Rasa Sakit Adalah Ilusi Otak Yang Bisa Dibiasakan – Contoh Sakit Hati & Kepahitan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Rasa Sakit Adalah Ilusi Otak Yang Bisa Dibiasakan – Contoh Nyata Sakit Hati & Kepahitan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Biasanya respon seseorang terhadap suatu kontak adalah konstan dan terus-menerus. Ini bermula dari reaksi yang cenderung diulang-ulang hari lepas hari. Karenanya ekspresi yang mencul bersifat otomatis terjadi begitu saja tanpa disadari dan tanpa diperintahkan langsung oleh sistem syaraf pusat (otak). Ketahuilah bahwa masing-masing komponen dalam tubuh manusia memiliki chip sendiri yang menyimpan tentang pergerakannya yang rutin di lakukan tanpa perintah/ arahan langsung oleh pikiran. Aktivitas semacam ini disebut juga sebagai insting (terjadi begitu saja).

Bisa dikatakan bahwa setiap aktivitas yang diulang-ulang akan menjadi rutinitas. Bila rutinitas tersebut terus dilakukan tanpa kenal lelah maka akan menjadi kebiasaan. Jikalau kebiasaan ini terus ditekuni dengan konsisten dan penuh kesungguhan niscaya dalam jangka waktu lama ke depan akan menjadi budaya yang terjadi secara otomatis (tanpa disadari) juga lebih dikenal sebagai insting. Hal-hal inilah yang sebenarnya membentuk pola pikir masing-masing dan menegaskan sikap kepada sesama.

Sebuah situasi yang unik kami alami beberapa hari yang lalu sewaktu diri ini memiliki alas tidur yang baru. Tentang alas tidur yang lama, tidak ada sebab kami langsung merebahkan diri diatas lantai papan yang permukaannya halus dan rata. Suatu alas tidur (sekaligus karpet) dari bahan plastik memiliki permukaan yang tidak rata dan kasar, baru saja di beli beberapa hari yang lalu. Diawal, kami berbaring diatasnya, kesan pertama adalah ketidaknyamanan. Seolah-olah ada duri-duri yang menusuk punggung ini. Tetapi KAMI PAKSAKAN AJA dan alhasil lama kelamaan jadi terbiasa juga sehingga tidur kembali nyaman.

Kenyamanan tercipta dari kebiasaan – Tidak selamanya ketidaknyamanan itu buruk

Dari cerita di atas dapat kita temukan bahwa apa-apa saja yang sudah dibiasakan sepatutnya membuat diri ini nyaman. Artinya, bisa dikatakan bahwa kebiasaan menghasilkan dan memberikan sensasi yang disebut dengan kenyamanan. Akan tetapi hal-hal yang baru biasanya dianggap sebagai suatu ketidaknyamanan yang belum tentu salah. Artinya, tidak semua ketidaknyamanan adalah salah. Tidak semua ketidakbaikan adalah salah. keadaan ini justru terjadi karena belum dibiasakan. Jadi bisa disimpulkan bahwa kenyamanan adalah sesuatu hal yang sudah terbiasa dilakukan/ dialami.

Tidak nyaman karena belum terbiasa padahal penting banget lho….

Ketika terus tepapar oleh kenyamanan maka anda yakin bahwa inilah dirimu yang sebenarnya. Tetapi saat anda terpapar dengan ketidaknyamanan, langsung saja bicara bahwa keadaan ini merupakan di luar jangkauan dan jelas bukan yang diinginkan terjadi. Padahal mungkin saja hal itu adalah sesuatu yang penting. Hanya saja yang penting ini belum dibiasakan sehingga membuatmu tidak nyaman saat melakukannya/ mengalaminya. Jadi, bukan orang lain tapi diri sendirilah yang rugi ketika hal-hal yang sesungguhnya bermanfaat menjadi terlewatkan hanya karena belum dibiasakan.

Ketidaknyamanan jelas bermanfaat

Mulai sekarang, jangan hanya membiasakan diri pada sesuatu yang membuatmu nyaman. Melainkan, rasa-rasanya perlu juga ketidaknyamanan menghampirimu sebab diantara hal-hal semacam inilah kita bisa belajar untuk lebih fokus, sabar, apa adanya, tekun dan bekerja keras hingga semakin dewasa menjalani hidup. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan bagi anda untuk terus berada dalam zona nyaman. Ada kalanya kita meninggalkannya untuk menemukan hal-hal baru yang positif di luar sana. Semakin tinggi pengalaman maka semakin baik sikap seorang manusia.

Contoh rasa sakit yang bertransformasi menjadi sesuatu yang baik

Kita ambil beberapa contoh bukti lagi. Misalnya, saat anda beramah-tamah dengan orang lain tetapi ia menjawabnya dengan cuek (diabaikan). Saat pertama kali mengalami hal ini pasti rasanya “sakitnya tuh disini!” Tetapi bila anda (1) sudah menerima semua apa adanya dan (2) sudah membulatkan tekad untuk selalu beramah tamah menyatakan kasih Allah kepada dunia ini sehingga TIDAK ADA KATA MENYERAH juga (3) selalu berbahagia sembari bernyanyi memuliakan Allah (utamanya dalam hati). Anda tetap saja melakukannya. Setelah tersakiti selama berulang-ulang kali, puluhan, ratusan hingga ribuang kali oleh orang dan situasi yang berbeda akhirnya keramahan anda jadi terbiasa, terserah orang mau menjawab atau tidak (rasa sakitnya juga tidak ada lagi – semua ditanggapi biasa saja).

