+7 Faktor Penyebab Kurang Bahagia Dalam Hidup, Kebahagiaan Tidak Semua Bisa Dibeli

Penyebab Kurang Bahagia Menjalani Hidup, Kebahagiaan Tidak Semua Bisa Dibeli

Tidak bahagia sama sekali adalah perasaan yang tidak mungkin dialami oleh manusia manapun. Sebab kebahagiaan itu sudah ada dalam dirimu, sekarang persoalan yang selalu muncul adalah bagaimana cara mengekspresikannya ke luar. Jika ada orang yang mengakui bahwa hari ini ia sama sekali tidak berbahagia maka bisa dipastikan bahwa sikawan ini bisa mengakhiri hidupnya sejak saat ia mengakui hal tersebut. Pada dasarnya, apa yang dialami oleh banyak orang adalah kurangnya rasa itu jika mereka ukur dari standar sendiri.

Bahagia adalah sebuah keharusan dalam setiap hari-hari yang dilewati. Mustahil kita bisa hidup di dunia ini tanpa sebuah kebahagiaan. Sebab pada dasarnya, keadaan itu sudah ada dalam diri setiap orang, yang dibutuhkan adalah “cara mengaktifkannya.” Tanpa tahu teknik ini maka kehidupan semakin jauh. Pada dasarnya, semua ini berbicara tentang bagaimana memanajemen pola pikir dan sikap yang kita ekspresikan sehari-hari. Jangan terlalu berharap, bila kehidupan kita jauh kebenaran maka di dalam kesenanganpun, selalu ada rasa kurang ini dan kurang itu.

Segala sesuatu dalam hidup ini berhubungan erat dengan pengaturan ini dan itu, diantaranya adalah manajemen pola pikir, manajemen sikap (perkataan dan perilaku), manajemen keuangan, manajemen masa depan dan lain sebagainya. Demikian jugalah dengan bahagia yang anda rasakan, sangat ditentukan oleh aturan yang sedang anda lakukan dan dijalankan hari lepas hari. Oleh karena itu, sebisa mungkin mulailah untuk memanajemen kehidupan sendiri sebab tidak mudah untuk melakukan perubahan yang melibatkan orang lain dan sistem sosial yang dimiliki.

Berhati-hati jugalah dengan aturan yang terlalu lebay. Ini mungkin kita susun agar semuanya kondusif, aman dan nyaman. Tetapi ketahuilah bahwa ini adalah awal dari sikap manja dan tidak dewasa. Padahal dalam hidup ini, kita selalu membutuhkan ujian sosial yang sederhana. Ini akan memicu rasa sakit akibat gangguan kenyamanan, disinilah kekuatan hati (ketabahan & kesabaran) dan kemampuan untuk selalu fokus pada hal positif (fokus Tuhan dan lainnya) di latih agar menjadi lebih baik hari lepas hari. Jikalau anda benar-benar mengikuti ujian kehidupan ini dengan tekun niscaya berbagai-bagai sifat buruk akan dilemahkan, ditekan dan dihilangkan dari dalam hati.

Tidak mampu menerima kenyataan, kebahagiaan menjauh

Salah satu kebiasaan yang membuat kita kurang bahagia adalah saat tidak mampu menerima kenyataan yang terjadi. Kenyataan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Jika hendak mengubahnya maka lakukanlah tindakan perencanaan dan perubahan itu mulai dari diri sendiri untuk waktu-waktu yang akan datang. Kenyataan yang diterima dan disyukuri akan terasa nikmat seperti nikmatnya kopi, biar pahit tetapi tetap bisa memberi sensasi di langit-langit lidah anda.

Standar kebutuhan tinggi semakin susah berbahagia

Beberapa orang yang menetapkan standar tinggi dalam kehidupannya secara tidak langsung telah menuntunya untuk sulit bahagia di segala waktu dan keadaan. Ini seperti “menempatkan alur rel roller coster di rel kereta api, mau sampai kapanpun kereta api itu tidak akan pernah tiba di sisi sebaliknya..” Orang biasa berkata “hidup ini sudah sulit, jangan lagi dibuat rumit!” Selama standar yang telah anda tetapkan untuk dialami hari lepas hari di atas rata-rata, selama itupula kebahagiaan di dalam hati bertindak sebaliknya, yakni selalu berada di bawah rata-rata manusia pada umumnya.

