+10 Cara Menghafal Yang Baik Dan Benar – Cerdas Mengingat Sesuatu Di Luar Kepala

Cara Menghafal Yang Baik Dan Benar – Cerdas Mengingat Sesuatu Di Luar Kepala

Hidup di dunia ini penuh dengan pembelajaran dari waktu ke waktu. Bukan hanya anak sekolah yang menekuninya dan bukan pula anak kuliahan saja yang duduk manis untuk membaca sebuah buku. Melainkan tiap-tiap orang di dunia ini membutuhkannya, seolah-olah keadaan tersebut merupakan bagian dari makanan dan minuman yang selalu dikonsumsi pada waktu-waktu tertentu bahkan tiap-tiap waktu pun dapat selalu menjadi kesempatan untuk belajar. Sebab segala sesuatu yang ada di dunia ini berpotensi besar untuk dipelajari. Yang kita butuhkan sebagai awalannya adalah kesabaran untuk lebih memerhatikan, mengamati, membanding-bandingkan sehingga bisa menyimpulkan sesuatu.

Belajar tidak mesti dilakukan dalam ruangan khusus yang tenang bersama dengan buku-buku populer yang tebalnya kebangetan. Justru selama hidup, lebih banyak hal yang dipelajari dalam keseharian kita daripada saat di lembaga pendidikan tertentu. Banyak hal yang dapat dipelajari di luar ruangan daripada di dalam ruangan pribadi kecuali anda adalah seorang penulis atau blogger. Bila di bangku sekolah kita diharuskan untuk ini dan itu saat mempelajari sesuatu. Maka di dalam kehidupan, kita harus jeli menemukan sendiri berbagai hal penting untuk dipelajari. Tidak ada orang yang akan mengingatkan anda bahwa kejadian ini memiliki makna positif atau negatif. Melainkan semuanya dipertimbangkan sendiri, apakah itu layak atau tidak layak untuk dipetik sebagai pelajaran hidup.

Saat berada di bangku sekolah, hidup kita lebih banyak diperhadapkan dengan buku-buku dan berbagai teori yang menyebar di seluruh mata pelajaran. Struktur pemikiran kita seolah-olah digiring ke arah tertentu, entah pengetahuan tersebut sudah sesuai dengan kenyataan atau belum. Di zaman kami belajar, beberapa konsep tentang manusia purba dan pola evolusi fisik sangat kentara. Kita berharap pengetahuan semacam itu sudah dapat dikategorikan sebagai salah satu kelas sains impian (sains fiction). Sesuatu hal yang ilmiah karena bisa dijelaskan dalam berbagai bentuk pendekatan namun sesungguhnya hal tersebut tidak akan pernah kita temukan di dunia nyata. Seharusnya, sebelum kita berbicara tentang evolusi fisik, lebih baik membahas tentang evolusi sosial yang lebih logis dan kerap kali terjadi di dalam masyarakat.

Fenomena anak tiga tahun bisa menghafal dan menyanyikan lagu Indonesia Raya

Rasa-rasanya bangga terheran-heran saat mendengar dan menyaksikan ada anak umur tiga tahun yang sudah bisa menghafal lagu kebangsaan kita. Apakah ini suatu kenyataan atau hanya sekedar permainan kamera terstruktur (CGI)? Silahkan nilai sendiri teman…. Hanya saja untuk memperkecil ukuran manusia di dalam kamera tidaklah sulit. Orang dewasa bisa menjadi anak kecil bahkan menjadi bayi pun bisa. Anak umur tiga tahun itu bisa apa? Kekuatan daya ingatnya saja belum tentu sanggup mengingat nama anak-anak tetangga satu blok, terkecuali dengan kawan yang selalu bermain dengannya. Apalagi kalau dikatakan lagu Indonesia Raya yang mungkin bisa mencapai puluhan atau ratusan kata. Jadi, nikmati saja acaranya tetapi jangan ditiru. Tidak perlu terbakar hawa nafsu melatih adek kecil untuk mengingat lagu-lagu duniawi, lebih pantas diarahkan untuk mengingat di luar kepala beberapa lagu-lagu rohani.

