9 Cara Membuat Pikiran Terlena – Roro Wangera-Ngera, Hubungan Manusia Dengan Tuhan Seperti Bumi Dengan Matahari

Cara Membuat Pikiran Terlena - Roro Wangera-Ngera, Hubungan Manusia Dengan Tuhan Seperti Bumi Dengan Matahari

Seandainya manusia diumpamakan seperti bumi maka inti bumi adalah pusat pikiran. Tetapi apalah artinya inti tanpa kulit luar (lempeng dunia) dan bumi ini juga tidak stabil (melayang-layang di luar angkasa tak tentu arah) tanpa intinya. Artinya, harus ada hubungan yang sinergi antara inti dan bagian lainnya sehingga dunia ini tetap berputar stabil pada orbitnya. Jadi, bagi para pembaca yang budiman, jangan bertanya-tanya “mengapa hidup saya berputar-putar disitu-situ saja ya?” Sebab ibu kita (ibu pertiwi) saja (manusia diciptakan dari tanah dan itulah bumi ini) kerjaannya mutar-mutar terus, lagi dan lagi mengelilingi pusatnya (matahari). Sampai kapan? Sampai Tuhan menjemput.

Sekarang mari kita menelisik bumi dalam tata surya secara lebih dalam sebab ada pelajaran penting tentang pengendalian diri dan stabilitas dari sistem tata surya kita. Bumi selalu berputar tanpa henti dan tanpa kenal lelah mengelilingi matahari. Hubungan keduanya sangat erat karena inti bumi yang sangat panas (katanya) adalah bagian dari matahari. Ikatan yang selalu harmonis dan terpaut antara inti (bumi) dengan pusatnya (matahari) yang membuat orbital bumi tetap stabil dan justru tidak saling bertabrakan dengan planet lain.

Coba bayangkan bagaimana jadinya, bila bumi kecil kita tidak memiliki bagian hidup yang selalu aktif (inti) yang mana bagian tersebut berasal dari matahari yang besar. Kita akan mengorbit tak tentu arah, layaknya seorang yang mabuk kepayang, berjalan tunggang langgang ke sana dan kemari. Seperti halnya, meteor dan ateroid yang tak tentu arah tujuan, menuju kemana saja pada medan gaya yang menariknya. Dimana pada akhirnya, benda angkasa ini akan bunuh diri lalu menabrak pihak-pihak yang menariknya sehingga hancur lebur.

Demikianlah juga sebenarnya hubungan manusia dengan Tuhan. Lewat otak yang selalu terhubung dengan Tuhan maka jalan-jalan hidup kita akan berada di jalur yang benar menuju kepada kekekalan. Inilah fokus pikiran manusia yang sesungguhnya sehingga membuat hidup lebih bermakna bagi Sang Pencipta dan berarti juga bagi kehidupan orang lain. Saat hubungan kita melemah bahkan kehilangan kontak dengan Yang Maha Mulia maka tepat disaat itu jugalah arah hidup tidak menentu, berjalan kesana-kemari tidak jelas, melakukan ini-itu entah untuk siapa.

Kita butuh roro wangera-ngera yang membuat pikiran ini terlena dan tenggelam dalam rasa berserah penuh kepada Allah. Jika anda memiliki roro itu maka pikiran tetap lurus, hati tenang, tentram, penuh damai dan selalu berbahagia dalam menjalani dunia ini. Sekalipun kita menyadari bahwa di luar sana masih banyak kegaduhan yang terjadi. Roro ini jugalah yang membuat persepsi kita terhadap dunia tetap positif di tengah kemelut yang sedang terjadi. Selama memilikinya maka selama itu pula hal-hal seperti ini akan terus terjadi dalam hidup kita.

  1. Pikiran lurus.
  2. Hati tenang.
  3. Tetap tentram.
  4. Penuh damai.
  5. Merasa puas.
  6. Ada kebahagiaan
  7. Sikap kitapun menjadi baik (perkataan dan perilaku).
  8. Diberi kesempatan untuk mencari, menemukan dan mengembangkan sesuatu, entah itu pekerjaan atau bakat yang dimiliki.

