+10 Alasan Kejahatan & Kekerasan Dekat Dengan Kebodohan – Sikap Intoleran Itu Bodoh

Alasan Mengapa Kejahatan & Kekerasan Dekat Dengan Kebodohan

Saat baru lahir di dunia ini, setiap anak adalah orang bodoh sekali pun pikirannya cerdas. Memiliki potensi bessar di dalam dirinya namun latihan tidak pernah digeluti sebelumnya. Saat pertama kali merengek-rengek, bayi belajar untuk untuk melupakan kenyamanan dan kehangatan yang basah di dalam rahim. Berupaya menyesuaikan diri dengan atmosfer yang jelas-jelas mengandung polutan. Beradaptasi dengan kebisingan yang berupaya memekakkan telingan. Belajar mengkomunikasikan apa yang diinginkan walau hanya lewat tangis tanpa air mata. Dan masih banyak lagi pembelajaran hidup yang kita peroleh bukan di bangku sekolah melainkan di jalan setapak kehidupan yang dirintis sendiri.

Dari setiap jalan perintisan yang dibuat, kita berusaha pula untuk meningkatkan pengenalan akan jalur tersebut sehingga lama kelamaan menjadi jalan setapak. Waktu terus berputar dan pengulangan semakin meningkatkan pengalaman sehingga jalur yang ditempuh kini menjadi jalan umum. Keadaan ini pun terus saja membaik dari tahun ke tahun sehingga jalur kehidupan yang kita tempuh menjadi jalan protokol. Ada peningkatan yang terjadi selama menjalani proses-proses kehidupan. Semakin sering melalui jalan tersebut, makin tinggi pengalaman sehingga timbullah kebiasaan positif. Dari sini kita bisa memahami bahwa melalui jalan yang sama secara berulang-ulang bukanlah suatu hal yang membosankan. Justru lewat pengalaman berulang tersebut wawasan dan pengetahuan kita terus bertambah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam tiap-tiap jalan yang kita tempuh pernah beberapa kali melakukan kejahatan maupun kekerasan. Kami sendiri mengakui bahwa dahulu diri ini merupakan pencuri ulung yang suka memunguti uang dari tas belanjaan tante. Bodohnya anak-anak, uang itu ditumpuk-tumpuk sampai puluhan ribu hingga akhirnya ketahuan. Lantas, kami pun dihukum atas kejahatan tersebut dan semenjak hari itu, kami tidak pernah lagi mencuri dari tas atau dompet orang dewasa. Kami pun pernah melakukan kekerasan, sok-sok hebat akhirnya darah menetes melalui hidung. Sejak hari itu, kami tidak pernah lagi berantam atau menakut-nakuti orang lain. Dulu kami memang bodoh tapi melalui berbagai pengalaman menyakitkan, lama-kelamaan sifat-sifat bloon itu pun ditinggalkan di belakang.

Pengertian

Siapakah orang yang tidak pernah jahat selama hidup di dunia ini? Kecenderungan hidup manusia memang sangatlah unik sebab tiap-tiap orang lebih berat dagingnya untuk melakukan berbagai-bagai dosa. Beruntunglah kita mampu mengawasi diri sendiri dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dan firman-Nya serta lewat peraturan yang berlaku di dalam masyarakat. Kejahatan adalah pikiran, perkataan dan perbuatan yang tidak sesuai bahkan menyimpang dari standar kebenaran Tuhan dan standar kebenaran peraturan. Sedang kekerasan adalah sikap kuat berlebihan yang diarahkan kepada hal-hal negatif sehingga beresiko melemahkan bahkan merugikan orang lain, diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Defenisi – Kejahatan (kekejaman, kekejian, kelaliman, kefasikan) adalah pikiran, perkataan dan perbuatan yang tidak sesuai bahkan menyimpang dari standar kebenaran Tuhan dan standar kebenaran peraturan. Sedang kekerasan (anarkisme) adalah sikap kuat berlebihan yang diarahkan kepada hal-hal negatif sehingga beresiko melemahkan bahkan merugikan orang lain, diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Kedua sikap intoleran tersebut merupakan bagian dari sejarah kehidupan umat manusia.

