11 Sikap Yang Tidak Dipuji & Dihargai Tapi Penting: Membawa Kedamaian, Kelegaan dan Kebahagiaan Hari Lepas Hari

Sikap Yang Tidak Dipuji, Dihormati & Dihargai Orang Tapi Penting Membawa Kedamaian, Kelegaan dan Kebahagiaan Hari Lepas Hari

Damai adalah (1) tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman; (2) tenteram; tenang; (3) keadaan tidak bermusuhan; rukun. Lega adalah (a) lapang; luas; tidak sempit; (b) tidak sesak; kosong; (c) berasa senang (tenteram); tidak gelisah (khawatir) lagi; (d) senggang; tidak sibuk. Bahagia adalah (1) keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); (2) beruntung; berbahagia (KBBI Luring). Kedamaian adalah suasana hati yang tenang tanpa permusuhan, konflik dan peperangan. Kelegaan adalah suasana hati yang lapang, bebas dari tekanan dan kesesakan. Kebahagiaan adalah Kebahagiaan adalah perasaan senang disegala waktu.

Kesemua ini hanya bisa diwujudkan di dalam hati sendiri. Sulit rasanya untuk mewujudkannya secara masal sebab masing-masing orang berbeda persepsinya terhadap kedamaian, kelegaan dan kebahagiaan. Bila kami perhatikan dalam pola-pola duniawi maka kita akan menemukan bahwa ada banyak orang di dunia ini yang melandaskan kehidupannya pada sikap konsumtif. Artinya, mereka akan mengalami hal baik dan suasana hati menjadi lebih positif saat mengkonsumsi sesuatu. Jika selama ini hati baru damai, lega dan bahagia saat menikmati materi maka akan sulit mewujudkannya setelah anda membaca tulisan ini. Sebab yang kami bahas adalah bagaimana cara memanajemen pola pikir untuk meraih semua itu tanpa harus ketergantungan oleh hal-hal yang berasal dari luar diri ini.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan materi dipuja-puji orang

Beberapa orang berpikir bahwa hatinya damai, lega dan bahagia saat mereka menerima sesuatu dari luar ke dalam atau disebut juga “melakukan aktivitas konsumsi.” Artinya, mereka baru merasakan hal-hal baik ini saat membeli sesuatu, memakan sesuatu, mengenakan sesuatu, membaui sesuatu, dipuji, dihargai, dihormati, dipopulerkan, dibayar orang lain dan berbagai macam pemberian lainnya. Bukankah ini sama saja dengan membiarkan diri sendiri ketergantungan terhadap orang lain dan lingkungan sekitar?

Ada saatnya dimana kita bersifat individualis dan ada pula saatnya kita bersifat sosialis. Dualisme semacam ini seperti terang dan gelap, anda harus belajar menemukan keseimbangan antara keduanya. Saat kami mengatakan bahwa tidak baik jika kita ketergantungan terhadap orang lain dan lingkungan sekitar, bukan berarti bahwa anda tidak boleh bergaul dan tidak menerima apapun dari siapa saja juga tidak mengkonsumsi materi (ini membuatmu menjadi individualis). Melainkan yang kami maksudkan bahwa memang hal-hal tersebut bisa membuatmu bahagia, lega dan damai tetapi efeknya sesaat saja bro. Masakan anda makan terus, membeli terus, dipuji terus, dihargai terus, dihormati terus dan lainnya? Bukankah ini hanya terjadi sesekali saja? Bahkan kadang fluktuatif?

Sekalipun materi muncul sesekali tetapi penghargaan orang terhadap hal-hal ini sangat waw…. Misalnya saja saat anda memiliki banyak uang, orang lain berkata waw….. Mengajak rekan-rekan makan (dibalen), ada rasa waw…. Memberi sesuatu kepada orang lain, itu waw….. Memenangkan sebuah event, waw juga tuh….. Membeli video game, playstasion, waw lah…. Jalan-jalan ke tempat wisata, sangat waw lho…. Liburan mewah ke tempat glamour-berkelas, waw juga tuh…. Punya smartphone model terbaru limited edition, sangat waw…. Membeli perhiasan mahal, katanya waw…. Dan masih banyak lagi hal-hal duniawi yang ketika anda memilikinya maka ada banyak orang yang memujinya (setidak-tidaknya ada yang memujinya di medsos). Bukan kita tidak butuh dengan hal-hal ini tetapi sadarilah bahwa semua itu hanya sesaat saja lalu semuanya akan berlalu. Terkecuali anda punya harta warisan segede gunung sehingga bisa membiayai seumur hidup. Tapi tunggu dulu, terlalu candu terhadap materi juga beresiko terhadap kesehatan fisik dan mental anda bahkan berujung pada kematian juga.

