+10 Cara Menerima Kenyataan Seburuk dan Sepahit Apapun Itu

Cara Menerima Kenyataan Seburuk dan Sepahit Apapun Itu

Dunia ini bukan untuk kita seorang (diri sendiri). Kita hidup di tengah masyarakat yang plural/ beragam. Sebut saja mulai dari keberagaman gender, usia, pekerjaan dan belum lagi tentang keberagaman tujuan hidup, kepribadian dan sifat-sifat yang dimiliki masing-masing. Sehingga secara otomatis kejadian yang dialami sehari-hari juga sangat beragam. Keragaman ini seharusnya memberi warna rasa yang berbeda namun tetap saja tidak pernah keluar dari garis-garis besar tentang kebenaran.

Jelaslah bahwa “dunia ini bukan kita yang atur.” Ada banyak faktor yang mengatur seluruh kehidupan kita. Semuanya ini tergantung dari banyaknya hubungan yang kita jalin hari demi hari. Semakin banyak hubungan yang kita bentuk maka sebanyak itulah keragaman tujuan setiap aktivitas yang dilalui. Tetapi pada dasarnya jikalau ke semua hubungan itu telah diikat dalam kebenaran maka hasilnyapun tidak pernah menyimpang dari hal-hal yang benar. Oleh karena itu, apapun relasi yang anda buka terhadap seseorang/ sekelompok orang, pastikanlah bahwa semuanya itu di dasarkan dalam kebenaran.

Apa yang mempengaruhi kenyataan yang terjadi?

Kenyataan yang kita alami sehari-hari ditentukan oleh kebenaran, manusia (diri sendiri dan orang lain) yang terlibat di dalamnya dan reaksi lingkungan sekitar. Dari semuanya itu, apa yang bisa kita atur hanyalah hal-hal yang berada di bawah kekuasaan sendiri, misalnya sikap yang ditunjukkan (perkataan dan perilaku) dan motivasi yang dimiliki. Berikut selengkapnya.

  1. Kebenaran yang sedang digiatkan oleh masing-masing orang. Setiap orang melakukan hal-hal yang dianggapnya benar yang pada dasarnya tidak menyebabkan kerugian bagi orang lain. Baik bagi anda untuk melandaskan kehidupan dan hubungan dengan orang lain atas dasar kebenaran agar setiap kenyataan yang terjadipun tidak jauh-jauh dari jalur yang sebenarnya.
  2. Motivasi saat melakukannya. Setiap orang yang terlibat dalam suatu perkara pastilah memiliki motivasi tertentu saat melakukannya.
  3. Diri sendiri. Kita melakukan sesuatu untuk apa? Apa cara yang ditempuh? Kesabaran, kerja keras dan ketekunan saat menjalaninya. Keadaan inilah yang menentukan yang pada dasarnya setiap ekspresinya di tentukan oleh pikiran sendiri.
  4. Orang lain yang terlibat. Sikap orang lain dan motivasinya sangat berpengaruh terhadap hubungan yang kita jalin. Semakin banyak jumlah orang yang terhubungan maka semakin banyak pula faktor yang menentukan kenyataan yang terjadi.
  5. Respon/ reaksi dari lingkungan sekitar.Faktor lingkungan memang bisa diprediks tetapi tidak bisa dipastikan 100% demikan jadinya, itu hanya kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja meleset.

Seseorang sulit menerima kenyataan karena….

Jika kita sadar diri bahwa bukan apa-apa dan hanya entitas kecil dalam kehidupan maka ini adalah permulaan untuk memiliki sikap yang terbuka menerima kenyataan yang terjadi apa adanya. Sayang banyak orang jaman sekarang yang terlalu berlebihan menanggapi dirinya sendiri karena rasa sombong di dalam hati. Mereka berpikir bahwa dirinyalah yang menjadi pusat yang lebih baik dari orang lain (egois). Egoisme dan kesombongan adalah dua alasan yang paling kuat yang mempengaruhi, mengapa seseorang lebih cenderung menolak kenyataan yang terjadi.

  1. Sifat egoisme yang kental. Saat seorang manusia lebih mementingkan diri sendiri dalam segala situasi maka semua kenyataan yang berada diluar otoritas kepentingan pribadinya akan cenderung ditolak.
  2. Orang yang sombong sendiri. Mereka yang sombong adalah seseorang yang merasa lebih pantas dari orang lain. Ini membuat mereka cenderung menolak jika kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan atau saat orang lain lebih unggul dari dirinya.
  3. Merasa dirugikan oleh kenyataan. Banyak hal yang merugikan terjadi di dalam kehidupan ini tapi tidak semuanya pantas diperbincangkan. Ada kerugian yang merupakan bagian dari ujian kehidupan yang sudah seharusnya kenyataan ini diterima apa adanya.

