9 Cara Mengatasi Nafsu Ingin Diakui, Dipuji, Dihargai, Dihormati, Terkenal (Populer) Yang Mengganggu Konsentrasi dan Memperberat Hidup di Dunia

Cara Mengatasi Nafsu Ingin Diakui, Dipuji, Dihargai, Dihormati, Terkenal (Populer) Yang Mengganggu Konsentrasi dan Memperberat Hidup di Dunia

Matamu adalah jendela hatimu (dikutip dari Alkitab). Indra manusia yang paling besar perannya dalam memberikan informasi ke otak adalah mata, yang kedua lebih kecil dari itu adalah telinga. Tahukah anda bahwa secara tidak langsung apa yang kebanyakan kita lihat sangat mempengaruhi pemikiran ini? Ini tidak lain dan tidak bukan terjadi karena arus informasi dalam jumlah dan kapasitas besar yang ngetam dalam otak anda. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat menyaksikan sesuatu jaga hatimu dengan cara tetap selektif dan kritis menyimak segala sesuatu yang terjadi disekitar.

Sadarkah anda bahwa (1) saat terlalu sering menonton televisi dan segala acara yang ada didalamnya maka hati inipun ingin menjadi seperti mereka (aktris dan aktor). Keadaan ini akan semakin kentara – nyata ketika anda (2) tidak memiliki sikap yang kritis dan selektif terhadap berbagai informasi yang datang. Ini akan menjadi sugesti dalam pikiran yang semakin kuat ketika anda (3) tidak memfokuskan hati kepada hal-hal yang lebih bernilai dan benar. Bila sudah demikian keadaannya maka hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kehidupan ini benar-benar diperalat (dikendalikan – dihipnotis) di bawah hawa nafsu orang lain.

Dahulu saat masih kuliah di ibu kota provinsi, otak kami (a) fokusnya pada harta, uang dan perempuan. Memiliki handphone monophonik dan masih ingat saat ada pesan-pesan singkat (SMS) yang terkadang sampai/ masuk/ nyasar di hanphone secara tiba-tiba. (b) Pesannya berisi awal kalimat yang sangat menggoda dan waw…. “nomor anda memenangkan Toyota Avanza, kunjungi situs ini (bla-bla-bla) untuk informasi lebih lanjut“. Karena kebetulan fokus pikiran kami ada pada harta lalu pesan yang diterima seolah menjadi jawabannya maka (c) tanpa berpikir panjang lebar kami langsung percaya dan merespon pesan tersebut. Otak kami seperti terbius oleh infomasi itu sehingga langsung saja mengunjungi situs yang dimaksud. Untung sajalah langkah kami tertahan karena tidak memiliki kartu kredit dan uang muka pertama yang harus dikirimkan terlalu besar buat ukuran mahasiswa. Akhirnya kamipun seolah terkejut – sadar sendiri, dalam pikiran berkata “mengapa kami percaya begitu saja lalu mengikuti instruksi bohongan yang salah ini ya….

Kesimpulannya adalah saat apa yang kita harapkan (impikan) sesuai dengan apa yang akan terjadi maka sejak saat itu, saking senangnya, pikiran mulai terhipnotis (disuruh apa aja mau tanpa pikir pajang – menimbang-nimbang).

Dari kejadian ini dapat kita katakan bahwa apa yang kita pikirkan sama dengan apa yang kita lihat, apa yang kita pikirkan sama dengan apa yang kita lakukan dan katakan (sikap). Sadarilah bahwa bila dalam hati kit ada hawa nafsu maka sikap kitapun tidak akan jauh-jauh “untuk mewujudkannya“. Jadi bukan lagi masalah kebetulan ketika seseorang menginginkan ini-itu lalu ia berusaha mewujudkannya dengan melakukan ini-itu. Apabila dia kehilangan logikanya, disakiti dan dikecewakan maka perbuatan menyimpangpun akan dilegalkan (menghalalkan segala cara) untuk mewujudkan hal tersebut.

Yang jelas nafsu untuk menginginkan sesuatu sangat mempengaruhi suasana hati dan sikap yang kita ekspresikan ke luar. Bila anda mampu memahami berbagai kekalutan hati dan sikap yang cenderung melenceng dari kebiasaan baik maka mulailah koreksi diri dari keinginan/ hasrat/ hawa nafsu yang selama ini anda pelihara di dalam hati. Hatii yang masih belum bersih dari berbagai hawa nafsu: keinginan untuk dipuji, diakui, dihormati, dihargai dan dipopulerkan akan membentuk tabir yang cukup besar di dalam hati sehingga menghambat kedamaian dan kelegaan bahkan bahagianya hati inipun akan terasa hampa.