Faktor penyebab kejahatan dan kekerasan lebih dekat dengan kebodohan

Bagi mereka yang pernah keliling buana ke berbagai belahan dunia, pasti memahami bahwa pendidikan masyarakat sangat bergantung dengan sifat-sifat yang diekspresikannya. Negara yang memiliki tingkat pendidikan masyarakat yang lebih baik menunjukkan tindakan kekerasan dan kejahatan yang lebih minimalis. Sedang masyarakat dengan tingkat pendikan yang lebih rendah, rentan dengan budaya kekerasan dan kejahatan yang masih kental. (ngomong-ngomong nggak perlu keliling dunia juga kali, buka saja internet maka seluruh dunia dapat anda akses dengan mudah). Berikut akan kami berikan beberapa alasan mengapa dua hal ini dekat dengan kebodohan.

  1. Manusia tidak perlu belajar untuk memiliki perbuatan daging.

    Kejahatan tidak perlu diajarkan karena kejahatan adalah sifat dasar manusia yang termaktub dalam setiap sel-sel hidup dalam daging, tulang dan darah ini. Bila kita mencobai diri sendiri dengan membiarkan pikiran kosong maka secara otomatis akan timbullah raungan keburukan dari dalam dasar pikiran masing-masing. Akan tetapi, apabila pikiran difokuskan kepada hal-hal positif (fokus Tuhan, bekerja, belajar) maka energi negatif tersebut akan ditekan seminimal mungkin.

    Untuk mengosongkan pikiran, tidak butuh kecerdasan, orang bodoh juga bisa melakukannya. Akan tetapi, untuk berkonsentrasi memikirkan hal-hal tentang ketuhanan (berdoa, membaca-mempelajari firman, bernyanyi memuliakan-Nya) jelas butuh otak yang cerdas dan telaten. Demikian halnya saat belajar dan bekerja membutuhkan kepintaran dan aktivitas tersebut pun turut mencerdaskan manusia itu sendiri.

  2. Untuk menjadi liar, tidak butuh kecerdasan.

    Jika hewan-hewan di padang belantara bisa menjadi liar maka terlebih lagi manusia tatkala kemampuannya mengendalikan diri telah memudar. Mereka yang dikuasai tok oleh tingkah laku yang liar sudah hampir sama seperti binatang yang tidak faham lagi soal apa yang dilakukannya. Apakah itu sudah selayaknya atau malah mulai melewati batas-batas kewajaran. Mereka kurang cerdas karena tidak mampu menimbang mana yang baik dan yang jahat, yang diikutinya hanyalah nalarnya yang syarat hawa nafsu. Saat nafsu memimpin setiap tindakan manusia, pertimbangan logisnya telah lenyap sebab yang berkuasa di dalam pikirannya hanyalah kedagingan semata. Perbuatan daging seperti lepas tanpa kendali karena berkurangnya kemampuan otak mengendalikan segala hal yang diekspresikannya. Keadaan ini jelas lebih dekat dengan kebodohan yang tidak akan pernah terobati jika bukan dia sendiri yang mengaktifkan fikiran pada hal-hal positif.

  3. Anak kecil pun bisa berbohong.

    Kalau anak kecil saja bisa bohong berarti bisa dikatakan bahwa tidak butuh berpikir panjang untuk membohongi orang lain maupun diri sendiri. Bila anak kecil yang masih belum memiliki pertimbangan logis selama hidupnya mampu menipu orang lain maka demikianlah juga dengan anak muda dan orang dewasa yang mampu melakukannya tanpa logika yang menimbang-nimbang baik buruknya sesuatu. Orang dewasa yang tidak mampu mempertimbangkan baik buruknya sikap yang ditempuh memiliki tingkat analisis rendah yang lebih dekat dengan kebodohan.

  4. Anak kecil pun pandai mencuri.

    Tanpa diajari teknik cantik mencuri seorang bocah pun bisa saja menyeludupkan ini-itu demi mewujudkan keinginan hatinya yang tidak selalu baik. Mengambil kertas berharga uang demi membeli apa yang pernah disaksikannya dahulu. Dorongan untuk mencuri tidak bisa ditahan lagi karena hasratnya untuk memiliki sesuatu telah menyisihkan pertimbangan logis. Para pencuri ini jelas memiliki pikiran yang kurang tajam dan belas kasih yang sangat tipis sehingga tega menyakiti orang lain dengan menjambretnya.

