Tipe Manusia Berdasarkan Orientari Kerja – Kesetaraan Mempersatukan Kita

Tipe Manusia Orientari Kerja - Kesetaraan Mempersatukan Kita

Ketika kami menemukan ide tentang tulisan ini, rasanya sangat menggah hati dan mampu memberi solusi bagi kehidupan. Manusia di ciptakan untuk saling tolong menolong satu sama lain. Yang satu unggul dalam hal ini dan yang lain lebih dalam hal itu lalu ketika keduanya bertemu maka berputarlah sebuah sistem yang menghasilkan manfaat yang berguna bagi semua orang yang ada didalamnya. Inilah yang sebenarnya membuat sistem berputar sempurna saat masing-masing orang didalamnya memberi kontribusi sehingga tidak ada lagi yang menganggur dan terabaikan.

Antara otak dan otot

Terdapat dua komponen penting dalam kehidupan kita, yakini otot yang bentuknya besar, kokoh, kuat dan hampir ada diseluruh bagian Tubuh manusia bahkan tubuh bagian dalampun (organ dalam) memiliki otot pada beberapa bagian (misalnya pada organ pencernaan) dan jantung. Sedangkan bagian tubuh yang paling lembut, lunak dan kental seperti agar-agar dimana ukurannya masih jauh dari total otot manusia adalah otak. Kami suka bagian ini menjadi buruan tersendiri saat ada kegiatan pemotongan hewan di rumah.

Sekalipun otak adalah organ tubuh yang paling encer setelah darah dan cairan tubuh lainnya, tetapi manfaat yang diperankannya adalah sangat vital bagi kehidupan. Ini juga merupakan tempat disimpannya berbagai macam memori di masa lalu. Fungsi utamanya yang sangat terkenal adalah sebagai pusat kendali kehidupan manusia. Tetapi dibalik semuanya itu, apalah arti otak tanpa otot? Sehebat apapun anallisis, pertimbangan dan inspirasi yang diberikan oleh pikiran anda tetapi jikalau tidak ada otot yang membantu untuk merealisasikan hal tersebut, mustahil segala sesuatu bisa terwujud.

Bagaimana bila keduanya berpisah dan mengambil jalan masing-masing?

Jika saja otak dan kepala kita memisahkan diri dengan tubuh ini maka apakah dia masih berguna? Atau saat semua otot melepaskan diri dari badan ini, mungkinkah kita masih hidup? Jadi saat kita terpisah-pisah niscaya ancaman dari luar akan lebih mudah masuk, melemahkan, menekan dan mengacaukan sistem. Akan tetapi saat di dalam perbedaan fungsi inipun, kita tetap bersatu niscaya berbagai ancaman dan godaan yang datang dari luar akan dengan mudah dihentikan. Sedangkan untuk mengatasi pelemahan sistem yang muncul dan ada di dalam maka yang dibutuhkan adalah keadilan sosial bagi seluruh elemen masyarakat.

Perbedaan yang tidak menentang kebenaran adalah pelangi yang sesungguhnya dalam kesetaraan

Inilah wajah dunia yang sesungguhnya. Janganlah kita berpikiran sempit ketika memandang kehidupan lalu menganggap ternyata bahwa semua orang adalah sama. Ini jelas memungkiri perbedaan yang telah diijinkan Tuhan dalam kehidupan. Kita berbeda tetapi saat menyelesaikan tugas masing-masing maka kehidupan ini  menjadi lebih baik berjalan dengan indah. Saat semua bisa bekerja sama dengan baik maka cita-cita bersama akan terwujud tanpa harus ada yang dikorbankan. Sikap yang saling mendukung, saling menopang dan bergandengan tangan satu sama lain hanya akan terwujud dalam kesetaraan. Sebab saat sistem yang kita miliki berupa  kapitalisasi niscaya tingkat persaingan, tekanan dan stres akan semakin tinggi bahkan beberapa orang dikorbankan untuk kepentingan segelintir kapitalis licik dan tidak jujur.

