10 Syarat Tujuan Hidup Yang Baik – Yang Paling Penting Dalam Kehidupan Adalah TUJUAN

Syarat Tujuan Hidup Yang Baik - Yang Paling Penting Dalam Kehidupan Adalah TUJUAN

Penting adalah (1) utama; pokok; (2) sangat berharga (berguna); (3) mempunyai posisi yang menentukan (dalam pemerintahan, perusahaan, dan sebagainya seperti pejabat atau direktur – KBBI Luar Jaringan). Merupakan satu atau beberapa hal yang sangat diutamakan saat melakukan segala sesuatu. Ada banyak aktivitas yang kita lakukan, banyak pengorbanan yang diberikan, tidak sedikit masalah yang dihadapi dan masih banyak lagi lika-liku kehidupan yang perlu dijalani hari lepas hari. Ditengah-tengah semuanya itu, selalu pastikan bahwa tujuan anda benar sebab itulah hal yang terpenting didalam segala sesuatu.

Sesuatu yang paling penting sifatnya harus general. Sebagai yang terpenting berarti dapat digunkan dan diaplikasikan di dalam berbagai bidang kehidupan. Saat kita membicarakan ini, dia dibutuhkan; ketika sedang memikirkan itu, pasti selalu dipergunakan; sewaktu melakukan ini-itu, juga diperlukan. Pada hakekatnya, suatu kepentingan yang hanya memuaskan diri sendiri atau pihak tertentu saja, jelas bukanlah sesuatu yang paling dibutuhkan. Jadi sesuatu yang terpenting pada dasarnya adalah tujuan hati masing-masing orang saat mengekspresikan diri (berkomunikasi dan bertindak).

Itu haruslah turut ambil bagian dalam kehidupan sosial

Tanpa sebuah tujuan, kehidupan kita menjadi tidak jelas. Mengatakan serta melakukan ini dan itu dimana semuanya demi sesuatu yang hanya berkutak pada keinginan pribadi semata. Mengekspresikan kehidupan ini seolah hanya diri sendirilah yang ada di dunia. Padahal sebagai makhluk sosial, kita juga perlu memperhatikan kehidupan orang lain. Ketika visi yang dimiliki jelas-jelas sudah melanggar kodrat manusia sebagai makhluk sosial, niscaya hal semacam ini tidak akan bertahan untuk ditekuni. Justru kita akan terjatuh dan bisa juga menjadi batu sandungan bagi kehidupan orang lain.

Itu haruslah tidak mengganggu keseimbangan lingkungan alamiah

Berhati-hatilah dengan tujuan anda, karena terlalu berhasrat dengan materi, kita melupakan Tuhan. Sayang nafsu kita terus berkembang seiring waktu yang didahului oleh perkembangan kecerdasan. Keadaan ini membuat kita tidak puas dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang dimiliki sehingga menginginkan yang lebih lagi. Disaat ini terus berlanjut yang menderita adalah lingkungan sekitar akibat menanggung segala bentuk polutan dan zat pencemar lainnya. Padahal lingkungan disediakan Tuhan untuk menyeimbangkan sekaligus melindungi aktivitas manusia.

Visi yang kurang pas mendorong kita dalam kehampaan

Saat anda memiliki sebuah tujuan, selalu pastikanlah bahwa keadaan tersebut merupakan perwujudan dari sesuatu yang selalu dapat diraih setiap waktu. Memiliki visi yang jauh ke depan memang baik adanya, tetapi ketika apa yang kita harapkan terlalu jauh ke depan dan tidak kunjung diraih niscaya hati terasa hampa. Oleh karena itu, cita-cita tidaklah baik untuk dijadikan tujuan hidup melainkan anda harus memiliki sesuatu yang dapat diraih disegala waktu sehingga keadaan tersebut mendatangkan sukacita. Bila kita mampu meraihnya setiap waktu berarti bahagia di dalam hatipun konsisten dan selalu ada. Tetapi saat hanya mampu meraihnya sesekali maka bahagianya kitapun fluktuatif sesekali saja.

