10 Manfaat Loading Komputer-PC, Smartphone & Kecepatan Internet Lambat (Lemot), Proses Menunggu Melatih Kepribadian

Manfaat Loading Komputer-PC, Smartphone & Kecepatan Internet Lambat (Lemot), Proses Menunggu Melatih Kepribadian

Ujian kehidupan itu ada di mana-mana. Kesempatan demi kesempatan menyisakan tantangan jikalau saja anda jeli, sadar dan menyadari hal itu. Otomatis baik buruknya keadaan ini sangat tergantung dari sudut pandang/ persepsi saat menanggapinya. Semakin bagus persepsi kita maka semakin baik pula situasi yang dihadapi. Akan tetapi semakin jelek sudut pandang ini maka semakin buruk juga kejadian yang kita alami. Artinya, apa isi pikiranmu sangat mempengaruhi kenyataan yang sedang berlangsung.

Peran anda untuk menjaga isi hati sangat mempengaruhi maju-mundurnya kehidupan di dunia ini. Semakin bagus pengendalian mindset yang digiatkan maka tentunya semakin baik pula perilaku dan perbuatan yang ditunjukkan. Tetapi di balik semuanya itu, anda harus benar-benar berjuang untuk mewujudkan hal ini sebab proses pembentukannya paling pas dan paling cocok sembari menjalani ujian kehidupan. Tanpa menjalani ujian maka kehidupan anda hanya teori dan retorika belaka. Diperlukan pembuktian yang konkrit untuk menilainya.

Dari sekian banyak pemurnian kehidupan, salah satu diantaranya adalah pemanfaatan teknologi, baik dalam hal penggunaan PC, laptop maupun gadget yang dimiliki. Teknologi ini berkaitan erat dengan efisiensi, efektifitas dan kemudahan dalam bekerja. Satu hal keunggulan teknologi dibandingkan dengan kemampuan manusia adalah kecepatan, sekuat apapun manusia tidak dapat melampaui kecepatan kinerjanya asalkan semua telah diprogram dengan benar dan akurat. Sekalipun demikian, fungsi ini bekerja stagnan (begitu-gitu saja) sehingga tetap saja dalam hal perkembangan kecerdasan manusialah yang paling unggul.

Dari sekian banyak kelebihan teknologi komputerisasi yang sangat menentukan kinerja dan kecepatannya adalah hardware bawaan yang dimiliki. Semakin baik spesifikasi hardwarenya maka semakin cepat dan bagus juga kinerjanya. Tetapi untuk memiliki perangkat keras yang berkualitas dibutuhkan biaya/ cost yang tidak murah. Kami sendiri, hanya memiliki laptop PC dengan spesifikasi cukup rendah: akibatnya mungkin tidak kami rasakan penggunaan yang benar-benar menawarkan keringanan yakni ketika perangkat keras yang digunakan memiliki spesifikasi rendah.

Laptop yang lemot kerap kali kami rasakan begitu kuat menjengkelkan. Kecepatan yang rendah semakin diperparah dengan penggunaan software yang banyak jelas mengganggu kenyamanan hati. Belum lagi ketika situasi ini diperparah dengan tugas-tugas yang sudah menumpuk dan deadline hampir tiba di depan. Ini jelas beresiko menyebabkan sedikit guncangan dalam hidup anda. Bisa saja amarah yang tidak terlampiaskan kepada komputer/ smartphone/ PC/ laptop yang dimiliki akhirnya dilampiaskan kepada anggota keluarga di rumah, di tempat kerja atau pada hal-hal yang salah lainnya.

Teknologi yang lemot juga berhubungan dengan kecepatan internet yang lelet. Bagi anda yang sering browsing di internet pasti pernah mengalami keadaan semacam ini. Mungkin memang disebabkan oleh karena user di daerah anda yang semakin meningkat drastis, sinyal jaringan yang kurang kuat, provider yang mengalami masalah sistem, unsur kesengajaan dan lain sebagainya. Pada dasarnya keadaan ini beresiko memperlambat pekerjaan sendiri atau malah sebaliknya, bisa melatih kepribadian anda.

Bila kita tidak bijak menghadapi loading barang-barang elektronik ini maka itu sama saja dengan ketidakmampuan untuk mengendalikan diri sendiri. Sebab tidak ada seseorang yang menjadi lawan anda sehingga tidak ada yang patut dipersalahkan selain diri sendiri. Jikalau anda mampu memaknai dan berpikir positif terhadap kenyataan ini maka bisa jadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri untuk mengendalikan diri dan emosi di dalam hati. Tetapi bila anda tidak mampu melihat sisi positif dari semuanya itu maka akan berubah menjadi batu sandungan sehingga menjatuhkanmu hingga tergeletak.

