+15 Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Kebencian Di Dalam Kehidupan Seseorang

Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Kebencian Di Dalam Kehidupan Seseorang

Satu pergumulan juga bagaimana caranya mengatasi kebencian yang telah bersarang di dalam hati ini sejak dari dalam kandungan. Inilah salah satu kebinatangan yang harus dinetralisir, ditekan, dikikis hingga dihilangkan oleh setiap manusia. Mungkinkah ini terjadi? Semuanya itu tergantung dari (a) fokus kehidupan, (b) ketabahan, (c) kerendahan hati, (d) komitmen dan (d) ketulusan saat menjalaninya. Juga satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah (e) jangan menaruh dendam kepada siapapun dan (f) ramahlah kepada orang lain. Justru sebaliknya, kami berterima kasih Tuhan telah mengizinkan berbagai-bagai proses pemurnian itu datang dengan sendirinya, gratis dan tidak dibayar.

Faktor yang menyebabkan timbulnya kebencian di dalam hati manusia

Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa membenci orang lain. Pada dasarnya semua faktor itu tidak berdiri sendiri melainkan saling mendukung satu sama lain sehingga membentuk suatu manifestasi rasa yang disebut dengan kebencian dan siap – matang untuk dimuntahkan. Berikut ini beberapa hal yang kami ketahui tentang situasi ini.

Faktor internal yang berasal dari dalam diri seseorang

Rasa ini tidak akan membawa kehidupan kita pada kedamaian bersama. Sebab kebencian sejalan dengan ego yang dimiliki. Bila anda merasa sendiri, mementingkan diri sendiri, merasa menang sendiri, merasa paling hebat bahkan sudah merasa superior dibandingkan orang lain. Sadarilah bahwa dalam posisi seperti ini anda merasa bahwa dirimulah aturan yang harus dipatuhi oleh semua orang. Mereka yang menganggap bahwa dirinya adalah hukum/ aturan yang berjalan maka cenderung menuntut sikap perfeksionis yang enggan mentolerir/ mengerti/ memaafkan kekhilafan kecil sekalipun. Akhirnya, keberatan hati itu dipendam menjadi dendam atau meluap menjadi amarah yang membakar banyak orang bahkan menimbulkan sikap anarkisme juga.

Tidak mampu mengendalikan hawa nafsu yang berlebihan juga sangat beresiko menggiring hati ini untuk membenci dengan mudahnya. Semakin banyak keinginan maka semakin banyak pula harapan yang kita haturkan. Tiba-tiba dalam mimpi anda memeluk semua harapan itu lalu terkejut, bangun dari tidur dan menyadari bahwa semua itu tidak nyata dan belum terjadi sehingga ada rasa kecewa. Kekecewaan inilah yang kerap kali menimbulkan kebencian di dalam hati sehingga mulailah memendam dendam hingga marah-marah bahkan melakukan kekerasan juga.

Berikut ini faktor yang memicu kebencian yang berasal dari dalam diri orang yang mengalaminya.

  1. Fokus kehidupan yang salah

    Ada banyak orang di dunia ini yang pikirannya melenceng kemana-mana dan dikotori oleh berbagai-bagai hal duniawi yang negatif dan tidak bermutu. Bila pusat kendali kehidupan anda saja sudah mengarah kepada hal yang sesat dan jahat maka bagaimana mungkin anda bisa menjamin perilaku dan perkataan yang keluar dari dalam diri ini bebas dari rasa benci?

  2. Enggan untuk menerima segala sesuatu apa adanya – tidak mentolerir kesalahan – kurang bersyukur.

    Jikalau anda enggan untuk menerima semua yang terjadi apa adanya maka dapat dipastikan bahwa akan banyak sekali pertentangan yang dihadapi kedepannya. Anda tidak dapat menolak semua perbedaan, terkadang kita harus mentolerir dan hanya bisa meng-iya-kan saja. Ada banyak hal perbedaan dan ketidaksempurnaan yang ada di luar sana, mustahil bila kita sanggup untuk menolaknya semua. Ini adalah pemberosan sikap, karena itu alangkah lebih baik jika mulai saat ini anda mau dengan tulus hati menerima segala sesuatu apa adanya sembali mengucap syukur kepada Tuhan akan segala nikmat yang Dia berikan.

