10 Alasan Mengapa Uang Tidak Membuat Bahagia – Jangan Menggantungkan Kebahagiaan Pada Materi

Faktor Yang Mempengaruhi Mengapa Uang Tidak Membuat Bahagia - Jangan Menggantungkan Kebahagiaan Pada Materi

Uang adalah sumber dari segala masalah di bumi ini. Kasus pencurian, perampokan dan penjarahan semua itu terjadi karenanya. Penipuan kecil hingga kasus korupsi miliaran rupiah. Penggelapan barang di sana dan di sini. Penyalahgunaan hak tentang ini dan tentang itu. Penindasan yang terjadi kepada orang yang ini dan itu. Pemerasan yang melibatkan pihak ini dan itu. Perebutan lahan di areal ini dan itu. Ketidakadilan yang merajalela di mana-mana. Konspirasi beredar tanpa henti dan semuanya itu karena kertas ajaib murahan bahkan beratnya tidak lebih besar dari berat batu kerikil.

Uang menciptakan orang-orang egois

Kepemilikan materi yang terlalu berlebihan juga menggiring beberapa orang untuk hidup sendiri sehingga kepribadian mereka lebih cenderung temperamen. Sadarilah bahwa terlalu lama hidup menyendiri membuat sisi kemanusiaan di dalam sini lenyap. Manusia itu merupakan makhluk sosial, jika kemanusiawiaannya memudar maka komitmennya untuk hidup bersama orang lain akan hilang. Mereka hanya akan mementingkan diri sendiri, bagaimana agar hidupnya nyaman dan mewah tanpa peduli dengan orang lain.

Sisi kebersamaan dalam diri manusia bisa memudar dikarenakan mereka sudah menggenggam uang yang banyak di tangan. Keadaan ini akan mengawali krisis kepribadian berupa terlalu menonjolnya sisi ego sentris dalam kehidupan seseorang. Sikap yang menganggap diri sebagai pusat dari segala sesuatu, merasa selalu benar dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain yang jelas-jelas bersinggungan dengan aktivitas yang dilakukannya.

Uang membakar bahkan menelan bumi ini

Sepele sekali memang dengan kertas ajaib yang satu ini. Lembarannya yang terukir tipis dan sangat ringan begitu menggoda hati banyak orang, (maaf) tapi sepertinya semua orang. Bila keadaan ini terus berlangsung maka aktivitas konsumsi semakin tinggi yang langsung berimbas pada pembuangan limbah dan emisi karbon yang semakin tinggi.  Kondisi semacam ini akan semakin parah bila pihak pemerintah/ swasta hanya mau membuat barang tetapi enggan untuk menguraikan limbah dan emisi yang dihasilkan lewat (1) prinsip 3R (recycle, reuse, reduce). Cara lainnya untuk mengatasi (meminimaliser) masalah ini adalah dengan (2) menggarami hutan-hutan lindung yang tersedia agar kemampuannya mengkonversi kalor aktif semakin baik.

Bumi inipun akan segera menemui ajalnya akibat kepemilikan uang yang tidak terkendali dan terlalu besar diantara para kapitalis. Hanya karena kertas murahan itu, mereka bisa saja membeli ini dan itu untuk memuaskan hawa nafsunya. Menghambur-hamburkan sumber daya secara lebay demi kepentingan pribadi. Sehingga membuat bumi ini semakin panas saja (global warming). Dan naasnya lagi, uang itu berasal dari hasil kerja keras berkonspirasi melemahkan sesama sehingga terkumpullah dana yang besar berasal dari masyarakat itu sendiri.

Faktor penyebab yang membuat uang tidak mampu membahagiakan manusia

Perlu diketahui bahwa manusia terdiri dari dua komponen penting yang saling berhubungan satu sama lain. Ada jasmaniah dan ada rohaniah dimana semua komponen ini harus sama-sama dipenuhi kebutuhannya secara kontinue (berkelanjutan). Harap diketahui bahwa kebahagiaan itu sendiri bukanlah suatu manifestasi jasmaniah yang dirasakan oleh tubuh/ indra melainkan akumulasi rohaniah yang mendatangkan kepuasan dalam hati (pikiran sendiri). Bacalah, Antara fokus materi atau fokus Tuhan, bahagia mana?

Komponen utama kehidupan seorang manusia

Berikut ini akan kami jelaskan beberapa alasan penting, mengapa kefanaan materi (uang) tidak dapat membuat hati bahagia.

