+17 Kegagalan Sistem Kapitalime Dalam Negara – Pembuktian Terbalik Buruknya Sistem Kapitalis Perorangan (Swasta)

Kegagalan Sistem Kapitalime Dalam Negara - Pembuktian Terbalik Buruknya Sistem Kapitalis Perorangan (Swasta)

Sebuah ilustrasi – Pemerataan kesejahteraan adalah pencapaian terhebat dalam suatu sistem pemerintahan. Ini telah menjadi solusi ajaib yang telah menggiring banyak negara untuk tumbuh, berkembang bahkan maju di segala lini kehidupan (negara maju). Tanpa keadilan sosial maka konflik horizontal mudah sekali terjadi. Mulai dari perkelahian biasa, kekerasan dalam bermasyarakat, anarkisme antar kelompok hingga pecah menjadi kerusuhan dan huru-hara. Bahkan bisa juga muncul kemungkinan lain, yakni kenflik vertikal antara masyarakat dengan pemerintahan yang berdaulat.

Kesejahteraan adalah hak semua warga masyarakat, dijamin oleh undang-undang. Yakinlah bahwa tanpa kemakmuran, manusia lebih cenderung untuk menjadi hewan di padang belantara. Hukum rimba akan berlaku dimana yang kuat akan menjadi penguasa dan yang lemah akan menjadi mangsa, diinjak dan dimanfaatkan oleh oknum yang berkuasa. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan mengapa perilaku masyarakat menjadi buruk, tidak manusiawi dan terkesan jauh dari kepedulian terhadap kehidupan orang lain.

Sistem kapitalisme menempatkan orang-orang yang kuat secara permodalan, pengetahuan dan relasi selalu di atas. Mereka terlihat seperti manusia yang selalu beruntung di dalam segenap kehidupannya. Bahkan saking hokinya, di dalam kesalahanpun mereka tetap saja mampu menghirup aura kebebasan (segarnya udara kebebasan). Bukankah ini tidak ubahnya seperti rimba saja? Mereka yang kuat secara permodalan akan semakin kaya raya sedangkan masyarakat tetap miskin. Orang yang kuat secara ilmu pengetahuan akan menjalankan konspirasi untuk mengambil keuntungan di balik kelemahan masyarakat. Oknum yang memiliki banyak relasi kehidupannya selalu “wenak tenan” bahkan saat sedang berlaku menyimpang sekalipun.

Pada akhirnya, kapitalisme hanya menghasilkan orang-orang malas, egois, miskin dan lingkungan hayati juga turut rusak (degradasi lingkungan). Melahirkan generasi yang suka bermalas-malasan karena uang sudah ada banyak di rumah bahkan sampai tujuh turunan terjamin keberadaannya. Banyak orang menjadi egois dan tidak peduli lagi dengan sesamanya terlebih ketika orang tersebut tidak punya hubungan darah/ kerabat dengannya. Banyak dari masyarakat bawah yang jauh dari kata sejahtera, justru mereka dililit oleh tekanan ekonomi yang semakin memiskinkan mereka. Lingkungan menjadi rusak, pemanasan global menjadi-jadi dan rakyat jelata akan menjadi korban dari bencana alam.

Pembuktian terbalik kegagalan sistem kapitalisme dalam suatu negara

Bila kita berbicara tentang kegagalan sistem, bukan berarti semua orang yang ada dalam sistem tersebut akan mengalami kerugiaan besar. Justru bisa saja hal ini bermula dari ketidakmampuan manajemen untuk menopang kehidupan segelintir orang yang kemungkinan dianggap sebagai orang-orang yang tidak penting dan tidak dianggap sama sekali. Sadarilah bahwa kegagalan sistem akan dimulai dari hal-hal kecil yang lama-kelamaan akan semakin besar saja, dari kebangkrutan pemerintah bahkan hingga menelan habis seluruh isi bumi.

Berikut ini pembuktian terbalik sebagai ciri-ciri (tanda) kegagalan sistem permodalan swasta (pribadi) yang beresiko melemahkan, menekan bahkan menghancurkan semua yang ada dalam sistem tersebut.