  5. Anak kecil pun mampu bersikap acuh tak acuh.

    seharusnya ketika kita semakin besar dan dewasa, sifat kanak-kanak semacam ini telah ditinggalkan jauh-jauh hari. Sikap yang acuh tak acuh sangat dekat dengan panca indra yang kurang peka menangkap aktivitas orang lain di sekitar, seperti halnya seorang anak kecil. Akan tetapi, saat kita beranjak muda bahkan dewasa, kepekaan itu pun semakin baik sehingga lebih peduli menanggapi keberadaan orang lain. Tetapi orang jahat yang sengaja acuh tak acuh menunjukkan bahwa tingkat kepekaannya terhadap orang lain dan lingkungan sekitar sangatlah rendah. Saat ditanya tidak menjawab, diramahin pun tidak merespon, demikian halnya saat diminta untuk ramah kepada sesama, pasti tidak mampu melakukannya. Jadi, orang dewasa yang sikap mengabaikannya tinggi berarti kurang cerdas dan kurang peka terhadap orang-orang di sekitarnya.

  6. Anak kecil pun mampu berkata-kata kotor.

    Tanpa perlu belajar terlebih dahulu, seorang bocah bisa saja mengumbar kata-kata kotor yang diambil dari jalan-jalan kehidupan yang dilaluinya. Perkataan jahat semacam ini bisa saja meluap lepas tanpa sengaja karena selalu disimpan dalam hati. Terlebih ketika rasa benci dan sentimen kepada seseorang meningkat maka kata-kata kotornya pun semakin banyak saja. Anak muda apalagi orang dewasa sudah seharusnya meninggalkan kebiasaan berkata-kata kotor terkecuali jika pikirannya masih dikotori dendam dan kebencian. Artinya, orang yang masih terjebak dalam kata-kata kasar nan keras, belum berkembang pikirannya dari masa kanak-kanaknya (bodoh). Sedang mereka yang sudah meninggalkan kebiasaan buruknya di masa kecil berarti tingkat kepintarannya pun telah jauh berkembang.

  7. Anak kecil pun bisa mengkhayal untuk lari dari kenyataan menikmati dunianya sendiri.

    Kekuatan membakar imajinasi demi hidup dalam dunia yang senyatanya membuat seorang anak beranjak dewasa. Mungkin anda masih ingat masa-masa kecil dahulu dimana seorang anak diberikan berbagai mainan ini-itu oleh orang tua. Lantas ia pun menjadi pribadi yang suka memainkan semuanya itu sambil mengimajinasikannya, seolah-olah mainan tersebut hidup untuk dikendarai dijalanan yang kita buat sendiri. Sadarilah bahwa kebiasaan mengkhayal tidak jelas merupakan kebiasaan kanak-kanak yang perlu ditinggalkan. Mereka yang masih terjebak dengan dunia imajinasi terus bergelut dalam mimpi-mimpi yang tidak berdasar sekedar melarikan diri dari pahitnya kenyataan hidup. Akan tetapi, mereka yang sudah berkembang pemikirannya akan meninggalkan kebiasaan mengkhayal dan siap menghadapi kenyataan seburuk apa pun itu. Sedang orang-orang cerdas senantiasa menyibukkan dirinya dengan aktivitas positif (fokus Tuhan, bekerja dan belajar)

  8. Hewan pun lebih jago kalau soal kekerasan.

    Tidak butuh kepintaran untuk melakukan kekerasan yang jahat dan keji. Sebab, hewan-hewan di sekitar justru lebih jago saat melakukannya. Mereka akan bertarung mati-matian sampai bengkak berdarah-darah hanya demi egonya sebagai yang terhebat (misalnya sabung ayam). Jadi, sekarang tergantung diri kita masing-masing, mau mengikuti kebiasaan buruk nan bodoh dari hewan yang syarat dengan kekerasan atau menjadi pribadi yang lebih cerdas dengan menjalani hidup dalam kebenaran dan damai sejahtera.

