11 Cara Tetap Bahagia, Awal Kebahagiaan Adalah Menjaga Konsentrasi Pikiran Agar Tetap Berpikir Positif

Cara Tetap Bahagia, Awal Kebahagiaan Adalah Menjaga Konsentrasi Pikiran Agar Tetap Berpikir Positif

Kristen Sejati – Takaran kebahagian untuk masing-masing orang berbeda-beda satu sama lain. Tetapi pada hakekatnya terdapat dua belahan – kelompok besar dari semuanya itu, yakni bahagia hati dan bahagia indra. Ada orang yang menganggap bahwa jikalau indranya sudah dipenuhi oleh hal-hal yang gemerlapan maka ia merasa berbahagia. Ada pula orang yang menganggap bahwa bahagia itu adalah kemampuan memanajemen mindset agar tetap positif tertuju kepada Tuhan dalam segala situasi. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kedua-duanya harus dipenuhi agar tetap bahagia.

Pada dasarnya, baik kebutuhan indra maupun kebutuhan hati sama-sama harus terus-menerus dihasilkan sehingga paparannya selalu mengaktifkan organ-organ yang ada disana. Artinya, bila organ dibagian-bagian tersebut tidak terpapar oleh sesuatu maka disaat itu jugalah ada kekosongan sehingga kebahagiaanpun berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Untuk mengaktifkan organ di indra maka anda harus senantiasa membeli dan membeli lagi. Sedangkan untuk senantiasa mengaktifkan organ hati (pikiran) maka anda harus memikirkan hal-hal yang positif (salah satunya dengan memuji dan memuliakan nama Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian) dimana untuk melakukannya sama sekali tidak dibutuhkan biaya alias gratis, istilahnya free.

Bahagia indra

Kebahagiaan indra

Baiklah, mari kita bahas semua tentang indra. Saat reseptor pengindraan mencitrakan sesuatu yang ada di luar diri ini maka rasa yang ditimbulkannya bisa jadi hanya beberapa menit saja, tergantung dari cara menikmati, kebiasaan dan hati yang berterima/ bersesuaian (antara kenyataan dan apa yang diinginakn). Segala sesuatu yang ada di luar diri kita berhubungan erat dengan materi yang nama lainnya adalah uang. Artinya orang yang mendominasikan bahagianya pada mata, telinga, hidung, lidah dan kulit adalah kaum materialistik.

Kebahagiaan Semu

DASAR TEORI BAHAGIANYA INDRA : alirannya berasal dari luar ke dalam. Saat mata, telinga, hidung, lidah dan kulit terpapar oleh hal-hal yang menerutnya baik, berkualitas dan indah maka saat  itulah hati berbahagia. Bisa juga dikatakan bahwa kebahagiaan indra sangat membutuhkan aksi permulaan – pendahuluaan dari luar. Tanpa materi tidak ada rasa bahagia.

Orientasi kebahagiaan pada indra harus menjadi orang yang materialisme baik tingkat rendah, sedang dan tinggi. Selama anda berada dalam posisi ini maka selama itu pula ada anggapan bahwa uang adalah segala-galanya. Tanpanya maka hati terasa hampa dan hidup tidak berarti. Orang-orang seperti ini juga lebih cenderung kepada sikap yang rela mengorbankan apapun demi uang. Harga diri, kehormatan, kesucian bahkan keyakinan yang dimilikipun akan ditinggalkan begitu saja demi mengejar materi disana dan disini.

Terlalu fokus untuk membahagiakan diri lewat indra akan membuat orang tidak peduli lagi dengan kebenaran bahkan orang lainpun akan ditindas, dimanfaatkan dan dijadikan alat olehnya demi keuntungan sesaat. Manusia tidak lagi memikirkan sesuatu yang baik dan adil bagi sesamanya melainkan semua dilakukannya demi uang dan uang. Kebiasaan inilah yang pada akhirnya mendatangkan celaka dalam kehidupannya dikarenakan oleh kerakusan akan materi sehingga menyebabkan kerugian bagi orang lain dan juga bagi diri sendiri.

