7 Ujian Sosial Murni Berasal Dari Anomali Kehidupan – Darimanakan Sumber Ujian Kehidupan Yang Kita Hadapi Sehari-Hari?

Ujian Sosial Murni Berasal Dari Anomali Kehidupan – Darimanakan Asal (Sumber) Ujian Kehidupan Yang Kita Hadapi Sehari-Hari?

Penderitaan dalam kadar tertentu sangat bermanfaat untuk membangun kehidupan kepada kedewasaan yang sesungguhnya. Kekuatan penghancur yang terkendali dapat dimanfaatkan untuk memancing reaksi emosional sehingga kita akan belajar mengendalikannya. Bila kita mampu mengontrol suasana hati maka kepala akan mendingin dan emosi yang meluap-luap pun akan berlalu. Tentu saja keadaan ini hanya akan tercapai jikalau kita tidak terlalu fokus kepada persoalan yang sedang dihadapi. Melainkan lebih memilih untuk menujukan pikiran kepada Tuhan, pelajaran dan pekerjaan yang positif. Segala aktivitas tersebut akan membantu kita untuk mengalihkan pikiran kepada hal-hal yang baik saja.

Kekuatan masalah bisa juga mengantarkan seseorang pada destruksi total dikarenakan oleh sifat penghancuran diri sendiri yang sudah tertanam dalam setiap hati, yaitu perbuatan daging. Selama kita masih belum mampu mengendalikan hasrat, iri hati, kesombongan, kebencian, amarah, kekerasan dan berbagai sifat-sifat jahat lainnya. Selama itu pulalah kehidupan kita hanya akan di seret oleh pengaruh buruk kehidupan. Orang tersebut menjadi sulit untuk menyesuaikan diri dengan situasi. Mereka cenderung ditawan oleh berbagai maksud-maksud jahat, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Pemahaman yang terbelenggu di ranah negatif cenderung mengarahkan kita untuk lebih cepat menyerah terhadap keburukan dan mengejar kesia-siaan.

Jangan sampai dorongan masalah menimbulkan kegelisahan di dalam hati kita. Mungkin saja di awal-awal terjadinya bisa memancing rasa gelisah. Namun karena kita sibuk dengan aktivitas positif maka pengaruh buruk tersebut hanya melengket di pinggiran hati saja, tidak sampai penetrasi ke dalamnya. Kemauan/ keinginan manusia untuk mengupayakan ekspresi yang baik dapat menjadi suatu kekuatan yang mendasari hal-hal positif lainnya. Setidaknya lewat sudut pandang yang baik tersebut, kita tidak terjebak dalam pilihan yang membuat diri sendiri meninggalkan kebenaran yang hakiki dan peraturan yang berlaku secara luas di dalam masyarakat. Kehidupan akan menjadi damai dan rasa gelisah itu pun akan berlalu seiring waktu berganti.

Sumber pencobaan yang rata-rata berasal dari anomali kehidupan

Apa yang dimaksud dengan anomali? Merupakan sesuatu yang tidak tidak dapat dikendalikan. Suatu hal yang biasanya fluktuatif sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda-beda. Karena kita tidak dapat mengendalikan banyak hal maka demikianlah hal-hal tesebut menjadi suatu ujian bagi masing-masing orang. Saat sesuatu berada di luar kendali, hanya ada tiga cara menghadapinya, yaitu membiarkannya begitu saja (ikhlas), mencoba memperbaikinya atau melawannya.

Jadi, anomali kehidupan atau anomali zaman adalah berbagai hal yang tidak mampu dikendalikan manusia sehingga kerap menimbulkan efek ganda dalam kehidupan.

Kemudian, timbullah pertanyaan dari dalam hati kita yang berbunyi demikian “dari manakah asalnya masalah tersebut?” Sebagai orang yang telah menghadapi persoalan, kemungkinan besar tiap-tiap orang akan mengetahui dari mana asalnya penderitaan yang dialami tersebut. Apa yang kami lakukan di sini hanyalah mencoba mengumpulkan berbagai informasi sehingga kita mampu memahaminya lebih dalam lagi sehingga dapat mengambil secercah langkah positif untuk mengantisipasinya. Biasanya, mereka yang sudah siap menghadapi masalahnya akan diberi kemampuan awal untuk menyelesaikannya sampai tuntas. Berikut ini akan kami paparkan seputar hal tentang sumber-sumber masalah yang perlu kita maklumi sekaligus diantisipasi.

