+76 Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan Tentang Harapan Serta Hal-Hal Positif Lainnya (Kumpulan Bagian VII)

Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan Tentang Harapan Serta Hal-Hal Positif Lainnya (Kumpulan Bagian VII)

Ada yang bertanya-tanya, bagaimana kita bisa semangat saat segala segala harapan telah sirna? Ini jelas kenyataan hasil dari asumsi yang kita simpulkan secara cepat. Memang dalam hidup ini, terkadang apa yang kita harapkan tidak mengembang sesuai rencana tetapi bukan berarti semua pengharapan di dalam hidup ini lenyap. Kita masih punya sisi lain kehidupan yang perwujudannya tidak dapat dilihat secara kasat mata tetapi dapat dinikmati oleh hati. Bukan hanya kita sendiri yang mampu menikmatinya melainkan orang lain juga dapat, walau kadang mereka diam seribu bahasa.

Ketahuilah bahwa pengharapan tentang hal-hal duniawi hanyalah sementara saja tetapi berharap kepada sorga itu abadi. Sebab saat keinginan akan hal-hal materi tercapai maka akan muncul keinginan lain yang lebih kompleks sehingga kepuasan hati sifatnya patah-patah (kadang terwujud-kadang tidak). Akan tetapi, berpengharapan kepada Tuhan membuat kita merasakan kepuasan yang terus-menerus sebab nikmatnya dapat kita cicipi sepanjang waktu. Dimana ada Tuhan di situ ada kebenaran dan dimana ada kebenaran di situ ada kasih yang utuh kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama manusia.

Berikut akan kami berikan beberapa rangkaian kata-kata bijak demi memotivasi kehidupan agar menjadi lebih baik dari hari ke hari.

  1. Berharap kepada dunia ini sifatnya putus nyambung (kadang puas, kadang tidak) tetapi berharap kepada Tuhan kepuasannya terus-menerus.
  2. Miliki harapan duniawi dan miliki jugalah harapan sorgawi. Sebab di saat harapan terhadap dunia pupus, semangat hidup selalu ada karena pengharapan terhadap sorga sifatnya selalu untuk selamanya.
  3. Harapan kepada hal-hal duniawi tidak perlu terlalu tinggi tetapi miliki perjuangan yang besar untuk mewujudkan setiap keinginan dan cita-cita anda.
  4. Berharaplah kepada siapa pun tetapi jangan gantungkan hidup kepadanya melainkan bergantunglah pada Tuhan saja.
  5. Mereka yang bergantung kepada Tuhan berarti mengandalkan dirinya sendiri.
  6. Bergantung kepada Tuhan bukan berarti tidak percaya kepada orang lain, tetapi selalu mengutamakan kehendak Tuhan dan tidak menyetujui kehendak orang lain yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
  7. Selalu ingat bahwa harapan kepada dunia selalu syarat dengan gejolak. Itu adalah salah satu kesempatan terbaik untuk menguji diri sendiri.
  8. Bukan orang lain yang menguji kita tetapi keinginan yang banyaklah yang membuat ujian kehidupan semakin bertubi-tubi.
  9. Tidak ada keinginan yang tidak baik asalkan kita bijak menarik-ulurkannya.
  10. Satu-satunya keinginan yang tidak pernah ditarik-ulur adalah harapan tentang hal-hal sorgawi.
  11. Mentahkan siasat lawan dengan firman Tuhan dan peraturan sebab kekerasan hanya akan menelurkan kekerasan yang lain.
  12. Mengalahlah dengan mematuhi peraturan sebab itulah awal kemenangan anda.
  13. Kalau anda memiliki anak, jangan biarkan dia bersantai dalam kemewahan hidup: itu hanya akan membuatnya semakin terbeban mental menjalani hidup.
  14. Setiap orang berhak kaya, tetapi hidup mewah-mewahan awal bencana.
  15. Hidup mewah berarti membiarkan diri sendiri dalam keinginan daging secara terus-menerus.
  16. Dimana ada kemewahan, di situ ada kemegahan, di sanalah kental kenyamanan dan syarat dengan kemudahan yang berlebih-lebihan.
