Tujuan Hidup Orang Kristen Tetap Fokus Pada Tujuan Yang Benar

Tujuan Hidup Orang Kristen Tetap Fokus Pada Tujuan Yang Benar

Kristen Sejati – Menurut KBBI Luring Tujuan adalah (1) arah; haluan (jurusan); (2) yang dituju; maksud; tuntutan (yang dituntut). Menurut kami tujuan hidup adalah visi seseorang dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini. Ada beberapa visi seorang manusia, yaitu ada visi jangka panjang, visi jangka pendek dan visi jangka menengah. Yang dimaksud dengan visi jangka panjang adalah sesuatu yang menjadi tujuan akhir. Visi jangka pendek selalu berbicara tentang capaian yang akan diperoleh pada waktu yang telah ditentukan sendiri. Sedangkan visi jangka menengah berbicara tentang sikap dan atittud (kebiasaan) sehari-hari yang semata-mata dilakukan untuk menggapai tujuan akhir yang telah di tetapkan.

Tujuan Hidup Orang Kristen

Visi jangka pendek

Dari yang dapat kami pahami selama hidup di dunia ini, banyak orang yang hanya memiliki tujuan hidup jangka pendek saja, misalnya ketika seorang anak ditanyakan tentang “apa cita-cita anda?” Ia pasti langsung mengungkapkan isi hatinya dengan penuh semangat. Demikianlah sebagian besar dari kita yang “memiliki cita-cita setinggi bintang di langit sehingga tidak pernah kesampaian.” Itu dia penyebabnya mengapa seseorang sering kecewa menatap kehidupan ini, karena harapannya sejak dulu tidak terwujud. Coba cita-citanya biasa saja alias tidak ada dan hidup mengalir seperti air, apa adanya? Tapi bukan berarti tidak berusaha sama sekali lho…

Apapun cita-citamu terserah – Jangan lupakan cara-cara untuk meraihnya, lebih penting!

Bagi anda yang bersikeras memiliki tujuan hidup jangka pendek di masa depan (cita-cita yang waktu dan tempatnya telah ditentukan). Alangkah lebih baik jikalau hal ini disertai dengan rencana, apa-apa saja yang harus anda lakukan hari ini? Apa juga target yang harus dikumpulkan untuk memudahkan anda meraih semuanya itu? Dari beberapa orang yang kami dengarkan, mereka hanya memiliki harapan jangka pendek sedangkan cara-cara yang ditempuh untuk meraihnya belum direncanakan sama sekali. Jika hari ini anda memiliki target yang jelas di masa depan, pastikan sudah mengantongi rencana yang jelas, apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai semuanya itu? Sekalipun demikian, terwujud tidaknya semuanya itu bukan pada kemauan diri sendiri melainkan atas kemauan Tuhan. Sehingga dalam hidup ini, biar bagaimanapun hidup apa adanya, mengalir seperti air tetap dibutuhkan.

Kami sendiri memiliki cita-cita di dalam hati tetapi tidak begitu menggubris (membahas-bahas). Melainkan lebih mendedikasikan segenap hati dan kekuatan untuk memenuhi daftar cara yang telah ditetapkan oleh hati ini. Memikirkan hal-hal yang indah akan terjadi di masa depan tanpa rencana sama saja dengan berkhayal. Kesenangan yang anda peroleh dari aktivitas ini tidak bertahan lama dan segera saja meredup. Terlebih ketika hati jauh dari rasa bersyukur, kenyataan yang selalu berkata lain dan di tambah dengan ujian kehidupan yang terus terjadi. Di tengah semuanya itu, dukungan Tuhan akan full bila cita-cita anda bertujuan untuk kemuliaan nama-Nya sekaligus untuk mengasihi sesama manusia. Simak juga, Mengatur rencana untuk cita-cita sendiri.

Visi jangka panjang orang Kristen

Perhatikanlah ayat ini.

(II Petrus 3:13) Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Saat tubuh tidak kuat lagi menahan tekanan dunia ini maka manusia akan bertemu dengan ajalnya. Akhir zaman bagi masing-masing orang lebih sering berbeda-beda, ada yang dipanggil saat usia muda, masih remaja, masih anak-anak dan ada pula yang berjumpa dengan ajalnya begitu dilahirkan bahkan selagi masih dalam kandungan. Panggilan Tuhan secara bersamaan biasanya hanya terjadi saat bencana melanda sekelompok orang dalam wilayah tertentu, baik berupa bencana alam maupun benaca karena kelalaian manusia (kecelakaan). Pertanyaan yang kemudian muncul adalah “kemana perginya orang kristen yang telah menemui ajalnya?

Setiap orang Kristen memiliki tujuan akhir saat zaman berakhir kelak. Jika waktunya telah tiba maka “domba akan dipisahkan dari kambing dan gandum akan dipisahkan dari lalang.” Inilah yang menjadi tujuan akhir dari setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yakni hadiah yang dikaruniakan Allah untuk hidup di sorga yang kekal kelak. Setiap orang yang percaya dan melakukan ajaran Tuhan akan diberikan tiket gratis untuk masuk sorga. Ini diberikan berdasarkan kasih karunia Allah, semata-mata bukan karena hasil perjuangan manusia itu sendiri.