Hawa nafsu tinggi bahagia semakin sulit

Satu lagi yang membuat kita semakin susah saja untuk bahagia adalah saat keinginan terlalu berlebihan. Apa yang kita inginkan biasanya berhubungan erat dengan apa yang diharapkan hari demi hari. Saat hawa nafsu ini lebih besar dari kemampuan/ potensi yang kita miliki maka saat itu juga semakin susah untuk berbahagia. Bila ditelusuri lebih lanjut maka hal tersebut berasal dari apa yang biasa kita lihat, dengar, kecap, baui dan raba. Artinya, apa yang sering-sering disaksikan oleh indra kemungkinan besar akan bertransformasi menjadi keinginan pribadi.

Alasan mengapa seseorang tidak bahagia menjalani hidup

Kebahagiaan selaras dengan hawa nafsu“. Ingat-ingatlah frase ini agar di masa-masa yang akan datang lebih mampu mengendalikan diri dan keinginan hati sendiri. Ada dua hawa nafsu, untuk memberi dan untuk menerima. Biasanya hawa nafsu yang berpotensi menolak kebahagiaan adalah saat kita hanya menerima segala sesuatu. Akan tetapi, saat anda mengarahkan hawa nafsu untuk memberi sesuatu maka rasa bahagianya akan meresap masuk ke dalam hati. Berikut ini faktor penyebab yang mempengaruhi berkurangnya kebahagiaan di dalam hati anda.

  • Apa yang diterima.

    Apa yang berasal dari luar yang kita terima sifatnya tidak konsisten dan tidak selalu ada. Lagipula mustahil kita mampu mengendalikan kehidupan orang lain agar saat berjumpa dengan diri ini, hanya melakukan hal yang baik-baik saja atau hanya melakukan apa yang kita inginkan saja. Oleh karena itu, bisa kami katakan bahwa jika kadarnya tepat maka keburukan yang anda terima akan menjadi ujian kehidupan yang bisa membuatmu semakin cerdas dan lebih bijak menjalani hidup. Jika berlebihan (menyebabkan kehilangan materi dalam jumlah yang tidak sedikit), anda diperkenankan untuk melaporkannya.

    1. Dipermainkan oleh sesama.
    2. Dibohongi/ ditipu/ dikibuli oleh pihak lainnya.
    3. Dicuekin oleh orang lain.
    4. Dibully/ dihina orang.
    5. Difitnah oleh seseorang.
    6. Diperlakukan tidak adil – pilih kasih.
    7. Saat kebaikan kita dibalas dengan kebencian.
    8. Perilaku sesama yang mengganggu (suka usil).
    9. Melakukan sesuatu yang belum terbiasa.
    10. Dan lain sebagainya.
  • Apa yang diberikan.

    Jika sebelumnya, kita telah membahas apa-apa saja ekspresi orang lain yang mungkin kita terima sehari-hari tetapi tidak mungkin kita kendalikan. Satu-satunya yang bisa dikednalikan sepenuhnya dalam dunia ini adalah apa yang  bisa diberikan kepada sesama dan lingkungan sekitar. Ini merupakan potensi yang berasal dari dalam ke luar (ekspresi diri). Oleh karena itu, perbaikilah apa-apa saja potensi yang ada di dalam diri anda sehingga sifat-sifat itu bisa diekspresikan secara lebih baik kepada orang-orang disekitar. Berikut ini yang termasuk dalam hal-hal yang bisa dikendalikan oleh diri sendiri namun belum dilakukannya dengan baik sehingga membuat anda tidak bahagia.

    1. Pikiran sendiri.

      1. Kurang cerdas memiliki persepsi positfnya minus.

        Kita harus cerdas dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Salah satu cara untuk mendorong hal ini adalah dengan membaca buku sejarah kehidupan yang dimiliki, yaitu Kitab Suci. Ada berbagai-bagai ungkapan hikmat dari sana yang bisa diterapkan dalam menjalani kehidupan yang kadang tidak baik. Jika anda bisa menemukan alasan yang tepat atas segala kejadian yang dialami niscaya hati menjadi lega dan selalu bahagia melalui semua itu.

      2. Ego tinggi.

        Saat egois di dalam diri ini tinggi maka ada kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri dibandingkan kepentingan bersama. Anda lebih memilih untuk sibuk membuat diri sendiri bahagia ketimbang menyibukkan diri tentang bagaimana membuat orang lain juga bisa berbahagia. Harus ada keseimbangan antara sikap individualis (membahagiakan diri sendiri) dan sikap sosialis (membahagiakan orang lain).

      3. Suudzon.

        Merupakan sifat yang terlalu merasa takut berlebihan tentang buruknya masa depan. Rasa takut & kuatir inilah yang secara tidak langsung mengganggu rasa bahagia di hati. Pikiran negatif tentang masa depan adalah baik untuk membuat kita waspada dalam bersikap. Akan tetapi terus-meneruss berpikir negatif jelas menggangu konsentrasi dan fokus saat mengerjakan sesuatu.

