Komisi Pertimbangan Emisi Karbon Di Butuhkan Oleh Indonesia

Komisi Pertimbangan Emisi Karbon Di Butuhkan Oleh Indonesia

Manusia dan uang tidak bisa dipisahkan. Selama kita mampu mengendalikan diri dan mengendalikan hawa nafsu terhadap hal-hal yang buruk itu maka selama itupula kehidupan ini aman dan orang lainpun nyaman. Tetapi, kadang-kala hari-hari kita diselingi oleh hal-hal yang tidak biasa. Karena memiliki banyak sumber daya bukan berarti kita bisa melakukan apa saja. Berhati-hatilah memanfaatkan kertas ajaib itu agar tidak justru membawa kehancuran bagi mereka yang hidupnya masih berada di daerah rawan bencana.

Sadar atau tidak, peduli atau tidak, harus anda ketahui bahwa uang adalah penyebab utama dari pemanasan global. Ia memang tidak melakukan kerusakan secara langsung namun menjadi faktor sekunder yang membuat banyak pihak melakukan pemborosan sumber daya. Karena orang-orang ini kaya raya maka mereka menggunakan uangnya secara sewenang-wenang, tanpa kendali juga tanpa kenal lelah. Bila hal ini terus menerus dibiarkan maka ada kecenderungan kemampuan alam dan lingkungan sekitar untuk menghasilkan sesuatu tidak sebanding dengan tingkat konsumsi orang Indonesia yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Sayang, pemerintah tidak mampu mengatur sepenuhnya kepemilikan kertas ajaib ini. Sebab dalam demokrasi setiap orang bebas memiliki berapapun dan menggunakannya dimapun juga. Akan tetapi sebagai langkah antisipasi terhadap pemborosan sumber daya yang ada perlu dibentuknya suatu komite yang mempertimbangkan secara bijak, berapa kemampuan negeri ini untuk menghasilkan sumber daya dan berapa pula tingkat konsumsi yang biasa dilakukan. Sehingga pembebasan energi dalam proses konsumsi terserap kembali dengan penuh oleh aktivitas tumbuhan hijau yang terjadi disekitar kita. Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk memperkecil resiko bertambahnya masa jenis udara sehingga bencanapun tidak semakin merapat di negeri ini.

Prinsipnya adalah keseimbangan alam, bila pemerintah tidak mampu membatasi aksi dari hulu maka diperlukan aturan tegas yang mengikat untuk mengendalikan aktivitas di hilir. Pemerintah perlu membuat semacam aturan sendiri yang didasarkan pada perlindungan terhadap seluruh warga masyarakat agar penggunaan sumber daya tidak dilakukan secara berlebihan sehingga cenderung merusak hutan-hutan lindung yang telah ada. Komisi pertimbangan emisi tidak perlu memperhatikan hal-hal kecil, misalnya pembangunan rumah oleh rakyat biasa, pemukiman, kendaraan masal (bus) dan sebagainya. Melainkan lebih mengkonsentrasikan diri terhadap penggunaan sumber daya berskala  besar, misalnya rumah mewah, gedung bertingkat/ pencakar langit dan lain sebagainya.

Ini diperlukan agar orang-orang yang bekerja di pemerintahan selamat dunia dan akhirat. Dewan pengawas emisi gas rumah kaca mengawasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia di alam sekitar kita. Pemborosan sumber daya oleh pihak-pihak tertentu harus dibatasi tanpa pembatasan maka kecepatan alam membangun sumber daya yang baru tidak sebanding dengan kemampuan konsumsi sumber daya yang dimaksud. Misalnya saja, jumlah konsumsi masyarakat tehadap makanan dan minuman sangatlah tinggi tetapi jumlah bahan pangan yang dihasilkan oleh pertanian tidak mampu mengimbangi tingkat konsumsi tersebut sehingga mulailah timbul berbagai-bagai peristiwa yang memilukan dan memakan korban jiwa, misalnya saja busung lapar, kelaparan, kekurangan gizi dan lain sebagainya. Contoh lainnya adalah dalam penggunaan bahan dari kayu, harus ada pembatasan, misalnya tahun ini berapa batang pohon berkayu yang dapat di tebang dan berapa pula yang perlu ditinggalkan untuk menjaga udara tetap bersih. Tanpa pengawasan yang ketat maka ada kecenderungan resiko timbulnya bencana alam yang semakin besar pula.

Penggunaan uang yang tidak bijak, hanya berdasarkan hawa nafsu dan hasrat bebas  akan menuntun setiap orang untuk membunuh sesamanya walaupun secara tidak langsung. Oleh karena itu, kendalikan emosional anda saat menikmati materi dan pastikan untuk menggunakan apa yang diperlukan saja. Jumlah konsumsi masyarakat kelas atas terhadap sumber daya yang besar harus dibatasi oleh komisi pertimbangan emisi karbon untuk mengantisipasi terus meningkatnya suhu permukaan bumi (global warming). Tanpa pembatasan ini maka kita sama saja membiarkan rakyat biasa untuk mengalami tekanan dan ketidaknyamanan melalui cuaca ekstrim.

Salam hijaukan Indonesia.

Iklan

One comment

  1. […] Menyadari betapa besarnya resiko yang ditimbulkan oleh uang maka ada baiknya jikalau penggunaannya dibatasi oleh pemerintah. Jikalau pemanfaatkan yang satu ini dibiarkan begitu saja maka ada kecenderungan keadaan alam semakin terdegradasi oleh banyaknya kendaraan pribadi dan bangunan-bangunan mewah nan megah sehingga suhu permukaan bumipun turut meningkat drastis. Keadaan ini akan meningkatkan tekanan kepada pemerintah dari pihak rakyat kecil karena mereka yang tidak punya apa-apalah yang sangat merasakan dampak buruk dari cuaca ekstrim ini. Oleh karena itu, pemerintah harus membatasi pemakaian sumber daya, baik bahan bakar, bahan bangunan dan sumber daya alam lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan komisi pertimbangan emisi karbon sehingga Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara energi yang dipakai dan energi yang mampu diserap kembali sehingga penumpukan energi secara bebas tidak terjadi di lingkungan yang berpotensi menyebabkan meningkatnya suhu permukaan bumi. Lagi, Dewan pengawas emisi gas rumah kaca […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s