+7 Perbedaan Antara Hati Dan Pikiran

Perbedaan Antara Pikiran Dan Hati

Hati adalah (1) organ badan yang berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu; (2) daging dari hati sebagai bahan makanan (terutama hati dari binatang sembelihan); (3) jantung; (4) sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dan sebagainya); (5) apa yang terasa dalam batin; (6) sifat (tabiat) batin manusia; (7) bagian yang di dalam sekali (tentang buah, batang, tumbuhan, dan sebagainya). Pikiran adalah (a) hasil berpikir (memikirkan); (b) akal; ingatan; (c) akal (dalam arti daya upaya); (d) angan-angan; gagasan; (e) niat; maksud (KBBI OFFLINE). Kedua hal ini kerap kali kami sebutkan secara bersamaan karena letak dan fungsinya yang berbarengan.

Kita terus membahas tentang pikiran manusia sebagai pusat kendali kehidupan dimana aktivitas di dalam sana sangat menentukan ekspresi yang ke luar dari dalam dirimu. Jika anda terus mengeluh di dalam sana maka bisa dipastikan bahwa ekpresi ke orang lain adalah “muka-muka susah seolah hidup ini berat banget”. Saat terus memikirkan tentang masa lalu yang menyakitkan maka orang lain akan melihat kegalauan dari raut wajahmu. Ketika sedang ketakutan/ gugup orang lain akan melihat wajah yang pucat pasi. Sewaktu hati sedang bernyanyi memuliakan Allah di segala waktu maka orang lain akan menikmati aura kegembiraan di dalam diri anda.

Dari sini kita bisa belajar lebih banyak mengetahui tentang kemampuan pikiran yang langsung terhubung dengan dunia luar. Sadarilah bahwa cara berpikir yang sedang anda lakukan saat ini sangat  menentukan sikap sehari-hari. Kebaikan yang selalu anda pikirkan pasti akan diekspresikan, keburukan yang dibahas-bahas pastilah diluapkan juga. Begitu juga jikalau ada rasa takut di dalam hati pastilah akan diekspresikan. Saat pikiranmu terus saja berkeluh kesah sepanjang hari maka ekspresimu kepada orang lain juga pasti akan membuat mereka jengkel.

Salah satu dari dua kemampuan berpikir yang harus anda kuasai adalah kesanggupan menerima segala sesuatu apa adanya. Jika anda mampu menguasai teknik ini maka dimanapun berada dan apapun yang dilakukan pasti bisa dilalui dengan damai, tenang dan sabar. Akan tetapi jikalau pikiran anda terus melawan dan mencoba memberontak maka bisa dipastikan bahwa perkataan anda akan penuh dengan sungut-sungut dan marah-marah bahkan kekerasanpun meluap dari dalam hati.

Dua dari dua kemampuan berpikir yang anda harus kuasai karena dapat menenangkan hati adalah kemampuan menikmati kekurangan orang lain. Kita harus paham betul bahwa dunia ini tidak di ciptakan sempurna menurut kehendak manusia melainkan sempurna menurut kehendak Tuhan. Keadaan ini memungkinkan masing-masing orang untuk mengasah kemampuan dirinya menjadi lebih baik lagi melalui ujian kehidupan dari hari ke hari (salah satunya saat menyaksikan suatu kekurangan, apa yang anda lakukan?). Saat anda bisa menikmati kekurangan orang lain lalu mampu melihatnya dari perspektif yang positif maka andalah orang yang cerdas, sabar dan penuh damai dalam menjalani hidup.

Perbedaan antara hati yang mencintai dan pikiran yang menuntut lagika

Dari dua kemampuan di atas dapat tersirat beberapa hal tentang penggunaan kata “hati” dan “pikiran”. Pada dasarnya kedua-duanya berada di dalam otak (di bagian tubuh paling atas yaitu kepala). Tetapi orang-orang selalu memakai keduanya dalam konteks yang berbeda. Berikut perbedaan yang kami maksudkan.

Selanjutnya H+ disebut hati dan P+ disebut pikiran.

