11 Alasan Perempuan Terjebak Dalam Tubuh Laki-Laki dan Pria Terjebak Dalam Tubuh Wanita

Faktor Yang Mempengaruhi Alasan Perempuan Terjebak Dalam Tubuh Laki-Laki dan Pria Terjebak Dalam Tubuh Wanita

Dari awal penciptaan sampai sekarang, dunia ini didominasi oleh peran laki-laki (maskulinitas) yang sangat otoriter dibandingkan dengan kaum wanita. Keadaan ini membuat perempuan terus di bawah dan tertindas oleh kesewenang-wenangan seorang pria. Inilah yang membuat kaum wanita bereaksi keras untuk menjungkirbalikkan penindasan yang mereka alami dengan membentuk dan bergabung dengan gerakan feminisme. Pada awalnya feminisme mulai berkembang sejak tahun  1890-an yang menitik beratkan pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Gerakan ini disebut juga sebagai emansipasi wanita.

Dari awal gerakan feminisme seorang perempuan bertujuan untuk mengimbangi maskulinitas seorang laki-laki. Ini memang baik adanya karena kesetaraan adalah kunci perdamaian abadi di seantero jagad raya. Akan tetapi, belakangan ini kedua teori ini digiring secara cerdas, hati-hati dan perlahan-lahan untuk memajukan suatu konspirasi yang bertujuan untuk membingungkan masyarakat tentang siapa sebenarnya dirinya: “laki-lakikah atau perempuankah?” Yang pada akhirnya semua ini semata-mata demi uang dan uang.

Memaksakan teori tentang feminisme dan maskulinitas di dalam masyarakat telah menjebak banyak orang dalam pengertian yang salah tentang dirinya. Mereka berpikir bahwa seorang laki-laki harus maskulin dan seorang perempuan harus feminim. Bukankah ini sama saja memaksakan orang lain untuk menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Mulai saat ini kita harus cerdas saat menyimak teori lama ini sebab bukan zamannya lagi memaksakan teori-teori kuno kepada manusia modern. Sudah saatnya kita merobek batas-batas itu, mengambil hal yang positif dari keduanya lalu menghidupinya.

Untuk seorang laki-laki (like me)

Kami jujur saja bahwa diri ini seratus persen feminim dan seratus persen maskulin. Mengapa demikian? Karena kedua sifat ini sama-sama memiliki sisi positif didalamnya. Ini hanya masalah cara kita menggunakannya di waktu dan tempat yang tepat.

  1. Haruskah kami dirawat oleh seorang ibu dan ayah? Sebab kata orang, mereka yang dirawat dan hidup bersama ibunya saja akan menjadi kewanita-wanitaan. – Kami juga hanya tinggal ibu dan adik perempuan saja di rumah sedang ayah sudah berpulang.
  2. Saat orang lain bersedih, apa kita sebagai pria tidak bisa iba melihatnya. – Kami sering mengalaminya.
  3. Ketika ada keluarga yang ditimpa kemalangan, apa kita tidak bisa tersentuh hatinya menyaksikan dan mendengar tangisan seluruh anggota keluarga lainnya. – Kami sering mengalaminya
  4. Bila seorang teman curhat tentang masalahnya, apa kita tidak bisa menjadi pendengar yang baik sembari memberi dukungan seputar hal itu? – Kami sering melakukannya.
  5. Saat membeli sesuatu, apa tidak bisa membeli pakaian yang sedang ngetrend (modis) saat ini? – Kami kadang melakukannya (walau hanya satu – dua kali setahun tentunya…. 😀 )
  6. Apakah kami tidak bisa lembut (ramah) saat berpapasan dengan orang lain? Kami selalu mempraktekkannya.
  7. Ketika berbicara haruskah suara kami serak seserak-seraknya? – Suara kami tidak begitu serak.
  8. Jika sedang ada di rumah, apakah kami tidak bisa melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu lantai, mengangkat air, memasak, menyuci piring dan lainnya? – Kami senang melakukan pekerjaan rumah terutama saat ibu dan adik perempuan sedang tidak ada
  9. Saat merasa terganggu oleh situasi, mengapa kami tidak boleh mengalah lalu menjauh? – Dalam banyak hal kami mengalah.
  10. Sewaktu dibenci oleh orang lain, haruskah kami menunjang dan menumbuknya? – Dalam banyak kesempatan disenyumin dan diramahin aja.
  11. Bila diperhadapkan dengan masalah, haruskah kami menyelesaikan semuanya dengan kekerasan dan mengesampingkan cara-cara persuasif agar tidak dikatai bencong. – Kami mengutamakan dan selalu mengedepankan cara-cara persuasif untuk menyelesaikan masalah.
  12. Apapun jenis kelamin anda jangan terjebak dalam pola-pola gentleman dan feminis melainkan jadilah bijak mengahadapi situasi. Miliki mental yang kuat seperti batu karang namun sikap yang lembut seperti air.