Bila bahagianya hati hanya muncul sesekali saja, kemungkinan besar dalam banyak waktu yang tersisa, hanya kehampaanlah yang memenuhi hati, mengapa demikian? Sebab hanya ada dua gendang suasana hati, yaitu yang terisi dan yang kosong (hampa). Saat bertujuan meraih sesuatu dimana semuanya itu tercapai maka hati ini penuh sehingga kebahagiaan meluap. Tetapi saat apa yang kita tuju tidak kunjung kesampaian maka suasana hati mengalami kekosongan sehingga ada kehampaan dimana-mana. Seolah apa yang kita giatkan disana dan disini tidak berarti apa-apa.

Yang dituju kenikmatan dan kemuliaan duniawi

Sebagai manusia biasa memiliki hawa nafsu terhadap materi adalah sesuatu yang wajar saja. Ini merupakan sifat default (bawaan) yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Tetapi sifat yang ketergantungan terhadap hal-hal duniawi jelas sebagai sebuah batu sandungan selama hidup di dunia ini. Biar bagaimanapun usaha anda mustahil dapat menjadikan gemerlapan duniawi sebagai makanan hati. Mungkin materi dapat memenuhi kebutuhan fisik tetapi sama sekali tidak mampu memenuhi kebutuhan hati/ jiwamu. Oleh karena itu jangan hanya fokus kepada barang dan jasa yang bisa dibeli melainkan juga arahkan hati kepada kebutuhan jiwa/ rohani.

Fokus untuk bekerja mencari materi, bukan masalah. Tetapi terlalu fokus pada indra dalam menjalani hari, jelas tidaklah baik. Sebab biar bagaimanapun, indra dan hati memang terhubung tetapi hati harus lebih penting dan lebih diperhatikan daripada indra. Saat panca indra manusia terlalu kuat maka ketergantungan akan hal-hal materi tidak akan terelakkan. Keadaan ini jelas akan mengikat hidup kita kepada sesuatu yang buruk. Ditambah lagi jika ada hasrat untuk menginginkan lebih, ini mungkin bisa terwujud tetapi kebanyakan mengalami kegagalan oleh karena konsumsi dan menimbun materi secara berlebihan (serakah) jelas akan menimbulkan kerusakan secara masif (pelan-pelan tapi pasti).

Syarat tujuan hidup yang baik

Setiap orang harus memiliki visi selama menjalani hari agar dengan demikian kehidupannya terarah hari lepas hari. Saat tujuan kita tercapai pastilah ada rasa puas memenuhi hati sehingga kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman menjadi milik pribadi seumur hidup. Jadi mulailah gapai semua tujuan itu agar suasana hati anda baik hari lepas hari.

Syarat-syarat umum.

  1. Sifatnya general – umum.

    Bila tujuan hidup anda terlalu spesifik/ spesial/ khusus, cenderung lebih sukar untuk dicapai. Ditambah lagi karena tidak semua lini dalam kehidupan anda dapat mengaplikasikan hal tersebut. Oleh karena itu, milikilah sesuatu yang sifatnya umum dimana anda dapat mencapai semuanya itu di segala lini kehidupan ini.

  2. Pro kehidupan orang lain.

    Bila hidup kita hanya tertuju kepada diri sendiri, berarti kita mengabaikan kodrat sebagai makhluk sosial. Ada baiknya segala sesuatu yang kita tuju tidak jauh-jauh dari kehidupan bersama. Sebisa mungkin hindari visi yang merendahkan, menindas dan menyingkirkan orang lain. Sebagai sesama manusia, kita adalah setara satu sama lain.

  3. Pro melestarikan lingkungan.

    Ketahuilah bahwa lingkungan adalah penyeimbang aktivitas manusia. Tuhan telah menciptakan dunia ini dalam sistem yang berputar. Ketika kehadiran kita menganggu keseimbangan maka tepat saat itu juga alam sekitar akan menjadi musuh kita. Hewan-hewan beringas lalu menjadi buas menyerang manusia karena ekosistem mereka terganggu. Matahari menjadi panas bahkan membakar makhluk hidup di atasnya karena polutan adalah konduktor yang menghantar dan menyimpan panas lebih lama. Oleh karena itu, jangan abaikan lingkungan dalam setiap tujuan hidup anda!

