+10 Cara Berperang Zaman Sekarang – Peperangan Membuat Perjuangan Hari Ini Lebih Hidup, Menarik, Membakar Semangat – Ujian Sosial Membuat Hidupmu Lebih Seru Asal Mampu Memaknainya

Cara Berperang Zaman Sekarang - Peperangan Yang Membuat Perjuangan Hari Ini Lebih Hidup, Menarik, Membakar Semangat – Ujian Kehidupan Membuat Hidupmu Lebih Seru Bila Mampu Memaknainya

Perang adalah (1) permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dan sebagainya); (2) pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih (tentara, laskar, pemberontak, dan sebagainya); (3) perkelahian; konflik; (4) cara mengungkapkan permusuhan (KBBI OFFLINE). Merupakan peristiwa pertentangan/ permusuhan yang diawali dari perselisihan antara kedua belah pihak dan diikuti dengan tekanan demi tekanan, baik secara verbal, fisik, sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan bentuk-bentuk lainnya. Setiap dari kita pasti pernah mengalaminya dan ada yang pada akhirnya bersukacita dan adapula yang mengalami tekanan, rasa sakit bahkan penderitaan.

Pernahkah anda melihat film perang? Perang dunia pertama dan kedua, antara Jerman (NAZI) dan sekutu, antara jepang dan sekutu, juga peperangan yang tidak kalah serunya adalah antara super hero dengan super psikopat dan lain sebagainya. Deru peperangan yang kita lihat dibalik layar kaca lebih seru untuk disaksikan dibandingkan dengan film-film telenovela yang datar dan benuansa romantis. Walau sesungguhnya kamipun menyadari bahwa dalam film bertemakan cinta dan keluarga ada pula perselisihan yang cukup alot. Sadar atau tidak, sebenarnya peperanganlah yang membuat hidup kita lebih menarik dari hari ke hari.

Apakah selama ini anda merasa bahwa hidup ini sepertinya datar-datar saja? Seolah tidak ada semangat karena semuanya terasa aman dan nyaman juga terkendali? Sepertinya bosan menghadapi aktivitas hidup yang begitu-begitu saja, mengikuti ibu pertiwi (bumi) yang selalu mengitari matahari sekali setahun : 1 X 24 jam dan 365 kali dalam satu tahun mutar musing pada orbitnya (urusannya) sendiri! Inilah masalah yang dialami oleh anak zaman sekarang karena tidak ada lagi yang mau dilawan atau dikalahkan. Coba kita hidup di zaman perjuangan di tahun 1945, pastilah semangatnya berkobar-kobar walau badan ini berdarah-darah, hidup semangat ’45.

Siapakah orang yang tidak mau berperang? Anda dan kami bahkan semua orang juga mau melakukannya. Seolah tangan, kaki dan bibir ini begitu gatal untuk melakukannya, melawan semua orang yang pantas dilawan dan menjatuhkan semua pihak yang pantas dijatuhkan juga mengalahkan setiap pribadi yang pantas dikalahkan. Oleh karena animo masyarakat yang sangat tinggi tentang peperangan maka mulailah orang membuat game-game komputer-PC, play stasion, x-box dan lain sebagainya yang berupa simulasi nyata dari peristiwa dalam peperangan.

Manfaat perang bagi kehidupan

Ada keseruan, ada semangat, ada perjuangan, ada tawa dan ada juga penderitaan yang bercampur aduk menjadi satu dalam peperangan. Inilah yang membuat suasan hati menjadi hidup, yakni perbedaan rasa. Jadi bisa dikatakan bahwa saat rasa dalam hati anda senang terus, tawa terus, tenang terus, damai terus menerus; justru hal-hal yang stagnan inilah yang membuat kehidupan anda mati rasa bahkan seolah-olah anda berada dalam peti mati, tinggal menunggu dikuburkan orang saja. Oleh karena itu, kita harus mengambil tantangan sebagai sebuah salib untuk membuat rasa dalam diri kita campur aduk sehingga hidup kita lebih menarik dan penuh semangat untuk dilalui hari lepas hari.