Cara mengatasi hawa nafsu agar diakui, dipuji, dihargai, dihormati dan dipopulerkan yang sangat mengganggu pikiran bahkan merusak suasana hati

Tidak mudah untuk mengubah sesuatu yang sudah dibiasakan sebelumnya terlebih ketika itu sudah mendarah daging di dalam diri ini. Tetapi tidak ada yang mustahil jika anda sudah membulatkan tekad untuk meminimalisir, menekan bahkan menghilangkan hasrat ini dari dalam hati. Sebab “dimana ada niat maka disitu ada jalan“. Berikut selengkapnya cara mengantisipasi dan mengendalikan nafsu terhadap pengakuan, pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas sehingga pikiran bebas dari beban hidup yang terasa berat.

Pada dasarnya, cara kunci menetralkan dan mengendalikan hasrat untuk diakui, dipuji, dihargai, dihormati dan dipopulerkan sesama adalah dengan cara senantiasa menghancurkan hati dan menghinakan diri di hadapan Tuhan. Segala bentuk hawa nafsu ini biasanya bercampur dengan ego dan kesombongan sehingga mampu merusak kehidupan mereka yang percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, rasa ini langsung di tekan dengan cara menyangkal diri.

  1. Komitmen.

    Mustahil satu dua hal kebaikan terjadi tanpa didasari oleh minat yang kuat satu sama lain.

  2. Fokus pikiran.

    Kemanakah arah pikiran anda tertuju? Ini adalah pertanyaan mendasar yang harus dijawab dengan jujur oleh setiap orang. Mulai dari saat ini koreksilah diri sendiri lalu temukan kesalahan yang sudah dilakukan di masa lalu. Sehingga kita bisa membuat masa depan yang lebih baik dari hari kemarin.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasBaik buruknya kehidupan anda sangat ditentukan oleh fokus pikiran. Selama isi otak anda baik maka selama itu pula perilaku dan perkataan yang diekspresikan mencerminkan kebaikan hati. Tetapi bila otak saja sudah mengarah pada hal-hal yang salah maka sikap yang positifpun tidak dapat diharapkan lagi.. Bila anda mampu menjaga fokus di segala waktu maka dapat dipastikan bahwa aktivitas ini menjadi kebiasaan baik yang dapat mendatangkan kebahagiaan/ kepuasan bagi siapapun yang mengalamini.

    Tidak perlu mengambil contoh yang jauh, saat anda sedang berdiam diri, santai, istirahat dan tidak ada kerjaan namun tetap positif asalkan hati ini senantiasa bercakap-cakap dengan Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Niscaya berbagai-bagai hawa nafsu jahatpun akan ditepis dengan segera (haus pujian, pengakuan, penghargaan, penghormatan dan ketenaran).

  3. Beraktivitas memberi manfaat.

    Menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama juga merupakan salah satu penghiburan sejati yang dapat menggiring anda dalam kebahagiaan dan kepuasan hidup. Tidak pernah melewatkan hari tanpa berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu ciri khas orang-orang yang punya hati. Duduk-berdiri-berjalan, bekerja dan menunggu juga berpikir akan selalu ada dalam setiap aktivitas kita sehari=hari. Disela-sela aktivitas itu ada-ada saja kebaikan (kasih-bermanfaat) yang sempat anda lakukan. Pertanyaannya sekarang apakah semua aktivitas itu murni diberikan kepada sesama? Atau hanya sekedar pamer saja untuk menunjukkan/ mempertontonkan potensi? Hanya waktulah yang dapat menjawabnya.

    Sejak mereka kecil sudah bersama dan dewasapun bersama-sama untuk meraih impian bersama. Sebagai orang tua sebenarnya senang karena seseorang telah menemukan soulmate sejati (sahabat) dalam hidupnya. Tetapi apabila persahabatan itu hanya menghasilkan kebiasaan buruk yang tidak memberikan manfaat maka lebih baik pergaulan semacam ini diakhiri saja. Sebab pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Lebih baik tenang di rumah asal tetap menekuni kebiasaan positif daripada keluar rumah namun terjerumus di tempat-tempat negatif, lembab, basah, becek dan berdosa.

    Nafsu terhadap pengakuan, pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas bisa anda tepis/ dikikis dengan cara mengisi hari-hari dan menyibukkan diri pada hal-hal yang baik. Pada dasarnya terlalu banyak waktu senggang juga tidak baik bagi perkembangan kepribadian ini. Anda bisa memulainya dengan menekuni hobi atau bakat yang dimiliki. Sehingga lewat aktivitas: pekerjaan, hobi, bakat yang dimiliki, dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

  4. Mengalihkan konsentrasi saat hasrat itu muncul.

    Pikiran yang kita miliki sifatnya bebas, bisa kemana saja, menjadi apa saja, melakukan apa saja, berkata apa saja, memilih apa saja dan lain sebagainya. Kebebasan inilah yang harus senantiasa kita kontrol dan jangan sampai terlena lalu tenggelam dalam pola-pola pikir yang negatif.

