+10 Manfaat Hawa Nafsu – Keinginan Tidak Selalu Berbahaya, Tergantung Cara Mengendalikannya & Tujuannya

Manfaat Hawa Nafsu – Keinginan Tidaklah Berbahaya, Tergantung Cara Mengendalikannya & Tujuannya

Hidup ini adalah pedang, pisau, gunting dan mesin pemotong lainnya. Pada dasarnya kita dimungkinkan untuk lebih banyak melakukan kebaikan tetapi tidak tertutup kemungkinan melakukan hal-hal yang buruk pula. Semuanya itu, tentulah kembali kepada keputusan masing-masing orang: ingin hidup bagaimana dan seperti apa? Keinginan yang erat dengan tujuan sangat bermanfaat untuk melanjutkan kehidupan. Apakah kita ini mau hidup seperti pisau yang suka menyayat hati orang, seperti pedang yang melegenda karena membunuh orang, seperti gunting yang suka memisahkan orang dari sahabatnya. Atau malah seperti mesin pemotong lainnya yang gemar menyakiti orang? Ingatlah selalu bahwa hidup ini penuh dengan pilihan. Berpikirlah baik-baik agar penyesalan tidak menghantam keras di hari esok.

Tidak ada sesuatu yang buruk dalam hidup ini sebab keburukan itu hanyalah milik orang-orang yang lemah kecerdasan mentalnya. Mereka adalah bayi atau anak-anak kecil yang hidupnya dipenuhi dengan kekhilafan yang tidak disadari. Kurang mengerti aturan mainnya kehidupan yang menyebabkan terjadi berbagai distori kecil sampai besar. Menyebabkan kerugian bagi sesama, diri sendiri dan juga bagi lingkungan sekitar. Bukankah setiap sikap kotor tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan mengendalikan diri dan kurang berhati-hati dengan sikonn yang diihadapi. Anak-anak sajalah orang yang suka menimbulkan masalah bagi sesamanya. Sedang mereka yang sudah dewasa mampu bersikap baik seturut keyakinannya (iman/ kepercayaannya) dan aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat.

Jangan tanya mengapa anak-anak mampu berbicara kotor, melakukan keburukan hingga menyesakkan orang dewasa: itu normal! Mereka masih butuh waktu untuk mempelajari segala hal dalam hidupnya. Dimana ketelodoran tersebut terjadi berulang-ulang agar sedapat-dapatnya pikiran dapat mengingatnya hingga akhirnya tersadar apa yang mesti dilakukan demi mengubahnya [Simak juga, Kejahatan dekat dengan kebodohan]. Akan tetapi, mereka yang sudah menjadi dewasa sudah lama meninggalkan kebiasaan buruknya dahulu. Pengalaaman pahit memalukan yang banyak terjadi di masa lalu adalah dapur peleburan yang dipenuhi rasa sakit semata-mata untuk menciptakan pribadi yang lebih tajam. Yang ketajamannya bukan ditujukan pada hal-hal negatif namun dalam sisi positif kehidupan.

Ketajaman hawa nafsu bukanlah sesuatu yang buruk bagi kehidupan kita. Tetapi yang sering terjadi adalah keinginan tersebut telah berubah menjadi racun karena ditaburi oleh bumbu-bumbu kebencian, iri hati dan kesombongan. Kesesakan hati yang kita peroleh disebabkan oleh keinginan yang terpotong sebelum menguncup dan mengembang. Menjadi penuh dengan kejahatan demi mencapai hasratnya yang ilegal. Melakukan berbagai hal-hal yang syarat dengan tipu muslihat agar sedapat-dapatnya mewujudkan hasrat tertingginya. Memandang orang lain sebelah mata karena menganggap diri sendiri lebih punya hak dibandingkan dengan yang lainnya.

Khasiat hebat dari hasrat yang timbul dari dalam jiwa

Hawa nafsu (keinginan) adalah suatu kemauan yang muncul dari dalam hati untuk mengatakan, melakukan, memiliki dan menyukai hal-hal tertentu di dalam dunia ini.  Seandainya tiap-tiap orang mampu mengendalikan hasrat yang timbul dari dalam dirinya maka kekuatannya tidak akan sampai mencelakakan orang lain dan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Akan tetapi, manusia dengan tingkat kecerdasan emosional yang rendah mudah terlarut dalam kebencian, kesombongan dan iri hati yang ada di dalam dirinya. Inilah yang menjadi awal dari buruknya rasa ingin ini dan itu. Lebih baik tidak menginginkan sama sekali daripada ujung-ujungnya malapetaka. Akan tetapi, pada bagian ini akan kita pahami bahwa tidak menginginkan sama sekali juga jelas tidak baik. Sebab ada manfaat besar di baliknya, berikut akan kami jelaskan beberapa hal yang dapat kami pahami soal faedahnya yang dahsyat ajaib.

