Fitnah Terhadap Kebaikan – Berhati-Hati Menyimak Informasi

Fitnah Terhadap Kebaikan – Berhati-Hati Menyimak Informasi (Berita)

Panas dinginnya hidup adalah cuaca yang memberikan perbedaan. Siapa yang menyukai panas, siapa yang menyukai dingin akan datang ke mana saja itu berasal. Menginginkan yang berbeda bukanlah sesuatu yang buruk asalkan anda dapat mengendalikannya. Pegang dan rangkul itu, jadikan dia sahabatmu: hidupmu untuknya dan hidupnya untukmu. Berhati-hatilah, jangan sampai itu membakar diri sendiri. Awasi hidupmu, jangan sampai ini membekukan hati. Sebab terjebak dalam sudut pandang yang kurang tepat maka keburukan pun akan menjadi mainan yang mencelakakan. Api akan membakar, hangus tak bersisa; dingin akan membekukan, hidup berhenti melaju, berhenti berputar.

Setiap manusia telah diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan hidupnya. Jalan kebebasan memang selalu memberikan banyak kepuasan bagi masyarakat. Sayang, sisi lain dari keadaan tersebut menyebabkan munculnya peluang untuk menghidupi pilihan yang salah. Sekali pun demikian, mereka melakukan semuanya demi mewujudkan apa yang diinginkan hatinya. Hati mereka tertuju pada keinginan yang syarat dengan keduniawiaan. Padahal, apa-apa yang ada di dunia ini sifatnya terbatas, sedang yang mereka inginkan adalah yang terbaik dari yang lain. Keadaan ini jelas menggiring manusia dalam pekatnya politik kegelapan. Suatu kekuatan yang seolah-olah baik namun nyatanya menyimpan banyak keburukan.

Tiap-tiap manusia bukanlah seperti apa yang kita lihat seperti apa adanya. Banyak kejadian yang sedang berlangsung namun tidak semuanya mencerminkan kisah nyata yang benar-benar terjadi. Pada zaman ini, lebih banyak udang di balik batu. Lebih banyak hal yang tersembunyi daripada yang nyata dalam kehiidupan sehari-hari. Semua keadaan ini disebabkan oleh kekurangan manusia itu sendiri sehingga kurang mampu menyimak dan menyerap lebih banyak informasi. Keterbatasan yang melemahkan manusia membuat pemahamannya ditawan oleh dualisme. Suatu kondisi yang bisa beresiko mengarahkan kehidupan kepada hal-hal yang bernada negatif.

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan fitnah terhadap kebaikan? Suatu lembaga yang mengatasnamakan dirinya sebagai salah satu bentuk lain dari keadilan Tuhan. Akan tetapi tidak mendasarkan tindakannya atas dasar kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Melainkan mereka lebih memilih untuk menemukan jalan yang menyesatkan untuk mencapai segala tujuannya. Akibatnya, terjebak dalam suatu kasus kriminalitas yang super keji dan super jahat, hanya saja semua dilakukan secara terselubung, tidak ada yang mengetahuinya kecuali para konspirator itu sendiri. Sedang pihak lain yang mengetahuinya dibayar penuh bahkan berlipat kali ganda agar tidak sampai buka mulut.

Fitnah terhadap kebaikan adalah suatu tindakan memutar-balikkan kebenaran demi mencapai tujuan yang dirancangkan sejak dari awal. Sikap memutar-balikkan ini juga bisa dipandang sebagai sebuah tindakan penyimpangan nilai-nilai yang benar, dilakukan secara terstruktur (terorganisasi), melibatkan banyak pihak dan lebih banyak manipulasi. Biasanya, para pemfitnah ini melakukan aksinya demi mengadu domba oknum tertentu. Kekuatan negatif inilah yang secara berangsur-angsur menyebabkan gejolak, baik secara individu maupun secara berkelompok (di dalam masyarakat)..