  4. Membuat anda tidak fokus kepada materi.

    Bila tujuan kita berkutak pada materi, sadarilah bahwa semuanya itu tidak akan mampu memuaskan hati. Justru yang terjadi adalah, kehidupan kita beresiko tinggi mengalami kebosanan lalu menginginkan yang lebih lagi demi terpuasnya hati. Padahal semahal dan semewah apapun gemerlapan duniawi tidak akan merasuki hatimu melainkan hanya mempengaruhi indra. Temukan suatu esensi yang dapat merasuk dalam jiwamu sehingga membuat anda bahagia dan puas setiap waktu.

  5. Selalu bisa digapai dengan mudah.

    Sadarilah bahwa pencapaian tujuan hidup sangat mempengaruhi kebahagiaan dan kepuasaan hati. Ketika visi anda terlalu jauh ke depan dan tidak segera dicapai maka tepat saat itu jugalah hidup menjadi kurang puas dan bahagia tidak kesampaian.

    Memiliki cita-cita memang baik tetapi selalu memikirkan dan membahas-bahas hal tersebut di dalam hati merupakan suatu batu sandungan. Melainkan jalankan rencana yang terbaik lalu terima hasilnya apa adanya seturut kehendak Tuhan.

    Oleh karena itu, miliki tujuan hidup yang simple dan selalu dapat dicapai setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Dengan demikian kepuasan dan kebahagiaanmu tetap ada sampai menutup mata.

  6. Menjalani semuanya dengan tulus – penuh keikhlasan.

    Jalani hidup dengan jujur. Orang yang lurus hatinya selalu konsisten dalam bersikap. Sebab apa yang ada di dalam hati, yang diperkatakan dan yang dilakukan adalah bersesuaian. Apa yang kita katakan harus sesuai dengan yang dilakukan sebab segala kebohongan yang disembunyikan suatu saat akan disiarkan kepada semua orang. Tuluslah dalam bersikap, lakukan semuanya itu seperti untuk Tuhan, bukan kepada manusia. Artinya, setiap kebaikan yang kita sebarkan kepada sesama selalu dialamatkan kepada Tuhan. Kebiasaan semacam ini membuat kita tidak mengharapkan apa-apa dari semua hal positif yang ditebarkan.

  7. Siap menerima cobaan yang menyertainya.

    Ujian hidupan selalu beresiko kita alami di segala waktu. Terlebih ketika kita memiliki banyak kelebihan dari orang lain niscaya tantangan yang kita hadapi juga semakin besar. Jadi bagi anda yang mampu menyetarakan diri dengan sesama maka tepat saat itu juga cobaan yang dijalani lebih ringan dan lembut.

    Anggaplah semua masalah yang timbul menjadi sebuah cara untuk menguji diri sendiri agar semakin lihai dan pintar dalam mengendalikan diri dari hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Selain itu dapat pula melatih kesabaran dalam menjalani hidup, sebab hati yang selalu sabar adalah atmosfer kehidupan orang-orang benar.

  8. Tetap rendah hati sebelum dan setelah mencapainya.

    Rendah hati jelas dibentuk oleh kebiasaan menyangkal diri. Jangan bertanya-tanya lagi jikalau anda kadang merasakan keangkuhan meluap dari dalam hati, itu sudah default (suatu konstanta/ ketetapan yang sudah lama hadir).

    Kemampuan menyangkal diri bahkan menghinakan diri sendiri adalah dasar untuk hidup dalam damai dan tenteram seumur hidup. Saat menyangkal diri dapat mengalahkan sifat-sifat buruk yang ada dan mungkin hampir meluap dari dalam hati.

    Apakah tujuan hidup yang baik itu?