Bagi seorang perempuan (seseorang yang membaca tulisan ini)

Bila anda seorang perempuan, jangan paksakan diri untuk jadi feminim yang bodoh (mau saja diperalat teori entah berantah untuk menjadi konsumtif) seperti yang dikatakan di media-media sesat di bawah ini. Melainkan jadilah seorang wanita yang tegar menghadapi hidup namun lembut dalam bersikap.

  • Mengikuti perkembangan fashion. Haruskah anda membeli pakaian setiap minggu padahal yang sudah ada dilemaripun belum terpakai semuanya?
  • Memperhatikan penampilan dan menggunakan kosmetik. Haruskah anda merusak permukaan kulitmu yang alami dari Tuhan lalu mencangkokkan ke badanmu berbagai-bagai bahan kimia berbahaya?
  • Perasaan yang sensitif. Sensitiflah pada hal-hal yang baik. Haruskah anda terlalu sensitif saat diejek, dihina, direndahkan orang lain? Bukankah ini justru menandakan bahwa anda tidak tahan uji?
  • Suka berkumpul dan bergosip. Bercengkrama dan berkomunikasi dengan sesama itu baik – lanjutkan. Akan tetapi haruskah anda menghakimi dan menjelek-jelekkan orang lain diantara teman-teman sekalian?
  • Suka belanja dan memakai pelembab. pewangi/ kosmetik. Mending rajinlah mengkonsumsi air garam manis isotonik, buah-buahan dan herbal ajaib, pasti sehat juga toh….

Saran kami, anda (wanita) jangan terpetak-petak oleh teori-teori feminisme yang dangkal sehingga menyeret anda untuk menjadi seorang yang konsumtif: membeli apa saja demi kepuasan hawa nafsunya. Anda tidak harus menjadi seorang perempuan yang dikatakan oleh si ini dan si itu melainkan jadilah diri sendiri dan bijaklah dalam bersikap.

  1. Haruskah seorang wanita bersikap manja dan merengek-rengek saat meminta sesuatu? Padahal ada kebutuhan yang lebih penting dari keinginan itu.
  2. Apakah harus menangis saat orang menekan dan mempermainkan anda? – Jangan-jangan anda tipe orang yang tidak tahan uji.
  3. Apakah harus tiap bulan belanja pakaian dan kosmetik biar dikatakan sebagai perempuan? – Padahal masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting
  4. Haruskah seorang perempuan menjadi kekanak-kanakan, mau kemana-mana harus diantar dengan alasan takut ini dan itu. – Padahal anda bisa kok bawa motor sendiri.
  5. Apakah seorang perempuan harus mengalah (pada pria) saat ada kompetisi yang didalamnya diikuti oleh laki-laki? – Padahal mungkin saja dia akan menjadi pemenangnya.

Faktor penyebab mengapa seorang “wanita terjebak dalam tubuh laki-laki” dan sebaliknya “pria yang terjebak dalam tubuh perempuan

Saat kami pertama sekali membaca teori ini di internet maka hati merasa tergelitik mendengarkannya. Seolah Tuhan salah menciptakan manusia atau jangan-jangan manusia itu yang telah menjadi sesat oleh hawa nafsunya sendiri. Perlu kami tekankan bahwa ini adalah ungkapan/ frase yang dibuat-buat untuk mendorong anda dalam kebimbangan yang pada akhirnya menjadi LGBT (lesbian, gay, transgender dan biseksual). Ungkapan semacam ini adalah salah satu cara menarik anda untuk menjadi salah satu dari mereka, yaitu SERAKAH SEKSUAL. Bagaimana mungkin seorang wanita menyukai laki-laki dan menyukai perempuan juga? Bukankah ini simbol dari ketamakan manusia?

Berikut ini alasan mengapa seorang cewek terjebak dalam tubuh cowok dan juga sorang perempuan yang terjebak dalam tubuh laki-laki.