Manfaat loading komputer-PC, smartphone dan kecepatan internet yang lambat

Apa reaksi anda saat menunggu loading barang-barang elektronik yang dimiliki? Apakah kesal? Bosan? Lelah? Galau? Capek? Patah semangat? atau perasaan yang tidak enak lainnya? Jangan-sampai anda marah-marah lalu melampiaskan kekesalah hati entah itu kepada pasangan, anak, teman kerja bahkan diri sendiri. Jika demikian, terlalu cemen dan terlalu tipis kesabaran itu dalam hatimu kawan. Ada baiknya jikalau menanggapi situasi tersebut menggunakan kepala dingin, perbaiki semampunya dan berusahalah membersihkan masalah loading tersebut semaksimal mungkin. Lebih dari itu, bawalah ke bengkel reparasi alat-alat elektronik terdekat di kota anda atau setidak-tidaknya mohonkan kesabaran kepada Tuhan agar diberi kekuatan untuk menanggung semuanya itu.

Inilah yang kami sebut sebagai  persepsi positif, yaitu sudut pandang yang anda gunakan sesuai dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki (kaca mata Tuhan dan firman-Nya). Pemikiran semacam ini membuat otak anda positif sehingga kemungkinan besar sikap (tutur kata dan perilaku) yang anda ekspresikanpun tidak akan jauh-jauh dari hal yang baik. Berikut ini selengkapnya, manfaat menunggu loading komputer, PC, laptop, gadget dan juga menunggu kecepatan internet yang lemot.

  1. Mengesampingkan ego demi peraturan.

    Bila selama ini kita hanya melihat diri sendiri dalam cermin dan yakin pasti bahwa kitalah manusia terbaik di dunia (egois) maka ada baiknya jikalau dalam beberapa waktu ke depan, anda menguji diri sendiri dengan berada di belakang antrian saat membeli tiket penumpang, tiket bioskop, ambil makanan di kantin, memeriksakan kesehatan kepada dokter dan lain sebagainya. Tanpa kita duga sebelumnya, berada di belakang antrian turut mengajari kita untuk menghormati hak-hak orang lain (yang lebih dahulu datang) untuk mengesampingkan ego sendiri.

  2. Mengajarimu untuk menunggu.

    Tidak mudah untuk menunggu sesuatu. Bahkan beberapa orang mengalami kegalauan saat melaluinya, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Resah dan gelisahnya hati akan menawan kehidupan mereka yang tidak mampu melakukannya dengan benar, sabar dan tetap positif. Justru di masa-masa seperti inilah kita sering mengalami cobaan yang berat.

  3. Membuatmu menerima semua apa adanya.

    Tidak mudah untuk menerima situasi yang kuran menempatkan kita pada posisi yang nyaman. Terlebih ketika mengetahui kenyataan bahwa antrian panjang di depan masih belum usai. Lewat semuanya ini, hati kita belajar untuk mulai mengerti dan memberi toleransi terhadap situasi sulit yang sedang dihadapi.

  4. Melatihmu untuk tidak memaksakan kehendak.

    Bila kita egois maka ada kecenderungan untuk memaksakan kehendak kepada orang lain. Ini terjadi akibat sikap perfeksionis yang menuntut kesempurnaan bukan saja kepada diri sendiri melainkan kepada orang lain juga. Oleh karena itu, sekalipun anda adalah seorang pemimpin tetap tidak perlu memaksakan kehendak kepada sesama melainkan hanya peraturanlah yang berhak memaksa-maksa.

  5. Menuntunmu untuk hidup mengalir seperti air.

    Saat kita memutuskan untuk menantikan sesuatu dari orang lain berarti mematuhi aturan main yang diberlakukannya sendiri. Bila penantian itu ditujukan pada organisasi atau lembaga tertentu maka itu artinya menempatkan diri pada posisi patuh terhadap peraturan yang berlaku di sana. Inilah yang kami maksudkan dengan hidup mengalir seperti air: mematuhi dan mentaati aturan dimanapun kita berada dan ditempatkan. Istilah kerennya adalah “dimana tanah di pijak maka di situ langit di junjung“.

  6. Membawamu pada pengendalian emosional yang terpimpin.

    Sesaat setelah dilahirkan di dunia ini tingkat pengendalian emosi manusia setara dengan hewan di padang belantara. Tetapi setelah menjalani kehidupan selama beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan bahkan bertahun-tahun maka kemampuan mengendalikan sisi emosionalpun semakin baik. Terkadang kitapun tidak sadar bahwa saat menunggu loading komputer-PC, gadget, smartphone, laptot dan internet merupakan bagian dari proses kehidupan yang mengajari kita untuk mengendalikan sisi emosional yang negatif.

