo (kami pun masih singel kok….) agar tidak hanya memandang onani sebagai satu-satunya sumber kesenangan. Melainkan mulailah membuka diri, melangkah lebih jauh ke luar rumah untuk mencari aktivitas yang lain semata-mata membuat diri lebih berguna bagi sesama atau setidak-tidaknya bermanfaat bagi Tuhannya dan diri sendiri. Jadi, jangan terlalu fokus kepada hal-hal seksual sebab eksploitasi maksimalnya adalah hak kaum hawa. Sedang seorang pria kebahagiaannya berasal dari apa yang dikerjakan dan diusahakannya di dunia luar selain dari dalam dirinya sendiri.

Keluarlah dari rumah, keluar dari zona nyaman untuk mengambil tantangan hidup sebagai latihan ”menjadi pribadi yang lebih baik

Ketika kami berkata bahwa para pria harus bergerak ke luar rumah untuk menemukan keberhasilan dan kesenangannya sendiri, bukan berarti bahwa tidak boleh tinggal tetap di rumah. Dimana pun anda berada, baik itu di rumah, di sekolah, di tempat kerja, yang terpenting adalah sibukkan diri dengan aktivitas positif. Maksud dari “mencari kesuksesan ke luar” adalah pola yang merujuk pada keluarnya seseorang dari zona nyaman menuju ke wilayah yang lebih menantang dimana keahlian dan bakatnya sangat dibutuhkan. Pola “keluar dari zona nyaman” inilah yang perlu diambil sehingga dimana pun berada, para lelaki benar-benar dilatih dan dididik oleh berbagai masalah yang ada di sekitar.

Perlu menambah pengetahuan dan meluaskan wawasan tentang “memanfaatkan bakat sebagai sumber nafkah”

Kemampuan laki-laki yang lemah dalam hal-hal yang berbau seksual telah diimbangi dengan kemampuan otot, tulang dan otak yang lebih baik. Kita perlu menemukan kebahagiaan sendiri dengan membuat diri tetap sibuk lewat berbagai kegiatan yang dijalankan. Tentu saja hal-hal yang dilakukan perlu juga disesuaikan dengan hobi/ kegemaran, bakat dan keahlian yang dimiliki. Bagi yang lihai melakukan pekerjaan kantor, kerja kantoranlah; yang lihai berolahraga, jadilah olahragawan; yang lihai meladang, jadilah petani; yang jago menulis, jadilah penulis; yang jago main musik, jadilah pemusik; yang jago menyanyi, jadilah penyanyi. Tentu saja semuanya itu tergantung dari sumber daya yang tersedia dilingkungan tempat kita berada. Untuk apa juga memiliki sesuatu yang sama sekali tidak bisa difasilitasi oleh sistem?

Saran kami adalah “salurkan bakat pada sesuatu yang anda tahu bahwa hal tersebut “dapat memelihara kehidupan secara terus-menerus.” Memang segala sesuatu tidak instan dalam hidup ini. Hanya saja, kita perlu tahu apa-apa talenta yang membuat seseorang dapat beroleh penghidupan yang layak setidak-tidaknya untuk membiayai hidup sendiri. Hindari menekuni sesuatu yang anda tahu tidak menghasilkan apa-apa. Jika hanya sekedar hiburan, berarti tidak ditekuni melainkan hanya dilakukan sesekali saja. Forsir diri sendiri pada sesuatu yang sekali pun saat ini belum membuahkan hasil namun lama kelamaan juga bayarannya akan datang dengan sendirinya. Sebab ada orang lain yang memiliki pengalaman yang demikian.

Dukungan yang dibutuhkan untuk menyalurkan bakat sekaligus pekerjaan yang ditekuni

Sebanyak apa pun keahlian dan bakat yang dimiliki, semuanya itu akan terbengkalai lalu terlupakan begitu saja karena tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Biasanya, lewat kedua hal inilah kita beroleh nafkah yang mencukupi untuk diri sendiri maupun menghidupi anggota keluarga (jika ada). Lantas bagaimana jadinya semua hal tersebut ketika wilayah tempat tinggal kita, tidak mampu memfasilitasi apa yang ada dalam diri ini? Tidak perlu berharap terlalu jauh tentang bagaimana menyalurkan hobi berupa hiburan, mungkin sarana penunjangnya masih kurang sana-sini. Akan tetapi, kita lebih membutuhkan sarana penyaluran bakat dan keahlian yang bersifat terus-menerus sehingga dari sanalah nafkah diperoleh: inilah yang perlu diakomodasi oleh pemerintah setempat.