Tujuan

Seandainya itu fakta, mengapa diputar-balikkan? Kalau itu kebenaran, mengapa dipersalahkan? Intinya adalah saat suatu kebenaran terungkap maka banyak orang yang biasanya hidup mengeruk keuntungan dari kegagalan orang lain akan kehilangan omset gede-gedean yang diperolehnya selama ini. Jadi, orang-orang yang biasanya kaya raya inilah yang akan melakukan pemfitnahan terhadap sesuatu. Segala bentuk fitnah rata-rata diutarakan lewat kata-kata secara langsung atau melalui media online. Tujuan mereka tidak lain demi mendatangkan keuntungan berlipat kali ganda bagi diri sendiri maupun bagi kelompoknya. Sekali pun keadaan tersebut mendatangkan kerugian (mengorbankan kepentingan) pihak lain.

Berikut akan kami bahas selanjutnya beberapa tujuan sampingan dari fitrnah yang dilontarkan terhadap berbagai hal-hal positif.

  1. Menciptakan kekuatiran dan ketakutan. Ada desas-desus yang sengaja dibunyikan oleh oknum tertentu untuk memancing rasa takut dan kuatir dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Menimbulkan salah persepsi. Terdapat pula informasi bohong yang kini lebih digunakan untuk kepentingan sempit sehingga membuat anda salah persepsi hingga salah paham.
  3. Membuat anda menjauhi atau terlalu dekat dengan seseorang. Informasi negatif selalu berupaya membuat kita menjauhi orang-orang terdekat di dalam keluarga. Berita tersebut berupaya membenturkan kita dengan sahabat-sahabat di sekitar. Atau malah sebaliknya, berupaya untuk mendekatkan kita secara berlebihan kepada orang-orang terdekat.
  4. Membuat anda menjauhi atau mencintai produk tertentu. Oknum pemodal berupaya menyebarkan berita fitnah semata-mata agar frman itu sendiri menjadi laku keras. Atau memfitnah produk-produk berkualitas semata-mata untuk membuat kita mengalami kemunduran fisik secara perlahan tapi pasti membuat sakit.
  5. Menganggu aktivitas konsumsi. Berita hoax tentang hal-hal ini dan itu akan sampai ke telinga namun efeknya malah membuat kita mengurangi kebiasaan baik. Minat kita untuk melakukan konsumsi bisa saja menjadi berkurang drastis atau meningkat tajam yang justru menimbulkan berbagai kelainan. Pemborosan uang yang menjadi foya-foya justru beresiko mengganggu kesehatan mental dan fisik seseorang.
  6. Memancing kekerasan. Informasi bohong yang memfitnah kelompok tertentu sehingga memicu perselisihan hingga menimbulkan konflik berkepanjangan.
  7. Memancing kejahatan seseorang keluar. Masih banyak kejahatan lainnya yang dapat dipicu oleh berita hoax, misalnya mencuri, berbohong, seks bebas dan lain-lain.

Macam bentuknya

Ada berbagai macam wujud dari konspirasi ini. Biasanya diciptakan khusus untuk disusupi dari mata kebanyakan orang di dalam masyarakat sehingga menghancurkan tatanan nilai tertentu. Dengan melemahnya nilai-nilai positif tersebut maka keadaan di dalam masyarakat rentan terhadap suatu keadaan yang menimbulkan suatu kerugian, baik kerugian materi, mental dan sosial. Bila diperhatikan baik-baik, maka bentuk-bentuk fitnah tersebut disampaikan  lewat suara, gambar maupun gambar bergerak (audio visual). apa pun bentuk media penyampaiannya, pada hakekatnya tujuan dari konten tersebut memindahkan hak orang lain untuk dipakai menguntungkan diri sendiri/ kelompok tertentu saja.

Sebagai salah satu magnet bermuatan negatif, kekuatan fitnah banyak dimanfaatkan orang untuk menjebak sesamanya dalam pola-pola kebiasaan buruk. Bila diperhatikan baik-baik maka akan ditemukan bahwa informasi semacam ini termasuk dalam berita hoax. Setiap berita hoax sudah sepatutnya tidak untuk didengfarkan melainkan untuk dijauhi saja. Abaikan lalu lupakan semuanya itu sebab kebohongan tidak baik untuk kesehatan pikiran. Sedang menurut penyebarannya, bentuk dari informasi bohongan tersebut, terdiri dari sebaran mulut ke mulut, radio, televisi, papan iklan, brosur,dan lain sebagainya. Salah satu alat penyebaran paling mujarab adalah internet dan media sosial.