  1. Pergumulan hidup yang ditimbulkan oleh kedagingan masing-masing orang.

    Tiap-tiap orang membawa-bawa kejahatan, kemana pun kita pergi, itu sudah ada di dalam diri ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa sisi jahat manusia yang disebut juga dengan perbuatan daging selalu berusaha mencari lokasi yang cocok untuk menjatuhkan diri ini. Kedagingan menunggu pikiran kita kosong, menunggu untuk dibangkitkan dari bagian paling bawah di dasar hati atau disebut juga alam bawah sadar. Oleh karena itu jangan biarkan kedagingan ini berkuasa sehingga memicu sifat-sifat jahat yang jauh dari kebenaran hakiki dan syarat dengan pelanggaran hukum.

    Keinginan daging yaitu hawa nafsu juga bermanfaat untuk membuat kita tetap hidup di dunia ini. Akan tetapi hal tersebut jadi salah karena apa yang kita ingini yaitu hasrat yang arogansi yang selalu ingin lebih dan lebih lagi dari orang lain. Sadarilah bahwa nafsu yang arogan ini merupukan dosa Adam dan Hawa. Nenek moyang kita pun dahulu tidak puas dengan kehidupannya, mereka ingin lebih lagi dengan menyamai posisi pencipta-Nya.

    Kita ingin lebih seperti Allah, melebihi rata-rata manusia pada umumnya dengan kekuasaan, kemewahan, kenyamanan dan kemudahan. Kadarnya jelas berlebihan sebab itulah yang membuat kita ditinggikan dari antara orang-orang di sekitar. Kekuatan yang lebay inilah yang kerap kali menimbulkan “reaksi iri hati vs kesombongan” sehingga timbullah masalah-masalah baru di dalam masyarakat.

    Orang yang sudah sama-sama dewasa biasanya tidak saling menguji. Mereka memiliki kekuatan yang justru saling mendukung satu-sama lain. Akan tetapi, mereka yang kurang bijak mengendalikan dirinya akan mengalami reaksi antara iri hati dan kesombongan. Ini juga salah satu perbuatan daging yang kerap kali menimbulkan masalah sekaligus ujian bagi orang lain.

  2. Masalah yang ditimbulkan oleh anak sendiri.

    Sadarilah para orang tua bahwa anak yang anda miliki saat ini adalah titipan Tuhan. Ia akan mendatangkan berkat sekaligus derita dalam satu paket. Jangankan waktu lahir, saat masa janin saja sudah memberatkan ibunya yang setia menggendongnya. Dengan semua masalah yang dapat ditimbulkan seorang bayi dalam keluarga, tidak ada balasan atas segala pengorbanan orang tua tetapi kepuasan hati merawatnya tak tertandingi. Hanya sisi kebahagiaan itulah yang selalu dinikmati Ayah dan Bunda sehingga tetap semangat merawat si kecil sampai besar menemukan kesuksesannya sendiri.

  3. Persoalan yang disebabkan oleh orang yang lebih muda.

    Dalam kehidupan ini, ada berbagai macam umur manusia yang sepergaulan dengan kita. Di antara mereka ada daun muda yang masih suka membuat gaduh. Mereka tidak menimbulkan masalah lewat pelanggaran aturan yang nyata tetapi orang-orang tersebut lebih banyak kurang memerhatikan kebiasaan masyarakat yang berlaku di sekitarnya. Mereka bukan secara sengaja bertentangan dialam adat kebiasaan tertentu melainkan melupakan hal tersebut. Lupa akan hal-hal baik karena terbawa emosi yang sedang bergolak. Kurang mampu memahami situasi sehingga kerap mengabaikan budaya rakyat/ budaya organisasi. Memang pelanggaran tersebut hanyalah hal-hal recehan belaka.

    Ini adalah ujian bagi orang-orang yang lebih dewasa, bagaimana mengelola emosi dalam menghadapi gejolak recehan tersebut. Jika memang butuh ditegur, silahkan saja sambil tetap memberikan contoh yang baik kepada mereka. Orang yang lebih tua seharusnya lebih rendah hati dengan tetap berbuat baik kepada para pemuda tersebut. Seiring berjalannya waktu, pastilah mereka menyadarinya kesalahan kecil yang dilakukannya sehingga segera mengubahnya demi kebaikan dirinya sendiri.