  1. Membuat manusia tetap aktif.

    Jangan sepele dengan keinginanmu kawanku! Menghilangkannya sama sekali jelas membuat kita lebih banyak berdiam diri. Sadarilah bahwa kekuatan untuk makan timbul karena ada nafsu. Lantas, kitapun turut bekerja untuk menghasilkan sesuatu sehingga bisa makan ini dan itu demi mengenyangkan perut. Saat mau menjadi orang pintar, kita lantas fokus kepada Tuhan dan membaca berbagai literatur. Bukankah semuanya ini menunjukkan bahwa hal-hal yang kita ingini secara tidak langsung mendorong kita untuk tetap aktif, tentulah semuanya demi melakukan hal-hal positif.

  2. Memicu pengharapan.

    Saat kita mengingini sesuatu, tentulah hal tersebut tidak semuanya dapat terpenuhi saat itu juga. Ada hal-hal yang menurut perkiraan standar semoga tercapai di masa depan. Apa yang kita inginkan di masa depan inilah yang disebut dengan pengharapan. Orang yang memiliki pengharapan meyakini sesuatu sekali pun tidak bisa melihat apa-apa saat ini. Karena kita menginginkan sorga maka diri ini berusaha segiat-giatnya untuk melakukan kebenaran hakiki. Agar di akhir zaman kelak, keberadaan diri ini diperhatikan oleh Yang Maha Kuasa.

  3. Menambah semangat.

    Semangat merupakan kekuatan menggebu-gebu asalnya dari dalam hati agar mampu melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dalam sukacita penuh. Tidak ada orang yang menjualnya kepada anda, sekali pun ada sifatnya sesaat saja. Tetapi, orang yang mampu menciptakan semangatnya sendiri akan mampu mengekspresikannya secara terus-menerus. Biasanya, mereka yang mengingini sesuatu akan berharap kepada Tuhan, berharap itu terjadi di masa depan. Harapan inilah yang secara tidak langsung akan menghasilkan semangat baru selama menjalani aktivitas sehari-hari.

  4. Membuat kita menjadi ikhlas.

    Mereka yang ikhlas mengedepankan kehendak Allah daripada keinginan pribadi. Merasa bahwa setiap kenyataan yang terjadi adalah keinginan Allah merupakan cara utama untuk menjadi ikhlas. Sekali pun kenyataan tersebut kurang menguntungkan bahkan lebih banyak ruginya, tetap saja diterima dengan mengikhlaskannya. Terkecuali hal-hal yang menyangkut hak-hak kita sebagai manusia secara hukum. Kita bisa menuntutnya ketika itu tidaklah terpenuhi sebagai mana adanya.

  5. Membuat kita sanggup berbuat baik.

    Nyatanya, kebaikan tersebut tidak otomatis ada (seperti perbuatan daging) melainkan harus kita usahakan menurut cara yang kita pahami. Perlahan-lahan lewat proses belajar, walau kadang salah akan terlatih menjadi pribadi yang baik hatinya. Tentu saja hal ini tidak terjadi dalam jangka waktu yang singkat. Karena kita ingin hidup dengan benar seturut firman Tuhan maka diri ini pun turut berusaha untuk belajar menjadi pribadi yang baik hatinya. Hawa nafsu kita terhadap janji-janji Tuhan tentang kehidupan ke dua sangatlah tinggi. Maka itulah yang senantiasa menjadi alasan penting agar kita terus konsisten untuk berbuat baik.

  6. Mengajari kita untuk tulus.

    Tidak mudah untuk menjadi orang yang selalu tulus. Sebab pada dasarnya tiap-tiap manusia ingin menikmati momen dimana kebaikannya dibalaskan, setidaknya lewat keramajhan kata “terimakasih.” Akan tetapi, bagi mereka yang telah memahami firman Tuhan dengan benar cenderung memilih untuk tulus hati dalam setiap tindak-tanduknya. Sebab yang menjadi hawa nafsu kita adalah agar tiap-tiap kebaikan hati dibalaskan oleh Tuhan kelak sebagai harta di sorga. Sedangkan orang yang telah menerima balasan setimpal selama hidupnya dari hal-hal baik yang dilakukannya, tidak akan lagi menerima balasan kelak di sorga. Oleh karena itu, lakukanlah kebaikan secara sembunyi-sembunyi sebab Tuhan menyukai yang tersembunyi dan Dia akan membalaskannya kelak di sorga kepada anda.

  7. Hidup sederhana.

    Manusia duniawi inginnya agar hari-harinya dipenuhi oleh kemewahan yang dapat dibanggakan setidaknya di dalam hati sendiri dan di antara rekan-rekannya. Akan tetapi, tidaklah demikian dengan manusia sorgawi yang ingin hidup mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus Kristus yaitu jalan kesederhanaan yang benar. Sebab jalan hidup sederhana yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus selalu memiliki harta sama dengan orang lain dan tidak memiliki harta benda pribadi, melainkan semua yang dimiliki adalah milik bersama. Seperti ada tertulis, ajakan untuk memiliki harta sama dengan orang lain.

    (Lukas 3:11) Jawabnya: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”

    Firman Tuhan yang menunjukkan kesederhanaan yang tidak memiliki harta benda pribadi, seperti ada tertulis.