  17. Lebih dewasa anak yang hidup dalam kesederhanaan. Manjalah anak yang berdiam dalam kemewahan hidup orang tuanya.
  18. Berharap kepada manusia berarti mengandalkan sesama untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita.
  19. Harapkanlah kekuatan mental (kekuatan hati), kedewasaan dan kebijaksanaan dari Sang Pencipta. Ia yang menganugerahkannya kepada anda secara berangsur-angsur lama-kelamaan semakin kuat!
  20. Tidak perlu berharap kepada manusia tetapi bekerja samalah dengan sesama untuk mewujudkan segala yang diinginkan.
  21. Cara terbaik menghadapi ujian sosial adalah bermurah hati melayani sesama lewat ramah-tamah dan berbagi kata-kata positif.
  22. Tidak perlu ribet mencari kata-kata positif untuk dibagikan kepada sesama. Mulailah dengan bertutur, waw, mantap, luar biasa, aku ikutan dong, mau, ayo dan lain sebagainya.
  23. Iri hati selalu dimulai dengan kesombongan. Artinya, hasrat yang syarat dengan iri hati timbul akibat manusia mulai merasa lebih baik dari orang lain.
  24. Manusia egois selalu berpikir tentang kenyamanan hidupnya dan tidak mau memahami orang lain.
  25. Orang egois hanya mau dipahami orang lain tetapi lambat bahkan enggan memahami orang lain.
  26. Keegoisan lebih banyak menempatkan kita dalam masalah pribadi tanpa penyebab yang jelas.
  27. Pemula memiliki kepribadian yang bisa dibedakan dari orang lain. Orang cerdas memiliki beberapa kepribadian yang khas untuk dirinya sendiri. Sedang orang bijak memiliki kepribadian yang tidak bisa diidentifikasi karena bisa jadi apa saja yang diinginkannya.
  28. Orang yang mampu mengikuti lantunan irama kebersamaan adalah orang yang belajar dari aktivitas bersosial dan telah menuai arti di balik kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.
  29. Beramah tamah kadang menimbulkan rasa sakit, sikap acuh tak acuh jauh lebih banyak menimbulkan penyesalan.
  30. Hidup ini mengandung rasa sakit, mulailah belajar mencicipinya lewat beramah tamah.
  31. Semewah apa pun bunker anti rasa sakit yang kita miliki, suatu saat akan datang juga kesakitan tersebut. Kalau bukan dari dalam diri sendiri maka hal tersebut akan muncul lewat orang-orang terdekat di sekitar kita.
  32. Siapa yang tidak mau hidupnya tertekan berarti tidak mau mempelajari arti di balik tekanan tersebut.
  33. Orang-orang yang hidup nyaman selalu berpikir bahwa dirinya lebih pintar dari orang lain padahal kebodohan sedang menggerayangi sekelilingnya.
  34. Sambutlah setiap deritamu dengan sukacita sebab itulah bagian terbaik kehidupan yang berpotensi mendewasakan kita.
  35. Jika manusia sorgawi saja berbahagia hanya dengan memiliki & memuja-muji TUHAN Allah dalam kebenaran-Nya, manusia duniawi pun dapat melakukan hal yang serupa.
  36. Kelahiran adalah awal penderitaan dan kematian adalah akhir dari penderitaan.
  37. Setiap manusia yang lahir ke dunia diperhadapkan dengan dukacita dan sukacita tapi lebih memilih untuk berdukacita.
  38. Tiap-tiap orang yang meninggalkan dunia diperhadapkan dengan sukacita dan dukacita tapi lebih memilih untuk bersukacita.
  39. Saat kita lahir, kita berdukacita dan orang lain bersukacita. Tetapi saat kita meninggal, kita bersukacita dan orang lain berdukacita.
