Semua Karena Uang – Ketika Uang Terlalu Berkuasa

Semua Karena Uang - Ketika Uang Terlalu Berkuasa

Moralitas amburadul, tidak peduli sesama, jarang berbagi kasih.

Mengapa masalah dibesar-besarkan? Kata-kata recehan di dalam-dalamkan’kah?

Mengapa persaingan tidak sehat dipelihara? Manusia sedang rebutan hadiah besar’kah?

Mengapa sesama saudara bertengkar? Sifat individualisme memperkental rasa egois’kah?

Mengapa manusia menyimpang? Demi tujuannya yang lebay’kah?

Mengapa orang kehilangan akal sehatnya? Keinginannya sesat, hatinya jahat’kah?

Mengapa sikawan rusak? Kehilangan pengendalian dirinya’kah?

Asap kendaraan dimana-mana, masa jenis udara tercemar, pemanasan global terus meningkat.

Mengapa bumi tambah panas? Kian hari makin gerah saja’kah?

Mengapa asap dimana-mana? Orang-orang jalan sendiri-sendiri dalam kemewahannya’kah?

Mengapa udara kotor? Manusia hiperaktif’kah?

Mengapa angin bertambah berat? Polusi udara dimana-mana’kah?

Mengapa pusaran angin bertambah kencang? Udara tidak lagi sejuk’kah?

Mengapa hentakannya merubuhkan pepohonan? Angin bagaikan pukulan yang menghantam’kah?

Mengapa terjangannya menghancurkan rumah-rumah? Seolah batu menimpa bangunan’kah?

Zona hijau alamiah telah tiada, gedung-gedung mewah dimana-mana, penggunaan energi besar tanpa pengganti.

Mengapa manusia sangat konsumtif? Hawa nafsunya tinggi’kah?

Mengapa sampah menunpuk? Tidak cerdas mendaur ulangnya’kah?

Mengapa pepohonan dibabat habis? Demi pemukiman mewah’kah?

Mengapa sungai-sungai tercemar? Dampak aktivitas industri’kah?

Mengapa hujan tidak kunjung turun? Yang dilakukan terlalu tinggi emisi karbonnya’kah?

Mengapa terjadi kekeringan? Aktivitas lebay mencemari tanah’kah?

Mengapa tanah tandus? Siap-siap untuk jadi padang gurun gersang’kah?

Mengapa tanaman di serang hama? Petani kerajinan membunuh predator’kah?

Mengapa panen gagal? Tanah jenuh dengan pupuk kimia’kah?

Mengapa tanah tak lagi memberikan hasil terbaik? Sepertinya alam sudah tidak bersahabat lagi’kah?

Pepohonan di tebang, udara sejuk hilang, kondensasi terhambat.

Mengapa hujan begitu deras? Alam bisa juga bersikap lebay’kah?

Mengapa terjadi banjir? Sampah-sampah yang menyumbat selokan’kah?

Mengapa tanah-tanah pada longsor? Kejahatan manusia menebang pepohonan’kah?

Mengapa banjir bandang merusak? Salahkan lagi hujan lebat’kah?

Mengapa kerugian hanya melemahkan masyarakat bawah? Tidak punya uang untuk memiliki fasilitas aman’kah?

Mengapa para petinggi, konglomerat, kapitalis dan penguasa jauh dari bencana alam? Mereka memiliki ahli jampi kuno yang disebut fasilitas mewah nan berkelas’kah

Hukum diperkosa, keadilan diperjual belikan.

Mengapa hukum begitu lemah? Kita kurang gentel atau kurang berani’kah?

Mengapa hukuman bisa ditukar? Kalau anda kaya, hukuman loe bisa dibeli’kah?

Mengapa keadilan hanya untuk orang berduit? Uang sudah menjadi yang maha kuasa’kah?

Mengapa rasa adil tidak berfaedah apa-apa terhadap rakyat jelata? No many no justice’kah?

Semua kekacauan di bumi ini dikarenakan oleh hawa nafsu manusia yang terlalu tinggi terhadap uang. Mereka yang masih belum memilikinya akan berusaha menimbunnya. Orang yang telah memilikinya tetap saja kekurangan tak pernah puas. Pihak yang memiliki lebih banyak akan menghancurkan masa depannya sendiri (termasuk keluarga) karena menikmatinya berlebihan dan terlalu dimanja olehnya hingga rasa tinggi hati akan menjatuhkan anda.

Uang merusak tatanan masyarakat. Ada kekuatiran di dalam hati, tidak ada rasa aman. Peraturan hanya melindungi orang-orang besar tetapi orang kecil dibiarkan ditelan oleh pengadilan jalanan. Tatanan masyarakat hanya semakin menyengsarakan rakyat yang tetap tidak punya apa-apa. Sedang mereka yang hidup berkelimpahan semakin bertambah-tambah tambun. Kekayaan akan menjadi kekuatan untuk mengendalikan manusia bahkan menjerumuskan ke jalan yang salah juga.

Manusia hanya berpikir kesenangan saat beruang. Memilikinya akan membuatmu mampu membeli segalanya. Hal-hal yang salahpun akan dilegalkan. Apa yang dilarang di dalam masyarakat dibebaskan dalam lingkungan mewah nan glamour. Hal ini salah bila dilakukan oleh rakyat biasa tetapi konglomerat bebas berbuat apa saja. Gelontoran kertas ajaib yang anda miliki adalah tiket untuk mengakses segala fasilitas dari yang halal sampai haram, dari yang legal sampai yang ilegal.

Sedikit waktu lagi kertas ajaib ini akan menjadi penyelamat dan sekalgus berpotensi menjerumuskan setiap penggunanya. Ini adalah bukti bahwa ada dualisme didalamnya, layaknya pedang bermata dua, bisa bermanfaat membangun atau menghancurkan. Segala sesuatu di dunia ini seperti garam dan terang dunia. Anda butuh garam untuk membuat semua kudapan lezat-nikmat tetapi pemberian yang terlalu banyak akan mengasinkannya. Kita butuh cahaya untuk menerangi kehidupan sehari-hari tetapi radiasi panas yang terlalu tinggi justru memicu kanker dan kulit terbakar.

SEMUA KARENA UANG! Apa-apa saja yang terlalu diekspose akan menyerang anda balik!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s