Kesombongan Menelan Kebahagiaan Manusia, Hati-Hati Dengan Imajinasi Anda

Kesombongan Menelan Kebahagiaan Manusia, Hati-Hati Dengan Imajinasi Anda

Sombong adalah sifat default manusia. Artinya, tanpa anda ajaripun seorang anak akan secara otomatis mengetahui cara melakukannya sekalipun ia tidak tahu arti dibalik perbuatan tersebut. Tidak ada satupun dari kita yang tidak pernah melakukan hal ini. Bahkan kami sendiri yang banyak menulis artikel tentang cara menghilangkan ini dan itu, cara mengatasi ini dan itu, juga tutorial lainnya, belum seutuhnya keluar dari perilaku tinggi hati. Entah bagaimana cara, seolah-olah ia muncul sendiri dari dalam hati ini, sangat tiba-tiba sehingga kurang sadar dikit, keangkuhan merajalela. Pertama-tama dalam pikiran lalu dalam perkataan kemudian dalam perilaku sehari-hari yang membuat hati semakin jauh dari kebahagiaan.

Lain imajinasi lain kenyataan

Pikiran manusia murni LIAR. Tidak ada yang seliar itu diantara makhluk hidup lainnya. Menerawan ke depan, menembus ke kiri dan kekanan, berbalik arah ke belakang dan melayang-layang entah kemana. Banyak orang yang menyebutkan keadaan ini sebagai imajinasi yang lebih identik pada khayalan. Satu yang kami perlu ingatkan adalah “seindah apapun imajinasi anda, jangan tinggalkan daratan juga jangan pernah lupa dengan kenyataan.” Anda harus mampu memisahkan antara bagian-bagian ini agar tidak bercampur-campur. Pada dasarnya adalah jangan pernah berlebihan menanggapinya dan arahkan imajinasi itu untuk menghasilkan karya seni.

Kesombongan membuat kebahagiaan semakin jauh

Kesombongan seperti batu sandungan bagi kebahagiaan. Sebab tinggi hati identik dengan tinggi hawa nafsu sama dengan tinggi harapan sama dengan tinggi kecewa sama dengan tinggi rasa sakit. Keadaan ini cenderung membuat anda semakin beresiko tinggi mengalami lelah, galau, gundah dan tersiksa oleh diri sendiri. Ini dikarenakan keinginan yang terlalu bertele-tele sehingga tujuan bercabang-cabang (tidak fokus). Keadaan yang melelahkan baik secara fisik maupun secara mental. Semakin berusaha maksimal tetapi yang diinginkan semakin jauh. Tambah dipikirkan justru kekuatiran menawan hati. Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika keingingan di hati semakin meninggi tandanya kebahagiaan akan semakin jauh.

Keangkuhan membuatmu senang sekaligus beresiko kecewa

Tinggi hati membuat kita terlena dalam khayalan sendiri. Kita terlalu fokus pada imajinasi yang notabene hanya ada dalam petak-petak otak sendiri yang tidak lebih dari 1500 cc (kurang lebih). Di dalam pikiran seolah diri inilah yang menjadi bosnya dan semua orang lebih kecil dan tidak ada apa-apanya. Lalu kitapun bangga karena hal tersebut, seolah inilah yang membuat anda senang. Sayang, ketika melirik ke luar untuk memperhatikan yang terjadi, dihentakkan oleh kenyataan bahwa semuanya tidak seperti yang anda inginkan. Tepat saat itulah kecewa yang disertai rasa sakit meradang. Hidup menjadi galau dan gundah gulana, hari-hari tak berarti lagi. Seolah-olah ada yang menekan, pikiran stres dan depresi lalu hilang kendali melakukan perbuatan menyimpang.

Tinggi hati membuatmu tidak tahan menghadapi ujian kehidupan

Kesombongan telah membutakan kita dari kenyataan yang sesungguhnya. Karena saking tingginya hati maka tinggi pulalah hasrat di dalam hati agar dianggap lebih oleh orang lain. Tetapi karena kenyataannya berlainan, lalu anda memutuskan untuk mengabaikannya. Pikiranmu tidak lagi fokus pada indra (kenyataan) melainkan menerjang & menerobos masuk ke alam imajinasi yang membuatmu merasa lebih baik, lebih lega, lebih damai bahkan lebih hebat ketimbang semua orang yang disekitarmu. Karena tidak mau/ enggan menerima kenyataan lantas saja berkhayal untuk memikirkan hal yang indah-indah. Padahal begitu anda keluar dari dalam zona nyaman yang meninabobokanmu, langsung terkejut. Saat orang-orang disekitarmu mencobai dan menguji, andapun langsung ilfil, bertingkal lebay dan melakukan aksi-aksi balasan yang di luar logika.