Bagaimana jelasnya fitnah terhadap kebaikan?

Kami tidak bisa mendeskripsikan secara lebih terperinci tentang sesuatu yang dikatakan sebagai fitnah atau pun suatu kejujuran. Para pembaca sekalian harap lebih hati-hati saja.  Kembali lagi ingat apa tujuan mereka, jika hidup anda mulai diarahkan kepada hal-hal negatif lewat semuanya itu maka hal tersebut adalah informasi negatif. Akan tetapi, kisah-kisah yang bermakna dan justru membuat hidup kita mengarah kepada hal-hal yang baik dan membangun persepsi pada sisi positif kehidupan merupakan berita positif. Jadi, bisa dikatakan bahwa yang menjadi tolak ukur bagi kita untuk menentukan apakah suatu berita merupakan hoax atau bagian dari kejujuran adalah efek atas informasi tersebut di dalam diri sendiri (tepatnya di dalam hati).  Apa yang baik tidak mungkin berdampak buruk sedang apa yang buruk selalu memicu keinginan dan tindakan yang jelek – memuakkan. Tetapi jangan menghakimi oknum penyebarnya melainkan jadikanlah itu sebagai bagian dari ujian kehidupan.

Sikap terhadap fitnah kepada hal-hal baik

Di sekitar kehidupan kita yang namanya informasi  selalu tumpah ruah bersebaran dimana-mana. Sekarang tergantung dari pilihan pribadi masing-masing, kita mau memberi mata dan telinga kemana? Pilihan bebas yang diberikan ini janganlah kita manfaatkan pada hal-hal yang salah melainkan kita gunakan pada sesuatu yang mengarah kepada jalan-jalan yang setidak-tidaknya mendekati kebenaran. Saat menyimak suatu informasi, kita tidak bisa langsung memutuskan, apakah itu ftnah atau bukan. Akan tetapi, lama kelamaan saat mendengar informasi tersebut hati menjadi berat, rasa-rasanya semakin lama didengarkan pikiran mulai mengarah kepada hal-hal negatif. Jiwa malah tidak tenang dan ingin segera meninggalkan lokasi tersebut. Di saat perasaan ini muncul, berarti ada sesuatu yang salah terhadap apa yang di dengar dan dilihat tersebut. Oleh karena itu, sikap kita tidak perlu menghakimi melainkan anggaplah semuanya sebagai bagian dari ujian kehidupan, maafkan orang-orang yang terlibat. Mohonkan belas kasihan Tuhan agar melawat umat-Nya dan lanjutkan hidupmu, yakni aktivitas positif yang biasa dilakukan (fokus Tuhan, bekerja dan belajar).

Kesimpulan

Segala sesuatu bisa dinilai dari tujuannya. Informasi atau berita yang kita dengarkan bisa menjadi sangat panas membakar atau dingin menyejukkan. Jika desas-desus yang kita dengar dan baca menimbulkan dampak negatif di dalam hati bahkan hendak meluap dalam bentuk sikap kotor: itu adalah fitnah yang dikenal sebagai berita hoax. Akan tetapi, saat suatu informasi mampu memicu banyak hal positif, bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu dari informasi berkualitas yang mendekati kebenaran. Jadi, kunci yang perlu anda pegang untuk menentukan apakah sesuatu itu fitnah atau bukan adalah efek dari berita tersebut di dalam diri masing-masing. Sebab tidak ada kebaikan yang menimbulkan keburukan melainkan setiap keburukan pasti akan menuai hal yang sama. Sedangkan kebaikan yang kita simak akan selalu menelurkan hal-hal positif lainnya, dimulai dari dalam pikiran sendiri.

Salam, Semua tergantung dari tujuanya,
Bagaimana perasaan anda mendengarnya?
Jikalau suasana hati tambah baik
informasi itu ramah.
Tapi jika suasana hati tambah buruk
besar kemungkinan itu informasi sampah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.