Zaman sekarang, berhati-hatilah dalam menanggapi perbedaan sebab beberapa oknum menyisipkan rumus-rumus jahatnya untuk melegalkan kejahatan dan keserakahan yang dianut. Mereka menggunakan slogan “perbedaan itu indah” agar perilaku mereka yang di luar batas ditoleransi oleh masyarakat. Keadaan semacam ini akan menjerumuskan banyak keluarga dan teman-teman anda dalam kesesatan tersebut. Kesesatan ini akan semakin besar saja tatkala para penyesat itu memiliki uang lebih dari sistem yang menganut kepitalisme. Karena mereka memiliki komunitas yang di dukung oleh pendanaan (uang yang menumpuk karena ketidakadilan merajalela) maka akan semakin banyak saja orang yang akan mereka tarik masuk untuk disesatkan.

Mereka yang orientasi kerja pada otot bahagia, lega dan damai saat bekerja

Sekarang masalahnya adalah apakah anda adalah orang tipe otak atau tipe otot? Anda harus menggali diri sendiri dengan cara bekerja keras. Saat anda merasa ada ketenangan dan kebahagiaan juga kedamaian ketika bekerja menggunakan tangan dan kaki ini maka dapat dikatakan bahwa diri ini adalah manusia tipe otot yang harus bekerja keras sampai keringat keluar sehingga muncullah rasa puas dari dalam hati. Anda tidak bisa duduk-duduk saja di rumah lalu berpikir bahwa itu akan membuatmu tenang sebab justru ketika tubuh tidak bekerja, tangan tidak sibuk, kaki tidak bergerak dan keringat tidak bercucuran niscaya kegelisahan, kekuatiran, ketakutan dan kecemasan akan menghampiri kehidupan anda.

Selama anda bekerja dengan otot maka selama itu pula kehidupanmu terkendali dan perilaku menyimpang bebas dari dalam diri ini. Bahkan pikiran-pikiran yang bermasalahpun (pikiran kotor/ pikiran negatif) tidak akan menetap dalam kehidupan anda. Mereka yang bekerja dengan kekuatannya seolah mampu menangkal berbagai pengaruh buruk yang datang dari luar. Bagaimana mungkin mereka tidak mampu menangkal hal-hal jelek dari luar sedangkan hal buruk yang ada dalam dirinya (racun hasil metabolisme dalam keringat) turut dikeluarkan. Dari sini bisa kita ketahui bahwa kekuatan otot memang benar-benar baik karena mampu mengimbangi manfaat dari aktivitas fokus kepada Tuhan.

Mereka yang orientasi kerjanya pada otak maka lega, bahagia dan damai tergantung apa yang dipikirkan

Manusia tipe otak tetap tenang walau sedang tidak melakukan apa-apa. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memfokuskan pikiran pada hal-hal tertentu sehingga aktivitas itulah yang menjaga kehidupannya tetap positif. Saat menganalisis sesuatu pikiran mereka akan berkerja lebih maksimal dari sebelumnya sehingga solusi dan jawaban dari semua persoalan akan didapatkan, cepat ataupun lambat. Sekalipuun demikian bukan berarti orang-orang ini tidak membutuhkan pergerakan tubuh sama sekali. Melainkan mereka bisa saja bergerak dan bekerja hanya saja itu adalah aktivitas fisik biasa.

Merekalah orang yang memiliki kecerdasan intelektual mumpuni sehingga mampu memberi kontribusi positif terhadap hal-hal apa saja yang bermasalah di sekitar. Sayang kemampuan yang satu ini jugalah yang sering sekali menjatuhkan mereka. Sebab ukuran kecerdasan setara dengan hawa nafsu yang dimiliki. Artinya, salah-salah mengendalikan pikiran bisa-bisa terjerumus ke dalam hal-hal yang sesat, misalnya kesombongan, amarah, kebencian, dendam, prasangka buruk, iri hati/ cemburu, pornografi, seks bebas, LGBT, stres, depresi hingga kegilaan. Kemampuan intelektual manusia bila tidak dikendalikan akan menjerumuskan pemiliknya ke dalam keterpurukan dan keterbelakangan hidup yang sesungguhnya.

Ketika otot dan otak bekerja sama – Kerja otot saat muda dan kerja otak saat sudah dewasa

Diantara pengguna otot dan otak, ada pula diantara kita yang bisa melakukan kedua-duanya. Artinya, diapun bisa bahagia, damai dan lega saat bekerja keras dengan ototnya sekaligus bisa juga saat berpikir. Orang yang memiliki kedua hal ini sama-sama menekuni aktivitas fisik (pekerjaan, latihan, olahraga yang mengandalkan kekuatan otot) dan juga mampu menganalisis sesuatu dengan pikirannya (termasuk menghasilkan karya seni hasil kreativitas). Saat anda mampu menekuni keduanya berarti sudah mencapai tahapan manusia yang dewasa.

