+10 Bahan Yang Melepas dan Menyerap Panas Sinar Matahari – Ion Negatif Menyerap Panas Sedangkan Ion Positif Memantulkannya Kembali

Bahan Yang Menyerap dan Melepaskan Panas Sinar Matahari – Ion Negatif Menyerap Panas Sedangkan Ion Positif Memantulkannya Kembali

Panas adalah (1) hangat sekali, lawan dingin; (2) kemarau (tentang musim); (3) demam (suhu badannya lebih tinggi daripada biasa); (4) terasa seperti terbakar atau terasa dekat dengan api; bersuhu relatif tinggi; (5) gerah; (6) sangat iri; sakit hati; (7) genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang); (8) berpengaruh buruk (tentang uang yang mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dengan bunga besar, dan sebagainya) (KBBI Offline). Merupakan suatu keadaan dimana suhu lingkungan dan permukaan meningkat tajam (melebihi ambang batas maksimal/ tertinggi) melebihi fluktuasi harian, bulanan bahkan tahunan.

Gemerlapan dunia yang memukau indra mempercepat akhir zaman (akhirat)

Hari demi hari ke depan ini terasa semakin panas saja. Entah karena kami terlalu sensitif atau memang kenyataannya demikian. Kamun intelektual sangat yakin bahwa ini adalah efek samping dari pencemaran lingkungan yang terus menerus terjadi hari demi hari. Sudah tahukah anda siapakah pelaku utama dari peristiwa ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah manusia itu sendiri. Sebagai insan yang paling cerdas di bumi ini maka kita adalah makhluk yang paling hiperaktif disana dan disini sehingga timbullah pemanasan global. Istilah lebih kerennya adalah “hawa nafsu manusia yang tidak terkendali dan cenderung serakah telah secara masif membakar bumi ini hari demi hari semakin panas saja di lingkungan kami”. Bagaimana di lingkungan anda saudara?

Saran kami adalah, silahkan cek dan richek aktivitas yang anda lakukan sehari-hari, “apakah diantara hal tersebut ada sesuatu yang berlebihan dan terkesan merupakan suatu tindakan pemborosan?” Ketahuilah bahwa hal-hal yang memboroskan penggunaan sumber daya akan membakar rumah kita (bumi) secara masif dan bertahap. Segala bentuk kemegahan, kemewahan, kenyamanan, teknologi dan segala sesuatu kenikmatan (gemerlapan) duniawi yang dinikmati secara pribadi juga lebay selalu menyisakan limbah dan emisi karbon bagi lingkungan sekitar kita. Semakin mahal harga gemerlapan dunia yang anda beli maka semakin tinggi pula tingkat pencemaran yang ditimbulkannya.

Segala bentuk limbah di lingkungan, baik tanah, air dan udara lambat laun akan terakumulasi disuatu wilayah dalam jumlah tertentu sampai menimbulkan pencemaran yang bisa jadi dampaknya kecil diawal. Akan tetapi, lama kelamaan penumpukan itu akan terus bertambah-tambah hingga berada di luar batas toleransi sehingga terjadilah bencana alam akibat degradasi lingkungan yang terus-menerus berlangsung. Bencana alam yang menimpa suatu wilayah secara masal sama saja dengan kiamat karena menyebabkan banyak korban jiwa dan korban harta benda. Jadi bisa dikatakan bahwa kenyamanan, kemewahan, kemegahan, teknologi dan kenikmatan duniawi yang dinikmati secara berlebihan akan mempercepat kiamat (akhir zaman).