    Anda harus mengembangkan kemampuan kesadaran diri sehingga setiap kali penyimpangan itu muncul maka langsung saja mengambil otoritas terhadap ruang imajinasi lalu membuang keburukan itu dengan cara menimpanya dengan aktivitas otak atau fisik yang bermutu lainnya (bernuansa positif).

    Ada banyak hal positif yang anda pikirkan, misalnya berdoa, membahas firman, memuji Tuhan, membahas tentang mata pelajaran di sekolah/ kuliah, membahas potensi diri, mengoreksi diri (perilaku dan perkataan) di masa lalu dan lain sebagainya.

    Terdapat banyak juga aktivitas sehari-hari yang positif yang dapat ditekuni misalnya membaca Kitab Suci, membaca buku pelajaran, membaca buku-buku berkualitas, menonton acara televisi yang bermutu (kecuali infotainment), mendengarkan radio dan lain sebagainya silahkan pilih menurut kebutuhan dan kesanggupan masing-masing

  5. Memiliki persepsi hidup yang baik.

    Hidup kita sangat ditentukan oleh cara pandang yang diyakini dalam menjalani hidup. Semakin baik sudut pandang kita menanggapi kehidupan maka semakin baik pula cara kita menjalaninya. Persepsi yang kita gunakan untuk mengertikan situasi sangatlah menentukan kebahagiaan di dalam hati ini.

    Saran kami adalah hindari memandang dunia ini dari sudut pandang sendiri. Sebab pada awalnya manusia lebih menonjolkan ego dan penuh dengan nafsu mementingkan diri sendiri. Sehingga bisa terjadi, tanpa ia sadari maka hantinya lebih condong untuk memikirkan tentang bagaimana agar bisa diakui, dipuji, dihargai, dihormati dan terkenal. Hawa nafsu memang tidak akan pernah menyentuh kebaikan dalam diri anda.

    Hindari juga melandaskan persepsi pada sudut pandang orang lain sebab pemikiran semacam inipun beresiko menggiring anda untuk membanding-bandingkan hidup kita dengan sesama. Pada akhirnya, pemikiran semacam ini akan membuat kita dengki, cemburu atau sombong terhadap sesama.

    Kami mengajak anda untuk memiliki persepsi spiritual yang menggiring kehidupanmu untuk lebih fokus memandang segala sesuatu dari kacamata Tuhan dan firman-Nya, inilah yang disebut dengan imana.

  6. Menghancurkan hati yang penuh dengan kesombongan dan hawa nafsu yang sesat.

    Hasrat untuk dipuji, diakui, dihargai, dihormati dan keinginan menjadi populer akan menggiringmu pada sika perfeksionis yang lebih condong kearah nafsu untuk menjadi sama seperti tuhan. Kesombongan semacam ini harus segera ditepis, diminimalisir, ditekan, dihancurkan bahkan dihilangkan sama sekali agar hati lebih tenang dan hiduppun jadi lebih tentram.

    Hancurkanlah hatimu dengan mulai merendahkan, menghinakan bahkan menginjak diri sendiri dengan mengirimkan sugesti-sugesti lemah yang mengarah kepada Tuhan. Teknik ini diperkenalkan pertama kali oleh Tuhan Yesus dalam ajarannya yang mensyaratkan penyangkalan diri bagi setiap pengikutnya. Setiap orang yang mampu mengembangkan teknik penyangkalan diri ini akan dibebaskan dari berbagai-bagai bentuk kesombongan dan hawa nafsu juga ego yang tidak sepantasnya. Misalnya.

    • Kami tidak pantas berdiri dihadapan-Mu ya Tuhan, kuatkanlah kami menghadapi semuanya ini.
    • Pantaslah kami tertekan karena hanya manusia ciptaan rendahan saja kami ini ya Tuhan. Kuatkan hati melalui semuanya.
    • Kejadian ini sudah sesuai dengan kehendak Tuhan. Hinakan kami di bawah kaki-Mu ya Tuhan.
    • Sudah seharusnya kami mengalami penghinaan ini. Sebab kami ini hanyalah manusia sampah, debu-tanah yang tidak berharga. Kuatkan kami menjalani semuanya ini ya Tuhan.
    • Dan lain sebagainya, silahkan cari, temukan dan susun sendiri kawan.
  7. Miliki hidup yang mengalir seperti air – tidak memaksa-maksa.