Pengertian

Menghafal adalah kekuatan menyimpan sesuatu di dalam pikiran dalam jangka waktu tertentu. Mereka yang baru pertama melakukannya mungkin akan merasa kaku dan gugup. Tetapi bagi mereka yang sudah sampai pada tingkat kemahiran yang mumpuni akan melakukannya dengan bahagia bahkan ada semangat di dalam hati karena sangat membantu saat menghadapi ujian dan ulangan berkala maupun mendadak. Ada kelegaan sekaligus kepuasan di dalam hati saat kita mampu menjawab 70% – 80% dari soal-soal yang diujikan, entah itu dinilai benar atau dinilai salah oleh pembimbing kita. Orang yang mencontek atau membawa kopekan mungkin akan memiliki nilai lebih tinggi. Tetapi puasnya berasa tanggung dan ketenteraman pun undur dari dalam hati.

Defenisi – Menghafal adalah usaha untuk menyimpan sesuatu di dalam ingatan agar dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk kapan pun dan dimana pun berada.

Kiat menghafal yang baik dijamin berhasil sampai mahir

Sala satu komponen penting saat belajar adalah menghafal apa yang sudah dipelajari. Ada orang yang pintar mengingat angka-angka dan rumus tetapi ada juga mereka yang pandai menghafal teori yang panjang-panjang. Beruntunglah siswa/ siswi yang mampu menguasai berbagai rumus dan bisa juga diandalkan untuk mengingat berbagai teori. Proses menghafal di dunia pendidikan sangatlah dianjurkan karena konsekuensinya akan bermanfaat sampai dua semester (sampai ujian kenaikan kelas berikutnya). Selain itu, aktivitas ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung setiap nyanyian yang kita lantunkan saat fokus kepada Tuhan. Oleh karena itu, mari pelajari bersama tips dan trik cerdas mengingat sesuatu di luar kepala.

Tahap persiapan

  1. Takut akan Tuhan.

    (Amsal 1:7) Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

    Rasa takut kepada Yang Maha Kuasa diarahkan dengan mematuhi perintah-Nya dan menjaui berbagai larangan-Nya. Rasa tersebut juga dapat diungkapkan dalam tiga aset secara berturut-turut, yaitu berdoa, mendengar-mempelajari firman dan bernyanyi memuliakan Tuhan.

    Di sela-sela pelajaran kita bisa memuji-muji Tuhan atau saat waktu sedang kosong. Bisa dikatakan bahwa “orang yang selalu bernyanyi, hatinya selalu berpesta mampu menikmati setiap hal yang ditekuninya, Selain itu manfaat aktivitas multitasking ini juga sangat bermanfaat untuk membantu menekan angka stres di tengah himpitan berbagai masalah hati yang seing dialami oleh tiap-tiap orang.

  2. Berbuat baik kepada sesama.

    Bahagiakan orang lain maka anda pun akan berbahagia. Lakukanlah kebaikan kepada siapa pun, dimulai dengan mendoakan keberuntungan orang lain. Beramah-tamahlah pada momen yang tepat dan berkorbanlah dengan ikhlas dalam setiap kesempatan yang mungkin. Tetapi, jangan sampai kebaikan hati kita memanjakan orang lain (misalnya memberi contekan saat ujian). Bijaklah berbuat baik agar tidak terjadi penyalahgunaaan kebaikan hati.

    Lakukanlah kasih seolah-olah untuk Tuhan. Bagikan apa pun yang baik kepada sesama tetapi jangan mengharapkan orang tersebut melakukan hal yang sama kepada diri ini. Tuluslah saat berbuat baik sebab balasan dari orang lain berarti kita telah beroleh upah atas kebaikan tersebut. Akan tetapi, dengan mengharapkan bahwa Tuhanlah yang membalaskannya maka kita menunggu upah sorgawi kelak di kehidupan berikutnya.