Manfaatnya luar biasa

Ada begitu banyak manfaat saat anda mahu menerima semua yang terjadi apa adanya. Salah satu diantaranya adalah hati menjadi tenang, penuh kelegaan dan sikap menjadi lebih santai saat diperhadapkan dengan sikon (situasi dan kondisi) tertentu. Hal-hal semacam ini tidak bisa diberikan orang lain dan juga tidak dihasilkan dari kenikmatan duniawi melainkan lebih kepada kemampuan untuk memanajemen pola pikir sendiri dimana salah satunya adalah menerima kenyataan apa adanya. Simak, Faedah menerima kenyataan apa adanya.

Artinya pasrah terhadap rencana Tuhan

Sika ini juga berkaitan erat dengan kepasrahan hidup kepada Tuhan. Ketika anda punya iman maka persepsi selalu positif menghadapi kenyataan sebab kita percaya bahwa hidup kita berada dalam lingkaran rencana Tuhan. Saat Tuhan mulai dan sedang berencana dalam kehidupan ini maka saat itu juga kita percaya bahwa tidak ada satupun rencana-Nya untuk menjatuhkan dan menjerumuskan kita dalam lubang kesengsaraan selamanya. Melainkan sekalipun saat ini kehidupan menekan, pahamilah tujuannya untuk membentuk dan memperkuat kepribadian juga mencerdaskan otak anda sehingga masa depanmu kelak menjadi lebih baik lagi.

Terima apa adanya bukan berarti anda bermalas-malasan menjalani prosesnya

Sikap ini tidak berarti bahwa anda bisa berleha-leha dan bermalas-malasan dalam menjalani hidup karena semuanya telah kita pasrahkan dalam rencana Tuhan. Sadarilah bahwa Tuhan berkarya dalam usaha anda. Jika belum melakukan apa-apa, bagaimana mungkin Ia bisa memberkati. Disanalah penyertaan dan berkat juga muzizat-Nya nyata saat kita berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Ingatlah bahwa Ia bukan Allah yang menginginkan agar anak-anak-Nya lemah dan manja dengan menjatuhkan berkat itu dari sorga secara langsung tepat di hadapan anda. Bukan begitu cara kerja-Nya, Ia menuntut perjuangan yang tulus dari kita, pribadi lepas pribadi.

Harap diingat bahwa sekalipun anda berada dalam keputusan hati untuk menerima kenyataan apa adanya tetapi tetap berusaha dan berjuanglah dalam proses yang sedang berlangsung. Pahamilah bahwa yang diterima seadanya adalah hasilnya bukan prosesnya. Oleh karena itu, selama anda masih berada dalam proses-proses kehidupan maka selama itupula pelihara sikap sabar, mau bekerja keras dan bertekun saat menjalaninya. Dalam rentang proses kita bersungguh-sungguh memperjuangkan yang terbaik tetapi hasilnya pasrahkan kepada Tuhan saja.

Cara menerima segala yang terjadi apa adanya.

Dalam hidup ini kalau hati kita terus saja menolak kenyataan niscaya tidak ada damai di dalam sana. Oleh karena itu mari mulai saat ini belajarlah untuk menerima kenyataan yang terjadi seadanya sekalipun hal tersebut pahit dan menyakiktan. Berusahalah untuk itu dari sekarang agar makin hari hidup anda makin damai, kemana-mana ada ketenangan bahkan saat lingkungan bergejolakpun tetap saja hati penuh kelegaan. Berikut beberapa cara yang kami anjurkan agar anda dapat menerima kenyataan yang terjadi.

  1. Komitmen yang bulat.

    Sebenarnya anda menerima kenyataan apa adanya ataupun tidak : tidak seorangpun yang dapat mengetahui hal ini. Jadi anda tidak melakukannyapun sebenarnya tidak masalah. Tetapi yang kemudian muncul saat anda tidak mampu menerima kenyataan adalah muka masam, sikap yang tergesa-gesa, benci, dendam, marah-marah dan tindakan menyimpang pada akhirnya membuatmu tersandung oleh kesalahan sendiri. Oleh karena itu, buatlah komitmen untuk tetap memperjuangkan secara maksimal dalam semua aktivitas/ pekerjaan yang ditekuni selama hidup di dunia ini. Akan tetapi untuk hasilnya pasrahkanlah semuanya kepada Yang Maha Mulia.