  4. Gangguan dari hewan.

    Sadar atau tidak, hewan-hewan di sekitar kita juga kerap mencobai. Kadang-kala binatang tersebut menempatkan kita dalam posisi yang serba salah sebab kita tidak sepenuhnya mampu memahami binatang. Mencoba mereka-rekakan hal-hal spesifik yang mereka pikirkan dan apa yang mereka lihat, justru membawa kita dalam ambiguitas. Terkecuali jika hal-hal tersebut berkaitan dengan sifat-sifat umum seperti emosi, empati dan lain sebagainya.

    Mustahil juga kita membunuh semua hewan yang ada di sekitar agar tidak menimbulkan gangguan. Tindakan semacam itu adalah cari aman sendiri yang berujung pada meningkatnya jumlah serangga kecil yang akan menjadi hama bagi pertanian dan membahayakan bagi manusia itu sendiri. Justru beberapa hewan yang mengganggu tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan lingkungan sehingga tidak muncul hewan-hewan yang berbahaya dari dalam hutan.

  5. Tekanan yang ditimbulkan lingkungan.

    Lingkungan adalah rekan kita selama hidup di dunia ini. Mereka adalah sahabat terbaik yang menyelubungi kita dari pengaruh buruk sinar matahari langsung dan instabilitas cuaca. Lingkungan yang hijau alami juga membuat kita tetap memperoleh air gratis dari waktu ke waktu. Tanah-tanah yang kita pijak pun menjadi kokoh bebas longsor karena ikatan akar pohon di dalam tanah yang lebih kuat dari beronjong baja.

    Lingkungan itu sendiri secara alamiah menguji kita. Semisalnya saja adalah perubahan cuaca antara panas dan dinginnya suhu udara. Mampukah kita mengikuti alurnya? Atau malah memilih untuk memanjakan diri dengan memanfaatkan pendingin/ penghangat udara, pemanas air (sekedar keperluan mandi) dan lain sebagainya. Berupayalah terlebih dahulu untuk bertahan sambil beradaptasi menurut kemampuan sendiri: jikalau memang sudah tidak bisa lagi barulah menggunankan alat bantu (seperti menggunakan penghangat udara di wilayah bersalju dingin). Sadarilah kebiasaan over protektif atas perubahan cuaca siang dan malam justru mengkerdilkan bahkan menenggelamkan kecerdasan adaptasi yang sudah ada dalam diri masing-masing.

    Terkadang dalam banyak momen, kita memperlakukan lingkungan dengan semena-mena. Karena mereka tidak bersuara, kita merasa bebas untuk menekannya demi kepentingan diri sendiri/ kepentingan kelompok. Memanfaatkan sumber daya yang ada semata-mata untuk meraih nama besar dan kemuliaan bagi diri sendiri. Sadarilah bahwa semua tindakan hipereksplorasi tersebut justru semakin mengancam keberadaan kita di bumi.Bila lingkungan sudah mulai tercemar, tinggal menunggu waktu saja sampai bencana alam menyerang dan meluluh lantakkan wilayah demi wilayah.

  6. Guncangan yang ditimbulkan oleh teknologi.

    Teknologi jelas sangatlah bermanfaat bagi kehidupan kita. Kami bisa menulis di blog sampai hari ini, semata-mata karena teknologi. Kekuatan kecanggihannya dalam membantu umat manusia menyelesaikan pekerjaan merupakan salah satu khasiatnya. Kita tidak butuh lagi berjalan-jalan karena sudah ada kendaraan yang mewakili kaki untuk melangkah sana-sini. Padahal kita tidak menyadari bahwa kemudahan yang berlebihan justru memperburuk kesehatan fisik dan memperlemah kekuatan mental.

    Teknologi mendukung sekaligus mengancam keberadaan kita. merekalah pedang bermata dua yang dapat memberi dukungan demi keberhasilan setiap aktivitas yang kita geluti. Sayang, mereka juga berpotensi memperlemah mental manusia itu sendiri. Seseorang bisa bermental manja karena hidupnya terlalu dipermudah oleh mesin. Mereka juga berpotensi memperlemah kekuatan fisik, seseorang bisa mengidap berbagai macam penyakit karena terlalu banyak santai (duduk) menikmati hidup.

