7 Alasan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) SERAKAH SEKSUAL

LGBT (lesbian, gay, biseksual, transexual) SERAKAH SEKSUAL

LGBT adalah fenomena kuno yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Orang-orang semacam ini bukanlah pendatang baru di dalam masyarakat melainkan mereka hanyalah sebuah penyimpangan dari kehidupan manusia secara sosial dan kesehatan (fisik). Sistem yang syarat dengan ketidakadilan akan menghasilkan orang-orang sampah yang dimanfaatkan sebagai sumber daya yang dikorbankan untuk memutar roda perkonomian.

Jauhi kebiasaannya tetap jangan jauhi orangnya

Fenomena sosial hadirnya LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) di dalam suatu masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor yang menumpuk-numpuk hingga terakumulasi pada suatu titik yang pada akhirnya melahirkan orang-orang semacam ini. Sekalipun demikian, ada baiknya jikalau tidak menghakimi secara sembarangan sebab justru kita perlu merasa kasihan sekaligus memberi perhatian agar sebisa mungkin untuk menyadarkan mereka.

Itu bukan lagi perbedaan namanya tapi penyimpangan

Ada satu fenomena yang menurut kami sangat menyimpang yang diklaim oleh kaum ini, yaitu bahwa apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang normal dan bisa dianggap sebagai salah satu perbedaan diantara manusia. Bila kita bahas betul masalah ini maka akan menemukan bahwa orang-orang ini syarat dengan hawa nafsu yang terlalu berlebihan karena bertindak di luar kewajaran manusia. Bahkan bisa dikatakan bahwa merekapun termasuk dalam golongan orang-orang serakah sebab sudah dikasih Tuhan lubang yang so nice, eh rupa-rupanya mau yang kotor. Istilah yang lebih kerennya adalah “udah ada ruang tamu yang bersih dan nyaman tetapi ngademnya kok ke tempat sampah yang di belakang“.

Bila pikiran sudah menyimpang maka hidup inipun akan gila-gilaan

Bisa dikatakan bahwa gejala yang satu ini faktor utama yang menjadi penyababnya adalah kepercayaan manusia yang lemah yang dilengkapi oleh kebiasaan terlalu sering membiarkan pikiran dalam keadaan kosong. Bagaimana bisa “seorang masinis meninggalkan lokomotif atau seorang nakhoda meninggalkan ruang kemudi begitu saja“. Akan kemanakah nanti arah hidup orang-orang yang semacam ini? Jikalau begini keadaannya maka kedepannya bisa kita tebak bagaimana jadinya, saat ada informasi yang masuk maka tidak ada lagi sikap selektif dan kritis sehingga semuanya dipraktekkan sekalipun hal tersebut adalah sesuatu yang menyimpang.

Saat seseorang menghidupi ejekan teman-temannya

Ada juga yang berpendapat bahwa LGBT (lesbian, gay (homoseksual), biseksual, transeksual) mulai bermunculan saat orang tua terlalu memanjakan anak. Manja identik dengan kenyamanan yang jauh dari tekanan dan rasa sakit. Bila dalam keluarga saja buah hati anda dibiarkan hidup aman dan nyaman terus menerus maka ada kecenderungan saat ia mengalami tekanan di luar (lingkungan sekitar) akan muncullah sakit hati yang tidak tertahankan sehingga menjadi putus asa karena tidak dapat bertahan dari kerasnya bully/ ejekan dari teman-teman sekalian. Akhirnya, iapun memilih untuk menjadi seperti apa yang dilabelkan padanya terlebih ketika teman-teman sepergaulannya kebanyakan dari kalangan gay/ lesbian.

Waspadai komunitas yang dapat meng-lgbt-kan orang-orang yang anda cintai

Salah satu yang perlu diwaspadai dari kaum ini adalah komunitas yang mereka miliki. Sebaiknya, paguyuban semacam ini tidak baik untuk tampil di ruang publik sebab mungkin saja ada dari anak muda yang normal terpengaruh akan hal tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya acara-acara yang mereka laksanakan dibatasi untuk kalangan sendiri (tidak dibuka secara umum). Sebab sadar atau tidak orang-orang disana bisa saja menarik orang-orang lebih banyak untuk menjadi seperti mereka terlebih ketika kemampuan finansial sudah mumpuni. Terutama yang menjadi sasaran mereka adalah anak-anak yang tidak diperhatikan dan berasal dari keluarga broken home.