  40. Penderitaan adalah takdir yang mau tidak mau tetap diambil oleh tiap-tiap orang dewasa. Atau siap-siap mengenyam takdir tidak dewasa seumur hidup karena menolak untuk menderita.
  41. Manusia telah menyesuaikan diri sejak masa kelahiran. Orang yang tidak mampu menyesuaikan diri, hendaklah belajar kepada bayi yang baru lahir.
  42. Apa yang diinginkan manusia selalu berbeda dari takdirnya dengan demikian tiap-tiap orang diuji oleh keinginannya sendiri. Apakah lebih memilih keinginannya, yaitu kenyamanan atau lebih memilih takdirnya yaitu penderitaan.
  43. Mengapa hanya mencintai satu orang bila dimungkinkan untuk mencintai banyak orang? Mengapa hanya mencintai beberapa orang saat dimungkinkan untuk mencintai semua orang?
  44. Mencintai semua orang diawali dari sikap yang menjunjung tinggi keadilan sosial.
  45. Cinta kepada semua orang tidak mengenal istilah sakit hati. Sebab saat yang satu berkhianat masih banyak yang lainnya, yang lebih pantas mendapatkannya.
  46. Mencintai semua orang bagaikan bunga yang tidak pernah layu. Sebab tunas-tunas muda yang lebih segar menunggu kebaikan kita.
  47. Berapi-apilah mencintai semua orang agar suatu saat ketika apimu memudar ada api cinta orang lain yang membuatmu bertahan hidup.
  48. Hanya mencintai dua-tiga orang saja berarti membatasi kedahsyatan cinta yang ada di dalam diri masing-masing.
  49. Cinta adalah pengorbanan. Dalam hidup ini, korbankanlah sesuatu yang diketahui bisa diisi ulang!
  50. Pengorbanan itu indah karena orang lain belum tentu bisa melakukannya.
  51. Pengorbanan yang indah dilakukan pada momen yang tepat.
  52. Manusia diciptakan bukan untuk dirintya sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan dan demi kebaikan orang lain.
  53. Cara paling mendasar untuk mengasihi semua orang adalah dengan memberlakukan keadilan sosial.
  54. Kita bisa memiliki semua yang diinginkan dengan cara menghasilkan karya seni. Bebas untuk membuat apa saja sesuai dengan yang kita inginkan dalam imajinasi positif.
  55. Bergeraklah sebab itu adalah pertanda bahwa anda hidup.
  56. Hati yang tergerak oleh belas kasihan timbul karena kita membayangkan kehidupan orang lain serupa seperti diri kita yang dulu.
  57. Memiliki hati yang berbelas kasihan kepada seseorang dimulai dengan membayangkan diri sendiri ytang menalami nasib buruk tersebut.’
  58. Rasa sakit adalah persepsi yang bisa ada menurut anda tetapi bisa tidak terasa menurut orang lain.
  59. Hidup ini ditempa oleh rasa sakit. Tanpa rasa sakit tidak ada pelajaran hidup.
  60. Jika kita enggan menempuh jalan hidup yang menyakitkan maka dunia ini akan memaksakan rasa sakit itu untuk dijalani. Pilih melaluintya dengan sukarela atau dipaksa-paksa?
  61. Rasa sakit itu seperti perkalian, semakin ditolak maka makin berkali-kali lipat deritanya.
  62. Penderitaan adalah hak setiap manusia, sama halnya seperti hak kebahagiaan.
  63. Rasa sakit itu seperti pembagiaan, rasanya semakin terbagi-bagi saat dihadapi dengan hati yang ikhlas.
  64. Duka lara seperti debu yang menimbulkan batuk rejan. Sedang sukacita seperti air sejuk yang mengalir dari bukit batu. Bukankah kedua-duanya bermanfaat bagi perkembangan kehidupan?
  65. Rasa sakit itu seperti penambahan, sakitnya bertambah-tambah saat kita mendendam kepada mereka yang terlibat.
  66. Tidak ada penderitaan yang terlalu berat untuk dipikul. Sebab setiap punggung sudah dipersiapkan untuk menanggung semuanya itu.