  3. Tidak mampu mengendalikan mindset dan tidak mampu menghibur diri sendiri.

    Manajemen pola pikir sangat dibutuhkan oleh berbagai-bagai elemen di dalam masyarakat. Ini adalah sebuah jalan keluar untuk semua hal yang dihadapi oleh banyak perempuan di dunia ini bahkan di daerah kita juga. Bila anda ceerdas maka dapat dikatakan bahwa telah memiliki kemampuan default/ bakat alami untuk menghibur diri sendiri. Selama kami menjalani dunia ini maka hanya ada dua hal saja yang benar-benar menghibur hati, yaitu saat fokus pikiran tetap tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian dan juga saat menggabdikan diri dengan orang lain untuk membawa/ memberi manfaat.

  4. Ego ke akuan yang dimiliki.

    Perasaan yang paling dalam di hati ini adalah saat merasa diri paling benar diantara semua orang. Paling ini, paling itu dan paling semuanya. Merasa sudah melakukan sesuatu (melintasi waktu) yang sebaik ini untuk merasakan diri sendiri yang penuh kebencian di masa lalu.

    Seharusnya, kebencian di dalam hati manusia terus berkurang seiring berjalannya waktu. Mereka yang bisa memaknai setiap peristiwa pastilah akan mendapat pelajaran yang dijadikan sebagai sebuah makna kehidupan. Kemaknaan demi kemaknaan inilah yang seharusnya mengubah seseorang menjadi lebih kasih kepada sesama bukannya justru semakin lemah dimana godaan kecil saja sudah menonjolkan kekerasan verbal (kata-kata). Ego yang terlalu tinggi dan merasa diri sudah sempurna membuat kita tidak belajar apa-apa dari kehidupan.

  5. Hawa nafsu.

    Setiap manusia dilahirkan dalam hawa nafsu yang tidak terbatas. Semakin anda memenuhi hasrat tersebut maka semakin besar saja kerusakan yang ditimbulkannya. Satu-satunya jalan adalah melepaskannya dari tali kekang, membiarkannya berlari seperti hewan-hewan di padang menari dengan lincahnya. Setelah melepaskan hawa nafsu maka rasakan akibat yang ditimbulkannya, nikmati, resapi, renungkan dan belajarlah dari sana. Beberapa orang baru bisa belajar arti hidup jikalau mereka telah mencicipi pahitnya kenyataan.

  6. Kekecewaan.

    Rasa kecewa bisa saja hadir dalam dirimu. Ini ada tanpa disadari. Oleh karena itu, semakin cepat anda mengetahui kekecewaan itu maka semakin cepat juga jalan keluar yang akan ditempuh untuk menyelesaikannya.

  7. Ikatan dendam di masa lalu.

    Kejadian di masa lalu bisa saja menyita perhatian kita lebih. Apalagi saat kerugian yang ditimbulkannya cukup besar. Memaafkan pelaku pencuri ayam mudah tetapi mentolerir pelaku koruptor yang telah merugikan seluruh masyarakat luar tidak mudah. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

  8. Kepahitan hati yang timbul.

    Saat diperlakukan tidak baik oleh  orang lain maka muncullah yang namanya rasa sakit di dalam hati. Biasanya semakin sombong seseorang maka semakin besarpula resiko kepahitan yang mungkin dirasakannya. Hanya orang-orang yang rendah hatilah yang dapat melalui ujian pemurnian tanpa merasa sakit.

  9. Rasa malu yang ditimbulkan.

    Serangkaian peristiwa yang terjadi akan memberikan efek yang kentara dialami oleh orang yang melakukannya. Rasa malu termasuk salah satu  pemicu kebencian yang jika dipancing oleh orang lain maka kebencian akan meluap ke permukaan.