Cara membuat pikiran terlena (Roro wangera-ngera)

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Intinya dalam hidup ini adalah jangan biarkan pikiranmu berlama-lama dalam keadaan kosong. Berikan waktu dan tempat untuk melakukan hal-hal positif sehingga arah hidup semakin baik. Pada dasarnya ada dua bagian besar yang membuat hidup kita terlena/ aroro yaitu terlena dalam berpikir dan terlena dalam mengindrakan dunia ini. Tidak ada masalah besar dari kedua hal ini, sebab semuanya itu seperti pedang bermata dua. Sekalipun demikian tetap utamakan roro wangera-ngera sedangkan roro gulidano (gemerlapan dunia) jadikan sebagai pilihan terakhir/ alternatif. Berikut selengkapnya cara meninabobokan pikiran.

UTAMAKAN – yang terdepan

  1. Fokus Tuhan.

    Anda dapat melakukannya dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Sang Pencipta adalah pusat dari segala sesuatu energi yang positif. Jika dia adalah matahari maka otak kitalah yang menjadi inti bumi. Selama pikiran selalu terkoneksi dengan Yang Maha Mulia maka selama itu pula hati ini terus disegarkan dan dipuaskan juga dibebaskan dari segala hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (amarah, kebencian, dendam dan kekerasan) juga dari berbagai-bagai sifat jahat lainnya.

  2. Miliki pikiran yang positif – persepsi yang dilandaskan kepada Tuhan.

    Kenali Tuhamu lebih dekat dan kenali juga ajaran-ajaran-Nya sehingga anda beroleh ilmu pengetahuan yang sifatnya kekal. Persepsi paling hebat di dunia ini adalah saat anda mampu berpikir seperti Tuhan berpikir atau istilah yang lebih tepatnya adalah memiliki mindset Allah. Teruslah mendekatkan diri kepada Allah kita maka berbagai-bagai sudut pandang yang positif akan menjadi milik anda.

  3. Belajar menambah ilmu.

    Jangan berpikir ketika anda sudah meninggalkan bangku sekolah dan kuliah maka belajar itu sudah berakhir. Sadarilah bahwa belajar adalah aktivitas seumur hidup. Orang yang bijak akan terus belajar seumur hidupnya. Selagi masih ada buku di sekitar anda maka baca dan pelajarilah itu, seperti yang di bawah ini.

    Belajar dan membaca buku akan membuat pikiran anda terlena dan hal-hal burukpun untuk sementara di hambat untuk memasuki pikiran/ hati ini.

    • Dari Kitab Suci.
    • Manfaatkan buku-buku pelajaran.
    • Kunjungi perpustakan untuk membaca.
    • Belilah buku-buku tertentu sesuai dengan selera dan kebutuhan anda.
    • Melatih diri pada mata pelajar tertentu (misanya dengan bertanya dan soal-soal)
    • Mengerjakan PR yang diberikan guru sebelumnya.
  4. Beraktivitas memberi manfaat di mulai dari dalam keluarga.

    Aktivitas yang mendatangkan manfaat kepada orang lain akan membuat kita aroro/ terlena sehingga tidak ada lagi waktu dan kesempatan yang terbuang secara sia-sia. Setiap kita mampu melakukannya dalam berbagai-bagai kesempatan yang ada dimana paling tidak jadilah pendengar yang baik. Mulailah bermanfaat dari dalam keluarga dengan membantu pekerjaan orang tua di rumah.

    Saat kita terlena oleh berbagai-bagai aktivitas ini maka tidak ada lagi kesempatan untuk melampiaskan hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan) juga dari segala kejahatan lainnya.

    Beberapa cara kita untuk berbagai kasih (bermanfaat) kepada sesama.