  2. Tetap fokus kepada Tuhan.

    Selalu upayakan untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Merupakan cara yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan dan kesadaran pikiran sehingga selalu sigap dan bijak dalam menjalani kehidupan. Saat hati anda selalu terhubung dengan Sang Khalik niscaya berbagai-bagai hal buruk, sesat, sakit dan pahit akan mampu ditepis dan dihilangkan dari dalam kepala ini dengan senantiasa memikirkan hal-hal yang positif. Silahkan amati bagan di bawah ini yang berisi informasi tentang cara membuat pikiran lebih cenderung pada hal-hal yang baik.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  3. Selalu mampu berbagi kasih kepada sesama.

    Ini adalah salah satu aktivitas yang dapat mengikis sifat individualisme dalam diri anda. Dalam artian sikap yang selalu berbagi dapat meningkatkan rasa sosialis di dalam hatimu. Aktivitas memberi/ berbagi kasih/ menjadi bermanfaat bagi sesama adalah suatu penghiburan di dalam hati yang bisa membantumu tetap berbahagia di segala waktu. Mulailah melakukannya dari hal-hal kecil seperti beramah tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, maaf, terimakasih dan menjadi pendengar yang baik).

  4. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

  1. Memiliki persepsi positif terhadap masalah yang dihadapi.

    Untuk selalu memiliki persepsi yang positif, yang anda butuhkan adalah iman yang kuat dan berkembang. Bagaimana iman anda bisa berkembang jikalau tidak pernah membaca Kitab Suci yang dimiliki. Sadarilah bahwa di dalam sana ada banyak pendangan positif yang bisa menjadi motivasi kehidupan yang dikumpulkan sejak zaman purbakala.

    Tetap positif saat masalah menerjang. Anda harus yakin bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari ujian kehidupan untuk membuatmu selalu dekat dengan Tuhan sekaligus mengembangkan kepribadian dan melatih kecerdasan yang dimiliki. Sadarilah bahwa selalu ada terang sehabis gelap.

  2. Berlapang dada menghadapi kenyataan.

    Sikap yang sabar adalah komoditas yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan zaman sekarang. Sebab yang namanya kekhilafan dan kesalahan akan selalu ada disepanjang waktu, entah itu berasal dari diri sendiri dan entah itu berasal dari orang lain.

    Jika hati anda masih terkesan melawan atau benci atau marah terhadap situasi maka cobalah untuk mengatakan sugesti semacam ini di dalam hatimu, “Saya pantas menerimanya, ini sudah seharusnya terjadi, kuatkan hatiku ya Tuhan.” Jiika perlawanan dalam hati itu masih tetap ada maka ulangi lagi sugesti tersebut atau andapun bisa mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang positif lainnya. Misalnya dengan senantiasa memuji dan memuliakan nama Tuhan di segala waktu (lihat poin ke 2).

  3. Memaafkan dalam hati semua pihak yang terlibat.

    Ini juga merupakan aktivitas yang mendatangkan ketenangan di dalam hati. Sebab hal-hal yang masih belum dimaafkan akan berakar menjadi kebencian dan dendam. Mulailah memaafkan orang lain dengan memunculkan sisi emosional yang mau berbelas kasih kepada sesama. Saat anda mampu melihat sisi emosional dari lawan-lawanmu maka saat itu juga muncul rasa belas kasihan dari dalam hati yang membuat kita lebih tulus untuk memaafkan sesama.

  4. Hindari menutupi kenyataan.

    Terkadang kita tidak mampu menerima kenyataan karena diri ini berbohon dan memilih untuk mengatakan hal yang indah-indah untuk dikatakan kepada seseorang. Sadarilah bahwa kebiasaan ini justru akan menjadi bom waktu. Sebab ketika kenyataan yang sebenarnya terbongkar maka semua telunjuk akan tertuju kepadamu. Oleh karena itu, katakanlah yang sebenarnya lalu biarkan tangisan mereka keluar, biarkan kemarahan mereka keluar, biarkan kekecewaan mereka meluap, biarkan cemooh mereka keluar maka hati ini tetap damai dan tentram karena mengungkapkan kebenaran.

  5. Hindari sikap Malu yang kebangetan.

    Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Bahkan kami hendak menegaskan bahwa dahulu ketika masih muda, kami juga kerap kali melakukannya di depan umum. Malu dan sakitnya itu memang banget! Tapi lihatlah sekarang, justru dari berbagai kesalahan itulah kami belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih mengerti tentang kehidupan. Sadarilah bahwa anda bukanlah bayi super yang ketika dilahirkan langsung tahu segalanya melainkan semua dipelajari dari nol dan belajar dari kesalahan itu baik.