  9. Orang yang tidak mampu memahami peraturan tergolong kurang cerdas.

    Ada orang yang kurang paham dengan peraturan di suatu tempat. Lantas akibat kesalahpahaman tersebut, aturan pun dilanggar dan timbullah protes dari berbagai pihak. Melanggar sesekali karena kurang paham, tidak masalah kalau itu baru pengalaman pertama. Akan tetapi, kurang memahami aturan berulang kali menunjukkan tingkat kecerdasan dan kesadaran yang buruk atau memang malah karena disengaja.

  10. Lupa aturan berarti kurang sadar.

    Siapa yang berupaya untuk mengikuti peraturan berarti mencoba meningkatkan kesadarannya terhadap hal-hal penting disekitarnya. Tentu saja yang namanya peningkatan kesadaran selalu diiringi dengan peningkatan kecerdasan. Mereka yang kecerdasannya masih kurang-kurang pasti akan sulit sekali mengingat suatu aturan sehingga kadang-kadang melanggar. Akan tetapi, orang cerdas yang selalu fokus kepada Tuhan, sibuk belajar dan bekerja pastilah memiliki tingkat kesadaran yang juga tinggi sehingga jarang sekali melupakan/ melanggar tata tertib.

  11. Salah satu ciri khas masyarakat yang didominasi oleh oknum berpendidikan rendah adalah kejahatan dan kekerasan merebak dimana-mana.

    Ada dua jalur pendidikan di dalam kehidupan bermasyarakat. Jalur pertama melalu pendidikan formal duduk bangku di sekolah. Sedang yang kedua yang juga sangat berpengaruh terhadap moralitas suatu bangsa adalah pendidikan lewat jalur agama.

    Biasanya, suatu negera yang didominasi oleh masyarakat berpendidikan rendah. Lalu diikuti dengan rendahnya serapan tenaga kerja dan kurangnya fungsi agama dalam hati tiap-tiap orang. Bisa dikatakan bahwa masyarakat semacam ini memiliki angka kejahatan dan kekerasan yang lebih tinggi. Sedangkan masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik pasti memiliki angka kekejaman dan anarkisme yang lebih rendah. Terlebih lagi ketika mereka memperdalam ajaran agama dan serapan tenaga kerja juga tinggi.

  12. Kebodohan kita bermanfaat untuk mencerdaskan.

    Kami juga dahulu adalah salah satu dari orang terbodoh yang pernah ada. Namun, lewat rasa sakit dan proses belajar, lama-kelamaan kami tersadar tentang betapa bodohnya diri ini. Lantas setelah menyadari berbagai tindakan bodoh tersebut, kami pun mulai berpikir untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik. Tidak perlu menjadi orang yang cerdas hanya berusaha menjadi pribadi yang baik hatinya. Maka demikianlah kami seperti saat ini, yang mampu menceritakan banyak hal lewat pengalaman pribadi.Itulah salah satu dari sekian banyak manfaat berbagai karya seni yang menunjukkan betapa kejam dan anarkisnya manusia. Baik juga jika kita bisa melihat/ menonton hal-hal tersebut (fil, sinetron, buku cerita, komik) agar beroleh pelajaran berharga dari semuanya itu. Pula agar kita paham bahwa kekerasan tidaklah menyelesaikan masalah. Keadaan ini malah lebih cenderung memunculkan masalah baru yang terus-menerus ada sampai diri ini bosan sendiri.

Masyarakat yang mengaku dirinya modern harusnya telah meninggalkan cara-cara penyelesaian masalah lewat jalur kekerasan yang mengedepankan kejahatan. Mereka bisa menemukan solusi yang lebih damai yang ditempuh dengan cara-cara musyawarah dalam mufakat (negosiasi). Berusaha untuk saling mengerti satu sama lain sehingga terciptalah tenggang rasa (toleransi). Menyelesaikan pergumulan hidup dengan cara yang kejam dan anarkis membuat kita lebih rendah dari anak kecil dan lebih hina dari binatang.

Bagaimana dengan sikap intoleran dalam karya seni?