  1. Bila di tunjuk.

    Bila seseorang di instruksikan untuk menunjukkan “dimana pikiranmu?” Maka ia akan menunjuk kepalanya; saat di perintahkan untuk menunjukkan “dimana hatimu?” Maka iapun akan menunjuk ke arah dadanya bagian kiri.

  2. Skema berpikir.

    Masing-masing orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda saat diperhadapkan dengan sesuatu. Orang yang lebih mengedepankan pikirannya akan lebih menekankan penilaian dari aspek logika. Sedangkan mereka yang mengedepankan untuk menggunakan hatinya akan memandang semua hal dari aspek emosional.

  3. Berdasarkan tujuannya.

    Seseorang yang berhati mulia berarti orang yang dermawan dan suka memberi kepada sesama. Sedangkan orang yang berotak canggih berhubungan dengan tingkat kecerdasan/ analisis dalam bidang tertentu.

  4. Berdasarkan hasilnya.

    Mereka yang menggunakan hati dalam bersikap cenderung mengasihi sesamanya dengan menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Sedangkan mereka yang mempunyaii pikiran biasanya dihubung-hubungkan dengan kemampuan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan.

  5. Berdasarkan manfaatnya.

    Hati manfaatnya ke luar sedangkan pikiran manfaatnya ke dalam. Saat anda memilih untuk menggunakan H+ dalam bersikap berarti segala sesuatu yang diekspresikan ditujukan untuk mendatangkan faedah ke luar (pada orang lain). Sedangkan ketika memutuskan untuk menggunakan P+  dalam bersikap berarti faedah yang dihasilkan ke dalam (untuk diri sendiri).

  6. Fokus ditujukan untuk.

    Saat anda memutuskan untuk lebih menggunakan hati dalam menjalani hidup berarti fokus ditujukan kepada orang lain (bagaimana caranya membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita?). Ketika kita memutuskan untuk menggunakan pikiran dalam menjalani hidup berarti fokus ditujukan kepada diri sendiri (bagaimana caranya agar kita bahagia menjalain hidup di dunia ini?).

  7. Tidak punya hati/ pikiran.

    Ini biasanya dikatakan kepada orang yang cenderung tidak memiliki rasa kemanusiaan kepada sesamanya: “tidak punya hati”. Sedangkan tidak punya pikiran biasanya dikatakan kepada orang yang bodoh dalam bersikap atau saat menyelesaikan sesuatu.

  8. Sentuh h+ dan p+

    Saat menyentuh H+ artinya sebuah tindakan yang dapat membuat iba dan kagum dengan orang lain. Jangkauan P+ seseorang berhubungan dengan tingkat kecerdasan sehingga untuk menyentuhnya berarti memberikan/ menyatakan sesuatu yang logis.

  9. Bekerja dengan hati akan terasa damai.

    Saat anda mampu bekerja dengan H+ maka semuanya akan dilakukan dengan penuh penghayatan dimana setiap detik yang dilewatkan dinikmati apa adanya. Tetapi saat anda bekerja dengan P+ berarti semuanya harus dipertimbangkan dan diperhitungkan matang-matang agar tidak sampai mendatangkan kerugiaan bagi diri sendiri terlebih bagi orang lain.

Ada dualisme yang kental dalam penggunaan kata-kata ini. Seolah-olah  serupa tapi sebenarnya tidak sama. Terdapat perbedaan diantara mereka namun jika mampu dimanfaatkan secara lebih baik maka semuanya akan mendatangkan dampak positif dalam kehidupan kita. Perhatikan momen dan suasana yang dihadapi saat menggunakannya, baik dalam bentuk kata (saat berkomunikasi) maupun sewaktu bertindak kepada orang lain. Jagalah keseimbangan diantara keduanya maka andapun akan merasakan betapa indahnya hidup ini. Lebih daripada itu silahkan terapkan berdasarkan pengalaman masing-masing berdasarkan hasil try & error yang dijalani. Simak, Cara membuat hati & pikiran tetap positif.

Salam, Gabungkan perasaan dan logika!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s