Uang yang gede-gedelah yang memancing kaum feminim sehingga turut mencari kesuksesan

Tidak perlu terlalu mempersoalkan tentang kehidupan kaum feminim yang sukses menggeser kaum maskulin. Sesungguhnya hal-hal yang semacam itu tidak mungkin terjadi jika semua pihak mendukung kesetaraan. Kaum hawa yang berhasil menjadi wanita karier sesungguhnya dipncing dan didorong oleh uang yang jumlahnya sangat menggiurkan. Siapa yang tidak tersihir dengan duit segepok, wanita tuna susila pun rela berdagang kenikmatan demi uang. Bukankah semua pengaturannya berada di tangan pemerintah? Jikalau negara menerapkan kesetaraan pastilah semua dapat pekerjaan, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi, wanita yang telah mengenal pusat kebahagiaannya dalam hal-hal seksual, lebih memilih untuk tenang di rumah sebab di situ juga banyak pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan keuletan untuk menyelesaikannya.

Jangan pernah menyalahkan apalagi marah dengan kaum hawa yang mengejar kesuksesan layaknya kaum adam. Mereka bahkan semua orang hanyalah korban dari sebuah sistem yang masih belum dewasa. Suatu sistem yang masih harus dibangun dan dikembangkan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan orang-orang yang hidup di dalamnya. Pada posisi inilah sistem masyarakat kita berada, yakni “masih dalam tahap pengembangan.” Oleh karena itu, biarkan saja hal tersebut: itu adalah urusan dan tanggung jawab para pemimpin kita. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana caranya agar diri ini pun berkembang lewat talenta dan skill yang dikuasai untuk mencapai taraf hidup yang mandiri dan sejahtera.

Lelaki perlu belajar bersabar, bekerja keras dan tekun yang dikembangkan bersama kreativitas

Besar tantangan yang diperhadapkan kepada seorang lelaki muda belia. Perlu menjadi pribadi yang sabar menghadapi gejolak yang berangsung. Berusaha keluar dari kenyamanan hidup di dalam rumah untuk bekerja keras membuat dirinya sendiri bermanfaat. Memelihara ketekunan hati selama dalam segala usaha mewujudkan setiap harapannya di masa depan. Mampu mengkolaborasikan diri secara kreatif terhadap berbagai potensi dan keahlian yang dimilikinya sampai beroleh penghidupan yang layak. Tidak ada yang akan berjuang untuknya karena dia bukanlah wanita muda yang cepat atau lambat akan memiliki pelindung. Sebab pada umumnya, laki-lakilah yang dipersiapkan untuk menafkahi keluarga, itulah kebahagiaannya ketika mampu membahagiakan orang lain.

Kesimpulan

Cinta kepada Tuhan selalu gratis, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Akan tetapi, memang beberapa cinta kepada sesama, gratis adanya. Namun sebagian besar dari kasih sayang terhadap sesama diwujudkan lewat kesabaran, kerja keras dan ketekunan yang perlu dilatih sejak seorang pria masih kecil. Laki-laki diciptakan untuk tetap sibuk dengan berbagai kegiatan yang positif, itulah kebahagiaan kita. Perlu mengembangkan secara kreatif baik talenta maupun keahlian (skill) yang dimiliki, sebab dengan hal-hal tersebutlah kita mempersiapkan diri untuk mampu berdikari. Suatu saat nanti dalam masa hidupnya, seorang lelaki akan bertanggung jawab melindungi, menafkahi, membahagikan dan menyejahterakan semua anggota dalam keluarganya sendiri. Jadi, jangan tunggu nanti, melainkan persiapkanlah semuanya itu mulai sekarang!

Salam, Dunia lelaki lebih keras,
Belajar bersikap tegas dan cerdas.
Kelak mampu membangun keluarga harmonis!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.