Bagaimana pula dengan kejahatan dan kekerasan yang ditam dalam setiap hasil karya seni? Apakah seniman yang membuat kejahatan dan kekerasan dalam karyanya juga tergolong kurang cerdas? Tentu saja, kita perlu kembali menarik tali kebenaran kepada ranah realitas belaka. Sedang sebuah seni hanya sesuatu yang berada dilayar kaca dan tidak benar-benar ditemukan di dunia nyata. Mereka yang takut terhadap situasi yang dihadapi pasti ketar-ketir dalam penantian. Keadaan ini bukanlah suatu masalah, sebab negeri ini bukanlah tempat orang-orang yang kurang taf menjalani hidupnya. Melainkan negeri dimana kita berpijak perlu diperkokoh dengan adanya penduduk yang tahan uji. Salah satu cara terbaik untuk menguji masyarakat adalah dengan berkarya menghasilkan kisah yang manampilkan tentang dualisme kehidupan, lalu biarkan mereka memilih apa untuk masa depannya.

Ada juga lho penjahat yang super cerdas!

Sekali pun demikian, kita pun kadang menemukan bahwa ternyata orang-orang pintar juga kerap mengekspresikan sikap intoleran. Hanya saja, jahatnya mereka sangatlah rapi, terstruktur dan terorganisir. Sedang keuntungan yang mereka peroleh atas aksi tersebut bisa jadi berlipat kali ganda banyaknya daripada yang dilakukan oleh orang biasa pada umumnya. Contoh kejahatan orang-orang cerdas adalah konspirasi manipulasi demi menggelapkan sejumlah besar dana dan jabatan (korupsi, kolusi dan nepotisme). Seburuk-buruknya kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang pintar pastilah harta, jabatan dan relasi akan meloloskannya dari jerat hukuman. Dari sini kita paham bahwa sesungguhnya kenyataan hidup sungguh beraneka ragam, tidak ada sesuatu yang mutlak. Pada akhirnya kita faham bahwa segala sesuatu tidak seperti kelihatannya; apa yang dianggap manusia baik terkadang buruk kelanjutannya.

Apakah ujian sosial juga termasuk kebodohan?

Kami tidak bisa menyimpulkan apakah ujian kehidupan yang kerap kali kita lampiaskan kepada sesama, termasuk jahat dan keraskah? Baiklah masing-masing dari kita memeriksa hati nuraninya masing-masing, apakah itu pantas atau tidak? Jika hatimu berkata bahwa itu tidak layak maka berhenti melakukannya. Jangan pernah mengujikan sesuatu kepada sesama yang jelas-jelas tidak ingin anda rasakan. Artinya, pastikan bahwa apa yang anda lakukan kepada orang lain, dapat anda terima jika orang lain pun melakukan hal yang sama kepada anda. Sebab ada tertulis.

(Matius 7:12) “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Kesimpulan

Sifat jahat dan keras adalah ciri khas binatang. Memang ada masanya dimana kita juga seperti itu, buang kotoran sembarangan, pipis kemana-mana.merengek-rengek tidak jelas dan lain sebagainya. Semua perilaku buruk di masa bayi dan kanak-kanak bisa saja sama buruknya dengan hewan-hewan. Akan tetapi seiring waktu berganti, pikiran terbuka lewat proses belajar yang digeluti. Lama kelamaan tingkat kecerdasan meningkat sehingga mendongkrak taraf kesadaran menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Latihan demi latihan, secara tidak langsung telah turut meningkatkan kemampuan kita untuk berjalan dalam kebenaran dengan lemah lembut. Aturan di dalam masyarakat juga dapat kita ketahui secara perlahan-lahan sehingga dapat terhindar dari pelanggaran keras dan kejahatan lainnya. Sebaliknya, oknum yang masih belum mampu menghindari kecenderungan sikap jahat dan anarkis yang timbul dari dalam hatinya adalah pertanda lemahnya akal sehat (kurang cerdas). Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan pikiran, tetapkan hati untuk fokus kepada Tuhan serta kasihilah sesama seperti diri sendiri di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti.

Salam, Sifat-sifat manusia
menunjukkan tingkat kecerdasannya.
Orang pintar akal sehatnya tinggi jaya.
Orang bodoh akal sehatnya rendah bernoda.
Anda berada di posisi yang mana
?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.