  1. Kebutuhan rohani adalah yang terutama.

    Tahukah anda bahwa kebahagiaan kita sangat ditentukan oleh persepsi saat menanggapi sesuatu? Persepsi ini dibangun dalam pengertian yang benar tentang keberadaan Tuhan. Bila kita mampu memahami kebenaran tentang kehidupan maka itu sudah cukup untuk membuat diri ini berbahagia. Sebab itulah kebenaran sejati yang menjadi tujuan utama dari setiap manusia, yaitu hidup memuliakan Allah dan berbagi kasih (bermanfaat) bagi sesama manusia yang dimulai dari hal-hal kecil.

  2. Tidak ada uang (sedang tidak menggunakan uang) kita masih tetap berbahagia.

    Percayakah anda bahwa banyak dari kita yang tetap bisa merasakan kebahagiaan sekalipun saat ini tidak ada (uangnya sedang tidak mencukupi). Pasti ada yang tidak percaya dengan frase ini terlebih bagi mereka yang selama ini begitu mengagung-agungkan materi (materialistik) dalam kehidupannya. Mari sejenak perhatikan saat seseorang sedang melakukan ibadah berpuasa, tidak membeli apa-apa, tidak memakan apa-apa karena nikmat indra sedang dibatasi. Pertanyaan kami “apakah mereka berbahagia melakukannya?” Pasti bahagia sebab segala keputusan yang sudah diniatkan dan ditempuh dengan tekad yang kuat akan mendatangkan rasa puas yang penuh dalam diri setiap manusia sekalipun bisa dikatakan bahwa ia sedang dalam posisi menderita.

  3. Banyak orang yang sederhana di luar sana tetapi tetap bahagia. Ada juga orang yang hidup berkelimpahan tetapi tidak mampu merasakan kebahagiaan itu.

    Tahukah anda bahwa baik orang besar maupun orang kecil, baik pejabat maupun rakyat jelata, baik pemimpin maupun bawahan sama-sama memiliki kadar kebahagiaan yang setara. Pemimpin tidak pernah lebih bahagia dibandingkan dengan bawahan, hanya satu keunggulan dari perbedaan ini adalah gengsi yang muncul jika sesuatu itu disombongkan/ dipamerkan. Mereka yang menjadikan kekayaannya sebagai senjata untuk mengalahkan orang lain (pamer) cenderung tidak mampu hidup dengan tenang di luar sana.

  4. Kebahagiaan tidak berasal dari luar melainkan sudah ada di dalam hati masing-masing orang.

    Materi dan uang anda jelas-jelas berada di luar dirimu sedangkan rasa bahagia itu adanya di dalam hatimu. Jadi bagaimana caranya sesuatu yang ada di luar mampu mempengaruhi yang ada di dalam? Oleh karena itu, jikalau anda hendak menjadi orang yang selalu memiliki kebahagiaan maka jangan fokus dengan apa yang ada di luar melainkan fokus dengan pikiran sendiri, atur sedemikian rupa sehingga tetap positif di segala waktu.

  5. Materi hanya menyentuh indra dan tidak sampai di hati.

    Uang dengan segala kekuatan yang menyertainya hanya mampu menciptakan sensasi rasa yang berbeda di daerah indra. Misalnya, saat merasakan manis, asam, asin, pahit dan lain sebagainya. Rasa ini kemudian ditransfer/ dialirkan ke area tertentu di dalam otak yang untuk selanjutnya dinilai. Penilaian orang terhadap  sesuatu sangat dinamis dan tidak bisa dikunci sebab lebih dekat kepada persepsi/ cara pandang yang digunakannya untuk menunjukkan empati kepada orang lain.

    Cara pandang yang kita miliki sangat menentukan kebahagiaan di dalam hati. Justru mindset yang kita milikilah yang akan membuat diri ini mampu selalu berbahagia sekalipun uang yang diterima jumlahnya sedang sampai kecil. Inilah yang disebut dengan uang dengan segala gemerlapan duniawi yang menyertainya bersifat relatif.