      4. Hawa nafsu sesat dan berlebihan.

        Keinginan kita yang lebay cenderung membuatnya semakin sulit untuk meraih semua itu. Sebab hawa nafsu berbanding terbalik dengan kebahagiaan di dalam hati. Semakin tinggi keinginan maka akan semakin sukar untuk berbahagia di segala waktu.

      5. Kebencian dalam hati.

        “Rasa benci seperti granat yang pengamannya sudah dilepas, sehingga mau tidak mau, harus dilemparkan ke luar.” Suatu saat nanti rasa ini akan membakar anda juga orang-orang yang ada disekitarmu. Jikalau semua orang sudah kecipratan oleh rasa benci yang kita ekspresikan dalam berbagai-bagai bentuk maka timbullah aksi perlawanan sekaligus rasa bersalah yang membuat kita kurang bahagia sekalipun memiliki banyak hal yang waw disini.

      6. Dendam yang dipendam lama.

        “Soal dendam, itu seperti sampah/ bangkai yang disimpan di dalam hati.” Sayang, serapi apapun anda menyimpannya, tetap juga baunya ketahuan suatu saat nanti kepada orang lain.

      7. Amarah yang meluap berlebihan.

        “Amarah itu seperti api dalam gelumbung baju sendiri yang bisa membakar diri sendiri dan orang lain juga.” Bila kemarah sudah meluap dari dalam hati maka tidak ada lagi ketenangan dan kebahagiaan, justru yang terjadi adalah sebaliknya, “mulai berpikir, jangan-jangan kata-kata yang tadi telah menyinggung si ini atau itu.”

      8. Sombong/ tinggi hati.

        Sikap yang merasa bahwa dia adalah segalanya dan diatas semuanya. Semakin tinggi kesombongan maka semakin tinggi keinginan dan semakin sulit juga untuk bahagia.

      9. Iri hati/ cemburu.

        Sifat yang suka membending-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Ini jelas tidak membuat hati bahagia sebab biar bagaimanapun, anda tetaplah seorang pribadi berbeda dengan orang lain.

      10. Tidak mampu menerima kenyataan.

        Kebiasaan semacam ini membuat manusia semakin jauh dari rasa bahagia sebab biar-bagaimanapun usaha anda tidak bisa mengubah kenyataan. Jika hendak mengubah sesuatu maka ubahlah masa depan dengan melakukan perubahan itu mulai dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik.

        Salah satu kemampuan menerima kenyataan yang paling mendasar adalah saat anda mampu menerima kekurangan/ kelemahan yang dimiliki. Apapun keterbatasan yang anda miliki, pastikan semuanya itu sudah dimaafkan dan disikapi secara positif.

      11. Tidak mampu menjaga konsentrasi pikiran.

        Ini adalah kemampuan yang harus dilatih hari lepas hari. Saat kita dilahirkan ke dunia ini, konsentrasi pikiran mudah buyar/ pecah sehingga langsung menangis saat ada gangguan kecil yang terjadi disekitar. Seiring waktu berlalu, seharusnya kemampuan setiap manusia untuk berkonsentrasi pada apa yang dikerjakan/ dilakukan/ dikatakan akan semakin membaik.

      12. Fokus kehidupan yang salah.

        Hidup kita sangat tergantung dari arah yang kita tentukan di dalam hati, entah itu ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, ke bawah dan ke atas adalah sangat menentukan kebahagiaan di dalam hati. Sebab ketika terlalu ketergantungan pada hal-hal duniawi yang tidak pasti niscaya bahagianya juga tidak pasti. Akan tetapi ketika pikiran hanya ketergantungan kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian yang berkat/ pahalanya pasti niscaya bahagia itu konstan.
        Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

    2.  Sikap (perkataan & perbuatan).

      1. Tidak suka memberi – tidak ramah.

        Anda ingin memberi sesuatu kepada sesama tetapi tidak memiliki materi? Hendak berbagi kasih kepada orang lain tetapi gaji yang dimiliki pas-pasan saja? Ramah tamah (senyum, sapa, sentuh, terimakasih, maaf, tolong dan menjadi pendengar yang baik) adalah kebaikan yang sederhana, bisa diekspresikan kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun keadaan anda. Sikap yang selalu memberi akan membuat hati bahagia menjalani hidup.