  1. Sistem kapitalisme lebih dekat kepada pemaksaan kreativitas.

    Tahukah anda bahwa saat menjadi pemilik modal yang cukup berpengaruh disuatu daerah maka bisa membuat masyarakat tutup mulut? Kekuatan uang memang tidak terlihat tetapi orang yang memegangnyalah yang hawa nafsunya tinggi. Pengaruh yang ia miliki membuatnya bisa menuntut apa saja agar orang lain berlaku sesuai kehendaknya. Manusia dipaksa bekerja di luar batas kemampuannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/ menghasilkan sebuah karya seni/ kreativitas sebagai ilustrasi. Pemaksaan ini memang tidak terlihat tetapi lewat uang yang mereka tawarkan akan membuat para pekerja membanting tulang untuk menghasilkan sesuatu. Bahkan karya-karya absurd/ jelek/ mesum sekalipun akan di ACC dan dipublikasikan. Sebab semakin banyak masyarakat yang tersesat maka semakin tinggi pula keuntungan mereka.

  2. Menganggap diri sebagai Tuhan – sombong.

    Manusia kalau sudah punya segalanya maka orang lain cenderung dianggap remeh. Ini terjadi karena seseorang terlalu lama dalam kenyamanan, kesenangan dan kenikmatan dunia. Biasanya mereka yang tidak pernah diuji oleh hal-hal recehan (ujian kecil) karena memiliki kekuasaan dan materi (otoritas besar) biasanya menakut-nakuti orang lain agar tidak mempermain-mainkannya. Situasi yang terlalu aman tanpa gangguan sedikitpun seperti inilah yang cenderung menggiring seseorang untuk menjadi manusia yang tinggi hati.

  3. Para petinggi dalam sistem kapitalisme tidak mengenal aturan karena memiliki otoritas super body yang tidak dapat di ganggu gugat.

    Penguasa di bidang permodalan pribadi dalam suatu perusahaan adalah manusia super body. Pihak manajemen membuat aturan yang lengkap, detail dan tertata rapih tetapi tidak dapat menyentuh oknum pengusaha yang memegang kekuasaan. Seolah mereka memiliki antibodi otomatis dimana setiap pemimpin/ direktur/ ketua dan seluruh keluarganya selalu kebal hukum dan tidak mampan terhadap sanksi yang diberikan oleh pihak manajemen. Dari sinilah awal mula kediktatoran yang beresiko membuat orang-orang ini bebas melakukan apa saja untuk memuaskan hawa nafsunya.

  4. Berlaku semena-mena: menindas, menekan, melemahkan dan menghancurkan kehidupan sesama secara diam-diam dari dalam.

    Ini memang tidak terlihat jelas dipermukaan sebab mereka tidak melakukan pekerjaan kotor semacam ini secara langsung tetapi melalui kaki tangannya atau orang kepercayaannya atau bisa juga orang lain entah berantah yang sengaja dikordinir, didanai dan dibayar oleh oknum untuk melakukan berbagai-bagai aksi penindasan, penekanan, pelemahan, bahkan terkadang menghancurkan kehidupan sesama dari dalam secara diam-diam.

  5. Masyarakat cenderung medewakan uang.

    Karena uang begitu ditinggikan dan diagung-agungkan diantara manusia maka itu telah menjadi dewa mereka. Tidak ada iman kepada Tuhan sebab mereka lebih percaya kepada uang. Sebab segala sesuatu dalam hidupnya telah diselamatkan oleh uang. Manusia tidak mau lagi menjadi hamba Allah melainkan mereka lebih memilih menjadi hamba uang yang telah memberikannya segala gemerlapan duniawi

  6. Perbedaan pendapatan yang sangat jauh antara pekrja dalam masyarakat.

    Satu lahan pekerjaan di pertambangan/ perminyakan dibayar dengan gaji tinggi (padahal tambang itu bukan hanya punya nenek moyangnya) sedangkan rakyat jelata yang tanah-tanah-nya dikeruk habis-habisan (pertambangan milik semua warga masyarakat) dibayar dengan gaji yang sangat rendah, jauh dari kata sejahtera.

    Jika suatu lahan tambang dikeruk oleh pemerintah/ swasta maka sudah seharusnya seluruh rakyat mendapat bagian tentang hal tersebut. Sebab tanah dan sumber daya yang ada di dalamnya adalah hak semua orang.