Peperangan dalam hidup manusia adalah suatu usaha yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan diri, meng-upgrade kepribadian sendiri dan mengasah potensi yang dimiliki. Kompetisi tidak selalu buruk asalkan dijalankan dengan cara-cara jujur, terbuka dan transparan. Disini kami mengajak anda untuk berpikir jernih, untuk apa menunggu kompetisi yang besar baru mau berjuang dalam hidup ini. Mari memulai peperangan dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Sadarilah bahwa hal-hal kecil menjadi batu pijakan bagi kita untuk menemukan dan menyelesaikan sesuatu yang besar.

Besar kecilnya peperangan yang kita alami saat ini, selalu ada rasa yang campur aduk didalamnya, sedih, senang, suka, duka, tawa, tangis, canda bahkan saat-saat tertekan dan menderita juga ada. Tanpa anda sadari,  hal-hal semacam inilah yang membuat kita belajar untuk terbiasa sembari belajar menyesuaikan diri dengan segala rasa yang ada. Jikalau anda sudah dewasa dan mampu belajar dari segala rasa itu maka menjadi terbiasa sehingga di dalam kesakitan dan kepahitanpun terasa biasa saja (tidak sakit dan tidak membuat gundah gulana lagi) malahan bisa dinikmati dan disambut dalam ramah-tamah menebar kebaikan kepada semua orang. Selanjutnya, Manfaat masalah sosial

Mulailah berperang dalam hal-hal kecil – ujian kehidupan membuat hidupmu lebih seru jika mampu memaknainya

Bila anda melihat peperangan di televisi dan media lainnya sampai menimbulkan benturan fisik bahkan darahpun berceceran dimana-mana maka hal itu adalah sesuatu yang terlalu besar untuk kita saat ini. Sebab masa-masa perang yang penuh tangis dan darah telah lama berlalu. Ketahuilah bahwa saat ini, musuh utama kita bukanlah orang lain melainkan diri kita sendiri yang penuh (1) kelemahan (kekurangan-kecacatan), (2) hawa nafsu yang sesat (semisal, ketamakan, seks), (3) kebinatangan (amarah, kebencian, dendam, kekerasan) dan (4) berbagai jenis kejahatan lainnya.

Satu hal lagi yang mendorong kita dalam peperangan yang sejati adalah pada (5) bakat yang kita miliki. Ketahuilah bahwa dimana ada potensi maka disanalah ada hal-hal yang harus digali dan digali, lagi dan lagi. Banyak waktu luang anda yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang positif dan dedikasikanlah itu salah satunya kepada pencarian, pembinaan, penggalian demi mengembangkan bakat yang dimiliki sehingga menjadi sesuatu yang benar-benar unik, khas dan bermanfaat bagi semua orang. Dedikasikanlah semuanya itu untuk kemuliaan nama Tuhan bukan untuk mencari nama atau mencari-cari sensasi dari lingkungan sekitar.

Satu kunci sederhana untuk membuat kita selalu dalam keadaan berperang adalah saat memikul salib demi kebenaran. Saat kita bisa berjuang dan diuji demi kebaikan hati maka disaat itulah kita berada di wilayah perang. Jangan muluk-muluk berharap untuk menemukan perang yang besar, berdampak luas dan superior melainkan berperanglah  dalam ujian kehidupan yang sedang anda alami saat ini. Saat ini, jarang orang yang mau menguji sesamanya sehingga hidup kita tidak seru setiap saat. Oleh karena itu, anda harus menemukan salib yang walau kecil dan sederhana tetap bisa melatih mental kepribadian dan sikap yang diekspresikan sehari-hari, yaitu ramah tamah.

Cara Berperang di zaman sekarang

Tanpa peperangan maka hidup kita terasa datar karena rasanya itu-itu saja. Ada saatnya dalam kesehariaan ini dimana kita mengambil resiko untuk melakukan sesuatu yang sekalipun sederhana namun cukup menantang. Anda harus menemukan sesuatu untuk menantang diri sendiri di segala waktu yang dimiliki sehingga diri ini tidak terus dalam rasa senang, tenang, damai dan tentram. Perbedaan rasa yang kita alami melalui rasa sakit akan memberi pelajaran penting bagi kehidupan kita.