      2. Kurang sabar – terburu-buru dalam bertindak.

        Sikap semacam ini tidak baik untuk dipelihara. Sebab kesabaran seharusnya menjadi atmosfer kehidupan ini. Misalnya saja dalam proses menunggu, sudah pasti hati yang sabar menenti dibutuhkan. Saat sedang dalam masalah maka hati yang tabah menjalani hidup diperlukan. Ketika menghadapi kenyataan pahit maka semuanya perlu dihadapi dengan tabah dan dengan menerima semua itu apa adanya.

      3. Kurang jujur.

        Sikap yang membuat seseorang berada dalam posisi tidak bisa dipercayai orang lain. Ini juga turut mendorong seseorang semakin jauh dari prinsip yang konsisten. Biasanya sesuatu yang tidak dikerjakan secara konsisten, tidak akan menjadi kebiasaan sehingga membuat hatipun tidak bahagia saat melakukannya.

      4. Sikap yang plin-plan.

        Sadar atau tidak, kebiasaan semacam ini cenderung membuat kehidupan tidak konsisten. Kadang baik, kadang tidak, kadang buruk dan lain sebagainya. Inkonsistensi cenderung membuat rasa dihati acak-acakan sehingga bahagianya hidup tidak bisa dirasakan lagi.

      5. Rasa malu berlebihan.

        Malu itu memang baik jika berada pada kadar dan arah yang tepat, yaitu malu melakukan hal-hal yang menyimpang. Akan tetapi, saat anda malu berekspresi padahal sudah diberikan kesempatan, itu namanya minder. Saat anda merasa malu-maluin ketika melakukan kesalahan di depan umum, harus tabah menghadapi rasa ini.

        Teknik untuk mengatasi rasa malu setelah melakukan kekhilafan adalah dengan menyangkal diri dan menerima semua itu apa adanya (jika rasa sakit itu masih ada – kami hanya sampah saja yang selalu ceroboh, maafkan dan kuatkan kami menjalani semua ini Tuhan). Lalu alihkan konsentrasi pada hal-hal positif (saat rasa sakit itu tidak ada).

      6. Tidak mampu bekerja sama.

        Orang yang tidak mampu bekerja sama dalam tim biasanya akan mudah terusik oleh kehadiran orang lain. Mereka biasanya kehilangan rasa nyaman di hati saat pendapat mereka di tolak oleh tim atau saat ada pendapat sesama tim yang tidak cocok dengan dirinya.

      7. Meledek kesalahan orang lain.

        Kebiasaan ini menandakan bahwa anda adalah orang yang sudah sempurna (tidak pernah salah) dalam bertindak. Kebiasaan ini sebaiknya jangan dipelihara sebab ada rasa bersalah yang mengurangi rasa bahagia di hati setelah mengejek seseorang.

      8. Perbuatan menyimpang.

        Apa saja itu? Perbuatan jahat, fitnah, bully, mencuri, dosa dan lain sebagainya. Keadaan ini biasanya berhubungan erat dengan aktivitas yang melanggar aturan. Sadar atau tidak, setiap pelanggaran yang kita lakukan pastilah ada sanksinya. Lagipula, manusia tidak bisa hidup terus menerus dalam rasa bersalah di dalam hati. Rasa ini sebagai pengingat kepada kita untuk meminta maaf dan tidak mengulang perbuatan yang sama di masa depan.

      9. Terlalu lama dan terlalu banyak bersantai menikmati hidup.

        Tahukah anda bahwa santai identik dengan menikmati hidup sama dengan tidak melakukan apa-apa yang berimbas pada pikiran kosong. Bila anda terlalu lama bersantai dengan tidak melakukan apa-apa berarti terlalu banyak waktu yang digunakan untuk mengosongkan pikiran. Saat pikiran kosong maka hidup kita lebih mudah disambar oleh hawa nafsu yang berlebihan juga sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Bahkan orang lain yang tidak anda kenal sekalipun dengan mudahnya akan mempengaruhi, menghasut dan memprovokasi. Inilah yang cenderung membuat anda tidak menjadi pribadi yang bahagia.

  • Kurang menikmati hidup.

    Apa karunia yang telah dititipkan Tuhan kepada anda, nikmatilah itu sewajarnya saja. Tidak baik bekerja terus-menerus tanpa kenal istrahat. Ada baiknya sedikanlah waktu-waktu khusus untuk santai dan berkumpul bersama keluarga, sanak-saudara, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Menikmati hidup tidak perlu waw…. Sebab masalah yang banyak dihadapi orang di dunia ini adalah “cara mempertahankan kenikmatan yang selama ini dirasakan.” Oleh karena itu, hindari membiasakan diri pada sesuatu yang tidak bisa anda pastikan keberadaannya. Terkadang sulit rasanya meninggalkan hal-hal yang sudah terbiasa sehingga bahagia dihatipun rasanya kurang pas.