  6. Materi membuat sensasi kesenangan tetapi kemampuan mengatur/ memanajemen mindset membuatmu bahagia selalu.

    Bedakanlah antara rasa senang dan bahagia. Kesenangan itu sifatnya sesaat saja dikala sesuatu menyentuh indra yang kita miliki. Akan tetapi, rasa ini tidak akan muncul ke permukaan apabila sudah terbiasa menikmati hal yang sama. Misalnya saja “apakah setiap anda mengkonsumsi nasi 3 kali sehari selalu senang melakukannya ?” Jawabannya pasti biasa saja terkecuali jika ditawarin yang lain, misalnya nasi goreng, aneka mie (yang dimakan sekali-sekali saat makan di luar) dan lain-lain. Akan tetapi saat kita mampu bersyukur buat segala nikmat yang diberikan Yang Maha Kuasa bagi kehidupan ini (mampu memanajemen mindset/ sudut pandang) maka “sekalipun 3 kali sehari makan nasi terus-menerus tetap saja dilalui dengan bahagia“.

  7. Uang tidak bisa selalu dinikmati (terus-menerus) tetapi memusatkan pikiran kepada Tuhan sambil bernyanyi membuat hati selalu bergembira.

    Sadarkah anda bahwa materi tidak dapat dikonsumsi terus-menerus melainkan harus dipenuhi secara berkala oleh yang bersangkutan. Bila uang digunakan terus-menerus maka cenderung menimbulkan kebosanan lalu menginginkan lebih, berpenyakit, mengalami tekanan mental bahkan kematian juga. Jadi batasi konsumsinya dan hindari ketergantungan terhadap materi.
    Bagan pengaruh buruk materi dan kenikmatan duniawiTetapi bila pikiran anda diatur sedemikian rupa (manajemen pola pikir) sehingga senantiasa dalam keadaan positif maka kebahagiaan itu tidak akan pernah jauh darimu. Salah satunya dengan selalu memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman yang nyanyian pujian demi kemuliaan nama-Nya.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  8. Bahagia merupakan kumpulan rasa yang dianggap mendatangkan kebahagiaan bukan hanya karena manifestasi satu dua hal saja.

    Biasanya bahagia yang kita miliki dapat bertahan selama beberapa waktu terutama karena suatu alasan yang pasti (keyakinan) di dalam hati. Misalnya “anda menganggap bahwa hidup ini adalah ibadah maka segala sesuatu yang dikerjakan hari itu akan dilakukan dengan sukacita karena semuanya itu tidak ditujukan untuk diri sendiri melainkan dilakukan demi kemualiaan nama Tuhan“. membeli ini-itu dalam suatu waktu. Padahal dalam satu hari itu kita sedang dalam keadaan tidak menggunakan uang secara terus-menerus (paling juga hanya membeli cemilan sesekali di warung sebelah).

  9. Terkadang kesederhanaan itu lebih berbahagia.

    Tahukah anda bahwa di luar sana ada beberapa miliader dunia yang penampilannya sehari-hari terlihat sederhana dan tidak sedang menghambur-hamburkan uang tetapi tetap mampu berbahagia di segala waktu. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh semua orang yaitu hidup seadanya sebab tampil apa adanya itu lebih mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati. Membiasakan diri hidup bermewah-mewahan justru hanya membuat anda dan keluarga semakin manja dimana kemampuan mengendalikan diri (emosional) sangat kurang.

  10. Terkadang berdiam diri sesaat mampu membuat bahagia.

    Terkadang aktivitas yang kita lakukan sehari=hari membuat diri ini lelah karena terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan dan menyelesaikan ini dan itu. Ada saja orang dalam hidup ini yang mampu membuat hati galau dan gundah. Saat ada masalah di dalam sana maka ada baiknya kita mengambil waktu untuk sendiri dan merefresh tubuh dan otak sehingga semangat hidup kembali. Tidak semuanya masalah bisa diselesaikan dengan uang melainkan kita bisa melakukannya secara gratis dengan belajar menyegarkan pikiran sendiri dalam doa, firman dan nyanyian punian.

  11. Mau hatinya selalu bahagia? Milikilah kebenaran! Bukan uang

    Seperti yang kami katakan pada sesi sebelumnya bahwa manusia terdiri dari fisik dan roh. Mungkin saja, secara fisik/ badaniah kita butuh uang dalam jumlah tertentu. Menghambur-hamburkan uang secara berlebihan adalah tidak baik sebab bisa menumpuk limbah dan emisi karbon di lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, kenali hatimu kawan dan ketahuilah bahwa pikiran kita selalu haus akan kebenaran dan dengan hal yang benar itulah hati selalu dipenuhi oleh kebahagiaan sejati.

