Pikiran Seperti Bumerang Adalah Indra Keenam

Pikiran Seperti Bumerang Adalah Indra Keenam

Manusia mempunyai indra ke enam yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Sebuah organ yang menjadi pusat berkumpulnya semua informasi yang diperoleh dari luar. Semua rasa yang dicitrakan dari lingkungan sekitar disatukan pada bagian ini. Hasil yang di tunjukkannya akan sangat variatif sebab rasa di indra tidak lagi diceritakan sendiri-sendiri melainkan semua digabungkan sehingga menghasilkan suatu analisis sederhana tentang situasi.

Mengapa otak menjadi indra ke enam? Karena ia bisa membaca apa yang tidak terlihat, bisa merasa apa yang tidak terdengar, bisa mengecap apa yang tidak berwujud, bisa mencitrakan apa yang sudah dan belum terjadi. Kemampuan berpikir manusia sangatlah ditentukan oleh tingkat pengalaman, tingkat kesadaran dan fokus kehidupan. Bila anda cerdas maka akan menemukan pemahaman yang baru dibalik semua realitas kehidupan.

Kemampuan pikiran untuk bergerak dalam ranah realitas dan imajinasi sangat menentukan sikap seseorang. Kedua hal ini bisa saling mendukung, bertentangan dan menimbulkan gejolak dalam diri masing-masing orang. Tetapi pada dasarnya semuanya dihubungkan oleh satu tali kehidupan yang sudah ada sejak zaman awal penciptaan, yaitu kebenaran. Sevariatif apapun fantasi anda tetap saja hal tersebut berjalan dalam garis-garis yang benar. Paling juga yang bertambah hanyalah bentuk dan wujudnya yang berbeda jau dari kenyataan.

Sebaiknya imajinasi yang positif akan menghasilkan karya yang baik tetapi tanpa sebuah karya maka lebih baik tidak usah berimajinasi. Pernahkah anda menyaksikan berbagai jenis film? Ada film yang bergenre fiksi dan itulah yang lebih dekat kepada khayalan semata. Tetapi amatilah baik-baik sekalipun hal tersebut hanyalah bualan belaka tetapi ceritanya tetap berjuang untuk sesuatu yang benar. Inilah yang kami maksudkan bahwa imajinasi tidak pernah lepas dari realitas, hanya embel-embelnya sajalah yang dilebih-lebihkan.

Berbicara masalah realitas maka kita akan diperhadapkan dengan berbagai macam rasa termasuk rasa yang mungkin tidak disukai sama sekali. Ambil saja contoh tentang rasa sakit, siapakah orang yang mau disakiti? Jaman sekarang kami perhatikan tidak ada orang yang gemar menyakiti orang lain, padahal rasa di dalam hidup kita haruslah seimbang. Bila semuanya senang-senang maka tidak akan mendatangkan pelajar yang menanbah pengalaman. Rasa sakit adalah salib yang dapat membuatmu lebih cerdas. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tetap bersikap ramah sekalipun orang lain berubah acuh tak acuh.

Intinya indra ke enam membawa anda dalam kenyataan yang terkadang menyakitkan dan dalam imajinasi yang selalu menyenangkan. Tidak ada masalah dengan kedua hal ini, hanya saja dalam bersikap janganlah mencampur adukkan antara khayalan dan realitas sebab hal-hal yang sifatnya imajinatif biasanya sangat berlebihan sehingga jauh dari kenyataan yang terkesan biasa saja.

Semua faktor-faktor ini bila selalu (realita dan mimpi) dipikirkan akan membuatmu menjadi cerdas. Pertanyaannya sekarang, apakah Tuhan adalah realitas atau imajinasi? Tidak perlu fokus pada pertanyaannya, sebab ini tergantung dari pembawaan anda. Jika bagimu kebenaran adalah realitas maka sudah sepatutnya kita mempercayai kisah-kisah yang tertulis dalam Kitab Suci karena nilai-nilai yang benar didalamnya. Terlebih ketika pembahasan yang ditampilkannya adalah solusi terhadap masalah yang kita alami sehari-hari.