  6. Tidak perlu terlalu berharap pada manusia tetapi berharaplah pada Tuhan.

    Untuk sesuatu yang masih belum bisa dipastikan 100% maka hindari menaruh harapan kepada manusia. Sebab semakin tinggi harapan anda maka semakin banyak pula kekecewaan yang akan di derita kelak. Rasa kecewa inilah yang terkadang membuatmu tidak dapat menerima sesuatu apa adanya. Oleh karena itu, hal-hal yang masih belum pasti, arahkan harapan anda kepada Tuhan. Sebab sekalipun harapan itu kelak tidak jadi namun rasa kecewanya kecil bahkan tidak ada sama sekali sebab satu prinsip yang kita pegang adalah “hidup ini selalu berada dalam lingkaran rencana Tuhan dan terkadang apa yang ia reka-rekakan lebih berbeda dari apa yang kita kehendaki hanya semua itu pasti demi kebaikan anda.”

  7. Lupakan masa lalu yang suram.

    Masa lalu adalah sebuah pemberat dalam hidup ini. Terlebih ketika di tempat itu ada disimpan rasa sakit dan nama-nama orang yang menyakiti anda. Saat perasaan ini terus diingat maka suatu saat nanti ketika anda berhubungan dengan orang yang sama maka rasa benci alias kekesalan sudah meradang di dalam hati sehingga sulit menerima kenyataan yang terjadi. Oleh karena itu, di dalam segala situasi berusahalah untuk melupakan semua kisah-kisah masa lalu, lupakan juga nama orang-orang yang pernah menyakitimu, lupakan terus setiap peristiwa yang membuatmu terluka. Intinya adalah lupakan semua hal yang buruk-buruk itu lalu sambutlah masa depan yang lebih baik di hari ini dan hari esok.

  8. Miliki hidup yang mengalir apa adanya.

    Menerima kenyataan yang terjadi sama halnya dengan aktivitas kehidupan yang mengalir seperti air. Dalam banyak peristiwa kehidupan bukan kitalah yang menjadi pengatur barisannya/ komandannya/ pemimpinnya/ petingginya melainkan diri ini hanya sebagai bawahan saja. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengikuti arus apa adanya saka sembari menjaga hati dan menjaga diri agar tidak terpengaruh oleh aksi-aksi kejahatan yang termuat di sana.Kemampuan yang satu ini disebut juga sebagai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi siapapun. Saat kita mampu membaur dan menyatu dengan suasana lingkungan sekitar maka saat itu jugalah telah ada bakat cara hidup yang mengalir seperti air di dalam diri anda.

  9. Tetap santai dan tidak terburu-buru.

    Bersikaplah dengan tenang, terampil dan selalu santai dalam segala situasi. Anda harus mampu menikmati keadaan sebagaimana adanya sembari berpikiran positif. Saat anda memikirkan hal yang buruk-buruk alhasil sikap santai inipun akan sulit untuk dicapai. Cobalah membahas-bahas hal yang baik di dalam hati (silahkan lihat bagan pada poin 2) misalnya tentang Kitab Suci, tentang pekerjaan, tentang bakat/ potensi dan tentang mata pelajaran yang di pelajari sehari-hari di banguk sekolah/ perkuliahan. Atau setidak-tidaknya anda dapat selalu bernyanyi memulliakan nama Tuhan di segala waktu. Apa yang terbiasa anda lakukan sebelumnya akan mampu membuat diri ini santai menghadapi kenyataan sekalipun itu memilukan.

  10. Hindari sikap yang lebay.

    Tidak baik untuk menjadi orang yang berlebihan. Ini hanyalah usaha pemborosan, buang-buang tenaga dan sumber daya pada sesuatu hal yang tidak penting. Respon yang berlebihan juga dapat merupakan suatu pertanda kepada orang lain bahwa anda masih belum menerima yang terjadi apa adanya. Sebaiknya hal-hal yang berlebihan disimpan dalam setiap tulisan, puisi, cerita, cerpen, novel, lukisan, film, sinetron dan berbagai media lainnya (karya seni) sekedar untuk menjadi pelajaran bagi setiap penikmatnya.

    Salah satu kebiasaan manusia yang paling lebay adalah merasa diri “lebih unggul dari orang lain.” Bukan hanya anda yang memiliki perasaan ini tetapi kamipun terus merasa demikian. Resikonya adalah rasa sakit, penyesalan dan malu yang berlebihan oleh karena kita menyadari kenyataan berkata sebaliknya. Kita menganggap bahwa diri ini hebat padahal kenyataannya ada saja orang yang merendahkan. Harapan yang berlebihan inilah yang sering sekali membuat manusia jatuh dalam tekanan hidup, stress, depresi, menggila hingga memutuskan untuk bunuh diri.