  1. Komitmen.

    Perlu tekad yang kuat dan bulat untuk masuk dan berperang dalam situasi saat ini yang lebih cenderung kepada kenyamanan. Anda harus menemukan makna positif dari setiap gejolak sosial yang dialami lalu merasa bahwa itu penting. Saat kita menyadari bahwa suatu hal sangatlah penting untuk dilakukan maka mulai dari situlah muncul komitmen untuk menjalaninya sebagai sebuah pilihan hidup terbaik sekalipun tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang menilai dan memuji tindakan tersebut.

  2. Cintai sesuatu.

    Setiap orang harus memiliki cinta selama hidup di dunia ini. Dengan cinta itulah kita terus dilatih dan sekaligus melatih diri untuk tetap berpikiran positif dan mengekspresikan kasih kepada sesama. Untuk orang yang kita cintai rela melakukan apapun dan menjadi sarana curhat saat masalah disana dan disini terjadi. Saat mengasihi seseorang maka kita dilatih untuk mulai memberi manfaat kepada mereka dari hal-hal yang sederhana. Cintalah yang mengilhamkan dan membantu kita untuk selalu peduli dan perhatikan kepada orang lain.

    Cintai orang tuamu teman dan pastikan bahwa cinta sejati anda adalah Tuhan. Bahkan kami sendiri hendak memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang menjadi cinta pertama kami dan Ia jugalah yang mengajari kami untuk berbagi kasih kepada sesama termasuk dalam hal menulis blog ini.

  3. Fokus Tuhan, penghiburan utama sekaligus membuat pikiran positif (persepsi baik).

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasBaik tidaknya suasana hati sangat ditentukan oleh fokus pikiran. Semakin positif pikiran ini maka semakin baik dan bahagia hati bahkan dalam diampun ketenangan dan kelegaan juga damai itu terasa begitu nikmat di langit-langit. Selama anda mampu menjaga fokus kehidupan maka selama itu pula hidup terus-menerus direparasi dari dalam oleh Yang Maha Kuasa.

    Saat sedang berada dalam situasi berperang maka fokus kehidupan sangat menentukan sikap: perilaku dan perkataan menanggapi perlakuan seseorang yang mungkin saja buruk kepada diri ini.  Semakin memikirkan Tuhan maka semakin dekat hubungan baik dengannya sehingga berbagai cerita dendam dan pikiran kotor lainnya akan dijauhkan dari keseharian ini.

  4. Kebaikan hati, penghiburan sekaligus kesempatan mencicipi ujian kehidupan.

    Sudahkah anda berbuat baik selama satu hari ini? Jadwalkanlah perbuatan baik itu sehingga anda mampu menemukan kesempatan Tidak perlu muluk-muluk melainkan mulailah dari keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja, teman sekolah/ kuliah dan lain sebagainya. Salah satu kebaikan yang paling sederhana adalah ramah tamah (Senyum, sapa, sentuh, terimakasih, maaf dan tolong), apa susahnya melakukan hal ini.

    Kami akui bahwa ada tantangan besar saat melakukannya, bagaimana kalau dia tidak menjawabnya? Bagaimana kalau dia tidak membalasnya kelak? Rupa-rupanya dia tidak hanya acuh tak acuh melainkan menghina balik? Bukankah ini adalah salah satu cara anda untuk berperang dalam dunia?

    Sadarilah bahwa hidup cari aman terus-menerus tidak enak banget. Saat kita tidak memiliki salib maka ada kecenderungan hal-hal yang negatif masuk dalam pikiran dan ujung-ujungnya adalah melakukan perbuatan menyimpang. Oleh karena itu, tetap beranikan diri untuk melakukannya, ini adalah peperanganmu! Merasakan sakit, terluka dan pahit adalah baik agar andapun bisa belajar menyesuaikan diri sehingga menjadi terbiasa lewat kejadian tersebut.