Hal-hal yang berasal dari luar sifatnya sesaat saja. Ketika anda terlalu bergantung pada hal-hal ini untuk mencapai kedamaian, kelegaan dan kebahagiaan maka hati ini akan terus merasa kekurangan sebab kehampaan di dalam hati tidak dapat sekedar disumbat denagan materi melainkan anda butuh sesuatu yang sifatnya continue untuk mengisi kehampaan/ lubang di hati ini. Kekosongan hati akan berakibat buruk, mulai dari membuat sedih, galau, kacau, benci, dendam, marah, hipnotis, pikun kronis dan lain sebagainya. Akibat yang anda rasakan akan mengarah kepada hal-hal yang buruk, menyimpang dan salah sebab hawa dunia dengan segala materi yang ada didalamnya memang demikian.

Apa saja sikap dan sifat kita yang tidak dihargai orang lain tetapi sangat penting untuk ditekuni?

Ada apa dengan penghargaan? Intinya adalah mengapa orang sangat ingin dihargai oleh orang lain? Tentu saja karena ini adalah salah satu narkoba yang dapat membuat hati lega, damai dan bahagia walau hanya sesaat saja. Setiap orang butuh narkoba dalam pikirannya atau kami menyebutnya sebagai “roro wangera-ngera” agar hidupnya penuh dengan kedamaian, kebahagiaan dan kelegaan. Tetapi mindset mereka tentang hal tersebut sangat sempit sehingga berpikir bahwa hanya hal-hal materi atau hal-hal yang berasal dari luar diri inilah yang menjadi narkoba padahal anda bisa membuat & meraciknya sendiri. Salah satu narkoba alami buatan sendiri adalah ketika hati ini selalu bernyanyi memuji-memuliakan nama Tuhan dalam segala kesempatan yang ada.

Hal-hal yang tidak dihargai orang inilah sebenarnya yang menjadi narkoba alami buat anda. Sebab hembusan nafas kita berasal dari Tuhan. Sedang Tuhan sendiri adalah kebenaran sehingga hanya dengan melakukan kebenaranlah rasa bahagia, damai dan lega memenuhi hati ini. Jadi, selalu pastikan bahwa narkoba yang anda ciptakan untuk membuat pikiran terlena tidaklah jauh-jauh dari kebenaran itu sendiri. Sadarilah bahwa tanpa kebenaran maka apapun yang anda lakukan justru akan menimbulkan kegelisahan, kekuatiran dan gundah gulana.

Berikut ini beberapa perilaku, perkataan dan sifat manusia yang tidak dihargai orang tetapi sangat penting.

  1. Saat memuji dan memuliakan nama Tuhan.

    Tidak ada orang yang menghargai ketika anda melakukannya, tapi tidak masalah. Asalkan anda terus melatih diri dengan tekun dan konsisten melakukannya niscaya aktivitas ini akan menjadi solusi ajaib untuk mengatasi segala masalah yang timbul dari dalam pikiran. Anda bisa melakukannya di dalam hati, melalu mulut, menggunakan alat musik dan bisa juga sambil meneri.

    Menyanyikan lagu-lagu pop yang bertemakan cinta memang tidak masalah. Hanya saja itukan tujuannya tidak jelas. Entah anda mengungkapkannya kepada siapa, ia kalau punya kekasih hati, tapi kalau tidak? Aktivitas ini akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, saat otak anda mulai melagukan hal-hal duniawi maka ubahlah syairnya menjadi lagu pujian kepada Tuhan. Selengkapnya, Bernyanyi kreatif. Ini adalah kebenaran yang pertama-tama.

    Dibalik semuanya itu, mustahil hubungan kita baik dengan Tuhan jikalau diri ini tidak mengerjakan hal-hal yang benar. Tidak mungkin kita layak dihadapannya saat kejahatan kita dan ratapan orang lain karena kesalahan kita terus ada dihadapannya (namanya juga manusia biasa terkadang khilaf tidak disadari). Oleh karena itu, selalu mohon ampun kepada Tuhan dan jangan lupa juga untuk meminta maaf saat kita salah dan memaafkan mereka yang bersalah kepada diri ini. Alhasil hubungan kita dengan Allah

  2. Kebaikan hati.

    Ada beberapa orang di luar sana menunggu agar orang lain melakukan kebaikan kepadanya, memberinya sesuatu atau memuji dan menyanjungnya barulah ada kebahagiaan di dalam hati.

    Bila anda ingin menjadikan kebaikan hati menjadi narkoba di dalam hatimu maka janganlah menunggu orang lain melakukannya tetapi lakukanlah itu dimulai dari diri sendiri dari hal-hal kecil. Misalnya dengan beramah tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, terimakasih, maaf dan menjadi pendengar yang baik).