Mereka dengan indra yang tamak akan bergerak dalam mode konspirasi untuk melemahkan banyak orang sehingga lewat kelemahan itulah mereka datang untuk membantu sekaligus beroleh bayaran setelah itu. Ini akan membuat mereka menjadi kaya raya berlipat ganda dan dengan uang itulah mereka membangun berbagai-bagai fasilitas pribadi yang glamour dan mewah yang memakan banyak sumber daya alam dan energi dalam pembangunannya. Tidak hanya itu saja, fasilitas, perumahan, gazebo, dan vila pribadi ini menyita banyak energi listrik secara operasional.

Bila pemakaian dan pelepasan energi ini terus-menerus berlangsung tanpa ada tindakan nyata untuk memperbaharuinya lalu menyerapnya kembali ditambah lagi dengan kerusakan lingkungan yang meraja-lela di mana-mana maka dapat dipastikan bahwa isu pemanasan global akan semakin santer. Suhu permukaan bumi di lingkungan sekitarnya akan meningkat dari tahun ke tahun yang akan menimbulkan bencana demi bencana. Mulai dari kejadian angin puting beliung, angin topan, banjir, longsor dan bencana alam yang lainnya hingga akhirnya membawa kiamat bagi masing-masing orang.

Saat kaum kapitalis, borjuis, materialis menjadi penguasa (terutama di bidang ekonomi) maka rakyat (orang-orang) dibawahnya akan tertindas dan tidak berkembang secara ekonomi. Orang-orang semacam inilah yang akan dikorbankan dalam berbagai gejolak sosial dan bencana alam yang muncul. Sedangkan mereka yang berduit, kaya, jutawan dan dekat dengan penguasa akan berada dalam posisi aman. Kekuasaan dan uang yang mereka milikilah yang menjadi penyelamat. Tetapi orang-orang yang terpinggirkan akan dibiarkan terseret oleh kerasnya penyakit, keributan sosial dan bencana alam.

Bisa dikatakan bahwa pada akhirnya, pihak-pihak yang kebahagiaannya begitu dominan di bagian indra akan diseret oleh hawa nafsunya. Sehingga kesombongan dan keserakahan menguasai hati lalu menyeret mereka dalam hawa nafsu akan materi yang terus berlanjut dari hari ke hari bahkan cenderung meminta lebih. Hawa nafsu yang tidak terkendali akan menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi inilah yang cenderung akan mengorbankan alam dan mengorbankan orang lain juga. Kebiasaan menikmati materi secara berlebiah inilah yang mempercepat dunia ini lebih dekat pada pintu kiamat.

Kebahagiaan hati.

Orang beragama kebahagiaannya terletak di dalam hati dan gemerlapan dunia tidak memiliki hubungan spesifik dengan rasa bahagia

Apakah sebenarnya anda mengetahui dari mana kebahagiaan itu berasal? Bukan dari luar diri ini tetapi dari dalam dirimu sobat. Mengapa demikian? Karena bahagia itu bercerita tentang rasa di hati. Jadi selama suasana hati anda tetap terjaga baik maka selama itu pula hidup akan senantiasa berbahagia. Akan tetapi, jika anda kurang mampu memanajemen pikiran sedemikian rupa sehingga hal-hal negatif, kotor, bau dan dekil memasuki otak anda maka bisa dipastikan bahwa bahagiapun pergilah.

Kebahagiaan Sejati

BAHAGIANYA HATI: rasa yang mengalir dari dalam ke luar sehingga apapun yang dicitrakan oleh indra, baik ataupun buruk akan mampu mendatangkan rasa bahagia. Keadaan ini membuat anda tidak harus ketergantungan dengan materi melainkan semua yang ada dapat disesuaikan dimana semuaya itu disyukuri dalam kepasrahan kepada Tuhan

Mereka yang mampu berbahagia di dalam hatinya tidak begitu ketergantungan dengan materi yang penting tiap hari bisa makan dan minum sehingga hidup terus berlanjut. Hanya mereka yang mampu menjaga fokusnya agar tetap tertuju kepada hal-hal positiflah yang dapat mewujudkan hal ini. Dimana salah satu cara terbaik melakukannya adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ditambah lagi kenyataan bahwa hati yang gembira adalah obat bagi semua masalah di dalam pikiran ini.