Kenyataan tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan

Anda bisa saja bertingkah seolah merasa lebih dalam imajinasi sendiri, membanggakan hal tersebut sehingga membuatmu senang sesaat. Terserah, dalam pikiran sendiri bagaimana kehidupan anda tetapi pastikan itu hanya untuk dituliskan, dilukiskan, dikisahkan, diceritakan dan dibahas dalam karya-karya yang anda hasilkan. Hindari menyamakan imajinasi dengan kenyataan sebab imajinasi hanya diatur oleh diri sendiri sedangkan kenyataan dibentuk oleh banyak orang/ pihak yang belum tentu anda kenal semuanya. Saat kita berpikir tentang kehidupan maka itu sangatlah subjektif, artinya terserah bagaimana diri sendiri menanggapinya. Akan tetapi, saat berpikir tentang kenyataan sehari-hari, hal tersebut dibentuk oleh banyak persepsi dan mustahil menggiring semuanya itu pada kehendak pribadi.

Pikiran sombong menghasilkan tutur kata dan perilaku yang juga sombong

Pikiran kita selalu terlena dengan apa yang dibahas-bahas di dalam sana. Semakin kita berkhayal maka seolah-olah kehidupan ini begitu mudah dan diri inilah yang menjadi pengendalinya. Keadaan ini memberikan kebanggaan tersendiri di dalam hati yang juga memicu kesombongan. Bila anda terus melakukan aktivitas semacam ini maka tidak hanya dalam pikiran saja tinggi hati itu diwujudkan melainkan dalam perkataan dan perbuatan sehari-haripun akan diekspresikan hal yang sama. Artinya, saat di dalam pikiran sendiri anda menyombongkan diri maka di dalam setiap sikap (lisan dan perilaku) hal tersebut juga kentara.

Menyangkal diri untuk menepis kesombongan

Oleh karena itu, sepintar-pintar apapun dirimu mengimajinasikan kehidupan, jangan sampai hal tersebut membuat anda sombong sekalipun itu hanya berlaku di dalam hati sendiri. Ingatlah bahwa apa yang anda ceritakan dan bahas di tempat tersembunyi akan diekspresikan juga keluar dengan prinsip yang sama. Jika rasa bangga menguasai hati maka keangkuhanpun akan keluar dari dalam mulut dan aktivitas (sikap) sehari-hari. Sebelum semuanya itu menjadi nyata, alangkah lebih baik jikalau rasa sombong tersebut ditekan bahkan dihancurkan dengan cara MENYANGKAL DIRI. Kami sering berkata dalam hati, “Diri ini hanya orang yang tak berguna, sampah masyarakat. Kuatkan kami menjalani hari ini Tuhan.” Bisa juga, “Kami hanyalah manusia tanpa sesuatu yang baik, hinakan kami dibawah kaki-Mu ya Tuhan.” Kadang juga mengatakan, “Kami hanya orang yang tidak bisa apa-apa, itu sudah sepantasnya bagi kami. Kuatkan kami menjalani hari ini ya Tuhan.” Lagi, “Dia akan semakin naik sedangkan kami akan semakin turun, itu sudah seharusnya. Terimakasih ya Tuhan.” NISCAYA HATI MENJADI TENANG DAN KEBAHAGIAAN PENUH.

Kesombongan yang dimiliki akan menawarkan fatamorgana sehingga membuat andapun senang. Sadarilah bahwa itu hanyalah sesaat saja. Mulai tekan bibit-bibit keangkuhan di dalam hati dengan menyangkal diri niscaya semua keinginan yang lebay akan pergi jauh. Lebih baik memuji-muji Tuhan di segala waktu yang dijalani agar hati tetap bahagia walau pencobaan kadang menghampiri. Kebiasaan ini juga akan mengikat tinggi hati dan hawa nafsu berlebihan sehingga tidak sampai lepas kendali. Baik juga untuk senantiasa beraktivitas memberi manfaat kepada sesama (berbagi kasih) lewat pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Upayakan hal ini mulai dari keluarga dengan mengedepankan hal-hal kecil dahulu, seperti ramah tamah (Senyum, sapa, sentuh, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik). Simak, Alasan mengapa bahagia? & Mengapa tidak bahagia?

Salam, Awasi kesombongan jangan sampai menekan kebahagiaan…..

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s