    Setelah itu, andapun bisa melakukannya dalam bentuk yang lebih, misalnya dengan memberi sesuatu, mengajak sesuatu, membantu rekan dan lain sebagainya sesuai dengan potensi, pekerjaan dan sumber daya yang dimiliki.

    Tidak ada seorangpun yang memuji anda saat melakukan semua ini. Mengharapkan pujian dan penghargaan dari orang lain justru akan membuat hal tersebut sia-sia. Sadarilah bahwa kebaikan yang terpuji telah beroleh upah yang setimpal. Anda memberi kebaikan lalu orang lain memberi pujian. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa “jika tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak melihat.”

  3. Kejujuran atau ketulusan disebut juga keikhlasan.

    Ini adalah kebiasaan yang menenangkan hati saat ditekuni. Memang beberapa kejujuran terkadang menyakitkan untuk diungkapkan tetapi perkataan bohong yang terucap hanya menyumbat/ menghalangi kejujuran yang sebenarnya. Suatu saat nanti sumbatan itu akan terbuka/ terbongkan dan bukankah anda juga yang kena getahnya?

    Mulailah jujur sejak dini dari hal-hal yang paling kecil dan senderhana. Saat anda jujur terhadap diri sendiri maka sama orang lain dan dimanapun akan tetap menjadi orang jujur.

    Salah satu kejujuran yang penting adalah saat anda berada di depan gadget/ laptop, apakah suka menonton film pornografi? Video bokep yang ada di internet cukup menawan lho…. Menahan godaan semacam ini sangat membutuhkan kejujuran dimana anda bisa saja melakukannya tanpa diketahui oleh siapapun.

    Contoh lainnya adalah saat membawa kopean/ catatan di kala ujian berlangsung. Kebiasaan ini tidak diketahui oleh siapapun, mampukah anda tetap jujur untuk tidak melakukan hal ini? Semuanya tergantung dari kejujuran hati.

    Misalnya, saat anda memberi sesuatu kepada orang lain, mampukah anda melakukannya dengan ikhlas? Jangan-jangan saat ada cobaan atau goncangan sedikit saja langsung mengungkit-ungkit kebaikan hati yang dahulu pernah anda lakukan.

  4. Sabar dalam segala sesuatu.

    Kebiasaan yang satu ini juga bisa membuat hidupmu tentram dan damai sebab akan menjauhkan anda dari segala hal yang beresiko merugikan. Jika mampu bersabar dalam segala sesuatu niscaya kita bisa selamat hingga akhir. Saat anda mengedepankan kesabaran saat mengendarai motor tanpa harus tersulut emosi niscaya kemanapun tujuan anda pasti selamat di jalan.

    Tidak ada yang memujimu saat selalu sabar di segala waktu. Justru ada-ada saja orang yang memandangnya sinis dan menyindir.

  5. Menjadi konsisten.

    Sifat yang konsisten sangat melegakan hati sebab ini adalah awal agar kita tidak mudah dipengaruhi orang. Jika anda sudah memilih jalan A maka teruslah lewati jalan itu sampai akhir. Jangan hari ini baik tetapi besok agak jahil, besoknya lagi nakal, besoknya lagi baik dan seterusnya. Sadarilah bahwa keadaan semacam ini beresiko melemahkan motivasi dan semangat di dalam hati untuk melakukan sesuatu.

    Ini hidupmu dan merasa “suka-suka gua mau melakukan apa?” Hal ini memang betul tetapi inkonsistensi yang anda lakukan/ pertontonkan sebelumnya akan menjadi bahan penilaian terhadap orang lain sehingga mereka kurang percaya kepada anda kelak.

  6. Disiplin terhadap aturan.

    Aturanlah yang membuat hidup kita dalam kebersamaan rukun, aman, damai dan terkendali. Tanpa aturan banyak hal yang akan menjadi kacau balau dalam hidup ini. Jadi saat anda memilih untuk mentaati aturan yang ada maka hal tersebut adalah sebuah jalan untuk membuat jalan hidup anda damai dan bahagi. Tidak ada orang yang dipuji atau dihargai karena bertekun. Mungkin juga ada tetapi tidak spesifik, itupun hanya sekali setahun saja saat ulang tahun perusahaan atau acara-acara penting lainnya.

  7. Tekun bekerja keras.

    Tidak ada pujian atau penghargaan yang kita terima setelah bekerja menyelesaikan tugas. Sekalipun ada, itu hanya berlaku sekali sebulan saja (saat menerima gaji) selebihnya kita harus bekerja keras. Sekalipun tidak dihargai tetap saja aktivitas ini dapat menjadi narkoba dalam kehidupan anda sehingga di jauhkan dari hal-hal yang menyimpang.

