Jangan Takut Mati – Kalau Mati-Matilah Tapi Jangan Mati Dalam Kebodohan Dan Kejahatanmu Sendiri

Jangan Takut Mati – Kalau Mati-Matilah Tapi Jangan Mati Dalam Kebodohan Dan Kejahatanmu Sendiri

Menjalani hidup sehari-hari, tidak ada yang selalu semulus dan selembut sutra. Terkadang kita diperhadapkan pada suatu kondisi yang penuh dengan serba salah sehingga sulit untuk mengambil keputusan seperti apa untuk diri sendiri. Situasi yang terjadi sulit ditebak sehingga memaksa kita berpikir keras agar segera menemukan solusi. Akan tetapi, pecah kepala pun, solusinya tidak akan ketemu karena melibatkan konspirasi panjang yang telah dicampuri oleh banyak pihak. Situasi buruk semacam ini, tidak boleh kita hadapi dengan terburu-buru sebab tujuan utama dari peristiwa yang terus-menerus mendera tersebut adalah membuatmu gelisah. Yang sangat dibutuhkan di saat seperti ini adalah ketenangan dalam berpikir maupun dalam bersikap sehingga berusaha untuk tetap benar di semua medan.

Ujian kehidupan adalah hal yang normal di alami oleh tiap-tiap manusia. Ada dua tipenya berdasarkan kesengajaan, yaitu cobaan hidup yang disengaja dan yang tidak disengaja. Apa yang disengaja biasanya sangat terstruktur yang dilakukan oleh organisasi/ lembaga tertetentu. Akan tetapi, ujian kehidupan yang tidak disengaja lebih banyak terjadi karena kekhilafan saat menjalin hubungan dengan sesama manusia, contoh kecilnya adalah kekhilafan komunikasi (ujian komunikasi). Kedua hal ini pada dasarnya bermanfaat asalkan dilakukan menurut kaidah tertentu. Akan tetapi, siapa yang menjadi kontrol yang menentukan seberapa besar presure/ tekanan yang diberikan kepada seseorang saat menjalani cobaan hidup? Kiranya hati nurani kita masing-masing mampu menimbang apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan.

Stres menghadapi tekanan hidup membuat seseorang merasa lebih baik mengakhiri hidup

Kadang-kala, cobaan hidup yang kita hadapi sehari-hari berhubungan erat dengan ancaman tertentu, misalnya saja adalah ancaman kematian. Ketahuilah bahwa jenis tantangan yang seperti ini berupaya menakut-nakuti kita tetapi tidak sungguh-sungguh membunuh. Rasa gentar semacam ini sengaja dipicu agar anda khawatir tentang hidup-matinya dirimu. Bila kita terbawa oleh tujuan para konspirator tersebut niscaya secara tidak langsung kita telah menyetujui untuk dibelenggu oleh kebohongan mereka. Semua rasa takut mati tersebut semata-mata ada untuk menghentikan pendidikan, pekerjaan dan aktivitas positif lainnya yang kebetulan sedang ditekuni. Rasa stres yang timbul karenanya, lebih cenderung memicu kebosanan hidup yang memaksa “seseorang merasa lebih bagus kalau mati saja!” Simaklah teman, Mengapa kita harus tetap bertahaan hidup?

Cara terbaik menghadapi sesuatu yang menakutkan dengan memiliki iman kepada Allah

Sekali lagi kami ingatkan teman, bahwa yang namanya stres adalah sesuatu yang biasa terjadi. Tiap-tiap orang telah cukup belajar untuk menghadapi tekanan itersebut sendiri. Sayang, tidak dapat dipungkiri bahwa ada orang-orang tertentu yang terus hancur hatinya akibat diperhadapkan dengan ujian sosial yang bertubi-tubi. Karena keyakinannya kepada Tuhan kurang teguh maka rasa kuatir melambung tinggi sehingga berubah menjadi ketakutan siapa tahu ajalnya tiba karena berbagai ujian tersebut. Dirinya lupa bahwa segala ujian kehidupan yang dialami tidak melebihi kekuatan yang adanya padanya. Karena kurang pengharapan kepada Tuhan maka doa-doanya pun meredup. Oleh karena itu, salah satu cara menghadapi rasa takut terhadap akhir kehidupan adalah dengan memperdalam iman percaya kepada Tuhan. Seperti ada tertulis

(I Korintus  10:13) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Kata firman juga

(Mazmur  42:6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Jangan takut, Tuhanlah pembelamu yang adil dan setiawan!

Orang yang beriman kepada Tuhan seharusnya tidak takut dengan kematian. Sebab dunia ini dan alam baka semua adalah milik-Nya. Dimana pun berada, kita masih tetap milik Sang Pencipta dan Dia pun selalu berada di dekat bahkan di dalam (hati) kita pada bermacam-macam situasi yang dijalani. Milikilah keberanian di dalam-Nya tetapi bukan berani yang sok-sokan sehingga terjerumus dalam kekerasan dan kejahatan. Milikilah keberanian yang rendah hati di dalam kebenaran sehingga hari demi hari, hidup semakin terarah kepada sorga-Nya. Hadapi cobaan hidup dengan hati-hati tetapi hindari menguatirkan nasib kita dalam menghadapi tekanan tersebut. Berupayalah untuk melakukan tindakan pencegahan tetapi saat sesuatu terjadi meski sudah dicegah, tidak perlu kesal sambil bersungut-sungut karenanya melainkan hadapi dengan ikhlas, sabar dan rendah hati sambil sibuk dengan aktivitas positif yang digeluti. Hindari fokus pada bagaimana orang lain memperlakukan anda melainkan fokuslah kepada Tuhan agar hak-hakmu dibela-Nya. Seperti ada tertulis

(Ratapan 3:57-59) Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!” “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!