 Energi positif yang tetap aktif dalam pikiran anda akan menjaga hatimu tetap berbahagia sehingga dalam segala kondisi, baik ataupun buruk tetap mendatangkan kebahagiaan. Selama hati berada dalam kadar yang positif maka selama itupula rasa bahagia anda tidak akan pernah pergi sebab itu adalah inti kehidupan ini. Tetapi jikalau hal-hal yang buruk, kotor, dekil dan bau (tidak secara harafiah tetapi lebih kepada sikap manusia) maka bisa dikatakan bahwa disaat itu jugalah rasa sedih, galau, gundah, gulana, takut dan kuatir menguasai kehidupan anda.

Cara agar tetap bahagia, awal kKebahagiaan adalah menjaga konsentrasi pikiran agar tetap positif

Perhatikan ayat ini:

(Filipi 4:8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

dan ini,

(Kolose 3:2) Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Cara Menjaga input dan output kehidupan agar tetap bahagia

Selama anda mampu menjaga input kehidupan di jalan yang benar maka selama itupula outputnya akan menjadi baik. Masalahnya sekarang adalah apakah anda tahu apa itu input dan output? Tahukah anda bagaimana cara menjaganya? Inputnya adalah indra anda sedangkan outputnya adalah sikap dan kebaikan yang diekspresikan. Sedangkan faktor internal yang sama-sama mempengaruhi input dan output adalah fokus kehidupan anda.

Singkatnya, untuk menjaga hati tetap bahagia maka yang perlu anda atur adalah (a) fokus pikiran, (b) persepsi saat menanggapi sesuatu, (c) informasi yang dicitrakan oleh indra, (d) kemampuan mengabaikan pikiran kotor dan (e) kebaikan yang dilakukan sehari-hari. Berikut ini, beberapa langkah pasti yang anda butuhkan agar hati tetap bahagia selalu untuk seumur hidup bahkan sampai selamanya.

  1. Fokus pikiran – fokus kehidupan.

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasSelama fokus anda baik maka selama itu pula kehidupan anda baik sehingga bahagia itu tidak akan jauh-jauh darimu. Ini jelas harus dibiasakan sehingga hari demi hari diisi oleh hal-hal yang baik. Anda bisa saja menghabiskan waktu dengan bekerja atau belajar sehingga pikiran tetap dijauhkan dari hal-hal yang buruk. Kemana hatimu berjalan maka kesanalah pikiranmu tertuju.

  2. Miliki pikiran positif dan persepsi yang positif saat menanggapi segala sesuatu.

    Persepsi yang positif adalah kunci awal untuk menjaga hati ini. Saat anda mampu menjaga pendapatmu/ menjaga tanggapanmu terhadap situasi dan sesama maka saat itulah kehidupan kita akan menjadi jernih sehingga pikiran tetap psotif dan kebahagiaanpun tidak akan pernah beranjak dari dalam sana.

    Berhati-hatilah mengambil sudut pandang pribadi sebab persepsi anda syarat dengan ego dan kesombongan. Hati-hati juga saat mengambil sudut pandang orang lain sebab mindset seperti ini akan menggiringmu pada pemikiran yang cenderung membanding-bandingkan orang lain secara belebihan untuk sesuatu yang tidak penting. Namun pastikanlah bahwa anda melandaskan pola pikir pada sudut pandang Tuhan dan firman-Nya sehingga hati lebih damai, tentram dan penuh kelegaan dalam memandang hidup yang tidak selalu ramah kepada kita.

  3. Beraktivitas memberi manfaat.

    Bagaimana sikap anda dalam menjalani hidup? Selalu pastikan di dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa berbagi kasih dengan sesama. Jikalau dalam satu hari ini anda belum melakukan satupun kebaikan maka koreksilah dirimu kawan. Sebab kebaikan hati itu sederhana dan mudah dilakukan, mulailah dari beramah tamah dan menjadi pendengar yang baik. Lakukanlah kebaikan diawali di dalam keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja bahkan semua orang yang berpapasan dengan anda. Selanjutnya terserah anda, mungkinkah untuk melakukannya menurut potensi dan sumber daya yang dimiliki.