    • Menyelesaikan pekerjaan.
    • Menekuni bakat/ potensi tertentu.
      • Menulis.
      • Bernyanyi.
      • Bermain musik.
      • Menggambar – melukis.
      • dan lain-lain.
    • Ramah tamah.
    • Perbuatan baik lainnya sesua sumber daya yang dimiliki untuk menjadi bermanfaat kepada sesama.
    • dan lain-lain cari sendiri.
  5. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Lalu katakanlah di dalam hati sambil menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

  6. Hidup mengalir seperti air – berusaha semaksimal mungkin tapi apapun hasilnya pasrahkan kepada Tuhan.

    Kita harus berjuang dalam hidup ini. Jangan biarkan kemalasan menguasai dirimu melainkan lakukan usaha sampai batas maksimal. Tetapi jangan terlalu fokus dan berharap akan hasil yang begini dan begitu melainkan serahkan semuanya itu kepada Tuhan. Inilah yang kami maksudkan dengan hidup mengalir seperti air yaitu senantiasa bekerja keras demi yang terbaik namun selalu bersyukur dalam kepasrahan terhadap hasil apapun yang kita terima kelak.

    Hidup yang mengalir ini juga semakna dengan kebiasaan yang tidak memaksakan kehendak kepada orang lain melainkan menjadikan peraturan sebagai standar kehidupan antar manusia sebab hanya peraturanlah yang bisa marah.

    Sikap yang semacam ini, memperkecil resiko gejolak di dalam hati manusia sehingga memperkecil resiko timbulnya reaksi kebencian di dalam hati. Saat memiliki hidup yang mengalir maka ada suatu kepasrahan di dalam hati untuk berserah dan berada dibawah kendali-Nya. Sehingga apapun yang terjadi pikiran meresponinya sebagai bagian yang terbaik dari rencana Tuhan.

  7. Siap diuji oleh situasi yang sulit.

    Anda jangan berpikir ingin terus hidup dalam kenyamanan seumur hidup. Ini sama saja artinya dengan mengharapkan untuk hidup sendiri di tengah hutan belantara. Sebab dimana ada hubungan sosial dengan sesama maka disana jugalah berpotensi terjadinya kesalahan, luka hati dan rasa sakit. Dimulai saja dari hal-hal terkecil, misalnya salah bicara. Dalam situasi semacam ini bila kita tidak memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain maka beban hidup akan  semakin berat, sebab resiko khilaf itu akan terus ada seumur hidup.

    Tidak perlu sampai menghafal orang-orang yang menyakiti anda, yakin sama kami “daftar ini akan semakin panjang dari hari ke hari“. Semakin kita mendendam kepada orang lain maka yakin sama kami semakin besar rasa takut/ segan untuk bertemu dengan orang tersebut. Oleh karena itu, lepaskan diri dari dendam dan lupakan orang-orang didalamnya sehingga hati ini bebas dari tekanan yang kita ciptakan sendiri.

    Bila anda mampu berdamai dengan musuh-musuh selama ini maka saat itu juga ada rasa puas di dalam hati, seolah kita bebas dari rantai yang selama ini mengganggu pikiran. Buat pikiran anda terlena dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dan beraktivitas memberi manfaat kepada sesama.

  8. Biasa saja menjalani hidup, jauhi sikap sombong dan lebay.

    Kerendahan hati adalah suatu jalan kepada hidup yang tenang. Ini hanya bisa anda lakukan jikalau telah mengenal kesombongan sendiri. Berikan waktu untuk sendiri lalu merenung tentang sikap selama ini, apakah ada hal-hal yang disombongkan? Kenali diri sendiri dan pahami arti kesombongan itu, yakni sikap yang berlebihan dan menganggap diri lebih dari orang lain seolah-olah anda adalah tuhan bagi manusia lainnya.

    Lebay itu juga berhubungan dengan sikap yang berlebihan, artinya melakukan atau tidak melakukan hal itu tdiak ada faedahnya. Ini semacam pemborosan yang sebenarnya tidak diperlukan karena sekalipun tidak dilakukan maka tidak akan terjadi apa-apa pada sistem.