Kebahagiaan semu dari luar ke dalam

Kebahagiaan Semu

Orientasi kebahagiaan pada indra harus menjadi orang yang materialisme baik tingkat rendah, sedang dan tinggi. Selama anda berada dalam posisi ini maka selama itu pula ada anggapan bahwa uang adalah segala-galanya. Tanpanya maka hati terasa hampa dan hidup tidak berarti. Orang-orang seperti ini juga lebih cenderung kepada sikap yang rela mengorbankan apapun demi uang. Harga diri, kehormatan, kesucian bahkan keyakinan yang dimilikipun akan ditinggalkan begitu saja demi mengejar materi disana dan disini.

Terlalu fokus untuk membahagiakan diri lewat materi akan membuat orang tidak peduli lagi dengan kebenaran bahkan orang lainpun akan ditindas, dimanfaatkan dan diperbudak demi keuntungan pribadi yang sesaat. Manusia tidak lagi memikirkan sesuatu yang baik dan adil secara moralitas bagi sesamanya melainkan semua dilakukannya demi uang dan uang. Kebiasaan inilah yang pada akhirnya mendatangkan celaka dalam kehidupan seseorang dikarenakan kerakusan akan materi sehingga menyebabkan kerugian bagi orang lain dan juga bagi diri sendiri.

Sensasi rasa senang yang timbul ketika ada uang tidak selalu bisa kita rasakan karena manusia bukan mesin ATM yang disegala waktu memiliki dan mengeluarkan rupiah. Ini hanya dapat kita lakukan dalam waktu-waktu tertentu saja. Oleh karena itu berhentilah menggantungkan rasa kepada materi. Masakah anda baru bahagia sekali sebulan saja? (saat gajian) Atau sekali seminggu? (saat mengajak keluarga makan di luar) Melainkan bebaskan dirimu dari semuanya itu lalu jadilah berbahagia disetiap detik oleh karena kebenaran memenuhi kehidupanmu.

Kebahagiaan sejati mampu mengendalikan dan menjaga konsentrasi pikiran

Kebahagiaan Sejati

Mereka yang mampu berbahagia di dalam hatinya tidak begitu ketergantungan dengan materi yang penting tiap hari bisa makan dan minum sehingga hidup terus berlanjut. Hanya mereka yang mampu menjaga fokusnya agar tetap tertuju kepada hal-hal positiflah yang dapat mewujudkan hal ini. Dimana salah satu cara terbaik melakukannya adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ditambah lagi kenyataan bahwa hati yang gembira adalah obat bagi semua masalah di dalam pikiran ini.

 Energi positif yang tetap aktif dalam pikiran anda akan menjaga hatimu tetap berbahagia sehingga dalam segala kondisi, baik ataupun buruk tetap mendatangkan kebahagiaan. Selama hati berada dalam kadar yang positif maka selama itupula rasa bahagia anda tidak akan pernah pergi sebab itu adalah inti kehidupan ini. Tetapi jikalau hal-hal yang buruk, kotor, dekil dan bau (tidak secara harafiah tetapi lebih kepada sikap manusia) maka bisa dikatakan bahwa disaat itu jugalah rasa sedih, galau, gundah, gulana, takut dan kuatir menguasai kehidupan anda.

Uang adalah salah satu faktor eksternal yang mungkin bisa mempengaruhi kebahagiaanmu dan mungkin juga tidak. Ini sangat tergantung dengan cara menggunakannya dan suasana hati saat mengkonsumsinya juga jangka waktu yang diperlukan saat melakukannya (selalu, kadang-kadang atau sesekali saja). Pada dasarnya kebahagiaan itu sangat tergantung dari kemampuan seseorang untuk mengendalikan pandangan hidupnya terhadap segala sesuatu agar tetap positif dari waktu ke waktu. Selama anda mampu memanajemen, menyeleksi dan menanggapi berbagai gejolak kehidupan dalam persepsi (bingkai) positif (iman) maka selama itu pula selalu ada rasa bahagia di dalam hati ini. Simak lagi, Selalu bahagia dengan menjaga konsentrasi pikiran.

Salam bebaskan dirimu dari ketergantungan terhadap materi!

Iklan

5 comments

  1. Saya sependapat dengan mas nya, tapi saya minta sarannya mas, bagaimana menanggapi kalimat “Uang bukanlah segalanya tapi segalanya butuh uang”?

    Suka

    • Waw,… ungkapan yang sangat menantang teman….
      – “Uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang?” –
      Seandainya kita dilahirkan sebagai mesin/ android/ teknologi canggih lainnya maka frase di atas adalah benar adanya. Akan tetapi, harus disadari bahwa manusia secara alami terdiri dari dua komponen besar, yakni fisik dan rohani. Jelas bahwa secara fisik kita butuh uang untuk membuat diri ini tumbuh, berkembang dan senang menjalani hari.