    (Matius  8:20) Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

    Firman Tuhan yang menunjukkan bahwa segala yang dimiliki adalah milik bersama, seperti ada tertulis.

    (Kisah Para Rasul  2:44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

  8. Kita mampu menanggung sakitnya himpitan hidup dan derita.

    Bertahan dalam masalah bukanlah perkara mudah teman-teman. Ini bukanlah latihan yang dapat mencapai kesuksesan dalam satu dua bulan saja melainkan seumur hidup adalah latihan agar semakin mantap dalam menghadapi berbagai cobaan hidup di dunia ini. Setiap orang punya alasan mengapa begitu kuat selama menghadapi pergumulan hidup. Keadaan itu bisa saja timbul karena hendak mewujudkan hawa nafsunya terhadap berbagai hal duniawi. Atau kekuatan yang membatu tersebut timbul karena keinginan yang kuat akan janji-janji Tuhan tentang sorga yang penuh sukacita abadi.

  9. Memaksimalkan usaha/ perjuangan.

    Kita terus-menerus berkata dalam hati “ayo-ayo, terus berjuang untuk mewujudkan rencana demi rencana.” Kata-kata semacam ini bisa saja timbul oleh keinginan yang kuat tentang sesuatu yang postif di masa depan. Saat kita memiliki ekspektasi tinggi terhadap sesuatu di masa depan maka secara tidak langsung keinginan tersebut akan menjadi kekuatan sehingga perjuangan yang ditempuh mencapai batas maksimal. Misalnya saja, kita bercita-cita untuk membeli ini-itu di masa depan. Maka dengan hasrat yang besar tersebut, kita pun berjuang habis-habisan agar apa yang diinginkan terwujud/ sukses adanya.

  10. Menguji hati masing-masing.

    Hawa nafsu yang dilontarkan kepada diri sendiri membuat hati menjadi rapuh. Kita rapuh dengan rasa kecewa ketika apa yang diinginkan belum bahkan tidak pernah jadi. Keadaan ini lantas membuat kita diperhadapkan dengan rasa kecewa sana-sini. Otomatis, kekecewaan seperti ini menimbulkan rasa sakit di dalam jiwa. Akan tetapi, sadarilah bahwa rasa sakit tersebut adalah baik sebagai kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kekuatan hati, ketulusan dan kerendahan hati.

  11. Menambah kecerdasan bahkan kedewasaan.

    Orang yang aktif positif akan beroleh berbagai hal baik. Salah satu dari sekian banyak manfaat dari aktivitas postif adalah meningkatkan kecerdasan otak masing-masing. Coba bayangkan bagaimana jadinya kehidupan kita setelah melalui berbagai macam rintangan yang dipengaruhi oleh keinginan yang tak menentu? Sadarilah bahwa semakin banyak ujian yang dihadapi maka semakin pesat perkembangan otak yang dimiliki. Bahkan ketika kita mampu tetap tulus dan cerdik menghadapi lawan-lawan di sekitar, berarti pikiran telah mencapai tahap kedewasaan.

  12. Membuat kita semakin dekat kepada Tuhan.

    Saat kita menginginkan hal-hal duniawi, ada masanya keadaan tersebut terwujud dan kadang pula tidak. Keadaan ini secara otomatis membuat bahagianya kita terhadap kenikmatan dan kemuliaan terasa tanggung alias putus nyambung. Rasanya yang bergelombang dan tidak pasti membuat hati semakin tidak nyaman karena terlalu fokus kepada hal-hal duniawi. Bahkan bisa dikatakan bahwa tidak ada ketenangan hati dalam kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Akan tetapi, saat kita bertekun melakukan kebenaran hakiki maka kepuasan, ketenangan dan kebahagiaan akan menjadi hak milik yang tetap/ selalu ada.

  13. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Keinginan adalah pedang yang bisa mematikan atau menghidupkan; pisau yang menguntungkan atau malah merugikan. Ketajamannya sangat tergantung dari tujuan kita menginginkan sesuatu. Segala sesuatu dinilai dari tujuannya! Orang yang hawa nafsunya tertuju kepada hal-hal duniawi, akan diperbudak oleh ajaran-ajaran dunia ini. Sedangkan mereka yang keinginannya tertuju kepada hal-hal sorgawi, akan senantiasa melakukan kebaikan dan kebenaran dalam segala kesempatan yang ada. Ketika tujuan hidup kita kepada kebenaran hakiki (kasih yang utuh kepada Tuhan dan kasih yang adil kepada sesama) maka warna-warni hasrat di dalam hati sejalan dan tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Akan tetapi, saat tujuan kita untuk mencari kenikmatan dan kemuliaan duniawi maka niat jahat/ fasik meraja lela walau pun orangnya terlihat alim dari luar. Saksikanlah, Bahaya menginginkan secara berlebihan.

Salam, Kemauan bermanfaat
Bila dapat dikendalikan dengan cermat.
Kehendak kita bersalahan,
bila hanya ditujukan
demi kenikmatan & kemuliaan.
Inginkan hal-hal duniawi
tetapi jangan abai dari kebenaran sorgawi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.