Kesejukan dihasilkan oleh ion negatif yang sangat baik bagi kesehatan manusia

Pernahkah anda berkunjung ke daerah pegunungan? Entah itu ke rumah orang tua dikampung, ke rumah sanak famili di pedalaman atau hanya sekedar refreshing saja lalu bertamasya menikmati pemandangan indah bersama keluarga di sana. Bila anda bisa menikmati suasananya maka akan menemukan perbedaan yang kontras antara suhu dan kelembaban diperkotaan dan dipedesaan yang berbukit-bukit, yaitu hawanya yang lebih sejuk. Tahukah anda bahwa kesejukan itu dihasilkan oleh pepohonan dan hutan rimbun disana. Hawa yang sangat menyegarkan ini dikenal sebagai ion negatif yang langsung dihasilkan lewat proses fotosintesis. Bahkan bila anda berkesempatan menyaksikan suasana disana sebelum matahari terbit maka akan tampaklah lingkungan sekitar “bermantel putih” yang merupakan kabut putih menyelimuti pepohonan. Kabut inilah yang kaya dengan ion negatif yang juga baik bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Ion negatif ini dikenal sebagai bahan utama yang sebagian besar membentuk tubuh makhluk hidup, diantaranya terdiri dari Odan Cl. Kesemua ion ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia terutama bagi kesehatan fisik. Bahkan diketahui juga bahwa kesejukan yang dihasilkan oleh lingkungan (berkerja sama dengan ion negatif) dapat meningkatkan kemampuan daya pikir manusia. Jadi, bisa dikatakan bahwa orang-orang yang tinggal di kawasan dengan ciri khas suhu udara yang sejuk memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah dengan temperatur yang panas.

Ion positif menahan dan memantulkan panas tetapi ion negatif menyerap panas

Ada dua jenis unsur di dunia ini, yaitu yang memiliki ion negatif dan yang memiliki ion positif. Suatu unsur dari bahan alamiah yang belum diketahui jenisnya oleh siapapun dimana unsur ini bermuatan negatif dengan ciri khas mampu menyerap panas. Unsur lainnya yang diketahui mengandung ion positif merupakan bahan penghantar panas dan melepaskannya kembali ke lingkungan. Jadi bisa dikatakan bahwa berdasarkan jenis ion yang membentuk suatu bahan maka zat yang lebih dominan mengandung ion negatif akan menjadi bahan yang mampu menyerap panas dibandingkan dengan bahan yang lebih banyak mengandung ion positif.

Kalor aktif dan pasif yang harus di jaga keseimbangannya.

Bahan-bahan alamiah dan buatan yang menghasilkan panas

Setelah kita membahas kecenderungan suatu permukaan saat terpapar oleh panas maka pada bagian ini kita akan membahas lebih lanjut tentang bahan-bahan yang menghasilkan panas secara alamiah maupun akibat dari campur tangan manusia (lebih dikenal sebagai sebuah hasil teknologi). Berikut sumber-sumber radiasi yang kami maksudkan.

  1. Matahari, merupakan sumber penghasil kalor terbesar di alam semesta. Dialah yang menjadi energi d atas segala energi yang pernah hadir di bumi. Saking besarnya energi itu, planet sebesar bumi ini bahkan masih ada planet yang lebih besar dari dunia kita, tetap mengitari matahari dalam sistem orbital yang unik dan teratur sehingga tidak terjadi tabrakan antar benda-benda angkassa sekelas planet.
  2. Gunung berapi. Merupakan sebuah fenomena alam yang menghasilkan radiasi yang konstan, tergantung dari tingkatan/ level aktivitas magma didalamnya. Bila fenomena alam ini bisa dimanfaatkan maka akan memberikan kontribusi yang besar bagi suplai energi diseluruh dunia. Sayang, pemanfaatannya masih minim yang malah memiliki kecenderungan merusak yang hebat.
  3. Panas bumi. Panas bumi bisa muncul dimana saja terutama di daerah gunung berapi dan kawasan patahan lempeng benua. Di Indonesia sendiri sumber panas bumi tersedia melimpah sebab negara kita berada di kawasan cincin api (ring of fire). Sekalipun demikian, hal ini sekaligus menjadi ancaman bila tidak mampu ditangani dengan benar.
  4. Manusia, sekalipun dalam tubuh manusia ada juga ion negatif namun tetap saja kita menghasilkan panas yang berasal dari hasil metabolisme tubuh terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
  5. Tidak hanya manusia tetapi hewan-hewan juga melakukan metabolisme sehingga tubuhnya menghasilkan panas (terutama hewan berdarah panas).
  6. Mesin pembangkit listrik. Ada begitu banyak mesin pembangkit tenaga listrik di dunia ini, diantaranya adalah PLTA (air), PLTA (angin), PLTU (uap panas), PLTD (energi diesel) PLTS (cahaya matahari), PLTN (nuklir) dan lain sebagainya. Listrik adalah sumber energi utama secara global. Tanpanya maka aktivitas perekonomian akan menjadi mandek sehingga menghambat kemajuan suatu daerah.
  7. Mesin kendaraan transportasi. Ini merupakan penyumbang emisi karbon ke dua setelah mesin pembangkit listrik. Emisi yang dihasilkoleh kendaraan kita dapat mengotori udara yang disebut sebagai polutan. Pengotor lainnya dihasilkan dalam proses pembuatan di pabrik produksi dan saat komponennya usang/ rusak sehingga tidak bisa dipakai lagi.
  8. Mesin komputer dan teknologi baru (robotika). Merupakan penyumbang emisi dari hasil kemajuan teknologi yang lebih fokus untuk mengembangkan sistem komunikasi di seluruh dunia (jaringan internet, jaringan telephone, smartphone, laptop, komputer-PC, gadget lainnya). Teknologi yang satu ini juga merupakan pesaing utama yang mampu mengurangi penyerapan tenaga kerja manusia oleh suatu lembaga/ perusahaan tertentu.
  9. Mesin rumah tangga lainnya. Ada begitu banyak mesin di rumah kita yang menggunakan energi listrik dalam pengoperasiannya. Diantaranya adalah alat elektronik untuk hiburan (televisi, radio, sound syste), memasak (rice cooker, pemanas air, dispenser, microwave, pemanggang roti, kulkas dan lainnya) dan sistem penerangan (dalam hal ini berbagai jenis dan bentuk lampu).