  5. Menantang diri sendiri lewat bakat yang dimiliki.

    Masakan musim kompetisi ada setiap waktu, di daerah kami justru hanya sekali setahun saja. Tapi bukan berarti karena tidak ada perlombaan maka anda dapat bersantai-santai dan membiarkan diri lemah sehingga potensi yang dimilikipun turut melemah. Oleh karena itu anda harus menantang diri sendiri dengan terus mengasah kemampuan dan melatih diri agar bakat yang dimiliki terus dipertajam hari lepas hari.

    Ada yang mengatakan bahwa potensi seseorang identik dengan hobi yang dimilikinya. Mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki kegemaran khusus yang dapat mendatangkan manfaat bagi sesama, latih, tekuni dan kembangkan itu teman.

    Bagi anda yang masih belum memiliki potensi maka ikuti saja kata hatimu dan selesaikan pekerjaanmu teman. Terkadang bakat yang kita miliki adalah ‘mampu menyelesaikan pekerjaan yang telah dipercayakan kepada kita. Artinya, potensi yang kita miliki sama dengan/ ada pada/ terletak pada pekerjaan yang dilakukan sehari-hari.

  6. Mau berperang maka keluarlah dari zona nyaman

    Hanya hewan di hutan belantara yang maunya hidup nyaman terus, sebab dimana ada sosialisasi dan proses berbaur dengan sesama maka disanalah ada masalah dan ujian kehidupan. Oleh karena itu, jangan mau aman terus melainkan pikul salib demi kebenaran dan kebaikan hati. Saat anda mampu keluar dari zona nyaman maka saat itu juga anda dilatih untuk mampu kuat, bertahan namun tetap lembut saat berperang dengan sesama.

  7. Walau berada dalam zona perang (war zone) tetapi tetap merasa tidak punya musuh.

    Tahukah anda bahwa peperangan itu sangat melelahkan: menguras banyak energi dan materi. Oleh karena itu, untuk meringankan beban dan tekanan ini ada baiknya jikalau anda mulai membersihkan pikiran dengan merasa bahwa tidak ada satu orangpun musuh disekitar. Kata-kata “permusuhan” agak lebih berat untuk di bawa dalam hati. Sebaiknya anggap saja mereka sebagai rival bahkan sebagai rekan kerja yang dapat mengasah potensi yang dimiliki.

    Bebaskan pikiranmu dari menilai orang lain yang terlalu cepat lalu memetak-metakkan mereka, menggolongkan ini sebagai musuh sedangkan yang lain adalah kawan. Ini sama saja dengan kita menghakimi orang lain terlalu dini. Oleh sebab itu, milikilah sifat yang generalis terhadap siapapun.

    Hindari sikap terburu-buru men-judge orang lain sebab ini adalah awal dari munculnya keengganan dan ketakutan untuk menghadapinya.

  8. Memaafkan semua orang yang bersalah kepada anda.

    Ini adalah kunci utama dari perang suci untuk memerangi kebinatangan (rasa benci, amarah, dendam dan kekerasan) yang sudah ada dalam diri ini. Saat anda tidak mampu memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain maka dapat dipastikan bahwa cepat ataupun lambat binatang yang ada di dalam hatimu akan bangkit lalu menyerang siapa saja secara membabi buta. Selain itu melupakan kejadian buruk yang telah lama berlalu akan membawa kita dalam kebebasan berpikir yang benar-benar unlimited.

    Memaafkan seseorang adalah salah satu cara mengalahkan ego sendiri atau lebih tepatnya kebinatangan yang sudah lama bersarang di dalam hati ini.