      Tetapi, itu baru satu sisi kehidupan saja, masih ada kebutuhan rohani yang harus dipenuhi dalam diri ini. Kebutuhan ini erat kaitannya dengan cinta, emosi dan aktualisasi diri. Yakinlah bahwa hal-hal semacam ini tidak bisa di beli. Sekalipun kita punya pekerjaan dan bakat tetapi semuanya itu tidak bisa menjaga pikiran dan hati ini tetap berbahagia. Bahagia merupakan (1) kemampuan mengendalikan emosi seutuhnya, (2) kemampuan untuk fokus pada hal-hal yang positif dan (3) kemampuan untutk melakukan sesuatu hal yang benar. Hal-hal semacam ini jelas tidak bisa dibeli dengan uang melainkan setiap dari kita harus belajar melatih diri untuk melakukannya.

      Jadi secara jasmani/ fisik pernyataan itu benar tetapi secara hati nurani manusia masih butuh yang lainnya yang disebut sebagai kebutuhan rohani.

      Suka

    • Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa jasmani kita memang selalu membutuhkan uang.
      Akan tetapi secara rohani kita butuh.
      (1) kemampuan mengendalikan emosi seutuhnya (mencintai),
      Dalam hidup ini tidak baik jikalau melakukan segala sesuatu sendiri. Baik bagi kita untuk mencintai sesuatu selama nafas berhembus. Sehingga cinta itulah yang mengajari kita untuk melakukan hal-hal positif di dunia ini. Cintailah pasanganmu, cintai orang tuamu bahkan yang sangat diperlukan adalah cintailah Tuhanmu. Saat hidup masih sendiri (singel), jauh dari sisi orang tua maka Tuhan adalah cinta sejati yang akan mengjari dan menuntunmu pada banyak hal yang baik dan benar. Saat kita percaya kepada Tuhan maka mindset dan sudut pandang berpikir dilatih untuk lebih positif sehingga di dalam kesulitan sekalipun tetap dipersepsikan (diimani) dengan baik.
      Misalnya, saat anda sedang dalam kesulitan maka persepsi kita: “Situasi semacam ini bagus untuk meningkatkan kemampuan saya mengendalikan diri, terimakasih ya Tuhan!”.

      (2) kemampuan untuk fokus pada hal-hal yang positif
      Ini penting sekali sebab pikiran manusia sangat liar dan tidak terkendali bahkan dalam beberapa kesempatan sesuatu bisa saja muncul dalam ingatan kita tanpa disadari/ direncanakan sebelumnya. Oleh karena itu kita harus selalu bisa memusatkan pikiran pada sesuatu yang baik, misalnya dengan belajar, bekerja dan menekuni bakat. Pilihan yang terbaik menurut kami adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Mengapa ini yang terbaik? Karena setiap kali kita bernyanyi maka hati menjadi bahagia sambil memuliakan Allah. Kita bisa melakukannya kapanpun dan dimanapun berada.

      (3) kemampuan untutk melakukan sesuatu hal yang benar.
      Lakukan, giatkan dan tegakkanlah kebenaran dalam hidup anda dan dalam ranah/ wilayah yang berada berada di bawah wewenang sendiri. Sadarilah bahwa saat kita melakukan hal yang benar maka hati ini terpuaskan.
      Saat orang lain tidak berbuat yang benar maka tegurlah seadanya tidak perlu memaksakan itu kepadanya. Hanya hukum yang memaksa orang maka panggillah petugas keamanan ketika pelanggaran itu sudah jelas-jelas terjadi aturan yang berlaku.

      4) Berlatihlah, lakukan dengan konsisten hingga jadi budaya.
      Untuk melakukan semuanya ini tidak bisa dalam waktu instan saja. Bila uang bisa memuaskan anda secara instan maka efeknyapun bersifat sesaat. Akan tetapi saat anda mampu memanajemen pola pikir yang dimiliki maka kepuasan yang ditimbulkannya adalah selamanya….
      Oleh karena itu, belajarlah melakukannya dari sekarang terus menerus hingga menjadi rutinitas. Lakukanlah rutinitas itu dengan sungguh-sungguh hingga menjadi kebiasaan. Apabila kebiasaan terus ditekuni secara konsisten maka akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan.

      Selamat mencoba…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s