  3. Selalu siap menghadapi ujian.

    Saat menghadapi ujian sekolah, kita perlu persiapan yang matang. Akan tetapi, ujian sosial sifatnya tidak bisa diprediksi, kita perlu menghadapinya dengan ikhlas, tetap sabar dan selalu merendahkan hati. Hindari mempersoalkan ujian kehidupan agar masalahnya tidak semakn panjang dan rumit untuk diselesaikannya.

    Kemampuan kita menyelesaikan pergumulan hidup yang dijalani turut meningkatkan kecerdasan otak yang akan membantu dalam hal aktivitas menghafal yang digeluti.

  4. Rendah hati menyangkal diri.

    Tiap-tiap oang lebih cenderung hatinya untuk menyombongkan diri. Daging yang syarat dengan keangkuhan adalah manusiawi tetapi orang bijak tidak akan pernah membuat hidupnya jatuh di tangan kejahatan. Kelihaiannya menghafalkan banyak pelajaran, tidak langsung membuatnya bangga. Sebab dia sadar betul bahwa aktivitas di dunia ini adalah fana. Bahagia yang diperoleh karena sanggup melafalkan banyak hal hanya sesaat saja.

    Jauh lebih baik bagi kita untuk selalu menyangkal potensi diri. Sebab kebanggaan justru semakin memperkeruh kehidupan yang singkat saja di bumi. Bukankah itu sia-sia? Tetapi lebih baik bagi kita untuk terus melakukan hal yang benar, itulah awal sukacita yang tidak pernah berakhir.

  5. Tidak candu terhadap hal-hal duniawi.

    Setiap dari kita memerlukan materi dalam kadar standar tetapi orang yang candu biasanya rentan mengalami stres, kegelisahan bahkan meracau (mengumbar banyak omon kosong dan berbagai sikap lebay lainnya) saat apa yang diinginkannya belum terpenuhi. Orang yang bijak akan berupaya menekan rasa candu terhadap materi dengan mulai mengonsumsi segala sesuatu secara fluktuatif. Selain itu, lakukan juga yang namanya puasa untuk menekan hawa nafsu berlebihan terhadap berbagai kenikmatan duniawi.

    Macam-Macam Teknik Menghafal

  6. Menghafal dengan gambar dan alat perag lainnya.

    Teknik memperkuat ingatan semacam ini biasanya dilakukan kepada anak-anak baru, misalnya di tingkat TK (taman kanak-kanak). Walau pun pengadaan alat peraga ini juga dilakukan di SD, SMP, SMA bahkan perkuliahan. Hafalan yang disertai dengan pengadaan alat peraga memang sangat bagus karena dapat dipahami langsung oleh responden. Ini terjadi karena banyak indra yang terlibat untuk menyerapnya. Diharapkan semakin banyak panca indra yang terlibat, semakin banyak pula memori yang terekam sehingga lebih tahan lama di dalam ingatan tiap-tiap siswa/ siswi yang menyaksikannya. Kendala utama dari kemanjuran proses tersebut adalah besarnya biaya yang dibutuhkan demi pengadaan alat peraga dimaksud.

  7. Menghafal sambil bernyanyi.

    Untuk menambah kesan kreatif dan keramahan suatu teori di dalam pikiran, biasanya hal-hal yang sudah dinadakan tersebut cukup mudah untuk dihafal. Lagu mudah diingat oleh siswa/ siswi sehingga para pengajar membantu daya ingat dengan memberikan bahan hafalan yang telah dikemas dalam nada yang ringan. Jika anda bisa mengingat kembali masa kecil dulu, maka akan menemukan beberapa lagu yang tidak terlupakan sampai sekarang, misalnya lagu alfabet, perkalian dan lain sebagainya.