Percontohan lainnya adalah ketika anda sering diejek dan dihina orang lain. Untuk pertama, kedua, ketiga kali kemungkinan rasa sakit yang dirasakan banget, hati ini seperti di cincang-cincang. Tetapi jika (1) anda bisa berlapang dada (sabar), (2) memaafkan kesalahan mereka, (3) menerima semua itu apa adanya dan (4) bila perlu tetap berkomitmen untuk berbaik hati kepada mereka (tersenyum, ramah dan kebaikan lainnya) juga tidak lupa (5) untuk selalu berbahagia sambil bernyanyi memuliakan Allah (utamanya dalam hati). Maka setelah kesakitan tersebut (hinaan dan ejekan) terjadi berulang-ulang kali sehingga rasa sakitnya semakin berkurang bahkan semuanya bisa dibawa santai (tidak ada lagi sakitnya).

Misalnya saat ada orang yang menasehati anda. Ia melakukannya dengan sedikit berlebihan bahkan mengada-ada juga memberikan kritik-kritik yang sebenarnya adalah sebuah ejekan (hinaan). Nasehat/ komentar/ kritik semacam ini jelas membuatmu jengkel dan merasakan sakit yang teramat sangat mengganggu pikiran dan hati ini. Rasa-rasanya anda ingin meninggalkan lokasi (TKP) karena muak dengan kata-kata itu. Akan tetapi setelah terjadi berulang-ulang dan andapun (1) belajar untuk berbenah (mengoreksi diri sendiri), (2) menyesuaikan diri dengan situasi, (3) tetap tenang dan berlapang dada/ sabar, (4) menerima semua apa adanya sembari (5) tetap berbahagia menikmati semua komentar itu dengan hati yang selalu bernyanyi memuliakan Allah. Alhasil suatu saat nanti nasihat/ komentar/ kritik yang disampaikan itu tidak lagi menjengkelkan dan jauh dari menyayat hati melainkan semuanya dapat ditanggapi dengan santai (6) sembari “meng-iyakan” saja semua itu.

Contah yang terakhir. Anda pernah melakukan kesalahan di depan umum, seperti mempermalukan diri sendiri dan kejadian itu terus saja diingat-ingat. Begitu peristiwa ini diulang secara tiba-tiba oleh otak atau oleh teman-teman anda maka seolah kepahitan di masa lalu kembali muncul dalam benakmu sehingga tidak ada lagi damai dan ketenangan di dalam hati melainkan hanya rasa sakit yang seolah-olah menyayat hati. Tetapi, (1) saat anda berlapang dada/ sabar, (2) menerima semua apa adanya, (3) memaafkan diri sendiri & orang lain yang terlibat dan (4) selalu berbahagia dengan bernyanyi dalam hati memuliakan Allah. Maka suatu saat nanti kepahitan itu akan terasa seperti asap yang muncul dan segera berlalu sehingga bisa dibawa santai.

Intinya adalah terima apa adanya dan selalu berbahagia – anda bukan batu

Sadarilah bahwa kita adalah makhluk yang cerdas. Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan untuk belajar. Jika seseorang bisa belajar berarti iapun bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Ingatlah bahwa anda bukanlah batu yang harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum diubah ke bentuk lain. Bukan pula pohon yang tidak bisa lagi dibengkokkan ketika sudah besar/ dewasa. Tetapi kitalah makhluk hidup yang paling fleksibel untuk menyesuaikan diri sehingga bisa berubah sewaktu-waktu demi kebaikan bersama.

Terima apa adanya adalah sebuah komitmen untuk hidup mengalir mengikuti arus dunia tanpa harus terjebak dalam hal negatif didalamnya. Ini adalah niat untuk tidak terlalu banyak menimbulkan perlawanan secara nyata (fisik, visual) dan menjauhkan pikiran dari gejolak (menolak, melawan, membangkang secara mindset) melainkan semuanya disetujui (di-acc-kan, di-iyakan saja) oleh diri sendiri mulai dari dalam. Saat anda mampu mempraktekkan hal ini niscaya apapun yang dihadapi akan ditanggapi dengan santai.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Selalu berbahagia adalah sebuah pilihan hidup. Saat anda tidak membiarkan fokus berpikir terganggu oleh hal-hal yang negatif, adalah permulaan untuk menjadi orang yang bahagia. Salah satu trik sederhana untuk menjadi orang yang selalu bahagia adalah dengan senantiasa bernyanyi di segala waktu dan kesempatan yang ada. Utamakan untuk melakukannya di dalam hati dan bisa juga menyatakannya lewat bibir, menggunakan alat musik bahkan sambil menari tergantung sikon. Simak, Bahagia adalah menjaga fokus

Pikiran kita adalah pusat kendali yang terhubung dengan banyak hal. Secara default, sejak dari dalam rahim ibunda, ada banyak hal-hal yang salah yang terhubung dengan pikiran ini. Ketika sudah mulai belajar tentang kehidupan, kitapun mengerti bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang tidak disukai terjadi tetapi sangat bermanfaat bagi kehidupan. Bila anda mampu memandang rasa sakit dan kepahitan hidup secara positif maka semuanya itu akan dibawa santai untuk mendatangkan kebaikan dalam keseharian ini. Simak, Cara menghilangkan sakit hati.

Salam, terbiasalah!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s