    Dalam hidup ini seimbangkanlah antara mencintai diri sendiri (individualis) dengan sikap yang peduli kepada orang lain (sosialis). Jika mampu menggunakannya pada momen yang tepat niscaya kebahagiaan itu akan menjadi milikmu selamanya (seumur hidup).

Ada empat hal yang perlu anda atur untuk menjadi pribadi yang selalu berbahagia, manajemen pola pikir, manajemen sikap kepada Tuhan, manajemen sikap sendiri (cara memperlakukan diri sendiri) dan manajemen sikap kepada orang lain (cara memperlakukan orang lain). Bila anda mampu mengendalikan semuanya ini dalam keadaan baik sekalipun ketelodoran itu (yang tidak disengaja) bisa terjadi kapan saja, alhasil bahagia hati tetap konstan. Sadarilah bahwa sikap yang tidak konsisten cenderung membuat suasana hati acak-acakan (tidak beraturan). Simak lagi, Faktor yang mempengaruhi kebahagiaan.

Jelaslah bahwa kebahagiaan itu tidak semua bisa dibeli sebab sebagian besar sudah ada dalam diri ini, tinggal mengekspresikannya saja toh…. Dari tulisan di atas dapat dikatakan bahwa hanya 30% saja (dari total seluruh jenis kebahagiaan di bumi ini) rasa bahagia yang dihasilkan dengan membeli ini itu (saat menikmati hidup). Jika anda ingin lebih, maka kendalikanlah apa yang ada dalam pikiran (mindset) dan yang keluar dari dalam diri sendiri (sikap). Berbahagia adalah keadaan yang berkorelasi positif dengan hubungan yang baik dengan Tuhan, hubungan yang baik dengan diri sendiri dan hubungan yang baik dengan sesama.

Salam, jalani hidup apa adanya!

Iklan

3 comments

  1. […] Terus-menerus bersantai ria tak ada kerjaan sama sekali adalah hal yang tidak baik bagi kehidupan ini. Biasanya orang yang menikmati hidup cenderung bersantai, yaitu tidak melakukan pekerjaan apapun. Ketahui jugalah bahwa santai menikmati hidup cenderung memaksa kita untuk mengosongkan pikiran, “namanya juga santai berarti semua rileks termasuk pikiran dibebaskan dari segala sesuatu.” Ketahuilah bahwa kebiasaan ini jelas tidak sehat bagi otak anda bila dilakukan terus-menerus sebab pikiran kosong akan memudahkan hawa nafsu yang berlebihan juga sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya akan sangat mudah masuk dalam pikiran sehingga hati yang awalnya bahagia menjadi kasak-kusuk tidak jelas. Perhatikan kawan, Penyabab Tidak Bahagia. […]

    Suka

  2. […] Kesombongan yang dimiliki akan menawarkan fatamorgana sehingga membuat andapun senang. Sadarilah bahwa itu hanyalah sesaat saja. Mulai tekan bibit-bibit keangkuhan di dalam hati dengan menyangkal diri niscaya semua keinginan yang lebay akan pergi jauh. Lebih baik memuji-muji Tuhan di segala waktu yang dijalani agar hati tetap bahagia walau pencobaan kadang menghampiri. Kebiasaan ini juga akan mengikat tinggi hati dan hawa nafsu berlebihan sehingga tidak sampai lepas kendali. Baik juga untuk senantiasa beraktivitas memberi manfaat kepada sesama (berbagi kasih) lewat pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Upayakan hal ini mulai dari keluarga dengan mengedepankan hal-hal kecil dahulu, seperti ramah tamah (Senyum, sapa, sentuh, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik). Simak, Alasan mengapa bahagia? & Mengapa tidak bahagia? […]

    Suka

  3. […] Semoga dalam melakukan pekerjaan yang ditekuni, anda dapat mendatangkan manfaat kepada orang lain. Sebab faedah yang didatangkan dalam setiap profesi yang digeluti ada dua yaitu manfaat posifit untuk kebaikan sesama dan ada juga manfaat negatif yang merugikan orang lain. Jelaslah bahwa mendatangkan kerugian bagi orang lain akan menambah daftar dosa-dosa anda. Artinya semakin banyak orang yang anda rugikan maka semakin banyak pula dosa anda (secara kuatitas). Simak juga, Penyebab tidak bahagia hari ini. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s