Bagi orang Kristen, keselamatan adalah hadiah dari Allah melalui Yesus Kristus. Sebab Yesus Kristus sendirilah yang menyerahkan dirinya sebagai tumbal atas seluruh dosa umat manusia. Sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh kesalamatan sampai dianugrahkan hidup yang kekal di hari penghakiman kelak. Tetapi, bagaimana kita menyebut diri sendiri sebagai orang Kristen sedangkan kelakuan kita jelas-jelas menyimpang dari jalan kebenaran: fokus kehidupannya bukan kepada Allah melainkan pada kepentingan pribadi sedangkan kasihnya kepada sesama TIDAK SEPERTI kepada dirinya sendiri melainkan lebih kepada sistem “memperbudak orang lain.

Tujuan jangka menengah orang kristen

Perhatikan ayat firman Tuhan ini.

(Markus 12:29-31) Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Mengapa kita perlu memiliki tujuan hidup? Tentu saja agar hidup selalu bahagia di bumi ini. Anda bisa memiliki visi yang lain selama hidup di dunia ini tetapi itu sama sekali tidak mendatangkan rasa puas & bahagia yang sifatnya konsisten (terus-menerus) melainkan hanya sementara saja. Itu tidak lebih dari 3-5 detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun lalu seteleh itu habis (misal bahan pangan) atau menjadi biasa saja (misal alat elektronik). Rasa yang sesaat adalah ciri khas dari segala sesuatu yang berasal dari dunia ini. Sedangkan hati manusia membutuhkan sesuatu yang sifatnya terus-menerus (kontinu) memberi kepuasan.

Hanya ada dua hal yang memberi kebahagiaan dan kepuasaan bersifat kontinu, yaitu saat pikiran terus-menerus tertuju kepada Allah dalam doa, firman dan nyanyian pujian adalah yang pertama. Sedangkan yang kedua adalah saat kita mampu menebarkan kasih yang telah lebih dahulu diteri dari Allah. Menebar kasih diartikan juga sebagai hidup memberi manfaat kepada sesama manusia yang dimulai dari orang-orang dalam, terdekat, sekitar bahkan orang-orang luar sekalipun.

Tujuan individualis

Memiliki tujuan hidup untuk mengasihi Tuhan sama artinya dengan panggilan kepada manusia sebagai makhluk yang individualis. Aktivitas ini lebih ditekankan pada kemampuan untuk berkonsentrasi & tetap fokus kepada diri sendiri. Tidak ada orang lain yang dapat melihat apalagi menilai sedekat apa hubungan anda dengan Tuhan. Mengasihi-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi berarti mendedikasikan setiap pikiran anda hanya untuk kemuliaan nama-Nya. Ini bisa anda lakukan dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Dedikasikanlah setiap hal yang anda lakukan (baik lewat kata-kata maupun lewat tindakan nyata) untuk kemuliaan nama Tuhan niscaya aktivitas tersebut akan mendatangkan berkat, kepuasan dan kebahagiaan dalam setiap detik yang dilalui.

Tujuan sosialis

Manusia sebagai makhluk sosial tidak baik jika terus-menerus menyendiri. Ada kalanya kita perlu berbagi dengan orang lain. Jangan dulu berbicara tentang berbagi materi tetapi mulailah berbagi dalam hal kata-kata. Setiap perkataan yang keluar dari bibir anda adalah kebaikan yang berpotensi membuat orang lain bahagia. Oleh karena itu, gunakanlah bibir dengan sebaik-baiknya. Pastikan untuk memikirkan baik-baik/ menyeleksi setiap perkataan yang meluap dari dalam hati sendiri. Mulailah dengan beramah tamah, misalnya mengucapkan salam, tersenyum, salaman, meminta tolong, mengucapkan terimakasih, meminta maaf dan menjadi pendengar yang baik. Andapun bisa berbagi cerita kepada orang lain sekedar saling mengingatkan dan menambah pengalaman masing-masing. Selain itu kasih kepada sesama dapat juga diwujudkan lewat sikap kita yang baik, misalnya jujur, setia, adil, konsisten, bisa dipercaya, mampu menjaga rahasia dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Kami menyadari bahwa dalam hidup ini, anda memiliki banyak tujuan. Mulai dari tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membangun ini-itu, mempersiapkan masa depan anak, memperoleh/ membeli ini-itu dan lain sebagainya. Apapun visi jangka pendek anda dalam kehidupan ini tetap pertahankan tujuan utama seorang kristen, yakni mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Tidak masalah jika anda mengejar hal-hal duniawi asalkan itu dilandaskan atas kebenaran dan bukan sesuatu yang diperoleh dari hasil manipulatif, tipu-tipu dan korupsi. Landaskan semua visi kehidupan anda untuk kemuliaan nama Tuhan agar tidak ada yang sia-sia karena dilandaskan pada hawa nafsu duniawi.

Setiap orang kristen yang percaya kepada Tuhan berhak atas hidup yang kekal di akhir zaman. Selama sikap anda menunjukkan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama maka selama itu pula, hidup yang kekal di sorga akan menantikan kehadiran anda. Ingatlah bahwa sorga itu tidak hanya ada di akhir zaman tetapi saat kehidupan anda damai, tentram, bahagia dan sejahtera : itu juga sorganya dunia. Jadi jangan pernah berpikir bahwa hal-hal sorgawi baru ada setelah kehidupan ke dua. Sadarilah bahwa kenikmatan duniawi sifatnya terbatas tetapi hati yang selalu tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman & nyanyian pujian sifatnya unlimited. Kebaikan orang lain kepada anda sifatnya terbatas tetapi anda bisa berbagi kasih kepada siapa saja kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun keadaanmu.

Salam tujuan yang hakiki (sejati)!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s