    Hidup yang mengalir seperti air adalah suatu keputusan  dan kebulatan tekad untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencari hal-hal yang baik. Tetapi besar-kecilnya dan tinggi-rendahnya hasil yang diperoleh tetap kita pasrahkan kepada kehendak Tuhan. Lakukanlah apapun yang mampu dilakukan, berusahalah untuk yang terbaik tetapi apapun hasilnya pasrahkan kepada Tuhan sehingga andapun mampu menerima semuanya itu apa adanya.

    Posisi kita tidak lebih tinggi dari saudara kita dan semua orang yang ada disekitar. Inilah yang kami maksudkan dengan prinsip kesetaraan. Tidak perlu meninggikan diri diantara semua orang yang hadir sebab hanya Tuhan sajalah yang layak ditinggikan diantara kita. Oleh karena itu, jikalau anda memiliki maksud hati kepada sesama maka sampaikan dengan jelas dan tidak perlu terlalu menuntut hasilnya baik melainkan biarkan dia memilih sendiri.

    Ada baiknya untuk hal-hal yang sifatnya penting dan tidak terkesan sepele, perlu diambil tindakan preventif agar pelanggaran di area-area itu tidak lagi digandruni orang lain, yaitu dengan membuat aturan yang telah disepakati bersama. Peraturan semacam inilah yang bisa dipaksakan kepada siapapun yang bepotensi/ telah melanggarnya. Sekalipun demikian, kita sebagai warga masyarakat hanya mengingatkan warga lainnya sedangkan yang menegakkannya adalah aparat yang bertugas di lapangan.

    Hidup mengalir identik juga dengan keseharian yang apa adanya dan tidak mencoba bersembunyi dari kenyataan yang terjadi. Tidak sedang menggunakan topeng dan jauh dari sikap munafik. Bila kita memiliki prinsip semacam ini maka ada atau tidaknya pengakuan, pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas dari sesama, tetap saja ada rasa bersyukur sehingga hati ini selalu berbahagia.

  8. Menikmati hidup apa adanya.

    Ditengah-tengah semua aktivitas dan kesibukan kita, janganlah lupa untuk menikmati hidup apa adanya. Sesekali (bukan setiap hari) hangout bareng keluarga, saudara, sahabat, teman, rekan kerja ke tempat-tempat tertentu untuk sejenak menikmati hidup bersama. Tapi jangan sering-sering lho, nanti uang tabungan anda habis pulak…. 😀

  9. Santai – biasa saja menanggapi sesuatu.

    Mengapa kita bisa santai dalam menjalani hidup? Karena kita menyadari bahwa hidup di dunia hanyalah sementara saja. Telah mencicipi pahit getirnya kehidupan sehingga mendorong kita untuk mengambil kesimpulan bahwa semakin kita berjuang demi keduniawian maka semakin jauh ketenangan di dalam hati. Semakin kita berusaha mencapai dan mewujudkan hal-hal duniawi maka maka semakin jauh hati ini dari ketentraman apalagi kelegaan.

    Setelah mencicipi kenyataan pahit ini maka saat itu jugalah kita memutuskan untuk menanggapi semua gemerlapan dunia yang serba glamour, wah dan sangat memukau juga sangan menggoda ini : BIASA SAJA, karena semua akan berlalu pada masanya, cepat ataupun lambat. Oleh karena itu, marilah mengusahakan hal-hal yang keuntungannya bersifat kekal. Sadarilah bahwa apapun yang kita miliki saat ini suatu saat akan diambil kembali, sebab kita lahir ke dunia tanpa membawa sehelai benangpun dan matinyapun kelak tanpa membawa secuil harta duniwai ke alam baka.

Perlu anda ketahui bahwa kami jugan ingin lho diakui, dipuji, dihargai, dihormati dan terkenal. Tetapi tahukah anda semakin kami fokus pada hal-hal semacam ini maka hidup semakin amburadul, perkataan tidak bermutu dan perilaku kepada sesama kacau balau. Membahas-bahas hal-hal demikian hanya membuat beban hidup ini semakin berat saja. Oleh karena itu, bersihkan pikiran dari segala ego, hawa nafsu dan kesombongan dengan cara menghancurkan hati di bawah kaki Tuhan. Untuk mengisi hari-hari kita agar tidak hampa, alangkah lebih baik jikalau anda senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga tidak lupa untuk senantiasa berbagi kasih Allah (bermanfaat) kepada sesama dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana.

Salam, Ayo bebaskan diri dari hawa nafsu!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s