Maafkan Kekhilafan Kami – Seolah Ketelodoran Itu Mencobai Anda

Maafkan Kekhilafan Kami - Seolah Ketelodoran Itu Mencobai Anda

Kami adalah orang yang tidak sempurna, itu kentara sekali dan andapun dapat melihatnya secara langsung. Terlalu banyak kesalahan yang terjadi dalam hidup ini, terlebih ketika kita menelusuri masa lalu yang tidak selalu baik. Kami masih ingat bahwa dahulu masih muda kerap kali melakukan berbagai-bagai kekhilafan, tidak pandai bergaul dan pernah juga melanggar bebarapa aturan (tidak disengaja tapi karena lupa). Ini adalah kekurang terbesar dalam hidup saat kehadiran kita tidak bisa memberi dampak apa-apa bagi orang lain.

Dahulu hati ini sering hampa dan tujuan hidup seolah kosong, semuanya serba merasa belum cukup. Kehidupan kami dahulu tidak seberuntung orang lain, inilah yang kerap kali membuat stres, ditambah lagi dengan minimnya prestasi makin banyak saja alasan untuk mengakhiri hidup tapi tidak bisa. Pikiran sering kosong dan melayang-layang kesana dan kemari membuat hidup semakin tidak berarti. Hati yang hampa karena banyak keinginan yang belum tercapai.

Untunglah waktu itu kami selalu bersaat teduh, mengikuti acara-acara kerohanian seperti persekutuan muda-mudi, bedah Alkitab, kebaktian kelompok sel dan lain sebagainya. Semua aktivitas tersebut seolah mengikat kami dengan erat dari dalam hati sehingga enggan untuk melakukan hal yang aneh-aneh. Aktivitas spiritual memang nyata manfaatnya sebagai antivirus terhadap berbagai-bagai hal buruk di dunia ini.

Sekalipun semua kelemahan ini sudah melekat erat dan menyebabkan berbagai-bagai dampak buruk. Tetap saja, diri ini pulak yang kerap kali telodor melakukan kekhilafan di depan umum. Sekalipun demikian, ada rasa seolah kami sedang diperhatikan oleh seseorang dan yang lainnya padahal tidak ada siapa-siapa disana (besar kepala – GR). Sehingga begitu menyadari kesalahan, langsung menyesal dan meminta maaf kepada pihak lainnya.

Kami berusaha untuk memanajemen semuanya itu dengan sebaik-baiknya. Termasuk dengan cara menghilangkan kebiasaan pikun: fokus kepada Tuhan dan senantiasa bekerja memberi manfaat. Tetap saja yang namanya kesalahan itu datang lagi dan lagi tanpa disadari dan terjadi begitu saja (otomatis). Mau bagaimana lagi, inilah hidup kami yang apa adanya. Beginilah kami yang sebenarnya. Mau dikotak-katik dan dipoles seperti apapun, yah gitu-gitu ajalah….

Kekhilafan yang kami lakukan seperti batu sandungan bagi teman-teman yang lainnnya. Kami harap anda bisa memaklumi keadaan ini. Ini seperti aktivitas tertawa sendiri, dipanggil tidka menjawab, melakukan sesuatu yang tidak logis di depan umum. keras kepala/ susah ditegur dan lain sebagainya. Pada dasarnya semua kesalahan ini terus terjadi secara berulang-ulang tanpa kami sadari. Kami sendiri diuji oleh perilaku tersebut dan andapun kami uji karenanya. Oleh karena itu, di atas semuanya, kami hendak menyampaikan maaf, semoga anda memakluminya lagi dan lagi!

Terimakasih….

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s