  8. Menghafal dengan menyingkat.

    Biasanya, hafalan yang perlu penyingkatan dengan gaya seperti ini biasanya dilakukah untuk menghafal sesuatu sesuai dengan urutannya. Mungkin bisa dihafalkan tetapi urutannya bisa saja lain dari yang seharusnya. Oleh karena itu, untuk memudahkan penghafalan maka dibuatlah singkatan yang diambil dari awal katanya. Misalnya, saat menghafal warna-warna pelangi biasanya diambil dua huruf awal dari setiap warna untuk dijadikan satu uangkapan. Menghafal urutan dengan cara menyingkatnya sangat membantu kita dalam menguasai teori tertentu.

  9. Menghafal dengan mengubahnya menjadi kalimat yang lebih ramah.

    Pada dasarnya, apa yang kami maksudkan di sini hampir bersamaan dengan teknik sebelumnya. Jikalau dalam penyingkatan kita menggunakan dua huruf dari setiap kata. Maka pada bagian ini, kita melakukannya dengan cara mengubah dua huruf yang diambil dari setiap kata menjadi kata yang lain yang lebih familiar/ dikenal oleh masyarakat luas. Huruf awal tersebut juga bisa diubah menjadi huruf awal untuk membentuk nama orang, nama kota dan nama-nama benda lainnya sehingga terbentuklah satu kalimat lain yang kedengarannya menggelitik jiwa.

  10. Menghafal sambil memvisualisasikannya di dalam pikiran.

    Teknik ini merupakan gabungan antara cara biasa sambil membayangkan apa yang dihafal. Jika hafalan yang kita miliki berkisah tentang proses-proses maka gambarkanlah hal tersebut di dalam pikiran sendiri. Ketika hafalannya berupa cara maka bayangkanlah cara-cara tersebut sedang dilakukan sendiri. Jika yang dihafal berupa pengertian maka berupayalah untuk menggambarkan pengertian tersebut berdasarkan aktivitas atau berdasarkan situasi yang serupa/ sejalan dengannya.

  11. Menghafal pola tertentu.

    Ada pola tertentu yang terdapat dalam beberapa hal yang dihafal, memang tidak semuanya demikian. Namun jika anda mampu memetakan setiap teori lalu menghubung-hubungkan beberapa hal yang serupa sehingga dapat dibuatkan suatu pola yang berlaku untuk semuanya. Misalnya saja, dalam hal pengertian kata. Hubungkan pengertian kata/ frase yang penjelasannnya hampir memiliki alur yang sama lalu yang anda hafal hanyalah alurnya saja dan kata-kata spesifik lainnya yang menjelaskan hal-hal tersebut.

    Sistem hafalan semacam ini juga kerap digunakan dalam menghafal rumus perhitungan tertentu. Menggabungkan rumus-rumus yang seolah-olah memilliki pola yang sama. Sedang bagian yang spesifiknya dihafal dengan cara tersendiri. Cara menghafal semacam ini juga turut mempertegas kepada kita perbedaan penting antara rumus yang satu dengan rumus yang lain.

  12. Menghafal kata kunci.

    Pada bagian inilah kita bekerja lebih kreatif. Sebab mengingat sesuatu dengan cara memfokuskan hafalan pada kata kunci yang terdapat di dalamnya akan membuat kemampuan kita untuk membuat kalimat yang lengkap, beragam namun tetap semakna. Kekuatan hafal kata kunci merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas yang kita miliki. Manfaatnya tidak hanya digunakan di kala masih sekolah saja namun saat fokus kepada Tuhan juga dapat diberdayakan. Pokoknya, segala karya seni yang dihasilkan dalam bentuk kata-kata

    Beberapa contoh akan kami berikan (kata kunci yang dihafal adalah yang ditebalkan saja).