  10. Kerugian yang dihasilkan.

    Biasanya saat seseorang dirugikan atas peristiwa yang terjadi maka cepat atau lambat semuanya itu akan diproses secara terbuka sehingga tidak lagi akan menyisakan misteri untuk dipecahkan. Seseorang yang merasa di rugikan dalam suatu peristiwa akan menuntut ganti rugi. Pada umumnya ketika tidak ada yang hendak bertanggung jawab maka kekerasan verbal/ amarah yang tidak jelas akan dimuntahkan kepada semua orang (Marah kepada semua orang).

  11. Tingkat kecerdasan/ kedewasaan seseorang.

    Masing-masing orang memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Biasanya mereka yang pintar-pintar memainkan internet akan menemukan banyak harta terpendam di sana. Akan tetapi bagi yang kurang cerdas maka media ini hanya akan menjadi sarana melampiaskan hawa nafsu sesaat. Jadi kecerdasan seseorang sangat menentukan apakah dia mudah dipengaruhi oleh orang lain atau tidak.

    Mereka yang tidak cerdas akan sangat mudah memancing kebencian yang ada di dalam hatinya. Tetapi orang yang cerdas lagi bijak biasanya mencari tahu kebenaran suatu informasi, meminta pendapat orang lain, menimbang-nimbang apa tindakan selanjutnya sehingga amarah dan kekerasan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dicegah.

  12. Kesalahan sendiri.

    Rasa bersalah karena kesalahan sendiri dapat menggiringmu untuk membenci diri sendiri dan enggan menerima segala sesuatu apa adanya yang berasal dari luar. Biasanya orang yang tidak bisa menerima kegagalannya apa adanya, mudah sekali membenci saat guncangan dari luar mendatangi kehidupannya.

  13. Terlalu GR (gede rasa) – terlalu sensitif.

    Bagi anda yang masih gede rasa dalam menjalani hidup sebaiknya mulai dikurangi. Sikap sensitif itu sebenarnya baik asalkan ditempatkan pada lokasi yang baik pula. Misalnya, alergi untuk tidak melakukan kejahatan, tidak mau dekat-dekat dengan api dan lain-lain. Tetapi terlalu sensitif terhadap ujian sosial dapat menggiringmu pada rasa benci yang berakibat fatal.

  14. Tanggapan yang berlebihan.

    Merespon sesuatu dengan cara yang berlebihan jelas tidak baik bagi kelanjutan masa depan anda. Tindakan yang lebay cenderung mencerminkan pemborosan sehingga sumber daya yang dimiliki terus saja habis tanpa menyisakan sesuatu yang baik.

  15. Iri hati – dengki – cemburu.

    Sikap semacam ini jelas tidak baik bagi perkembangan kehidupan seorang manusia. Ini diawali oleh kebiasaan yang suka membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Pada satu titik yang tidak anda sadari maka pikiran yang membanding-bandingkan ini akan merasa kurang nyaman saat ada orang yang lebih baik dari dirinya. Dari sinilah awal mula kebencian itu.

  16. Sombong.

    Sikap yang penuh dengan keangkuhan jelas tidak baik bagi kehidupan anda. Sebab, sikap ini sejalan dengan ego yang membuatmu merasa paling sempurna. Sehingga ketika terjadi hal-hal pelanggaran kecil yang sepele akan memicu rasa benci yang berubah menjadi kekerasan verbal bahkan kekerasan fisik.

  17. Sungut-sungut.

    Ini juga merupakan suatu tanda seseorang yang lemah hatinya. Masalah sedikit saja maka langsung menyalahkan orang ini dan orang itu bahkan menyalahkan Tuhan juga. Bila pemikiran kita saja sudah jelek terhadap orang lain maka bagaimana mungkin kita bisa menanggapinya dengan santai tanpa ada sedikitpun benci di dalam hati?

  18. Kebiasaan menghakimi – menilai orang lain.

    Harap selalu berhati-hati saat anda hendak memandang orang lain. Hindari memandang mereka dengan penuh kesombongan lalu menganggap mereka lebih rendah dan lebih terbelakang dari kita. Ini merupakan salah satu kebiasaan menghakimi sesam yang harus ditinggalkan sesegera mungkin. Kebiasaan ini akan menggiring anda dalam rasa kesal karena menyaksikan kenyataan bahwa hidup anda lebih buruk dari kehidupan orang lain.