Faktor penyebab mengapa LGBT Serakah – Hati-hati menikmati hidup jangan lebay

Tahukah anda bahwa di kota-kota besar, mereka yang menjadi LGBT (lesbian, gay, biseksual, transeksual) adalah orang dengan taraf ekonomi menengah ke atas? Sebenarnya ada apa dengan orang-orang ini? Mereka sudah hidup dalam kesejahteraan namun masih saja belum puas dengan apa yang sudah ada secara default dalam dirinya. Lalu mencari-cari sensasi berlebihan sehingga tanpa disadari mengambil resiko gila-gilaan menjadi orang yang serakah secara seksual. Bila perlu semua lubang akan dimasukinya bahkan lubang telinga dan lubang hidungpun turut diembat. 😀 ckckckkkkk 😀 Hidup ini tidak terarah lagi ketika hawa nafsu dan kerakusan sudah menguasai pikiran.

Jaman sekarang, masuknya informasi yang salah dalam kehidupan kita sangat rentan terjadi. Inilah akibat dari globalisasi dimana selain mendatangkan manfaat positif turut juga membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Terlebih ketika anda memiliki akses pribadi untuk mengunjungi internet lewat laptop, smartphone dan gadget yang dimiliki. Satu-satunya yang menjadi pengawas terhadap dirimu adalah diri sendiri. Mampukah anda tetap konsisten untuk berjalan di jalur yang benar saat godaan itu sudah di depan mata. Keadaan ini kembali lagi pada pilihan hidup masing-masing orang, “ingin tetap melanjutakan penyimpangan tersebut atau memilih untuk mengubah haluan lalu kembali ke jalan yang benar”.

Berikut selengkapnya beberapa alasan mengapa kaum gay, lesbian, biseksual dan transgender adalah orang yang penuh dengan ketamakan.

  1. Mereka (pria) mau hajar dari depan (organ intim wanita) dan juga meraya ke tempat pembuangan alias anus.
  2. Seorang gay (laki-laki) menggunakan kelaminnya untuk menghajar pembuangan sampah pasangannya. Sekaligus ia juga mau pasangannya (laki-laki) menghajar tong sampah miliknya sendiri. Bukankah ini mendekati hermafrodit hanya karena lubangnya salah.
  3. Lesbian (perempuan) dengan bantuan kelamin sintetis pria menghajar organ intim pasangannya (wanita). Ia juga ingin agar pasangannya (wanita) menghajar organ intim miliknya sendiri. Bukankah ini hermafrodit hanya karena batangnya sintetis.
  4. Seorang biseksual menyukai perempuan dan juga menyukai laki-laki. Coba bayangkan betapa serakahnya orang-orang ini.
  5. Mereka yang transgender melakukan operasi plastik demi mengubah diri menjadi seorang wanita atau seorang pria. Bukankah ini tidak mesyukuri rahmat Tuhan dan terkesan tamak.
  6. Seorang gay merasa kurang dengan syaraf-syaraf sensitif yang ada di penisnya dikasih Tuhan.
  7. Wanita, entah mau kami sebut apa, merasa tidak cukup puas dengan dinding-dinding vaginanya yang dipenuhi ujung-ujung syaraf sehingga iapun hendak memberi anusnya untuk di door. Atau jangan-jangan ini adalah keinginan suaminya yang serakah mau lebih banyak lubang?

Menjadi biseksual dan menikmati kehidupan transgender karena alat vitalnya lemah

Hindari menikmati hidup secara berlebihan, gunakanlah apa yang wajar dalam keseharian anda. Sebab segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan bahaya laten yang berlangsung secara masif (tanpa anda sadari). Bisa saja anda tiba-tiba didiagnosa menderita penyakit diabetes, asam urat, kolesterol dan penyakit metabolisme lainnya. Bila keadaan ini berlangsung terus menerus maka derajat keparahannya akan meningkat yang disertai dengan komplikasi (menyerang organ vital dalam tubuh). Beberapa komplikasi yang mungkin muncul bersamaan dengan penyakit metabolisme adalah darah tinggi dan penyakit jantung. Pada dasarnya setiap orang yang mengidap penyakit pembuluh darah semacam ini otomatis akan mengalami lemah syawat alias impoten.