Sistem yang dapat menyerap panas yang ada

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa dunia ini butuh keseimbangan. Kemampuan konsumsi seluruh umat manusia yang sekaligus membebaskan panas ke lingkungan harus diimbangi dengan kemampuan lingkungan untuk menyerap hal tersebut lalu membentuknya kembali menjadi versi energi yang tidak menghasilkan panas melainkan tetap netral (energi mentah). Berikut ini beberapa bahan-bahan utama, alami dan buatan yang bermanfaat untuk menyerap seluruh energi yang telah dilepaskan melalui aktivitas keseharian umat manusia.

  1. Atmosfir. Merupakan bahan utama dan pertama yang menjadi pelindung bumi dari berbagai radiasi sinar matahari langsung.
  2. Lautan yang luas. Di dalam laut ada berbagai-bagai jenis makhluk hidup yang sangat membutuhkan cahaya matahari. Bahkan salah satu komponen terbesar dalam air asin ini adalah klor yang bermuatan negatif juga sehingga seluruh permukaannya menjadi bahan penyerap panas terbesar di seluruh permukaan bumi.
  3. Awan. Dihasilkan dari proses penguapan lautan, pepohonan dan tumbuhan hijau yang menyimpan air, tanah, perairan juga segala makhluk yang diam didalamnya. Sistem perawanan yang tinggal dan hinggap di lingkungan sekitar anda bagaikan sebuah tameng yang sangat bermanfaat untuk menahan laju sinar matahari sehingga udara disekitar anda tetap sejuk sekalipun di siang hari. Sistem pelindung alamiah ini hanya kita temukan di daerah-daerah tropis dimana hampir sepanjang tahun awan menutupi wilayah tersebut.
  4. Tumbuhan hijau (segala tanaman yang memiliki klorofil, mulai dari tingkat yang rendah (sederhana) sampai tingkat tinggi). Kemampuan tanaman berklorofil untuk menyerap panas berbeda-beda tergantung dari besar ukuran tanaman tersebut. Semakin besar (pohon) maka semakin banyak pula cahaya matahari yang mampu diserapnya.
  5. Daerah perairan (air tawar) terbuka. Sungai-sungai dan danau disekitar anda masih tetap menyerap panas sebab mengandung ion negatif (Odan Cl) walau jumlahnya tidak sebanyak yang terkandung dalam air laut.
  6. Permukaan tanah dan batuan. Permukaan tanah dan batuan alamiah merupakan bahan campuran yang didalamnya terdapat berbagai macam unsur, termasuk yang bermuatan negatif terlebih lagi muatan yang positif. Pada dasarnya, struktur yang keras dibentuk oleh gabungan berbagai unsur bermuatan positif.
  7. Manusia dan hewan. Sebagai makhluk hidup yang organik tentu saja tubuh kita mampu menyerap panas namun sifatnya terbatas. Biasanya bila panas yang diserap sudah melebihi suhu tubuh maka akan terjadi sebaliknya, yakni menguapkan dan mengembalikan energi tersebut ke udara (lingkungan sekitar).
  8. Bahan dari kayu. Bahan bangunan dari kayu biasanya sangat netral dan tidak mudah panas bila terpapar sinar matahari. Ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh karena bahan utama penyusun berbagai macam jenis kayu sebagai salah satu jenis makhluk hidup adalah klor.