  67. Rasa sakit itu seperti pengurangan, sakitnya makin berkurang karena mau memaafkan setiap orang yang menjadi memicunya.
  68. Manusia tidak bisa terus-menerus menjauhi penderitaan sebab lewat deritalah bertunas benih-benih kedewasaan.
  69. Nyatanya, rasa sakit itu hanya timbul di awal-awal saja, saat sudah terbiasa maka semuanya lancar. Awalilah hari dengan terbiasa berkorban lewat kata-kata yang dimiliki.
  70. Tidak ada orang yang dapat memberikan anda kebahagiaan, melainkan ciptakanlah kebahagiaan itu menurut versimu sendiri.
  71. Keindahan tersingkap saat menemukan solusi.
  72. Seindah-indahnya disentuh lawan jenis, jauh lebih indah digerayangi semut.
  73. Keindahan identik dengan keringanan hati dan keringanan fisik. Mereka yang ringan badan dan ringan pikiran bisa melakukan apa saja tanpa kuatir alergi.
  74. Hidup adalah anugerah. Artinya, segala sesuatu yang kita alami perlu dinikmati, baik-buruknya itu.
  75. Sepanjang hidup di dunia ini, penderitaan selalu selang-seling mewarnai hari. Yang membuatnya berbeda adalah saat kita tetap bertahan dan hampir terbiasa menanggung semuanya itu. Jadinya, orang lain pun tidak mampu membedakan apakah kita sedang menderita atau sedang bahagia.
  76. Penderitaan telah mencapai suksesi kehidupan saat baik-buruknya situasi tidak bisa mempengaruhi diri ini, seolah segala sesuatu tarlihat biasa saja.
  77. Sesuatu dilakukan dengan sepenuh hati, saat menyadari bahwa sesuatu itu penting dan sesuai dengan tujuan hidup yang diyakini.
  78. Menyerahkan hidup pada kejahatan sama dengan mengantarkan jiwa ke neraka. Menyerahkan hidup kepada kebajikan sama dengan mengantarkan jiwa ke sorga yang kekal.
  79. Pasrah bukan berarti menyerah. Mereka yang pasrah masih terus berjuang tetapi orang yang sudah menyerah tidak melakukan apa-apa lagi….
  80. Teruslah merendahkan hati sampai tidak ada lagi sikap (kata-kata maupun perilaku) orang lain yang dapat merendahkanmu.
  81. Fobia adalah ketakutan yang sangat dibenci.
  82. Siapa yang tidak punya rasa takut, saya juga punya itu tetapi sewajarnya saja.
  83. Ketakutan yang realistis selalu beradaptasi menjadi rasa segan terhadap sesuatu atau segan untuk melakukan ini atau segan untuk melanggar itu.
  84. Fobia adalah ketakutan yang terlalu dilebih-lebihkan.
  85. Rasa takut yang wajar tidak untuk membuat kita gemetaran tetapi mengarahkan kita untuk menjauhi ini dan mendekati itu.
  86. Fobia adalah ketakutan yang menyisakan pengalaman pahit di masa lalu.
  87. Bersikaplah biasa saja menghadapi fobia anda, seolah-olah itu adalah rasa takut yang ditemui sehari-hari.
  88. Setakut-takutnya kita terhadap sesuatu, fokuslah kepada Tuhan maka rasa takut itu hanya akan menjadi sesuatu yang tinggal kenangan.
  89. Ketakutan tidak ada selama hati bahagia: fokuslah kepada hal-hal positif maka kebahagiaanmu akan melambung tinggi melebihi ketakutanmu!
  90. Tidak ada orang yang tidak memiliki rasa takut. Masalahnya adalah apakah ketakutan tersebut mampu membuatmu melakukan pelarian kepada hal-hal yang jahat?

Salam, Motivasi ini hanyalah kata-kata.
Selanjutnya bagaimana
semuanya terserah anda.
Sebab andalah motivator yang sebenarnya!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.