Puisi Kematian – Persiapan Untuk Menyambut Kematian, Apa Yang Diperlukan?

Persiapkanlah hidup kita dari sekarang kawan. Untuk menyambut hari-hari yang telah habis. Tak ada lagi waktu untuk melakukan kebajikan saat pintu kematian telah di depan mata. Oleh sebab itu, selama ada kesempatan baik lakukanlah apa yang benar dengan setulus hati. Kasihilah Tuhan dengan sepenuh jiwa dan berbagilah berkat dengan sesama. Fokus Tuhan memperkaya ilmu untuk dibagikan kepada sesama. Semoga generasi berikutnya lebih maju dan jaya…..

Puisi kematian, Apa yang diperlukan setelah kematian?

Waktu tidak tahu menunggu,
Tiap-tiap orang menghadapinya
Kematian telah menunggu

Tubuh tua renta
Kekuatan telah usang
Pergerakan telah hening

Semangat nyata sirna
Suara lantang meredup
Gegap gempita terkelupas

Kebanggaan telah pergi
Keduniawian tak lagi berarti
Harapan hanya sorga

Masuk alam baka
Tak ada negara
Tak ada aturan
Tak ada keinginan
Tak ada rebutan
Hari-harinya pun tenang

Demikianlah setiap makhluk
Takdirnya di dunia fana
Datang tak bawa apa-apa
Pulang dengan tangan hampa
Hanya amal perbuatan dibawa

Mari teman belajarlah
Kematian ada di depan
Apa yang ditinggalkan
Hanya pengetahuan didikan
Ajarilah orang dalam kebenaran
Kiranya tetap maju-jaya
Generasi berikutnya istimewa

Mari kawan belajarlah
dari kematian yang menanti
tak perlu ikat semua keinginan
Iklaskanlah beberapa
Hanya ambil yang dibutuhkan
Berbagilah dengan sesama
Amalanlah yang berharga di sorga

Beberapa penjelasan….

Semua manusia berhadapan dengan kematiannya. Itu telah menunggu kita di depan. Tidak ada yang dapat mengelak dari takdir ilahi, semua ditebas berdasarkan giliran Sang Penciptanya. Manusia yang lama akan berlalu dan generasi tua akan hilang. Anak-anak kita akan menggantikan dan kiranya waktu mereka berjaya kelak. Apa yang kita lakukan kini tinggal kenangan setalah tahun umur kita berakhir menurut ketetapan-Nya. Perjuangan pun tidak ada lagi dan semuanya harus dibiarkan terbengkalai.

Masalahnya sekarang, apa arti dari kematian? Ada yang mengatakan bahwa itu adalah sebuah akhir sekaligus awal menuju kehidupan yang lebih dahsyat. Laksana para malaikat, demikianlah orang benar menanti-nantikan sorga hingga kematian menjemput. Hati pun merindukannya dan semakin jelas saat pintu kematian datang. Hanya, apakah kita sudah berbuat sesuai dengan kehendak Yang Maha Kuasa sehingga merasa berhak untuk memasuki surga-Nya?

Persiapkanlah hidup kita dari sekarang kawan. Untuk menyambut hari-hari yang telah habis. Tak ada lagi waktu untuk melakukan kebajikan saat pintu kematian telah di depan mata. Oleh sebab itu, selama ada kesempatan baik lakukanlah apa yang benar dengan setulus hati. Kasihilah Tuhan dengan sepenuh jiwa dan berbagilah berkat dengan sesama. Fokus Tuhan memperkaya ilmu untuk dibagikan kepada sesama. Semoga generasi berikutnya lebih maju dan jaya…..

Salam, Mengenang lasealwin.com
Rekan yang selama ini menemani intim
Kami pun tetap lanjut menulis
meneruskan perjuangan cerdas
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.