10 Cara Perkataan Menjadi Kebaikan, Kata-Kata Sederhana Membahagiakan Bila Dipikirkan Baik-Baik

Setiap Perkataan Adalah Kebaikan, Kata-Kata Sederhana Membahagiakan Bila Dipikirkan Baik-Baik

Perkataan (1) sesuatu yang dikatakan; (2) kata; kumpulan kata; (3) cerita; kisah (KBBI Offline). Merupakan kumpulan beberapa kata yang berperan dalam proses komunikasi antar manusia. Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan sesama terlebih di zaman serba canggih seperti sekarang ini. Apa yang terucap dari bibir kita bisa saja sampai ke luar daerah, Ibukota, negara lain bahkan seluruh dunia karena pengaruh keterbukaan informasi. Jarak bukan lagi pemisah yang dapat merintangi komunikasi sebab semuanya sudah lebih mudah. Tetapi beberapa hal terjadi di luar dugaan ketika manusia menjadi makhluk yang sangat individualis akaibat penggunaan teknologi berlebihan.

Lisan – komunikasi – ujian sosial

Ada beberapa teknik untuk berkomunikasi dengan sesama, diataranya adalah lewat perkataan, bahasa tubuh dan media tertentu. Kata-kata adalah sesuatu yang sangat sederhana setelah bahasa tubuh. Siapa saja bisa mengumbarnya tanpa harus peduli dengan pengaruhnya terhadap kehidupan orang lain. Sebab rasa tanggung jawab pada kalimat yang terucap biasanya diabaikan orang lain. Ini termasuk dalam hal-hal recehan yang terlalu kecil untuk dipermasalahkan. Tidak ada peraturan yang jelas untuk mengelolanya sebab orang lain menilainya sebagai angin sepoi-sepoi yang segera berlalu dan bisa ditoleransi. Justru jaman sekarang, manusia lebih fokus menguji sesamanya lewat lisannya sebab menguji seseorang lewat tindakan nyata beresiko menimbulkan kerugian besar.

Lisan turut menentukan kecerdasan

Aktivitas seseorang yang membutuhkan banyak bicara mempengaruhi tingkat kecerdasan manusia. Hampir semua yang kita lakukan dalam hiduo sehari-hari turut mempengaruhi tingkat kecerdasan, mulai dari berpikir, bertindak sampai berkata-kata. Setiap orang memiliki jumlah kata-kata yang berbeda-beda setiap harinya. Pada dasarnya semua yang keluar dari dalam diri anda keluarkanlah agar kehidupan ini menjadi lebih baik lagi. Tetapi ada saatnya juga untuk memilih bersabar dan tidak mengatakan apapun demi kebaikan bersama.

Seorang balita hanya bisa mengucapkan sepatah-dua patah kata saja. Tetapi seiring usia yang bertambah volume otak bertambah pula dan lisan yang terucap juga semakin bertambah-tambah saja jumlahnya hari lepas hari. Butuh tingkat kecerdasan yang mumpuni untuk mengungkapkan isi hati. Awalnya dipelajari, didengarkan, dihafal lalu ditentukan waktu yang tepat untuk mengucapkannya sehingga tidak sia-sia. Lebih daripada itu, mengucapkan sesuatu terkadang terjadi begitu saja sebab sudah membudaya. Misalnya saat seseorang terluka/ disakiti pasti langsung mengucapkan sesuatu, kita harap apa yang terucap sesuatu yang baik dan bukan tutur kata yang jorok dan kotor.

Perkataan berdampak luas dengan teknologi, dosanya juga lebih banyak

Dengan kecanggihan tekonologi yang ada seperti saat ini, dimana semuanya terhubung dan menjadi satu di dalam dunia yang disebut dengan internet. Anda bisa belajar banyak lewat media sosial tetapi hati-hati berkata-kata disana sebab satu status anda yang salah/ jorok dapat diketahui oleh ribuan orang dari seluruh dunia. Akibatnya, dosa karena kesalahan tersebut terus-menerus bertambah-tambah seiring meningkatnya jumlah yang melihatnya. Sebab dalam konsep dosa yang luas, satu kesalahan, dosanya dihitung dari berapa orang yang dirugikannya. Menyebarkan kebohongan di media sosial bisa-bisa membuat dosa anda bertambah-tambah banyak, tergantung berapa orang yang membaca status tersebut.