  1. Fokus kehidupan yang salah.

    Saat menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, ada begitu banyak pihak yang menawarkan fokus pikiran anda. Mereka ini ingin menarik anda dalam pengaruh buruk sehingga menjadikanmu sebagai salah satu pengikutnya untuk mengasilkan rupiah demi kepentingannya seorang.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasBila kemudi kehidupan kita sudah salah arah maka dapat dipastikan bahwa kehidupan ini kedepannya juga akan cenderung menyimpang dari jalur-jalur yang benar. Oleh karena itu, pastikan fokus pikiran tetap positif di tengah beratnya tantangan dan ujian kehidupan. Salah satu konsentrasi berpikir yang baik untuk mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan di dalam hati adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  2. Sifat orang tua yang terlalu keras dan otoriter.

    Bila orang tua terlalu otoriter maka anak cenderung tidak bisa menjadi diri sendiri sebab tekanan yang diberikan kepadanya akan membatasinya untuk menggali keberadaan “siapa dirinya yang sebenarnya?” Hanya ada dua gendang yang sangat menentukan pilihannya, yaitu (a) membenci orang tuanya dan semua orang yang berjenis kelamin yang sama atau (b) meniru sikap orang tuanya yang juga keras dan otoriter.

  3. Terlalu dimanja oleh orang tua.

    Anak tidak baik jikalau dimanja, hindari memenuhi semua keinginannya. Ini sama saja membiarkannya untuk tenggelam dalam hawa nafsunya sendiri. Tidak baik juga untuk selalu melayani keperluaannya (sudah ada pramuniaga di rumah). Ada baiknya jikalau ia diberi sedikit tanggung jawab (sesuai umur) setidaknya mampu bertanggung jawab terhadap keperluaannya sehari-hari. Jangan kalau ada apa-apa suruh ini dan suruh itu (pramuniaga) melainkan biarkan dia mengambil dan melakukannya sendiri (sesuai umur dan kesanggupan masing-masing).

  4. Tidak ada salib – bebas dari beban hidup – over dosis menikmati hidup.

    Tahukah anda bahwa di kota-kota besar, bukan orang-orang kecil yang menjadi LGBT melainkan mereka di dominasi oleh kalangan menengah ke atas. Sekalipun ada orang kecil di sana, paling-paling mereka di jebak oleh orang-orang kaya (yang LGBT) untuk menjadi seperti dirinya sekaligus budak seks baginya.

    Saat harta peninggalan orang tua melimpah ruah maka anak-anaknya hidup makmur secara berlebihan. Tidak ada lagi beban hidup yang harus dipikirkan sehingga seumur hidupnya mereka terus saja menikmati hidup lagi dan lagi. Inilah awal bencana itu, sebab mereka tidak tau bagaimana rasanya bertanggu jawab dan bekerja secara mandiri. Karena semua hal sudah dinikmati maka timbullah kebosanan sehingga secara tidak sengaja ia terpapar dengan informasi yang salah lalu digiring dalam “mode cari sensasi berlebihan“. Salah satunya terjebak dalam perkumpulan LGBT yang lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Kemudian menjadi budaya yang sulit untuk dihilangkan.

  5. Bias informasi yang diterima.

    Anak orang kaya yang memiliki banyak waktu luang, secara tidak sengaja tenggelam dalam berbagai-bagai informasi yang berisikan tentang kenikmatan duniawi saat menjadi seorang LGBT. Karena terus-menerus (terbiasa) membaca, melihat, mendengar dan menyaksikan hal-hal yang bersalahan ini, maka tanpa ia sadari “hawa nafsunya dibutakan oleh informasi yang menyimpang“. Secara tidak langsung informasi yang sudah salah ini akan mensugestinya untuk menjadi LGBT tulen.

  6. Menggilai pujian.

    Saat seseorang begitu menggilai pujian, sanjungan dan pengakun maka saat itu jugalah hati mereka terlena dan terpaut kepada orang-orang yang menghaturkannya. Sikawan ini laki-laki tulen tetapi karena ia terus dikasih makan, dipuji dan diakui oleh oknum LGBT tersebut maka iapun digiring untuk menjadi seperti mereka. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa “pujian dapat menggiring seseorang untuk melakukan tindakan menyimpang“.

  7. Tidak tahan uji saat di bully orang lain.

    Kemungkinan si kawan ini terus-menerus berada dalam zona nyaman kehidupan namun lupa untuk memaknai hidup sehingga ujian kehidupan yang syaarat dengan tantangan dan persoalan dipersepsikan secara negatif/ buruk. Mereka sudah tidak tahan terhadap bully dan penghinaan itu, entah dibilang tomboy, entah dibilang bencong dan lain sebagainya. Karana tidak mampu bertahan maka pada akhirnya mereka memilih untuk menghidupi bully/ penghinaan yang dahulu di katakan kepadanya.