  4. Menjaga apa yang masuk.

    Perhatikan dan jaga baik-baik apapun yang ada dihadapan anda. Bila terjadi sesuatu yang buruk maka bila anda memiliki kewenangan untuk menghentikannya maka hentikanlah. Tetapi saat kita tidak memiliki hak apapun saat kejadian itu berlangsung maka laporkanlah kepada pihak yang berwenang. Hindari diri untuk terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan kotor yang tidak ada ujung dan pangkalnya. Perhatikanlah agar tidak terbawa suasana sehingga semua hal-hal yang buruk dan jahat itu terserap lewat indra dan dihafal oleh memori otak. Oleh sebab itu, lebih baik menundukkan kepala, berpalinglah ke kanan atau ke kiri lalu tinggalkan segala keburukan itu di belakang, bila perlu sekaligus saja dilupakan sama sekali.

  5. Selektif dan kritis terhadap informasi.
    Saat anda berada di depan smartphone, gadget, laptop, televisi dan radio: sebaiknya tidak perlu percaya begitu saja dengan apa yang mereka sampaikan sebab bisa saja informasi tersebut salah adanya. Oleh karena itu, harap untuk selektif dan kritis menanggapi segala sesuatu yang di dengar dan yang dilihat. Ini adalah salah satu cara lingkungan untuk mempengaruhi kehidupan anda. Selama anda mampu menjaga integritas dan konsistensi untuk tidak mau kompromi pada hal-hal yang salah maka selama itu pula berada dalam posisi aman terkendali.Teledor dan tidak sengaja terpapar dalam hal-hal yang salah adalah sesuatu yang biasa. Akan tetapi yang menentukan kehidupanmu adalah saat anda mampu MENGAMBIL KEPUTUSAN SENDIRI, MEMILIH UNTUK BERUBAH DAN SEGERA MENINGGALKAN HAL-HAL BURUK ITU. Hanya anak kecil sajalah yang terus-menerus jatuh dan melumpur di lobang yang terus-menerus jatuh di lobang yang sama.
  6. Abaikan pengganggu.

    Bila anda cuek maka cueklah pada hal-hal yang buruk. Jadilah bijak dan jangan cuek pada sesuatu yang baik. Anda sudah dewasa maka dari itu bisa sendiri membedakan mana hal-hal yang tidak penting dan mana juga hal-hal yang mendesak dan harus segera diselesaikan.

    Pada dasarnya, kita bisa mengabaikan hal-hal yang diluar tupoksi dan tanggung jawab sehari-hari. Lebih dari pada itu, silahkan menghubungi pihak-pihak yang berwenang untuk menyelasaikan masalah tersebut.. Hindari sikap yang main hakim sendiri sebab menjudge seseorang itu hanya membuat hal-hal baik pergi dari dalam hati kita.

  7. Hindari memikirkan hal-hal negatif.

    Pikiran negatif inilah yang sering sekali menjadi penghalang kebahagiaan sehingga membuat konsentrasi buyar dan rasa damai di hatipun pergi begitu saja. Selama hati terus-menerus memikirkan hal-hal negatif maka selama itu pula tidak ada ketenangan di dalam hati. Jangan berpikir bahwa isi otak yang buruk dapat menghasilkan sesuatu yang baik.

    • Membanding-bandingkan.
    • Hindari suudzon.
    • Merendahkan orang lain.
    • Meninggikan diri.
    • Terus membela diri.
    • Selalu menyalahkan orang lain – mengkambing hitamkan orang lain.
    • Menyalahkan situasi.
    • Berpikir agar dipuji, dihargai dan dihormati orang lain.
    • Mampu memaafkan masa lalu dan kesalahan sendiri dan orang lain.
    • Ingat-ingat tentang masa lalu yang suram.
    • Mengingat kembali kedikjayaan/ kesuksesan di masa lalu.
  8. Bernyanyi di segala waktu.

    Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan pikiran adalah dengan senantiasa bernyanyi. Saat kita mampu bernyanyi di segala waktu maka saat itu pula hati menjadi senang dan kegembiraan muncul. Inilah yang membuat anda senantiasa berbahagia di segala waktu yang dilalui sehingga rasa sedih, galau, gundah gulana, takut dan kuatirpun berlalu. Pikiran yang selalu bernyanyi adalah pikiran yang gembira sehingga turut membuat raut wajah anda berseri-seri setiap saat.