Tahukah anda bahwa biasanya orang yang mengalami lemah alat vital akan menikmati kehidupan seksual dengan cara-cara yang ekstrim. Sudah badan sakit-sakitan tetapi hawa nafsu masih tinggi dan tidak terkendali maka ada kecenderungan melakukan hubungan intim dengan cara “mengobok-obok tempat sampah“. Begitulah manusia bila hawa nafsunya lebih tinggi dari otaknya/ hatinya. Oleh karena itu, sebelum menderita impotensi sebaiknya konsumsilah makanan dan minuman secara wajar dan berolahraga secara teratur.

Satu lagi yang penting: jangan terpetak-petak oleh slogan feminisme dan maskulinitas

Sadarkah anda bahwa ada banyak teori-teori sampah hasil konspirasi di luar sana? Ini merupakan bagian dari persekongkolan jahat antara kaum intelektual dan para kapitalis sehingga mereka mempopulerkan teori dan falsafah yang sebenarnya hanya omong kosong belaka. Semuanya ini dilakukan demi sesuatu yang menurut mereka berharga padahal sebenarnya uang hanyalah kefanaan yang menawarkan kenikmatan sesaat. Berhembusnya teori yang menyatakan bahwa seorang perempuan itu harus feminim dan anak laki-lakipun seharusnya menjadi pribadi yang maskulin. Ini jelas merupakan suatu cara untuk menggiring beberapa orang menjadi pribadi yang konsumtif yang kesenangannya adalah uang dan uang.

Apakah kami harus memiliki kamar yang acak-acakan (belum dirapikan) dan pakaian yang sudah lama belum dicuci agar dikatakan sebagai seorang yang maskulin. Haruskah kami menunjang dan menumbuk setiap orang yang bertentangan dengan diri ini agar dikatakan sebagai pria sejati? Oleh karena itu, jangan memelihara hal-hal yang salah dari teori lama yang beredar di sekitar anda. Tetapi ambillah sesuatu yang baik dari prinsip feminisme dan ambil jugalah apa yang baik dari sisi maskulinitas lalu terapkanlah hal tersebut secara wajar dalam kehidupan anda sehari-hari. Merasa diri sebagai laki-laki yang hidup dalam tubuh perempuan

Perlu anda ketahui bahwa pasangan gay dan lesbian murni tidak melakukan hubungan seksual melainkan lebih kepada praktek masturbasi. Pertanyaan kami, “apakah anda tidak bisa melakukannya dengan tangan sendiri?” “Haruskah orang lain anda korbankan untuk sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri?” Atau “haruskah anda dikucilkan dari kepercayaanmu dan tidak tidak dianggap oleh negaramu seumur hidup semata-mata demi hawa nafsu yang kenikmatannya hanya 5-15 menit saja?” Berilah pertimbangan dengan bijak demi masa depan yang lebih baik teman…..

Anda bisa saja menjadi orang yang pembawaannya agak kemayu atau seseorang yang pembawaannya rada keras. Tidak ada masalah tentang hal itu asalkan hidup ini dijalani dengan sewajarnya pada jalur yang seharusnya. Jangan terpetak-petak oleh teori feminim dan maskulin sehingga merasa minder tetapi kuatkanlah hatimu teman dan jadilah laki-laki! Jangan dicemooh sedikit saja udah galau, keok, nangis-nangis dan marah-marah. Terimalah semuanya itu apa adanya, mohon kekuatan kepada Tuhan lalu balaslah perlakuan mereka dengan kebaikan, misalnya tersenyum dan menyapa balik dengan ramah. Ketika anda mampu membalas keburukan dengan kebaikan, itulah puncak dari kebaikan hati manusia – level tertinggi kekutan mental, belajarlah melakukannya dari sekarang dimulai dari dalam keluarga. Di atas semuanya itu, peganglah kedua penghiburan yang sejati di dalam setiap hari-hari yang di lalui.

Salam tegar tapi santun!

Iklan

One comment

  1. […] Oknum kapitalis juga turut mendukung bahkan menopang kebutuhan para lesbian dan gay dengan menghadirkan produk-produk alat bantu seks/ alat peraga seksual. Ini jelas sebagai lahan subur dari pohon uang yang terus berbuah sepanjang tahun. Mereka jugalah yang memfasilitasi bahkan mungkin turut ambil bagian untuk menyesatkan lebih banyak orang menjadi LGBT (pengkaderan – yang baru). Dengan demikian, pundi-pundi uang yang mereka idam-idamkan semakin bertambah-tambah banyak hari lepas hari. Simak, lesbian dan gay orang tamak […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s