  9. Lakukan secara terus-menerus hingga menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan.

    Aktivitas yang diulang-ulang akan menjadi rutinitas dan rutinitas yang dilakukan dengan konsisten akan menjadi kebiasaan. Saat kebiasaan positif dilakukan dengan sungguh-sunggu dan dengan tekun maka akan menjadi budaya.

    BUDAYA : Tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukannya melainkan itu terjadi secara otomatis sehingga menimbulkan rasa puas dan bahagia saat melakukannya.

    ALTERNATIF – Pilihan yang lain.

  10. Menikmati hidup menggunakan indra – BERHATI-HATILAH!
    Membuat pikiran aroro/ terlena dengan menikmati materi memang tidak masalah. Akan tetapi sampai kapan anda melakukan kebiasaan ini? Masakan hanya untuk bahagia saja anda harus keluar jauh-jauh dan membuang-buang uang banyak pergi ke sana dan ke mari. Padahal dalam kehidupan manusia resiko terjadinya masalah itu selalu ada.Bila anda baru bahagia saat menikmati materi maka dapat dipastikan bahwa uang yang anda cari selama sebulan penuh akan terbuang sia-sia. Atau setidaknya mengalami sindrom over dosis materi yang menggiringmu untuk mulai mencari-cari sensasi di tempat-tempat yang walau kelihatannya glamour tetapi dalamannya penuh dengan kejahatan.Gunakan materi secara hati-hati dan perlahan, tidak baik melakukannya secara berlebihan sebab beresiko jenuh dan menginginkan yang lebih lagi bahkan kejahatanpun diembat juga. Berikut ini, cara-cara menikmati hidup, jangan terlalu sering kecuali untuk kebutuhan sehari-hari (seperti makan dan minum).

    • Memuaskan mata (menonton film, pemandangan, bertamasya).
    • Kepuasan telinga (musik, bernyanyi, karaoke).
    • Memuaskan lidah (makanan dan minuman).
    • Membuat kulit nyaman (refreshing, kusut, spa, masturbasi-singel, hubungan seksual-pasangan resmi).
    • Roro hidung (wewangian).

Seperti bumi yang selalu mengitari matahari secara teratur pada orbitnya. Selama bumi ini memiliki inti yang utuh maka selama itupula kita terus berputar tanpa mengalami goncangan, tabrakan, kehancuran bahkan gesekan sekalipun tidak. Demikian jugalah selama pikiran ini tetap terhubung dengan Sang Khalik maka energi positif dari-Nya akan membuatmu aroro sebab selalu terhubung dengan Tuhan seperti candu yang bisa membuatmu terlena dan tenggelam dalam kebenaran. Hal-hal negatif dari luar sana tidak akan mampu lagi merasuki dan merusak kehidupanmu. Tetapi sekalipun demikian, tidak apa-apa bila kita terpapar dan menyaksikan hal-hal yang jahat, sesat dan binatang, justru itu baik agar kita belajar mengendalikan diri lalu MENGAMBIL PILIHAN YANG TEGAS untuk tidak mengulanginya lagi di waktu-waktu yang akan datang. Hanya kanak-kanaklah yang terus-menerus jatuh di lobang yang sama.

Salam santun namun tetap tegar!

Iklan

2 comments

  1. […] Bila mampu mengendalikan otak sendiri maka ia akan menghasilkan hal-hal yang bisa membawa manfaat bagi kehidupan sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar. Ini dimulai ketika anda biasa menggunakannya untuk difokuskan pada hal-hal yang positif. Salah satu hal positif yang baik untuk kesehatan otakmu adalah dengan senantiasa memusatkannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka rasakanlah getaran kepuasan, kebahagiaan dan kedamaian dalam rasa syukur dalam hadirat-Nya. Lagi, Cara membuat pikiran terbius oleh hal positif […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s