    Indeks pendapatan antara masyarakat miskin dan yang kaya sangat jauh berbeda. Keadaan ini cenderung menggiring manusia untuk iri hati dan sombong juga saling cemburu antar sesama.

  7. Mengadakan persaingan yang menawarkan hadiah besar dalam masyarakat.

    Dana yang lebih di tangannya akan menggiring mereka untuk bertindak apa saja. Salah satunya dengan menciptakan pertarungan yang seru dimana baginya hal tersebut hanyalah sekedar hiburan belaka yang disusupi maksud-maksud menyimpang di baliknya.

    Persaingan semacam ini sering timbul diantara masyarakat. Manusia digiring untuk saling menjatuhkan dalam suatu arena. Karena hadiah yang begitu besar maka peserta berjuang mati=matian bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akhirnya pemenangnya menjadi tinggi hati sedangkan mereka yang tersisih akan mengalami stres dan depresi.

  8. Munculnya kaum terpinggirkan, disabilitas dan pengangguran.

    Pertanyaannya adalah mengapa kaum borjuis cepat  kaya raya? Bukankah harta yang mereka miliki seluruhnya berasal dari rakyat? Bukankah karena kelicikan mereka untuk menyembunyikan kebenaran? Bukankah semua itu berasal dari orang yang sudah mereka sesatkan? Semakin banyak konspirasi yang dipersiapkan maka semakin tinggi tingkat manipulasi yang timbul di masyarkat artinya pengusaha semakin kaya raya sebab merekalah yang menjadi muara (hilir) dari aliran uang di dalam masyarakat..

    Orang-orang terpinggirkan adalah mereka yang kurang cerdas dan tidak memiliki apa-apa sehingga masyarakat kelas atas cenderung memanfaatkannya sebagai sapi perah. Persaingan untuk berebut kesempatan kerja sangatlah sengit dan hanya meluluskan beberapa orang saja sehingga tidak ada keseimbangan antara jumlah mahasiswa yang diluluskan oleh universitas dengan yang mampu diserap oleh perusahan pemberi kerja sehingga lahirlah pengangguran baru tiap tahunnya.

    Konspirasi pengetahuan yang dilancarkan oleh kaum borjuis telah menyebabkan menurunnya kesehatan ibu hamil, ibu baru melahirkan dan balita. Bahkan karena mereka merahasiakan manfaat garam yang sebenarnya maka muncullah berbagai macam penyakit dan disabilitas di dalam masyarakat. Lagi-lagi ini akan menjadi sumber keuntungan bagi para pemilik modal yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

  9. Menggiring manusia sesuai hawa nafsu kapitalis bersangkutan.

    Disinilah banyak LGBT dihasilkan. Kapitalisme yang mendukung dan hidup sebagai LGBT akan menggiring kehidupan orang lain kepada hawa nafsunya yang serakah. Karena sumber daya yang dimiliki maka ia mengumpulkan dukungan dari orang-orang yang terpinggirkan, masyarakat lemah dan pengangguran untuk dijadikan sebagai budak seks pribadi. Disinilah bibit-bibit keserakahan LGBT mulai disebarkan. Belum lagi bila sikawan juga menguasai media surat kabar dan entertainment niscaya penyebaran paham LGBT semakin meluas.

    Karena memiliki banyak pendanaan di bank maka iapun menggiring kehidupan orang lain untuk menjadi seperti yang diinginkannya. Sekalipun hal tersebut merupakan sesuatu yang salah tetapi orang lain (rakyat biasa) pada mau saja sebab mereka disodorkan umpan yang besar di atas rata-rata.

    Korbannya juga mau saja diapa-apain sebab mereka kehilangan akal sehat dan menjadi bodoh oleh karena kerasnya penderitaan hidup oleh tekanan ekonomi.

  10. Masyarakat tidak punya pilihan, pilih hidup menjadi budak kapitalis atau memilih setia kepada negara tetapi menjadi orang miskin dan terpinggirkan.