Menuntut sesuatu selalu sempurna sesuai rencana meningkatkan angka stres

Memang yang selalu diinginkan tiap-tiap manusia adalah saat hari-hari yang dijalani selalu sempurna sesuai dengan rencana yang kita buat.  Demikian juga saat tantangan hidup menghampiri, kita berusaha untuk mengatasinya tetapi tetap saja tidak bisa. Di lain hari cobaan yang sama datang menghampiri, mencoba mengantisipasinya tetapi masih saja tidak mampu. Kita terus-menerus terjerembab dalam jebakan yang sama. Pada saat-saat seperti ini, bila tidak diikhlaskan dan terlalu memaksakan kehendak agar tidak terjebak: kepala bisa pusing dan kita pun stres karena terlalu memaksakan diri untuk tidak terjebak padahal nyatanya terjebak lagi dan lagi. Pada keadaan ini, yang perlu kita lakukan adalah meminimalisir kadar jebakan tersebut. Agar sekali pun terjadi berulang-ulang, efeknya bagi tubuh sangat minimal.

Berusahalah mengatasi cobaan tetapi ikhlaskan setiap kebobolan/ kebocoran yang terjadi tanpa disadari

Misalnya saja, kita selalu diracuni oleh kaum keluarga di dalam rumah sendiri. Tentu tidak bisa berbuat apa-apa sebab hanya sebagai seorang anak saja. Terlebih ketika yang melakukan itu adalah orang tua dan saudara sendiri. Pada posisi ini, kita tidak mampu lagi menghindar, terlebihh ketika jumlah mereka lebih banyak dan sangat kompak ingin menjatuhkan kita. Sadari betul bahwa tujuan utama racun tersebut bukan untuk membunuh melainkan sengaja agar anda marah-marah, banyak bacot, bosan hidup dan bunuh diri sendiri (kejahatan terhadap diri sendiri). Oleh karena itu, dalam menghadapi cobaan hidup ini, yang paling dibutuhkan adalah ketenangan hati. Berusahalah untuk mengenali racun tersebut, tetapi kalau sudah terlanjur termakan atau terminum, hindari menjadi kesal hati (ilfil). Bila kebencian sempat menguasai anda di saat seperti ini, ketahuilah bahwa bau kemenangan para lawanmu sudah mulai tercium. Sekali lagi kami ingatkan, berusaha mengenali dan meminimalisir masuknya racun tersebut di dalam tubuh tetapi jangan membenci saat itu sudah terlanjur termakan atau terminum. Berusahalah untuk akrab dan hindari sikap sentimen dengan musang berbulu domba sambil tetap cerdik mengantisipasi tindak-tanduk mereka namun selalu tulus berbagi kesih kepada mereka. Jalan juga ke mari, Nyatanya hidup lebih penting dari kenikmatan dan kemuliaan!

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi  1:21)

Ingat-ingat lagi bahwa hidup dan mati setiap orang percaya berada di tangan Tuhan. Jika Yang Maha Mulia ingin agar kita meninggalkan dunia ini maka tidak ada yang dapat menahan-Nya. Biarlah kehendak Tuhan yang jadi atas diri kita, entah itu mati atau hidup, semua dipasrahkan di dalam tangan pengasihan-Nya. Yang dapat kita lakukan di dunia ini  adalah sebatas mengantisipasi belaka. Jika tindakan yang kita lakukan masih kecolongan dan jebakan musuh masih tetap nyata: hindari kesal hati apalagi kalau sampai marah-marah melakukan kekerasan. Melainkan tetaplah berjuang untuk mengatasinya namun jebakan kecil yang kebobolan perlu diterima dengan lapang dada. Sebab yang diincar oleh orang-orang tersebut bukanlah nyawa kita melainkan yang mereka inginkan adalah agar pikiran kacau balau sehingga sikap amburadul. Sikap yang amburadul  (jahat) contohnya adalah marah-marah tidak jelas, melakukan kekerasan verbal (menghina, merendahkan, perang mulut) maupun fisik (berkelahi, berhantam), menyimpan dendam dan lain sebagainya.

Kesimpulan – Kalau mati, matilah tapi jangan dalam kebodohan dan kejahatan sendiri

Ada kalanya, kita perlu mengambil keberanian yang nyata bergairah tinggi dengan mengatakan “kalau mati, matilah: hidup atau mati adalah milik Tuhan.” Namun berhati-hatilah, hindari mengatakannya dengan penuh kesombongan atau agar kedengaran dan kelihatan lebih unggul dari sesama. Kata-kata motivasi ini sekedar penambah semangat belaka. Seperti apa pun pergumulan hidup yang sedang kita alami, hadapilah dengan bijaksana. Hindari sikap yang terburu-buru agar dapat mengantisipasi semuanya. Namun ketika ada hal-hal tertentu yang di luar jangkauan kita dan murni tidak dapat diantisipasi karena melibatkan banyak pihak: ikhlas dan pasrahlah menghadapi semuanya itu. Ingatlah bahwa hanya orang bodoh jahat yang akan marah-marah tidak jelas, melakukan kekerasan verbal juga fisik dan menyimpan sakit hatinya guna dilampiaskan di hari berikutnya.  Hadapilah semuanya itu dengan penuh hikmat ketenangan dan jangan dalam kebebalan apalagi kalau sampai terjebak dalam kefasikan sendiri.

Salam, Hidup matinya kita
adanya di tangan Tuhan
Konspirasi apa pun
yang membunuh anda
Jangan kuatir setiap orang percaya
Sudah dipersiapkan tempat di sorga
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.