Hati-Hati Dengan Keinginan Anda

Pikiran manusia liar dan tidak terbatas. Bila tangan hanya mampu memegang segenggam pasir, kaki hanya mampu melangkah setengah meter setiap kali bergerak, mata hanya mampu melihat objek dengan jelas sejauh 10 meter, telinga mampu mendengar perkataan dengan jelas dar jarak sejauh 100 meter dan lain sebagainya. Pada dasarnya sehebat-hebatnya indra pasti memiliki batasan juga. Akan tetapi tidak demikian dengan otak manusia yang mereka-rekakan segala sesuatu bahkan berimajinasi dimana kemampuannya sangat ditentukan oleh (1) lamanya waktu yang kita dedikasikan (jam terbang) dan (2) variasi topik yang dipikirkan.

Sesuaikan keinginan dengan kenyataan maka hati menjadi bahagia

Keinginan adalah (1) barang apa yang diingini (diinginkan); (2) peri-hal ingin; hasrat; kehendak; harapan (KBBI Luring). Tahukah anda bahwa kebahagiaanmu tergantung dari keinginan hati dan kenyataan yang terjadi. Artinya, semakin mirip yang terjadi dengan apa yang diinginkan maka semakin bahagia, akan tetapi semakin berbeda jauh kenyataan dengan apa yang tengah terjadi maka semakin galau/ sedih hati ini. Jadi bisa dikatakan bahwa kemampuan anda untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan sangat menentukan suasana hati.

Keinginan plus Imajinasi adalah teman kompak yang dapat menambah kesusahan di dalam hati anda. Semakin mengimajinasikan/ memvisualisasikan dalam hati apa yang diinginkan maka semakin besar kekecewaan yang dialami saat hal tersebut masih belum terjadi atau sudah menjadi nyata namun tidak sesuai dengan ekspektasi selama ini. Oleh karena itu, selalu pastikan untuk mengendalikan pikiran dengan baik. Daripada berimajinasi tidak jelas (bukan untuk tujuan berkarya – menghasilkan karya seni) maka lebih baik buat pikiran ini terlena oleh hal-hal yang positif saja. Misalnya dengan senantiasa memusatkan hati kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Disinilah setiap orang perlu belajar lebih tentang memiliki kehidupan yang mengalir seperti air. Berhati-hatilah sebab terlalu banyak menolak dalam hati hal-hal yang tengah terjadi di dalam hidup dan di sekitarmu akan memposisikan dirimu lebih banyak dalam suasana hati yang tidak damai, penuh kuatir, kesal, amarah, penyesalan dan sifat-sifat buruk lainnya. Sebaiknya kita berusaha menerima segala sesuatu apa adanya sembari mengikuti arus situasi tanpa kehilangan jati diri sehingga tidak hanyut dan tenggelam ke dalamnya. Setiap dari kita harus belajar menyesuaikan diri dengan situasi, ini bukanlah ilmu cepat melainkan anda butuh try & error sehingga mampu memahaminya dengan benar.

Dibalik semuanya itu, harap dipahami juga bahwa sikap menerima apa adanya tidak sama dengan berpangku tangan lalu bermalas-malasan. Kebiasaan semacam ini juga tidak baik untuk dipelihara. Sebaiknya usaha yang kita tempuh dilakukan semaksimal mungkin. Jangan pernah mengabaikan proses kehidupan yang dijalani saat ini (sekalipun kadang menyakitkan) sebab dari sanalah ada pembentukan dan pemberitahuan (petunjuk tentang masa yang akan datang). Kita berjuang dalam menjalani proses kehidupan akan tetapi apapun hasilnya pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian pikiran akan lebih tenang dan lega dalam menyambut masa depan.

Keinginan menambah semangat sesaat milikilah tujuan yang mulia agar bertahan lama

Hawa nafsu pada kadar normal dan wajar adalah baik bagi kehidupan umat manusia. Akan tetapi jikalau sudah berlebihan, menjadi liar dan menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku maka akan mendatangkan kerugian bagi orang lain dan diri sendiri juga. Keinginan pada suatu waktu dapat menambah semangat manusia sebab ini berhubungan dengan tujuan yang akan kita capai kelak. Misalnya, kita ingin merenovasi rumah tahun depan. Maka mulai saat ini ada semangat untuk menabung lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Akan tetapi semangat semacam ini kadang-kadang redup terutama ketika ada pengeluaran yang tak terduga sehingga membuat tabungan hampir terkuras habis.