    1. Arus listrik adalah muatan listrik yang mengalir atau berpindah
    2. Akibat sengatan listrik pada seseorang bergantung pada besarnya arus listrik yang melalui tubuhnya.
    3. Kesabaran adalah kekuatan hati selama menanggung berbagai macam tekanan hidup seberat apa pun itu.
    4. Keikhlasan adalah kesanggupan untuk menerima kenyataan hidup yang terjadi, sebaik atau seburuk apa pun itu.
    5. Dan lain sebagainya.
  13. Menghafal mati pada tempatnya, misalnya tentang rumus perhitungan.

    Aktivitas hafal mati biasanya menunjukkan bahwa sesuatu sedang di salin ulang tanpa kehilangan satu iota pun dari yang aslinya. Layaknya seperti mesin fotokopi yang selalu akurat memberikan salinan yang hampir 100% sama persis. Memang cara semacam ini diharuskan untuk mengingat rumus perhitungan yang biasanya bersifat absolut. Ada juga orang yang berselera hafal mati terhadap kata-kata yang terdapat dalam firman Tuhan.

    Di satu sisi hal ini sepertinya bukan masalah besar. Akan tetapi, di sisi lain kebiasaan tersebut bisa mengurangi kreativitas dalam membuat kalimat. Padahal yang namanya membuat kalimat sendiri sangat dibutuhkan saat bernyanyi kreatif memuji Tuhan di dalam hati, membuat puisi, pantun, bercerita dan mengarang bebas lainnya.

  14. Perlu diulng-ulang.

    Dimana-mana dan tanya siapa saja juga yang namanya belajar perlu diulang-ulang secara berkala. Sebab materi pelajaran yang dihafal hari ini bisa saja menguap beberapa hari lagi atau minggu depannya. Oleh sebab itu, jangan sungkan dengan rupa-rupa ulangan yang selalu ada dalam hidup ini. Begitu juga dengan aktivitas hafal ulang hal-hal yang pernah ditanamkan di dalam hati. Yang perlu kita lakukan hanyalah sekedar mengingatkan saja. Ketahuilah bahwa semakin banyak ulangan, makin banyak pula bahan hafalan yang terpatri di dalam pikiran masing-masing. Keliling juga, Menikmati keindahan secara berulang-ulang

  15. Melakukannya secara bersama-sama.

    Agar hafalannya semakin asik, bisalah dilakukan bersama dengan rekan-rekan di sekitar. Belajar bersama memang terkesan familiar sebab di sekolah pun rasa kebersamaan itu ada. Setidak-tidaknya, ada rasa saling mendukung satu sama lain walau pun tidak diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman dan keramahan saja sudah cukup untuk mempererat kekompakan.

  16. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Menghafal itu penting untuk ditekuni baik secara sendiri-sendiri maupun bersama teman-teman. Kebiasaan baik ini tentu saja dapat meningkatkan kapasitas memori otak secara perlahan-lahan. Kecerdasan yang terus meningkat juga akan menjadi miliki anda. Tetapi untuk menjadi juara, diperlukan sentuhan kerja keras, ketekunan dan kesabaran yang tak terbatas. Teknik mengingat sesuatu di luar kepala pun ada banyak macamnya, gunakanlah masing-masing jenisnya sesuai kebutuhan dan tujuannya. Salah satu favorit kami adalah mengingat sesuatu di luar kepala dengan kata kunci. Kebiassan baik tersebut dapat melatih kreativitas kita untuk membuat kalimat yang notabene sangat diperlukan saat fokus kepada Tuhan dan saat menyusun berbagai karya seni lainnya versi sendiri. Kreativitas dimulai dari menghafal tanpa terikat dengan konteks aslinya namun tetap semakna!

Salam, Ingatan akan semakin cemerlang,
bila terus-menerus dilatih.
Ingatan akan semakin hilang,
bila pikiran terus mengalami kekosongan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.