  7. Mengajari kita untuk tetap tenang dalam situasi sulit sekalipun.
    Tahapan menunggu dalam kehidupan manusia berada dalam daftar kegiatan yang paling sering dan selalu dibutuhkan dalam setiap tahapan. Ini bukanlah sesuatu yang baru melainkan karena mereka cukup lelah maka semuanya dipasrahkan kepada Allah Bapa. Sayang beberapa orang tidak dapat menahan hatinya disaat-saat seperti ini sehingga hati menjadi resah dan gelisah.Mereka melakukannya, bukan karena sikap orang lain yang kurang ajar melainkan diri sendiri yang tidak mampu mengendalikan sehingga terlanjur benci, marah, keras, dengki, sombong, cemburu dan lain sebagainya. Sifat-sifat buruk inilah yang lebih cenderung tidak mendatangkan damai dan ketenangan di dalam hati.
  8. Lebih berhati-hati sebelum dan saat sedang melakukan sesuatu.

    Saat sedang menantikan loading komputer-PC atau smarphone anda maka tanpa disadari secara tidak langsung terbesit untuk melakukan revisi dan koreksi untuk mengubah berbagai macam hal ini cenderung menghindari orang lain padahal disekitar masih sangat banyak anggota masyarakat yang hidup pas-pasan di luar sana. Jadi, bisa dikatakan bahwa terkadang manusia saat ini lebih memperhatikan sesuatu saat sedang menunggu loading komputer-PC, smartphone, internet dan mempelajari bahasa yang lain juga.

  9. Membuatmu lebih cerdas.

    Cerdas adalah efisiensi. Saat sedang menantikan suatu  proses yang memakan waktu semakin lama menurut, apakah yang akan anda lakukan? Hanya duduk diam dan termenung saja, berimajinasi dimana pikiran melayang-layang kemana-mana. Atau sekalipun tubuh diam tetapi pikiran terus terhubung kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Anda dapat mengisi waktu tunggu tersebut dengan berbagai aktivitas positit lainnya atau setidak-tidaknya tetaplah memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

  10. Menggirimg kita untuk lebih bijak – pandai menyesuaikan diri.

    Ada beberapa orang yang telah dewasa di luar sana tetapi masih sulit untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sedang berlangsung. Salah satu kelemahan mereka adalah kebiasaan yang enggan untuk menunggu dan memperhatikan situasi sehingga cenderung salah menyikapinya lalu terjebak dalam kesalahan sendiri.  Kamipun mengalami situasi semacam ini, sesekali jatuh tersandung karena kesombongan sendiri diantara kerumunan membuat kita belajar lebih kuat. Akan tetapi, kebiasaan yang selalu saja terjebak oleh hawa nafsu  dan kesalahan sendiri di tengah kerumunan juga tidak menyehatkan kepribadian ini. Oleh karena itu mulailah belajar tunggu hal-hal kecil dalam hidup anda sehingga mengantarkanmu untuk lebih sabar dan pandai membaca situasi yang sedang berlangsung. Salah satunya dengan cara menantikan loading komputer-PC, laptop, smartphone saat start awal atau memulai program (software) yang baru. Juga saat menantikan loading internet saat surfing di dunia maya (media sosial).

Sekalipun saat ini anda adalah orang tua yang cukup tebal dompetnya dan begitu mengasih anak-anaknya, bukan dalam arti mereka akan memperoleh kemudahan dalam segala hal. Ada baiknya jikalau merekapun diajari sejak dini untuk menunggu dimulai dengan membelikan alat elektronik, komputer, smartphone dan lain-lain yang spesifikasinya rendah (harganya juga murah). Mulailah segala sesuatu dari teknologi yang lemot sehingga mereka bisa belajar untuk bersabar. Terlalu tergesa-gesa menawarkan seorang anak alat elektronik spect tinggi secara langsung akan mengajarinya untuk menganut budaya instan yang ingin segala sesuatu serba cepat. Teknologi lama yang lambat lebih bermanfaat untuk melatih kesabaran sedangkan yang baru-baru belakangan ini cenderung membentuk kita menjadi orang yang super praktis dan instan sekalipun mengorbankan nilai-nilai kebenaran.

Bumi ini ladang ujian kehidupan bukan untuk melemahkan kita melainkan untuk membuat kebaikan kita semakin murni dan tulus di hadapan Tuhan. Bila kita mampu melihat situasi sulit dari kacamata-Nya Tuhan maka pikiran akan dipenuhi oleh aura positif sehingga mampu menanggapi kesulitan itu dengan tenang, bersabar, tanpa menyisakan kebencian bahkan bila perlu berbuat baik – ramah kepada semua orang yang terlibat. Orang yang biasa-biasa saja hanya mampu berbuat baik saat situasi menguntungkannya tetapi mereka yang tahan uji mampu berbaik hati saat situasi merugikannya bahkan menekan kehidupannya sekalipun.

Semua waktu adalah penantian dan semua orang yang menunggu merespon kesulitan dengan kebaikan hati. Manfaatkan waktu tunggu yang dimiliki dengan sepositif mungkin. Orang yang tidak terburu-buru tahu kapan waktunya untuk mengingatkan kembali kepastiannya (membawa peralatan itu ke tukang reparasi).
SALAM

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s