  7. Ujian dari organisasi/ lembaga tertentu.

    Tiap-tiap organisasi memiliki ujiannya sendiri demi menemukan pegawai atau karyawan yang pas untuk dipekerjakan di bidang tertentu. Tantangan yang ditimbulkan oleh suatu sistem biasanya telah di atur secara jelas. Orang-orang tertentu akan mengalami berbagai masalah selama beberapa waktu lamanya. Apabila mereka lulus dari ujian tersebut maka akan ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Soal-soal kehidupan yang ditimbulkan organisasi biasanya sangat terstruktur dan terorganisir dengan baik sehingga diperolehlah karyawan yang berkualitas.

    Pada dasarnya, semua orang berkualitas dalam bidangnya masing-masing. Hanya saja pertanyaannya sekarang adalah, apakah sistem sudah adil dalam membagikan sumber daya yang tersedia? Seharusnya ujian yang didatangkan oleh sistem sebesar “negara” tidak mengenal yang namanya gagal. Karena tiap-tiap manusia, gagal di tempat yang satu tapi berhasil di tempat yang lain. Jadi. Setiap masalah terstruktur yang ditimbulkan organisasi, bukan bertujuan untuk menjatuh apalagi memiskinkan melainkan semata-mata demi menemukan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.

Ujian kehidupan bukan bersumber dari Allah

Dari penelaahan di atas, barulah kita memahami bahwa sesungguhnya masalah yang kita alami ditimbulkan oleh diri sendiri (kedagingan: ego, arogansi, iri hati, keserakahan) dan oleh keinginan sesama manusia. Allah tidakklah mencobai manusia melainkan manusia itu sendiri dicobai oleh keinginaannya dan keinginan sesamanya. Oleh sebab itu, hindari menyalahkan Tuhan atas pergumulan hidup apa pun yang terjadi dalam hari-hari kita. Sadarilah bahwa segala tantangan kehidupan yang kita alami terkadang sudah lumrah terjadi (misal perubahan cuaca) yang kita perlukan adalah beradaptasi. Sedang gejolak kehidupan yang lain semata-mata bermanfaat untuk melatih kita untuk memecahkan cangkang kemanjaan untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, cerdas dan bila perlu bijak menjalani hidup. Berikut ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa Sang Pencipta tidak mencobai manusia.

(Yakobus  1:13) Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Selama ini mungkin kita berpikir bahwa apakah Allah itu suka menguji manusia? Sebab ada banyak orang di antara kita yang merasa aman-aman saja saat menimbulkan masalah dalam kehidupan orang lain. Saat menyusahkan sesamanya langsung saja hatinya bertekak, “ahh itu hanya ujian kehidupan yang semata-mata bertujuan untuk ini dan untuk itu.” Padahal nyatanya hal yang sama terus diulang-ulangnya selama beberaa waktu lamanya. Hatinya telah bengkok karena tujuan sesungguhnya melakukan hal tersebut bukanlah untuk menguji melainkan untuk menjatuhkan lawan-lawannya.

Kesimpulan

Segala sesuatu yang ada di dunia ini bukannya tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia, melainkan masing-masing adalah komponen kehidupan yang mendukung keberadaan kita. Hanya saja, terkadang kita terlalu egois memilikinya, sangat arogan mengejarnya, amat berlebihan memanfaatkannya (serakah) dan terlalu memaksakan diri/ memaksakan kehendak demi meraih tujuan-tujuan duniawi. Sadarilah bahwa sesungguhnya hal-hal duniawi inilah yang membuat kita menghadapi berbagai jenis ujian kehidupan. Terlebih ketika keadaan tersebut terlalu diagung-agungkan sehingga menimbulkan rasa bangga yang mendalam. Keadaan ini, secara tidak langsung memicu sisi negatif yaitu berupa masalah atau sering dianggap sebagai ujian sosial. Sadarilaah bahwa semuanya itu, tidak bersumber dari Allah melainkan manusia diuji oleh keinginannya sendiri danUjian Sosial Murni Berasal Dari Anomali Kehidupan – Darimanakan Asal (Sumber) Ujian Kehidupan Yang Kita Hadapi Sehari-Hari? oleh keinginan sesamanya.

Salam, Tantangan hidup ada-ada saja.

Itu tidak berasal dari Sang Pencipta.

Tetapi dari dalam sanubari sendiri

dan dari sikap yang diekspresikan sesama!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.