    Pertanyaannya sekarang adalah kepada siapa kita melantuntkan nyanyian pujian? Pantaskah kita melantunkan kepada sesama? Memang sesekali tidak masalah bernyanyi untuk orang lain tetapi, hampa rasanya pujian kita saat terus menujukannya kepada manusia yang penuh kelemahan. Tetapi saat kita mampu memuji dan memuliakan nama Tuhan dalam segala waktu yang dilalui maka saat itu jugalah nyanyian kita seolah hidup dan bergema bukan saja melalui mulut melainkan bergema dan memenuhi seluruh pikiran sehingga bahagiapun selalu kentara.

  9. Miliki sikap yang biasa saja dalam menjalani hidup – hindari lebay.

    Sikap yang datar tapi tetap hangat kepada semua orang ditempa melalui situasi yang sulit. Seseorang baru bisa bersikap biasa saja dalam segala seuatu saat dirinya sendiri TIDAK MERASA TERTEKAN. Akan tetapi perasaan tertekan akan membawa lari sifat biasa saja itu sehingga kehidupan kitapun cenderung di bawa dalam ketakutan atau bisa juga menjadi sebuah kesombongan. Biasanya orang yang sombong selalu mengekspresikan hal-hal yang lebay, artinya ada tidaknya hal tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi sistem sehingga merupakan bagian dari pemborosan.

  10. Hidup mengalir seperti air – menerima apa adanya.

    Kita perlu berjuang semaksimal mungkin dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Akan tetapi apapun hasilnya terimalah semuanya itu apa adanya.

    Sikap ini berhubungan erat juga dengan kemampuan menyesuaikan diri dengan gelombang kehidupan yang terjadi. Sebisa mungkin ikuti tetapi jangan terbawa arus lalu tenggalam dan kehilangan jati diri. Berusahalah untuk menyesuaikan diri seadanya saja dan hindari memaksakan kehendak, kecuali anda adalah pengambil keputusan yang cukup berpengaruh terhadap gejolak yang sedang terjadi. Pastikanlah bahwa hanya hukumlah yang dapat mengatur dan memaksa antar manusia.

  11. Biasakan dan tekuni hingga menjadi budaya.

    Segala sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi rutinitas. Rutinitas yang dilakukan dengan konsisten akan menjadi kebiasaan. Sedangkan kebiasaan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan ketekunan akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Saat sesuatu telah menjadi budaya maka hal tersebut akan terjadi secara otomatis dan sulit sekali untuk ditinggalkan. Satu-satunya yang dapat mengubah budaya adalah kebenaran.

(Level 1) Kemampuan anda menjaga indra dari segala informasi yang salah dan buruk adalah awal dari pikiran yang positif. (Level 2) Saat anda mampu meredam berbagai gejolak di dalam hati lalu menepis berbagai-bagai pikiran kotor maka saat itulah hari ini bersih dari berbagai-bagai kejahatan. (Level 3) Tetapi saat anda mampu memusatkan  seluruh pikiran pada Tuhan dalam doa, firman dan nyayian pujian maka saat itulah ada ketenangan dan kepuasaan di dalam hati ini. (Level 4) Kebahagiaan hati muncul saat anda mampu bernyanyi dan menari di segala waktu yang dilewati untuk kemuliaan nama Tuhan. Ini gratis tanpa dipungut biaya apapun bahkan dalam diam sekalipun bahagia itu tetap ada.

Salam tegar tapi tetap santun!

Iklan

One comment

  1. […] Saat sedang menikmati saat-saat terindah dalam hidup ini maka kamipun mulai menyadari hahwa kehidupan yang selalu nyaman di segala waktu hanya membuat kita menjadi orang yang manja dan kurang bijak menjalani dunia ini. Salah satu hal yang tidak berkembang saat kita terus berada dalam zona nyaman adalah tidak mampu mengembangkan kemampuan untuk memusatkan pikiran sehingga gangguan sedikit saja sudah membuat konsentrasi buyar. Simak juga, Menjaga konsentrasi berpikir menjadi bahagia. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s