Kami masih ingat, ketika masih muda dulu, saat keringat keluar dari badan ini maka ada rasa bahagia, damai dan lega. Artinya, aktivitas fisik yang kami lakukanlah mampu menjaga kehidupan ini agar tidak sampai terjerumus pada hal-hal yang buruk. Kala itu yang kami lakukan adalah jalan kaki, kemana-mana jalan kaki, hanya sekali-sekali saja naik bus/ angkot saat perjalanan jauh. Kami tidak jalan-jalan ke tempat-tempat indah dan belanja. Tetapi hanya ke tempat penting saja, misalnya saat ke kampus, perpustakaan dan pajak (membeli bahan makanan). Ketika keringat kami bercucuran keluar maka saat itu jugalah diri ini penuh dengan kebahagiaan dan kelegaan juga kedamaian. Selama kami kuliah aktivitas ini terus bertahan sekalipun kala itu ada yang menyindir/ mengejek.

Saat kami telah beranjak dewasa maka waktu tidak banyak lagi dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik melainkan hampir semuanya didekasikan untuk menulis hal-hal yang mungkin bagi beberapa orang terasa konyol dan tidak ada kerjaan. Lewat menulis inilah, kami bisa memusatkan perhatian dan menggali potensi lebih dalam sehingga muncullah ide-ide yang positif dari dalam sana. Jadi, saat kita masih muda alangkah lebih baik jikalau kerja keras difokuskan ke otot sehingga berbagai-bagai hal negatif dapat dijauhkan dari kehidupan kita. Sedangkan ketika kita sudah dewasa maka pikiran yang sudah matang akan mampu menghasilkan berbagai-bagai hal positif setidak-tidaknya untuk kebaikan diri sendiri dan bila perlu demi kebaikan orang lain juga.

Kesetaraan pengupahan kerja antara otot dan otak

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa dua hal ini akan saling bekerja sama satu sama lain untuk membentuk, membangun dan memajukan kehidupan manusia. Sebaiknya negara memfasilitasi setiap aktivitas ini. Sehingga setiap orang bisa bekerja menurut kemampuannya. Sebab pembiaran sama saja dengan meningkatnya pengangguran karena hanya objek kerja tertentu yang dibutuhkan. Keadilan pemerintah untuk menopang kehidupan seluruh anggota masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan orientasi kerja masing-masing.

Kita tidak bisa menilai sembarangan bahwa apa yang dilakukan oleh otak lebih baik dari apa yang dilakukan oleh otot. Sebab tidak ada satupun indikator yang dapat membandingkan keduanya. Jika dihitung secara totol energi yang dikeluarkan maka sudah barang tentu bahwa pekerjaan otot akan unggul di depan. Akan tetapi kalau dihitung berdasarkan hasil yang diperoleh maka kekuatan pikiranlah yang menang. Oleh karena itu, tidak perlu mencari-cara untuk menentukan pemenang diantara keduanya melainkan sebaiknya setiap orang melakukan perannya sehingga sistem berputar dengan semestinya.

Hanya mengandalkan kekuatan pikiran saja mustahil dunia ini berjalan sedangkan hanya mengandalkan kekuatan fisik saja maka mustahil dunia ini terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, masing-masing orang harus diberi kesempatan untuk mengambil perannya sehingga sembari memberi manfaat terhadap sistem, merekapun akan beroleh pengupahan yang setara. Bila setiap potensi ini tidak terserap maka kemungkinan besar akan timbul gelombang pengangguran yang cukup besar. Ini adalah awal dari masalah yang akan menimbulkan persoalan baru yang lebih besar dan lebih banyak.

Masalah yang sering dihadapi oleh manusia tipe otot dan otak

Pada dasarnya orang yang menggunakan ototnya sangat terkendali dan terampil dalam bidangnya masing-masing. Asal saja mereka mengerjakan sesuatu maka itu sudah membuatnya puas, bahagia, damai dan hidup dipenuhi kelegaan. Saat sudah ada pekerjaan yang ditekuni maka itu sudah cukup untuk membuatnya tenang sehingga tidak mudah terjerumus dalam hal negatif dan jauh dari hasutan sana-sini. Tetapi, berada dalam posisi pengangguran bisa membuat orang-orang ini menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang salah bahkan ketika mereka dihasut/ diprovokasi untuk melakukan perbuatan menyimpangpun, mau saja. Oleh karena itu mereka harus tetap sibuk agar kehidupannya mengarah pada hal yang baik.