    Peran pengusaha swasta dalam suatu negara yang terlalu besar membuat rakyat lebih cinta dengan oknums swasta ketimbang kepada negaranya sendiri. Mereka memilih untuk setia kepada kapitalisme swasta karena disana kesejahteraan lebih menjanjikan. Hal ini membuat kesetiaan mereka kepada negara sendiri menjadi pudar dan justru lebih memilih untuk menjunjung tinggi dan mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan yang terkadang melawan aturan dalam negara itu sendiri.

  11. Penghematan yang dilakukan oleh kalangan borjuis mengurangi lapangan kerja.

    Dengan kekuatan teknologi yang mereka miliki maka efisiensi ditingkatkan oleh pengusaha untuk menghemat tenaga kerja sekaligus meningkatkan jumlah pengangguran. Penggunaan sistem komputerisasi dan robotika yang lebay dengan alasan penghematan telah memiskinkan aktivitas masyarakat karena lahan pekerjaan yang jumlahnya sedikit.

  12. Uangnya lebih digunakan untuk membeli barang import, liburan ke luar negeri dan ke rumah sakit luar negeri dan pendidikan di luar negeri.

    Produk dalam negeri kurang laris, rumah-rumah oknum borjuis justru semuanya diisi oleh barang-barang import yang katanya lebih bergengsi dan berkelas di bandingkan dengan produk lokal. Artinya, uang yang berhasil mereka kumpulkan dari tangan rakyat terus saja dibuang ke luar negeri sehingga sitem ekonomi terbuka seperti ini hanya meningkatkan utang negara.

  13. Uang bertumpuk-tumpuk yang dimiliki, tidak habis digunakan, semua disimpan di bank.

    Masih banyak rakyat yang kehidupannya tidak layak, masih banyak rakyat yang tempat tinggalnya belum layak, masih banyak rakyat yang belum memiliki lahan pekerjaan. Sedangkan uang yang berjumlah miliaran rupiah ditumpuk-tumpuk di bank luar dan dalam negeri. Coba kalau uang itu selalu diputar dan di gunakan oleh negara sebagai kapitalis tunggal untuk mensejahterakan semua orang pastilah setiap orang cinta dengan negaranya.

  14. Meningkatnya bias informasi (konspirasi), tingginya pengangguran dan tingginya kesenjangan sosial memicu aksi kriminal.

    Konspirasi yang menyesatkan telah menjadi bahan provokasi bagi masyarakat. Pengangguran telah meningkatkan angka stres dan kehilangan akal sehat. Kesenjangan sosial telah memicu iri hati dan kesombongan. Semua keadaan ini akan terakumulasi pada satu titik hingga menimbulkan konflik/ huru-hara yang merugikan semua pihak. Belum lagi masalah kriminal yang timbul karena sebagian besar rakyat belum mengecap kesejahteraan.

  15. Persaingan sengit antara kapitalis akan menyebabkan kehancuran yang besar.

    Seandainya seorang rakyat biasa konflik dengan sesama rakyat lainnya maka dampaknya hanya akan dirasakan oleh kedua orang tersebut. Akan tetapi, ketika orang dengan sumber daya dan relasi besar saling bersaing dan bertarung memperebutkan sesuatu. Alhasil kedua super power ini akan menghasilkan dampak kerusakan yang lebih besar baik secara materi maupun secara nyawa dan lingkungan.

  16. Satu kapitalis adalah satu otoritas sendiri di bawah naungan negara.

    Kapitalisme semacam hierarki kesatuan yang memiliki otoritas, aturan dan pemerintahannya sendiri. Mereka seperti organisasi yang bisa melakukan apa saja terlebih ketika di dukung oleh modal dan pengetahuan yang tinggi. Orang-orang ini akan mendirikan hukumnya sendiri dan bisa saja hal tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku. Kecenderungan mereka untuk menggerakkan masa yang lebih banyak membuat perannya bisa menyebabkan instabilitas dalam masyarakat. Pendanaan yang dimilikinya bisa saja digunakan untuk membeli peralatan militer untuk merong-rong negara dari dalam alias mendukung aksi terorisme.