Kemalasan membuat seseorang diam saat ditanyai ini-itu

Pernahkah menyaksikan seseorang yang malas? Salah satu cara menilai apakah seseorang rajin atau mengidap sindrom kemalasan adalah dengan menilai kesegeraan dari setiap jawaban yang diberikannya. Biasanya para pemalas, tidak menjawab saat dipanggil dan tidak menyahut saat diajak komunikasi. Ini murni karena mereka lagi tidak mood menjawab anda bukan karena faktor lain (misal tidak mengerti, tidak mendengar dan lainnya). Mereka begitu pelit dengan kata-katanya sendiri. sehingga menghemat betul pengucapannya dan diam seribu bahasa saat ditanyai tentang ini dan itu. Jadi, seseorang yang diajak bicara saja susah terlebih lagi jikalaiu diajak untuk bekerja sama, repotnya bukan main. Oleh karena itu, latih kesabaran anda untuk mengertikan orang-orang semacam ini.

Lisan tidak menyakitkan jika tidak diingat-ingat terus

Orang sering berkata, lidah tak bertulang tetapi lebih tajam dari pedang. Ini adalah teori lama yang menggiring kita untuk menjadi orang yang sensitif terhadap kata-kata orang lain. Yang lain berargumen, perkataan boleh berlalu tetapi rasa sakit yang ditinggalkannya tetap. Semua teori ini tidaklah baik untuk anda yakini sebab perkataan itu seperti angin sepoi-sepoi yang berhembus di sekitar anda lalu akan segera berlalu, dimikian jugalah dengan dampaknya. Hanya saja, beberapa orang yang gagal fokus mengulang-ngulang perkataan yang menyakitkan tersebut di dalam pikirannya sendiri sehingga jadilah rasa sakit itu tetap ada. Oleh karena itu, mulai lupakan hal negatif dan ganti memori otak dengan disk yang positif.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Cara agar setiap kata menjadi kebaikan

Bila anda hendak mengarahkan kata-kata untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Selalu baca Kitab Suci, baca beberapa buku, online beberapa saat lalu isilah pikiran dengan informasi yang baik. Jangan salah, perkataan teman kita juga bisa menjadi salah satu referensi untuk menambah informasi yang dimiliki. Artinya, saat berkomunikasi dengan seseorang, secara tidak langsung kita telah berbagi pengetahuan sama dengan berbagi kebaikan dengan sesama.

Berikut beberapa cara untuk melakukannya sehingga kebaikan anda bertambah-tambah di sorga.

  1. Bernyanyi memuliakan Allah.

    Anda bisa melakukan ini menggunakan bibir, alat musik maupun dalam hati saja. Selain memberikan kesan bahagia juga dapat menjauhkan pikiran dari berbagai-bagai kekotoran (pikiran kotor),

  2. Berdoa pada waktunya.

    Salah satu faktor yang membuat kita berbahagia adalah harapan. Anda dapat menyampaikan harapan kepada Tuhan dalam segala situasi yang dihadapi. Hanya saja pastikan semuanya itu tidak berlebihan sebab Tuhan lebih tahu kebutuhan kita.

  3. Bertutur yang jujur kepada sesama.

    Setiap perkataan yang jujur seperti emas yang membuat diri anda bernilai di mata orang lain. Sadarilah bahwa bukan materi yang ada pada kita yang menciptakan nilai yang spesial tetapi kejujuran adalah yang utama. Hanya saja untuk bersikap jujur butuh komitmen yang kuat sebab terkadang kebiasaan ini menimbulkan rasa sakit juga.

  4. Beramah tamah pada kesempatan yang mungkin (menggunakan kata-kata yang santun, misalnya tolong, terimakasih dan maaf).