    Oleh karena itu, hindari perasaan yang terus menganggap diri lebih unggul/ lebih hebat dari orang lain, melainkan SANGKAL DIRI ANDA. Aktivitas ini sama dengan merendahkan diri sendiri untuk menghancurkan kesombongan di dalam hati. Katakan kepada diri anda.
    Kami hanya manusia biasa, orang tidak berguna yang pantas menerima semua ini, kuatkan hatiku ya Tuhan.”
    Diri ini hanyalah sampah yang tidak berguna yang sudah seharusnya mengalami hal tersebut, kuatkan hatiku ya Tuhan.”
    Kami bukan siapa-siapa, hanya orang hina saja, kami tidak layak mengalami kebaikan. Kuatkan hatiku ya Tuhan.”

  11. Tepis sikap iri hati dari dalam dirimu.

    Kedengkian adalah suatu masalah yang sangat krusial dan sering sekali membuat kita tidak nyaman dengan situasi yang sedang terjadi. Terlebih ketika orang lain lebih pamor dari kita, lebih unggul dari diri ini. Terbesitlah rasa cemburu di dalam hati yang lantas membuat kita kehilangan damai, jauh dari bahagia dan kelegaanpun pergi. Oleh karena itu, terimalah kenyataan bahwa teman anda lebih unggul dengan cara sebagai berikut.

    • Berilah dia pujian yang layak. Jangan sungkan untuk memuji teman yang unggul dari anda. Aktivitas ini melegakan hati kawan.
    • Menyangkal diri. Katakan dalam hati, “Kami hanya manusia hina yang tidak bisa apa-apa, masih banyak orang yang lebih baik dari diri ini. Kuatkan kami menghadapi kenyataan ini ya Tuhan.”
    • Sangkal diri. Katakanlah dalam hatimu, “Dia akan semakin naik sedangkan kami akan semakin turun, begitulah cerita dari zaman ke zaman. Kuatkan hati kami menghadapi semua ini Tuhan.”
    • Menyangkal diri. Katakanlah dalam hatimu, “Orang-orang muda akan semakin melejit naik sedangkan kami yang sudah tua akan tertinggal jauh. Memang ini sudah seharusnya terjadi. Kuatkan hati kami menghadapi semua ini ya Tuhan.”
  12. Lakukan dengan tekun dan konsisten hingga menjadi budaya.

    Saat anda menekan diri sendiri untuk terus-menerus melakukan aktivitas positif niscaya hal ini akan menjadi rutinitas sehari-hari. Begitu anda mengembangkan dan mengerjakan rutinitas itu dengan sungguh-sungguh maka selang waktu berlalu, kelak hal tersebut akan menjadi kebiasaan. Hal-hal yang sudah dibiasakan lalu ditekuni dengan konsisten hari lepas hari niscaya akan menjadi budaya yang mendarah daging, terjadi secara otomatis dan mendatangkan kebahagiaan saat dilakukan.

Kemampuan menerima kenyataan seadanya setara dengan kemampuan mensejajarkan perasaan anda dengan situasi yang sedang berlangsung. Kesejajaran ini berkaitan erat dengan kemampuan anda beradaptasi disuatu lingkungan yang baru dan tetap berbahagia mengikuti setiap peristiwa yang berlangsung. Belajarlah menerima kenyataan maka apapun kenyataannya cenderung akan selalu membawa kelegaan di dalam hati.

Salam damai!

Iklan

3 comments

  1. […] Sikap yang selalu santai identik dengan kamampuan untuk menikmati segala sikon (situasi dan kondisi) yang dihadapi. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, berusahalah untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Menerima kenyataan apa adanya adalah syarat kunci untuk selalu santai di segala waktu dan kesempatan. Anda harus melatih diri untuk melakukan kebiasaan ini sebab terkadang sulit untuk menerima kenyataan pahit yang berhubungan langsung dengan kehidupan kita. Mustahil kita bisa berpikiran positif saat tidak mampu menerima kenyataan. Pelajari lagi, Cara menerima keburukan yang telah terjadi. […]

    Suka

  2. Bedeh Keren Abis keep Post yah Gan… numpang mampir nawarin produk yah… bagi yg suka ngebet ataaupun main game online dapat mampir ke web kita yah di id303.com 🙂

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s