  8. Tubuh yang tidak sehat secara fisik.

    Orang yang tidak sehat secara fisik (misalnya titid kecil, lemah syahwat dan lainnya) cenderung akan mencari cara lain untuk membuat dirinya puas menjalani hidup ini. Saat ia tidak memiliki fokus yang benar maka hawa nafsunya akan dipenuhi dengan cara-cara alternatif untuk menikmati kehidupan seksual yang hot dimana salah satunya adalah dengan menjadi gay/ lesbian (hajar burit – wkwkwkkkk).

    Oleh karena itu, jangan lupa resep rahasia keluarga menang BERSAMA: herbal ajaib, buah ajaib dan mineral ajaib.

  9. Pornografi LGBT.

    Ini merupakan salah satu cara informasi yang salah lalu merasuki, mempengaruhi dan merusak otak sendiri. Bila anda doyan menyaksikan pornografi maka bukan mustahil untuk menjadi salah satu seperti mereka lalu mempraktekkan penyimpangannya. Sebab apa yang kamu lihat adalah isi otakmu adalah sikapmu sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya berhentilah mengkonsumsi konten porno dalam kehidupan ini. Melainkan gunakan internet sepositif mungkin.

  10. Komunitas LGBT.

    Berhati-hatilah saat bergabung dalam berbagai komunitas yang ada disekitar anda. Sadar atau tidak orang-orang disana mampu mempengaruhi anda untuk menjadi seperti mereka. Sebab pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Selama anda bergabung dengan komunitas semacam ini maka selama itu pula anda kemungkinan besar dalam pengaruhnya.

  11. Tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    Orang yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya yang sesat akan digiring dalam keingintahuan yang berlebihan tentang “bagaimana itu kehidupan seksual” atau tentang “apakah dia lebih memilih untuk menjadi laki-laki atau jangan-jangan menjadi seorang perempuan saja“. Setelah coba mencoba (praktek langsung di lapangan) maka ia terjebak dalam momen yang serakah, ingin menghajar dari depan dan juga ingin menghajar dari belakang. wkwkwkkkkk 😀 Pada akhirnya hawa nafsu seksualnya yang serakah bertransformasi menginginkan lawan jenis dan juga sesama jenis, semata-mata demi kepuasan sesaat.


Tuhan menciptakan manusia itu unik dan berbeda-beda satu sama lain. Tetapi oknum tertentu memanfaatkan perbedaan itu lalu menggiring beberapa orang dalam kesesatan berpikir sehingga mereka terjebak dalam suatu petak-petak kehidupan yang sebenarnya OMONG KOSONG belaka. Pahamilah bahwa ini mereka lakukan semata-mata demi uang dan uang.


Istilah seseorang yang mengatakan bahwa ia sebagai laki-laki telah dijebak sehingga hidup dalam tubuh seorang perempuan. Ketika seorang perempuan merasa hidup dalam tubuh cowok/ pria maka sadarilah bahwa ITU HANYA PERASAANMU SAJA – BIASA AJA LAGI TAPI HINDARI JUGALAH MENJADI LGBT ITU SERAKAH. Jangan terjebak dalam jebakan petak-petak feminisme dan maskulinitas. Melainkan jadi diri sendiri lalu ambil apa yang positif dari sikap feminim dan ambil juga apa yang positif dari sikap maskulin. Miliki sikap yang wajar (anti mainstream) & jalanilah hidup dengan bijak juga jangan mudah terpengaruh oleh teori jadul.

Salam, Kami sendiri 100% maskulin dan 100% feminim!

Iklan

One comment

  1. […] Apakah kami harus memiliki kamar yang acak-acakan (belum dirapikan) dan pakaian yang sudah lama belum dicuci agar dikatakan sebagai seorang yang maskulin. Haruskah kami menunjang dan menumbuk setiap orang yang bertentangan dengan diri ini agar dikatakan sebagai pria sejati? Oleh karena itu, jangan memelihara hal-hal yang salah dari teori lama yang beredar di sekitar anda. Tetapi ambillah sesuatu yang baik dari prinsip feminisme dan ambil jugalah apa yang baik dari sisi maskulinitas lalu terapkanlah hal tersebut secara wajar dalam kehidupan anda sehari-hari. Merasa diri sebagai laki-laki yang hidup dalam tubuh perempuan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s