    Ingatlah untuk selalu mencintai apa yang dikerjakan dan melakukan apa yang dicintai.

  8. Menekuni hobi yang dimiliki.

    Tidak semua hobi yang kita tekuni mendapat pujian dan dihargai orang, salah satunya seperti menulis di blog seperti yang kami lakukan. Sekalipun demikian, menyalurkan bakat untuk menulis adalah mendatangkan kepuasan di dalam hati. Sebab sewaktu mengerjakannya semua kemampuan dan energi positif dikerahkan keluar sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan & melakukan hal-hal yang buruk di luar sana.

    Menekuni hobi yang dimiliki juga turut membuatmu diasah kemampuannya. Saat ada tantangan yang menghampirimu maka sadarilah bahwa itu adalah kesempatan untuk berkembang sekaligus membantumu lebih cerdas dan bijak menjalani hidup..

  9. Merawat anak sendiri.

    Tidak ada yang memujia anda saat sedang merawat anak sendiri. Mulai dari masa ketika seorang anak masih janin, lahir, anak-anak, remaja, muda hingga ia dewasa. Apakah ada yang memuji atau menghargai anda karena hal tersebut? Sepertinya tidak ada justru akan menemui banyak tantangan, cobaan dan penderitaan untuk membesarkannya hingga menjadi orang dewasa.

    Di atas semuanya itu, tahukah anda bahwa kedamaian, kelegaan dan kebahagiaan hati akan menyertaimu selalu jika aktivitas ini ditekuni dengan sepenuh hati. Jika anda mampu melihat lika-liku kehidupan ini dengan iman niscaya suka-duka memiliki seorang anak itu akan mamberikan kenikmatan tersendiri.

  10. Mematuhi perkataan orang tua di rumah.

    Apakah anda sebagai anak selalu mematuhi perkataan orang tua di rumah? Tidak ada seorangpun yang menghargai anda saat melaukan ini. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah perilaku yang tidak populer. Tetapi bila anda tidak berhenti mendengarkan suara-suara negatif yang datang dari luar dan mau membuka diri untuk mendengarkan suara hati sendiri maka sebenarnya saat kita mematuhi perkataan orang tua maka ada damai, kelegaan dan kebahagiaan di dalam hati.

    Memang benarlah bahwa mereka bukan manusia sempurna tetapi bukan dalam arti bahwa semua yang mereka katakan adalah salah. Oleh karena itu, ambillah nilai dan pelajaran positif dalam setiap nasehat dan teguran yang disampaikan orang tua, bila perlu langsung lakukan apa yang mereka kehendaki. Saat kita patuh dengan orang tua pasti suasan rumah lebih adem dan tenang tetapi saat kita banyak melawan maka akan ada suara-suara kasar yang memekakkan telinga anda.

  11. Menghargai orang yang lebih tua dan orang berkebutuhan khusus.

    Saat kita memiliki perasaan yang peka maka ada moment-moment khusus dimana kita mau mengalah untuk mendahulukan orang tua, anak-anak dan orang berkebutuhan khusus (disabilitas) dalam suatu rentetan proses menunggu. Tidak ada seorang pun yang akan memuji dan menghargai anda ketika melakukan hal ini, orang lain disekitarmu pun akan diam saja tuh. Tetapi kebiasaan ini akan menjadi narkoba tersendiri yang membuat hati bahagia dan penuh kelegaan setelah melakukannya.

  12. dan masih banyak lagi kebaikan untuk dilakukan di dunia ini. Silahkan cari sendiri.

Mengapa anda bergitu menggantungkan kebahagiaan, kelegaan dan kedamaian hati pada penghargaan, penghormatan, pujian dan popularitas yang diterima? Sadarilah bahwa mengharapkan orang lain untuk membuat hati lega, bahagia dan damai sama saja dengan menggantungkan kehidupan kepada sikap (perkataan dan perilaku) mereka. Padahal sudah jelas bahwa diri ini tidak bisa sepenuhnya mengendalikan sesama agar terus menghargai, menghormati, memuji dan mempopulerkan diri ini. Bahkan, yang sering kami temui “orang yang tadinya menghargai dan memuji juga bisa mengejek dan menghina balek.” Oleh karena itu, tidak perlu terlalu mengharapkan sesuatu dari luar melainkan lakukan dan perkatakanlah kebenaran niscaya hati ini menjadi bahagia, selalu laga dan tetap damai di segala waktu.

Salam, mari berbuat baik!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s