    “Menyapa” orang lain seadanya diawal perjumpaan. Katakan “tolong” saat hendak meminta bantuan kepada siapapun (bahkan sekalipun itu kepada orang yang lebih muda dari kita). “Tersenyun & tertawa” seadanya saat orang lain mengajak bercanda. Menyampaikan “terimakasih” saat orang lain memberi atau menolong kita. Mengucapkan “maaf” saat/ sesaat setelah menyadari kesalahan sendiri.

  5. Saling berbagi informasi, pengetahuan dan wawasan.

    Saat kita bergaul dengan orang lain, ada banyak pertukaran informasi disana. Ini salah satu cara kita untuk saling berbagi dengan sesama sembari mengisi waktu luang agar tidak terbuang pada hal yang negatif.

  6. Memotivasi teman yang bermasalah.

    Saat seorang teman mengalami peristiwa yang memilukan, sebaiknya amatilah kepribadiannya. Apabila menurut pengamatan anda, ada kesusahan, kesedihan dan kegalauan dari air muka yang tampak maka tidak ada salahnya untuk menyemangati agar suasana hatinya kembali pulih. Atau andapun bisa melucu/ bercanda seadanya untuk membuat dia tersenyum walau hanya sesaat saja.

  7. Mengingatkan kesalahan teman.

    Untuk mengoreksi seorang teman sebaya (seumuran) sebaiknya jangan dilakukan di depan umum melainkan ambillah waktu empat mata bersamanya lalu berdiskusi tentang kekhilafan yang membuatnya terjebak dalam dosa. Sebaiknya lakukanlah ini pada moment yang baik dimana dia terlihat senang dan jauh dari rasa sedih yang terlihat dari air mukanya. Ingatlah bahwa peran kita hanya mengingatkan saja, lebih daripada itu biarkan ia membuat pilihannya sendiri, pemaksaan hanya berujung pada pertengkaran.

  8. Bisa menjaga rahasia.

    Bila seseorang telah mempercayai anda untuk menyimpan suatu rahasia maka simpanlah itu baik-baik. Jangan menjadi pengkhianat yang bocor mulut dan mengumbar hal-hal yang tidak pantas kepada publik.

  9. Tidak gemer membawa pesan yang buruk kepada orang lain.

    Dalam dunia ini kita haruslah bijak saat menjadi seorang informan. Ada baiknya hal-hal yang berpotensi membuat kawan yang satu berselisih dengan kawan yang lain disimpan untuk diri sendiri saja. Janganlah menjadi tukang mengadu, ketika si A menyampaikan kejelekan si B kepada anda, hindari menyampaikannya balik untuk diberitahukan kepada si B. Hindari menjadi orang yang suka mengadu domba teman sendiri. Terkadang hal-hal buruk yang kita dengar dari teman yang satu tidak perlu kita sampaikan kepada teman yang lain. Kita harus memutuskan mata rantai keburukan itu agar tidak meledak menjadi masalah besar.

  10. Mengubah kata-kata menjadi karya seni.

    Bila ada begitu banyak kata-kata di dalam kepala anda dalam bentuk imajinasi namun tidak bisa diperkatakan semuanya, ada baiknya anda mengubah hal tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Kebermanfaatan itu bisa saja menjadi sebuah karya seni, misalnya puisi, pantun, lagu, cerita, carpen, novel, lukisan, pahatan dan seni rupa lainnya.

  11. dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Satu-satunya cara untuk mengendalikan perkataan adalah dengan senantiasa melatih kecerdasan otak sendiri. Untuk melatih pikiran, fokuskanlah setiap waktu yang anda lalui kepada hal-hal positif dimana yang terbaik adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian kepada Tuhan. Bila pikiran anda cerdas niscaya akan lebih selektif dan bijak sebelum berkata-kata sehingga semua yang terucap mendatangkan kebaikan bagi orang lain dan juga bagi diri sendiri.

Salam – meningkatkan kecerdasan = menjaga kata-kata!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s