  9. Hindari sifat mencari-cari siapa yang menang dalam sebuah perang.

    Terkadang hati kita tidak terima dengan apa yang telah terjadi. Ada kecenderungan diri ini untuk memenangkan sebuah gejolak sosial/ gangguang yang tengah berlangsung. Sadarilah bahwa hawa nafsu semacam ini tidak akan membawamu dalam kedamaian dan ketentraman melainkan akan mendesak dan memaksamu untuk melakukan ini dan itu yang sebenarnya tidak penting. Jika hal-hal semacam ini muncul dari dalam hatimu maka tekan dan hancurkanlah kesombongan itu sembari membiarkan diri kalah. Banyak orang yang tidak mau kalah terjebak dalam ego keakuan yang menggiringnya untuk melakukan perbuatan menyimpang.

  10. Menjauhkan diri dari rasa bersalah.

    Jangan saat kami mengatakan di blog ini untuk berperang maka semua orang juga akan ikut berbondong-bondong memerangi sesamanya dengan cara-cara kasar bahkan sampai berdarah-darah.

    Bukan itu yang kami maksudkan, melainkan anggaplah saat anda menjalani gejolak sosial, gangguang indra dan penghinaan adalah sebagai sebuah peperangan bagi diri sendiri, yaitu perang melawan, menenangkan dan mengendalikan berbagai hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya di dalam diri sendiri. Bila anda mampu mengontrol sepenuhnya keadaan ini maka resiko terjadinya kesalahan akan menjadi lebih rendah.

  11. Berterimakasih dalam rasa syukur buat semua yang dialami untuk menjadi bahagia.

    Anda harus mampu berpikiran positif dan mengambil sudut pandang yang baik dalam menilai ujian kehidupan yang dialami sehari-hari. Bila anda mampu melihat peperangan dalam pemurniaan hidup sebagai sesuatu yang positif untuk meraih masa depan yang lebih baik. Niscaya hati ini tidak lagi bersungut-sungut, menghakimi, mengkambing hitamkan dan mengeluh menghadapi situasi yang sulit melainkan justru hati ini merasa berterima kasih kepada orang-orang tersebut karena telah mau dengan rela hati (gratis tanpa dibayar) untuk mental dan kepribadianmu hari lepas hari.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Berbahagialah dengan apa yang anda lakukan dan lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

  12. Terima ada adanya, hidup mengalir seperti air.

    Di dalam segala sesuatu kita harus berjuang semaksimal mungkin. Selagi masih ada usaha yang bisa digiatkan maka selama itu pula kita melakukan yang terbaik untuk sebuah hasil yang terbaik pula. Sekalipun demikian, soal hasil yang kita peroleh pasrahkanlah semuanya itu kepada Tuhan, biarlah kehendaknya yang jadi dalam hidupmu.

    Hidup yang mengalir seperti air juga merupakan suatu tingkat penyesuaian diri yang mumpuni dalam segala situasi dimana selalu mampu mengikuti arus air yang deras namun tidak sampai hanyut apalagi tenggelam didalamnya.

  13. Biasa saja dan tidak berlebihan.

    Sikap ini diperoleh setelah anda terpapar secara berulang-ulang oleh rasa dan situasi yang berbeda-beda. Ini adalah awal dari sesuatu yang sudah terbiasa sehingga paling tidak sakit yang ditimbulkannya tidak sama seperti dulu lagi saat gejolak sosial itu terjadi kali pertama. Sikap biasa saja akan mencapai puncaknya saat dalam situasi tertekan dan ejekan dari mana-mana namun hati anda tetap menanggapinya datar saja bahkan bila perlu sekalian diramahin aja mereka.

    Sikap biasa saja juga diidentikkan dengan minat untuk melakukan sesuatu yang tidak berlebihan dan tidak terkesan sebagai sebuah pemborosan (mubazir). Oleh karena itu, kenali kesombonganmu lalu berusahalah untuk meminimalisir benih-benih lebay yang ada di dalam hati.

  14. Santai dan tenang dalam bertindak.

    Sikap santai lebih kepada ketenangan dalam berpikir. Saat kita tidak bersalah, mengapa harus takut? Perilaku semacam ini juga identik dengan tempo gerakan yang tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat melainkan yang sedang-sedang saja. Terkadang saat kita terburu-buru, apa yang ada dalam kepala kita tidak sempat disampaikan kepada orang lain alias konektivitas antara organ berkurang saat melakukan sesuatu yang tergesa-gesa sehingga beresiko tersandung dan jatuh.