Pikiran ini mampu menyelami imajinasi sembari berjalan dalam realitas kehidupan. Satu hal yang terkadang membuat seseorang tidak mampu hidup dalam realita adalah KETIKA SESEORANG TIDAK BISA MENERIMA RASA SAKIT APA ADANYA. Keadaan ini bisa berujung pada pelampiasan hawa nafsu sebagai pelarian. Menghadapinya dengan panas hati (kebinatangan: rasa benci, dendam, amarah dan kekerasan). Melakukan aksi-aksi kejahatan lainnya untuk membalas rasa tersebut. Ketidakmampuan untuk menerima rasa sakit pada akhirnya akan membuatmu stres, depresi bahkan menggila.

Pikiran adalah bumerang yang bisa membawa faedah positif tetapi bisa juga membawa dampak negatif dalam diri anda. Mampu membuatmu tampil lebih cerdas, terampil dan mampu berkarya di bidang masing-masing. Akan tetapi, terkadang pikiran imajinatif yang kita miliki menolak untuk menghadapi kenyataan. Sadarilah bahwa kebiasaan enggan menerima kenyataan apa adanya dapat membuat diri ini tertekan, stres, depresi bahkan menggila sama sekali. Oleh karena itu, mulailah belajar menerima kenyataan sepahit dan sesakit apapun itu.

Pikiran adalah bumerang yang bisa membawa anda terlena dalam suasana positif atau malah tenggelam dalam hawa negatif. Saat anda terus saja mengisi hatimu dengan berbagai-bagai jenis (1) masa lalu yang buruk, (2) membanding-bandingkan dan (3) kuatir tentang masa depan. Ketiga hal ini adalah racun yang pada awalnya terasa baik, seolah-olah kita hendak mencari sesuatu yang disebut dengan solusi. Membahas-bahas kejadian di masa lalu sehingga terjebak dalam kepahitan rasa dan mengingat kembali kesalahan orang lain yang belum termaafkan (dendam). Kebiasaan membanding-bandingkan orang awalnya seperti cemilan yang ada kriuk-kriuknya di dalam mulut tetapi ujung-ujungnya syarat dengan kesombongan, iri hati/ cemburu dan merendahkan orang lain. Memikirkan masa depan rasanya baik demi perencanaan tetapi karena dibahas terlalu dalam akhirnya takut sendiri menghadapi hari esok. Bila pikiran anda sudah diracuni oleh hal-hal semacam ini juga akan membuatmu tertekan, stres, depresi hingga menggila. Simak juga Tips menenangkan pikiran kacau

Pikiran adalah bumerang yang bisa membuatmu senang dan semangat menjalani hidup walau hanya sesaat saja. Tidak sedikit orang yang dengan sengaja menetapkan bagaimana kehidupannya di masa depan. Padahal kita tahu bahwa masa depan adalah rahasia dan tidak ada satu orangpun manusia yang mengetahuinya. Oleh karena itu, segera tinggalkan pikiran-pikiran yang indah tentang masa depan, baik itu soal keluar biasaannya, muzizatnya, berkatnya, kelimpahannya, keindahannya, kemakmurannya dan lain sebagainya. Memikirkan hal-hal yang belum terjadi membuat otakmu tidak sehat sehingga pikiran semacam ini akan berbalik menyerang anda kembali sehingga membuatmu kecewa besar. Semakin besar harapan maka semakin besar kekecewaan itu sehingga turut membuatmu tertekan, stres, depresi hingga menggila.

Baik buruknya otak manusia tergantung dari apa yang anda isi dan terus-menerus dibahas di dalam sana. Bila mampu mengendalikannya maka akan menghasilkan hal-hal yang bisa membawa manfaat bagi kehidupan sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar. Ini dimulai (diawali) ketika anda biasa menggunakannya untuk difokuskan pada hal-hal yang positif. Salah satu hal positif yang baik untuk kesehatan otakmu adalah dengan senantiasa memusatkannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka rasakanlah getaran kepuasan, kebahagiaan dan kedamaian dalam rasa syukur dalam hadirat-Nya. Lagi, Tips memiliki pikiran positif & Cara membuat pikiran terbius oleh hal positif

Salam perjuangan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s