Faktor eksternal yang mempengaruhi besar kecilnya kebencian di dalam hati

Rasa ini sering juga diidentikkan dengan sikap yang tidak terbiasa. Suatu peristiwa yang berlangsung diluar perkiraan/ diluar penalaran/ diluar dugaan sehingga menimbulkan kejutan yang mengusik ketentraman hati hingga akhirnya timbullah rasa benci. Keadaan ini juga bisa saja dipengaruhi oleh kebiasaan hidup yang lebih suka menyendiri hingga enggan untuk berbaur dengan sesama. Padahal di dalam pergaulan sehari-hari kita bisa belajar untuk memahami/ mengerti ujian kehidupan. Sebab dimana ada kebiasaan bersosial maka disana jugalah ada-ada saja kekhilafan yang terjadi. Secara tidak langsung kesalahan yang tidak disengaja inilah yang melatih mental dan kepribadian kita untuk lebih kuat dan selalu siap menjalani kehidupan yang bergejolak.

Berikut ini beberapa faktor yang sifatnya eksternal sampai menyebabkan seseorang membenci suatu peristiwa secara berlebihan.

  1. Tidak sejahtera – kurang makmur. Percaya atau tidak kemakmuran adalah salah satu faktor yang memicu terjadinya konflik yang berawal dari rasa iri hati dan kebutuhan yang mendesak.
  2. Belum pernah tertekan secara batin/ mental. Belum terbiasa hidup dalam tekanan akan membuat mental manusia lemah dan sedikit saja guncangan sudah bersungut-sungut.
  3. Masalah yang datang lagi dan lagi (bertubi-tubi). Masalah yang terus-menerus berdatangan biasanya sangat beresiko melemahkan mental dan pendirian bahkan prinsip seseorang bisa juga menjadi goyah. Jika prinsip tidak lagi teguh maka dapat dipastikan bahwa kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri juga turut berkurang.
  4. Tidak mencintai siapapun/ tidak ada orang disisinya. Kesendirian tidak selalu buruk bagi kehidupan mental dan keprabidan seorang manusia ketika ada Tuhan di dalam hatinya yang menemani dan menjadi one love dalam kesehariannya. Mereka yang benar-benar sendiri, sadar atau tidak kebiasaan ini akan membuatnya mudah dibakar oleh kebencian hanya lewat hal-hal kecil saja.
  5. Kesalahan orang lain. Orang lain yang melakukan kesalahan biasanya ada beragam reaksi yang timbul. Orang bijak akan bertahan dan mengalah. Mereka yang baik hatinya akan mempertimbangkan betul-betul apa yang hendak diperbuat (dibiarkan saja atau diadukan). Tetapi mereka yang bebal akan membalas kejahatan ganti kejahatan, rasa benci ganti rasa sakit, pukulan ganti tamparan dan lain sebagainya yang terlibat dalam lingkaran kebencian.

Kesimpulan

Hati-hati dengan perasaan anda, pada dasarnya bukan orang lain yang memicu rasa kesal di dalam hati ini. Melainkan kitalah (a) yang gagal fokus, (b) tidak mau menerimanya dengan ikhlas (apa adanya), (c) terlalu berlebihan, (d) terlalu over protektif, (e) terlalu over acting sehingga hal-hal yang sebenarnya tidak bermutu dan tidak berbobot sudah bisa mengobrak-abrik keseharian ini. Oleh karena itu, minimalisir, tekan bahkan hilangkan rasa benci sedini mungkin dengan mulai belajar untuk memiliki hati yang biasa saja – datar dalam segala sesuatu. Inilah yang menentukan besar tidaknya kebencian dalam diri setiap manusia. Kemampuan anda untuk memanajemen pola pikir sehingga mampu bersikap datar di segala kondisi adalah kunci untuk membebaskan hati dari segala bentuk kekesalan.

Salam manajemen mindset!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s