  15. Lakukanlah semuanya itu secara konsisten dan tekun hingga menjadi budaya

    Konsisten menekuni rutinitas tertentu akan membuat diri ini menjadi terbiasa melakukannya. Kebiasaan yang dilakukan bersabar, dengan tekun, penuh kerja keras dan konsisten akan menjadi budaya yang mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri bagi orang-orang yang melakukannya.

Tanpa peperangan, hidup kita terasa dingin bahkan lebih dingin dari es batu. Dibutuhkan beberapa gejolak ringan yang dapat melatih diri ini agar tetap waspada, selalu menarik dan bersemangat menjalani hari demi hari. Peperangan yang kita lakukan saat ini bukanlah untuk melawan dan menentang orang lain sebab ada peraturan-hukum yang bisa diandalkan untuk menghakimi setiap pelanggaran. Melainkan perang yang kita hadapi sekarang lebih kepada berperang untuk melawan angkara murka dalam diri sendiri, yaitu meminimalisir, menekan, menepis bahkan bila dimungkinkan maka  untuk menghilangkan hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya dari dalam hati. Sadarilah bahwa perjuangan dalam perang akan membentuk kita menjadi manusia yang tangguh tapi tetap santun dalam bersikap kepada sesama.

Salam sejawat!

Iklan

3 comments

  1. […] Manusia harus selalu memiliki beban dalam setiap harinya. Beban itulah yang membuat kita sibuk sehingga terus bergumul untuk menetralisir dan mengatasinya. Salah satu beban hidup yang paling besar ada di dalam diri kita sendiri, yaitu menjauhkan segala keinginan (hawa nafsu) yang sesat, kebinatangan (rasa benci, dendam, amarah, kekerasan) dan sifat-sifat jahat lainnya yang tengah dorman (tertidur) di dalam diri kita. Satu-satunya cara untuk mengaktifkan kejahatan di dalam hati yakni dengan selalu bermasalah kepada orang lain. Cara paling sederhana untuk bermasalah adalah lewat kebaikan yang diekspresikan setiap hari yang dimulai dari hal-hal kecil, misalnya ramah tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, maaf, terimakasih), menjadi pendengar yang baik dan lain-lain. Ada tantangan saat melakukan hal ini sebab tidak semua kebaikan kita dibalaskan dengan kebaikan terkadang kebencian yang menjadi upahnya. Pada situasi inilah kebinatangan, hawa nafsu sesat dan kejahatan di dalam hati bangkit sehingga lewat semuanya itu kita bisa belajar untuk mengendalikan diri – mengendalikan sisi negatif/ buruk dalam diri ini. Teruskan, perang manusia zaman sekarang. […]

    Suka

  2. […] Apa yang diperebutkan dalam perang? Dahulu kala peperangan yang dilakukan erat kaitannya dengan perebutan wilayah, kekuasaan dan sumber daya. Akan tetapi di zaman sekarang pergumulan yang dihadapi oleh umat manusia adalah perang konspirasi ilmu pengetahuan. Selama anda mengetahui dimana ilmu pengetahuan yang benar maka selama itu kita aman dari penindasan. Akan tetapi jikalau anda jatuh dalam ilmu pengetahuan yang salah maka disaat itulah hidup kita secara diam-diam diperbudak, diperas dan ditindas oleh orang lain. Peperangan manusia zaman sekarang […]

    Suka

  3. […] Jaman dulu manusia belum sejahtera dan saling menyakiti satu sama lain yang diperparah karena tidak adanya hukum yang mengatur kehidupan. Peperangan adalah bentuk perlawanan untuk menegakkan keadilan. Tetapi zaman sekarang manusia lebih fokus untuk melawan hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya dalam dirinya sendiri. Tips menghadapi peperangan hidup. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s