Biasanya, jikalau kita memiliki keinginan di masa depan yang fana maka semangat yang munculpun akan terkesan hanya sesaat saja. Karena kita berjuang untuk hal-hal yang sifatnya sementara saja maka begitu mudahnya semangat ini redup terlebih ketika masalah datang lagi dan lagi (secara bertubi-tubi). Oleh karena itu, milikilah keinginan yang bertujuan untuk hal-hal yang bersifat kekal untuk selamanya. Misalnya bertekad untuk selalu fokus kepada Tuhan, memuliakan nama-Nya disegala waktu atau bisa juga dengan bertekad untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama dengan menjadi orang yang bermanfaat. Bila tekad yang dimiliki untuk hal-hal yang mulia dan mengesampingkan kepentingan pribadi maka semangat yang dimiliki pasti lebih tahan lama dan lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun.

Keinginan kita bisa menghipnotis dan menurunkan kesadaran

Bila seorang teman mampu menebak apa yang selalu kita pikirkan dan diimajinasikan (selalu di bayang-bayangkan) setiap hari. Maka orang semacam ini akan mampu mempengaruhi, melemahkan bahkan menggiringmu dalam penyimpangan dengan menawarkanmu sesuatu yang selama ini diinginkan hatimmu (yang selalu ada dalam kepala ini). Anda akan terhipnotis,  hilang rasa, kehilangan kesadaran lalu melakukan segala sesuatu yang disarankan oleh orang tersebut.

Misalnya saja, si A begitu mengidam-idamkan untuk memiliki uang yang banyak sehingga menjadi orang kaya kelak. Ia terus memikirkan hal itu bahkan sampai membawanya dalam setiap mimpi-mimpinya. Suatu kali, ia bertemu dengan seorang yang baru, katakan saja si C yang datang untuk menawarkan bisnis baru kepadanya. Ketika si C memaparkan bahwa bisnis ini keuntungannya berlipat kali ganda, jutaan bahkan miliaran rupiah maka si A terkesima, klepek-klepek (terhipnotis) dan langsung saja mengumpulkan semua uang yang dimilikinya bahkan tabungan istri dan anak-anaknyapun diembat untuk dijadikan saham pada bisnis baru tersebut.

Hari itu berlalu begitu cepat, besoknya iapun kembali menimbang-nimbang tentang bisnis yang digelutinya itu. Sekalipun ia telah menanam modal ke sana tetapi tidak memegang bukti apapun tentang perusahaan itu, hanya memiliki secarik kwitansi biasa yang kerap kali diterima saat belanja di toko-toko didaerahnya. Keraguan dalam hatinya mulai muncul lalu menelepon kepada contact person yang telah diberikan si C kepadanya akan tetapi nomor tersebut benar-benar tidak aktif. Ia semakin penasaran lalu berkunjung langsung ke kantor pusat perusahaan tersebut dan ternyata alamatnya juga fiktif. Pada akhirnya, ia menyadari bahwa sebenarnya telah tertipu jutaan rupiah kemarin. Tapi sayang, nasi telah menjadi bubur.

Bila seseorang mengetahui hal-hal duniawi apa yang kita inginkan, dibayang-bayangkan dan diimajinasikan hingga membuat ketergantungan setiap waktu maka dengan informasi tersebut orang lain akan mempermain-mainkan, melemahkan bahkan menghipnotis diri ini untuk digiring kepada hal-hal yang menyimpang/ jahat. Oleh karena itu, selalu jaga pikiran anda tetap positif dan hindari ketergantungan dengan dunia ini melainkan (1) bergantunglah dengan Tuhan (memuliakan nama-Nya) dan (2) diri sendiri (kemampuan, potensi untuk mendatangkan manfaat bagi sesama) di segala waktu. Kita memang butuh dunia ini dan orang-orang didalamnya tetapi hindari menjadi candu kepada gemerlapan duniawi sebab itu terlalu fana dan mahal yang beresiko menggiring kita dalam penyimpangan hidup (materialisme).

Hawa nafsu manusialah yang membuat bumi ini sekarat.

Tahukah anda bahwa menikmati gemerlapan dunia sama dengan melepaskan kalor aktif ke lingkungan sekitar? Semakin banyak kenikmatan dunia yang anda konsumsi maka semakin banyak pula emisi karbon dan limbah yang dihasilkannya. Sekalipun itu adalah hak kita sebab menggunakan uang sendiri dan bukan hasil curian tetap saja harus dibatasi konsumsinya. Sadarkah anda bahwa belakangan ini bumi kita sedang memanas akibat aktivitas manusia itu sendiri yang karena hawa nafsunya begitu banyak melepaskan kalor aktif sehingga lingkungan menjadi panas yang dikenal sebagai pemanasan global.