  9. Bahan dari kain. Bila pakaian yang anda gunakan berasal dari bahan sintetik (buatan) maka sudah otomatis pakaian tersebut akan terasa panas dan gerah saat digunakan sehari-hari. Akan tetapi, jikalau bahan baju yang anda gunakan terdiri dari bahan-bahan alamiah yang berasal dari alam, misalnya sutra dan kapas maka dapat dipastikan bahwa penggunaannya sangat nyaman (bahkan dingin) karena mampu menyerap suhu tubuh dalam jumlah besar. Asal saja pakaian yang anda gunakan mengandung bahan alamiah yang terdiri dari ion Odan Cl maka sudah otomatis penggunaannya sangat sejuk di badan.
  10. Bahan dari beton. Sekalipun kandungan ion negatif dalam rumah beton masih terbilang sedang-sedang saja, tetap saja ia mampu menyerap panas dalam jumlah tertentu lalu memantulkannya kembali saat itu sudah melebihi ambang batas baginya.
  11. Bahan dari besi. Besi dan bahan-bahan logam lainnya (metal: baja, nikel, aluminium) seharusnya bebas dari ion negatif. Kekerasan, ketahanan dan keunikan yang ditunjukkan oleh bahan yang satu ini sangat bergantung pada kandungan/ jumlah ion negatif didalamnya. Artinya, semakin sedikit jumlah ion negatif di dalamnya maka semakin keras/ kokoh strukturnya. Bahan ini sedikit sekali menyerap energi cahaya matahari dan selebihnya akan kembali dipantulkan ke lingkungan sekitar.
  12. Bahan dari kaca. Biasanya tidak mampu menyerap panas melainkan lebih berorientasi untuk membiarkannya masuk saja atau memantulkannya kembali ke lingkungan sekitar.
  13. Bahan-bahan dari plastik. Umumnya bahan-bahan ini mampu menyerap panas dalam kadar kecil lalu selebihnya akan dilepaskan ke lingkungan sekitar. Instensitas dan kemampuannya untuk melakukan hal ini dipengaruhi oleh jumlah unsur bermuatan negatif yang terkandung didalamnya.

Ketahuilah bahwa jumlah energi matahari yang sampai ke bumi selalu sama hari lepas hari. Diawal penciptaan bumi ini masih panas karena pengaruh global warming. Tetapi tumbuhan hijau yang sudah ada sejak saat itu mulai mengkonversikan energi panas tersebut kepada bentuk-bentuk lain sehingga lama kelamaan permukaan bumi semakin mendingin. Manusia menggunakan sumber daya yang ada dengan cara melepaskan kalor aktif ke lingkungan sekitarnya tetapi tumbuh-tumbuhanlah yang kembali mengikat kalor aktif tersebut menjadi kalor pasif lalu mengubahnya dalam bentuk senyawa organik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (misalnya, karbohidrat, lemak dan protein).

Bumi ini butuh keseimbangan energi agar jumlah panas yang kita lepaskan melalui berbagai aktivitas sehari-hari dalam satu waktu dapat diserap kembali oleh mekanisme alamiah yang ada. Selama jumlah yang dikonsumsi (kalor aktif yang dilepas) sama dengan jumlah yang diserap (kalor pasif yang dikonversikan) maka selama itupula negeri ini bebas dari dampak buruk pemanasan global. Harus ada kerja sama antara komponen masyarakat baik secara horizontal (sesama rakyat) maupun vertikal (terhadap pemerintah) sehingga upaya penyesuaian ini  berhasil. Akan tetapi bila kehendak bebas, ditambah hawa nafsu dan ketamakan (kerakusan) menguasai manusia maka akan terjadi pemborosan sumber daya yang akan melepaskan beban kalor aktif ke lingkungan sehingga bumi inipun semakin panas saja (efek global warming).

Salam hijaukan Indonesia!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s