Hal lainnya yang mengancam para pengguna otot adalah saat peran mereka digantikan oleh teknologi komputerisasi bahkan parahnya lagi adalah oleh robot. Hal-hal yang sifatnya otomatis seperti ini sebaiknya dibatas-batasi sebab dapat menyerap semua pekerjaan sehingga akan ada banyak tenaga kerja yang mengalami pengangguran. Terlebih ketika manusia sudah beralih pemakaian dari teknologi robot. Perangkat semacam ini bisa membuat para pengguna otot kehilangan pekerjaan, menjadi pengangguran dan berkurangnya pendapatan sehingga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kriminal dalam suatu daerah.

Sedangkan manusia tipe otak, ancaman terbesar yang mereka timbulkan adalah sifatnya yang manipulatif. Bila orang-orang ini tidak bisa mengendalikan diri maka niscaya kehidupannya akan menjurus kepada hal-hal yang buruk. Salah satunya adalah memanfaatkan situasi dan manusia didalamnya untuk kepentingan pribadi semata. Mereka adalah pengacau yang sebenarnya. Kemampuannya untuk memanipulasi bisa menggiring kehidupan seseorang menjadi jahat. Mereka menggunakan orang jahat ini sebagai pion penyerang sekaligus sebagai pertahanan (tameng) dari serangan lawan. Biasanya orang-orang berotak pintar inilah yang memicu huru-hara diantara masyarakat dengan cara memprovokasi dan mendanai manusia tipe otot.

Satu-satunya hal yang bisa menenangkan manusia tipe otak adalah dengan menyibukkan pikirannya untuk memikirkan hal-hal yang positif. Saat sesuatu yang baik tidak ada di dalam hatinya maka ada kecenderungan sikap (lisan dan perilakunya) cenderung menyimpang dan keluar dari jalur kebenaran. Tanpa menyibukkan otaknya dengan berbagai-bagai topik kehidupan yang baik maka ada kecenderungan kepribadiannya berubah seiring dengan perubahan pola pikir. Salah satu kesibukan positif yang dapat membuat pikiran terlena dan terkendali dalam area kehidupan yang benar adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Perhatikan bagan di atas, manusia yang lebih bermanfaat saat menggunakan otot dapat menghabiskan waktunya untuk bekerja dan belajar juga menekuni hobi yang dimiliki. Akan tetapi, mereka yang kehidupannya lebih dimanfaatkan untuk memikirkan sesuatu (tipe otak) maka ia bisa menyibukkan dirinya dengan selalu mengaktifkan pikiran terhadap berbagai jenis hal yang baik, salah satu yang paling baik adalah dengan cara memusatkan pikiran untuk selalu bernyanyi memuliakan Allah di segala waktu. Bisa juga sambil berdoa atau saat membaca firman Yang lainnya menekuni hobi, membaca firman, buku positif, koran, carpen, dan novel, roman dan menikmati berbagai-bagai hasil karya seni lainnya.

Kesimpulan.

Kenali siapa dirimu! Dimana anda paling bermanfaat? Apakah anda orang yang bahagia, lega dan damai saat melakukan aktivitas fisik? Atau sebagai orang yang berbahagia, penuh kelegaan dan kedamaian saat beraktivitas memikirkan sesuatu? Tekunilah hal apa yang membuatmu merasakan kebahagiaan, kelegaan dan kedamaian sekaligus bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri juga mendatangkan faedah bagi orang lain.

Ada dua komponen besar dalam dunia ini, yakni otot dan otak. Jika keduanya saling mendukung, bekerja sama dan peduli satu-sama lain maka akan terciptalah suatu kebersamaan yang dipererat oleh paham kesetaraan. Selama kita mampu menjaga rasa keadilan ini maka selama itu pula sistem akan berputar sempurna tanpa harus ada yang ditindas dan dikorbankan. Teknologi memang baik untuk dikembangkan tetapi kecanggihan yang keterlaluan jangan sampai menyisihkan orang lain dari pekerjaannya. Setiap manusia harus memiliki pekerjaan, kesibukan dan aktivitas positif untuk membantu mereka menjadi orang yang terkendali di segala waktu dan kesempatan.

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s