  9. Selalu mampu berbuat baik kepada sesama.

    Kasihi sesama seperti diri sendiri dan berkorbanlah untuk itu. Tetapi jangan sampai mengorbankan diri demi hal yang sia-sia melainkan cerdaslah dalam berbuat baik. Lakukan semuanya, apa adanya saja dimulai dari hal-hal kecil. Seperti kami, tidak memiliki uang dan materi untuk dibagikan kepada sesama. Jadi hanya ramah tamah dan kebaikan hati lainnya (sifatnya ekspresif misal jujur, setia dan lainnya) yang dapat di bagikan kepada sesama.

    Miliki tujuan hidup yang selalu berhubungan dengan kasih kepada sesama. Bukankah hal semacam ini mudah kita capai hari lepas hari. Jangan buat rumit dirimu sendiri dengan mensyarakatkan materi untuk dibagikan sebagai wujud kasih melainkan berkorbanlah lewat kata-kata yang ramah dan perilaku yang santun menghargai siapapun.

  10. Selalu mengarahkan hidup untuk mengasihi Allah (fokus Tuhan).

    Kasih kepada Tuhan adalah energi dari segala sesuatu. Dari sinilah anda beroleh berbagai-bagai dorongan sekaligus semangat untuk selalu positif. Oleh karena itu, selalu sempatkan diri untuk berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya.

    Tidak ada batasan yang jelas antara doa, firman dan nyanyian pujian sebab masing-masing bisa mengisi bagian lainnya. Tekunilah itu sampai berkembang, berimprovisasi bahkan memampukan anda untuk multitasking. Misalnya seperti contoh yang kami berikan.

    • Fokus Tuhan dengan menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dan bersaat teduh. Hari lepas hari selalu berdoa, membaca firman dan bernyanyi.
    • Pusatkan kehidupan anda kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian saat ada waktu luang yang ditemui. Bisa dilakukan di dalam hati, menggunakan indra, mulut, alat musik, menari  dan lain sebagainya.
    • Bernyanyi memuliakan Allah sembari menikmati hidup (misalnya saat makan, minum, jalan-jalan dan lain sebagainya).
    • Senantiasa memuji-muji Tuhan di perjalanan saat berkendara. Baik saat berjalan kaki, menggunakan sepeda, motor, mobil dan kendaraan lainnya.
    • Selalu memuji Tuhan di dalam hati sembari melakukan/ menyelesaikan pekerjaan. Misalnya saat membersihkan rumah, memasak dan pekerjaan lainnya.
    • Untuk pekerjaan atau saat belajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi, selesaikan semuanya itu dengan baik. Lalu disela-sela pekerjaan/ pelajaran tersebut bernyanyi-nyanyilah memujia Tuhan. Ambil waktu break beberapa menit untuk bersenandung memuliakan Tuhan, barulah kemudian lanjutkan kembali aktivitas anda.
    • Anda sedang di dera oleh masalah tetapi hari ini harus kerja. Di tengah tekanan masalah dan pekerjaan, anda tetap bersyukur dan bernyanyi memuji-muji Tuhan. Bahkan andapun dimampukan untuk tetap bersikap ramah kepada setiap orang yang ditemui. Inilah puncak dari aktivitas multitasking.

Saat memiliki tujuan hidup, aktivitas kita lebih terarah. Pastikanlah bahwa anda dapat selalu mencapai hal tersebut di segala waktu yang dilalui. Saat apa yang kita tuju selalu dapat dicapai maka tepat saat itu juga rasa puas dan bahagia memenuhi hati dari waktu ke waktu sampai menutup mata. Oleh karena itu, diseluruh alam semesta ini, tidak ada visi yang lebih baik selain kesanggupan untuk mencapai kebenaran yang hakiki. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu juga kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri. Menujukan hidup pada kedua hal tersebut akan membuat hati selalu berbunga-bunga sehingga apa adanya dirimu sudah lebih dari cukup untuk membuat kebahagiaan itu penuh.

Salam, tujukanlah kawan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.