Kenyataan yang terjadi saat ini adalah kecepatan konsumsi manusia tidak sebanding dengan kemampuan lingkungan sekitar untuk menyerap kembali kalor aktif tersebut ke dalam bentuk yang pasif sehingga terjadilah global warming yang turut menimbulkan bencana lainnya. Misalnya saja kekeringan (hujan tidak turun), banjir, tanah longsor, banjir bandang angin topan, angin puting beliung, gelombang panas dan lain sebagainya. Pada akhirnya hawa nafsu manusia mendatangkan kiamat bagi dirinya sendiri.

keinginan sama dengan tekanan

Tahukah anda hawa nafsu yang ada dalam diri ini sama saja dengan beban yang kita buat sendiri? Kita begitu terpesona memikirkan dan menghayalkan apa yang diinginkan padahal tidak tahu setelah itu apa yang akan terjadi. Sadarilah bahwa senikmat apapum mengimajinasikan masa depan maka tekanan yang anda rasakan kelak akan sebanding dengan nikmat yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, daripada pikiran berimajinasi tidak jelas dan tidak penting juga (kecuali bagi anda yang menghasilkan karya seni) maka lebih baik tinggalkan khayalan itu lalu ubah haluan berpikir dengan senantiasa memusatkannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Ingin ini, ingin itu menjadi liar lebih sering di saat tidak ada kerjaan alias waktu luang.

Hawa nafsu di dalam dada ini akan semakin banyak macamnya ketika kita sedang tidak melakukan apa-apa. Ada begitu banyak tokoh besar yang jatuh pada kesalahannya sendiri saat mereka sedang tidak tertekan dan sedang tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam segala waktu luang yang dimiliki. Pastikan anda melaluinya dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang positf – baik. Jangan biarkankan hawa nafsu menguasai hidupmu melainkan milikilah salib dalam hidup ini sehingga dengan kesulitan itulah hati ini tetap waspada dan selalu siaga terkoneksi dengan Sang Pencipta.

Manusia harus selalu memiliki beban dalam setiap harinya. Beban itulah yang membuat kita sibuk sehingga terus bergumul untuk menetralisir dan mengatasinya. Salah satu beban hidup yang paling besar ada di dalam diri kita sendiri, yaitu menjauhkan segala keinginan (hawa nafsu) yang sesat, kebinatangan (rasa benci, dendam, amarah, kekerasan) dan sifat-sifat jahat lainnya yang tengah dorman (tertidur) di dalam diri kita. Satu-satunya cara untuk mengaktifkan kejahatan di dalam hati yakni dengan selalu bermasalah kepada orang lain. Cara paling sederhana untuk bermasalah adalah lewat kebaikan yang diekspresikan setiap hari yang dimulai dari hal-hal kecil, misalnya ramah tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, maaf, terimakasih), menjadi pendengar yang baik dan lain-lain. Ada tantangan saat melakukan hal ini sebab tidak semua kebaikan kita dibalaskan dengan kebaikan terkadang kebencian yang menjadi upahnya. Pada situasi inilah kebinatangan, hawa nafsu sesat dan kejahatan di dalam hati bangkit sehingga lewat semuanya itu kita bisa belajar untuk mengendalikan diri – mengendalikan sisi negatif/ buruk dalam diri ini. Teruskan, perang manusia zaman sekarang.

Berhenti menyusun keinginan melainkan susunlah daftar tindakan di masa depan.

Selama ini apa yang anda lakukan di dalam sana? Bersusah hati untuk sesuatu yang sudah berlalu? Apakah memikirkan masa depan yang belum tentu terjadi? Berimajinasi tentang hal-hal yang indah atau yang lainnya? Semuanya itu tidak berarti dan cenderung menciptakan semacam tekanan dalam diri sendiri. Daripada memikirkan apa yang kita inginkan maka lebih baik berpikir tentang apa tindakan yang harus saya lakukan agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi. Tidak perlu memikirkan hawa nafsu karena seumur hidup itu akan selalu ada, bijaklah mereka yang merencanakan tindakannya di hari esok agar semuanya lebih teratur, terarah dan maksimal.

Salam normalisasi keinginan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s