  17. Kapitalis merusak lingkungan.

    Semua uang yang berhasil dikumpulkan oleh oknum pemilik modal akan digunakan untuk hidup bermewah-mewahan. Mereka membangun tempat tinggal, residen, lapangan, taman dan berbagai-bagai fasilitas berkelas bersifat pribadi yang jelas-jelas membutuhkan sumber daya yang lebih untuk menciptakannya. Merusak hutan, menebang pohon, menyingkirkan marga satwa ke pinggiran, menggali lebih dalam, menghancurkan gunung dan semuanya itu digunakan hanya untuk kepentingan satu-dua keluarga saja. Sedang disana-sini masih banyak orang yang belum layak kehidupannya.

  18. Utang Negara semakin tinggi.

    Entah apa yang terjadi dengan manusia di negeri ini, utang luar negeri semakin tinggi dari tahun ke tahun, bulan ke bulan bahkan dari hari ke hari. Sistem ekonomi indonesia terbuka dimana muaranya masuk ke kantong-kantong swasta. Setiap sen yang anda belanjakan tidak kembali kepada pemerintah melainkan masuk kantong pribadi. Hanya sisa satu persen saja sebagai pajak yang kembali ke negara. Padahal negeri ini makmur tapi ternyata kesejahteraannya hanya untuk oknum pribadi tertentu saja bukan untuk seluruh masyarakat. Beginilah kalau perdagangan di kuasai oleh swasta, semua uang yang diberikan negara kepada warganya pada akhirnya hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

    Ciri khas lainnya sebagai pertanda kesalahan sistem.

    Perhatikan tanda-tanda berikut ini. Jikalau anda menemukan orang-orang yang beraktivitas seperti ini yang diiringi dengan memburuknya sistem sosial dan berakhir dengann bencana alam maka bisa dikatakan bahwa itu adalah salah satu pertanda menjelang kegagalan sebuat sistem. Berikut selengkapnya.

  19. Membangun rumah yang super besar, mewah dan luas yang merusak hutan dan menghabiskan banyak sumber daya.
  20. Untuk memiliki tumbuhan dan binatang langka yang hampir punah dan dilindungi.
  21. Menghasilkan banyak pengangguran karena penghematan manajemen perusahaan dan penggunaan tenaga robot.
  22. Membuat banyak orang miskin karena penyesatan yang ditimbulkan oleh kapitalis.
  23. Membentuk komplotan preman dan melegalkan premanisme untuk menjaga kehidupannya dan keluar juga harta benda yang dimilikinya.
  24. Menggiring banyak wanita untuk menjadi PSK karena ditawari uang yang tinggi dan bayaran mahal oleh oknum kapitalis.
  25. Menjauhkan manusia dari agamanya sehingga moral mereka amburadur dan hal itu dimanfaatkan untuk meraih uang dan uang.
  26. Meracuni makanan dan minuman rakyat secara diam-diam lewat bahan tambahan makanan agar mereka mudah sakit dan kecerdasannya menurun (semakin bodoh).
  27. Mensponsori berbagai aksi pemberontakan (terorisme).
  28. Melakukan kontes tanpa busana (kontes telanjang).
  29. Melukis di atas tubuh yang sedang telanjang.
  30. Mensponsori pembuatan film porno dan mendanai para artis yang berkecipung disana.
  31. Membuat situs parno (pornografi) dimana masing-masing orang beroleh bayaran dari setiap rating yang diperoleh.
  32. Memuaskan hawa nafsunya (seksual) yang sesat.
  33. Menggelar pesta pora dan hura-hura.
  34. Menjadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan untuk membuktikan teori dan penelitiannya.
  35. Merusak lingkungan sekitar karena polusi dan sampah yang mereka hasilnya telah mencemari air, tanah dan udara.
  36. Menyebabkan bencana alam oleh karena eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Jika anda bisa menemukan setidaknya 7 dari tanda di atas telah terjadi dalam masyarakat, bisa jadi bahwa keadaan ini akan mengawali kelemahan sebuah sistem ekonomi. Peredaran uang harus dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah agar kepemilikan sumber daya secara perorangan tidak berlebihan. Sebab semakin tinggi power seseorang maka semakin tinggi pula dampak buruk yang kelak ditimbulkannya. Oleh karena itu, pemerataan adalah awal dari semua solusi masalah sosial-ekonomi yang terjadi. Simak, Cara swasta merusak negara dan Efek samping buruknya kapitalis swasta

Salam, semoga Indonesia jauh dari hal ini!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s