11 Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Yang Sedang Kacau Saat Masalah Terus Datang Bertubi-Tubi

Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Yang Sedang Kacau Saat Masalah Terus Datang Bertubi-Tubi

Hati dan pikiran itu satu. Bila hati lebih condong kepada  perasaan alias emosional seseorang maka pikiran berbicara tentang logika dan akal sehat. Pusat pengaturan, pengembangan, perbaikan, pengorganisasian, pelatihan bahkan perbaikan dalam kehidupan manusia adalah otak. Disanalah potensi terbesar kekuatan super yang sesungguhnya berasal. Bahagia tidaknya perasaan ditentukan olehnya. Bahkan setiap pergerakan kita, sekalipun itu yang terkecil, asal perintah/ instruksinya selalu dari otak. Oleh karena itu, jaga pikiranmu tetap bersih dan lurus sehingga setiap hari bisa dilalui dengan penuh semangat.

Pada dasarnya semua yang diekspresikan manusia bisa diatur oleh pikiran. Satu-satunya yang tidak mampu diatur oleh kesadaran kita adalah insting yang terjadi begitu saja. Insting atau penalaran lebih ditentukan oleh kebiasaan sehari-hari. Apa-apa yang sudah menjadi budaya dalam kehidupan ini tidak perlu lagi berpikir dahulu untuk melakukannya melainkan semuanya itu terjadi secara otomatis. Jadi, jikalau dalam bersikap kita sering teledor tanpa sadar melakukan aksi negatif-buruk : Artinya, periksa ulang kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, mungkin saja diantara semuanya itu terdapat aktivitas yang salah, maka segeralah ubah itu!

Ada banyak penyebab mengapa hati kacau tidak karuan, jauh dari damai dan ketentraman. Salah satu yang paling kuat diantara semuanya itu adalah rasa bersalah. Ini seperti vokal solo di dalam pikiran kita. Berteri-teriak, kadang juga berbisik entah berantah memenuhi ruang-ruang pikiran yang kosong terutama di waktu luang. Selama kita belum mampu memaafkan diri sendiri bahkan bila perlu meminta maaf juga kepada siapa berbuat salah, maka selama itu pula tidak ada ketentraman di dalam hati ini.

Apa yang masuk di dalam kepala ini sangat menentukan suasana hatimu. Tidak semua informasi baik untuk diserap dan dicerna. Ada beberapa informasi sampah yang bila terlalu diperhatikan akan mendatangkan kekuatiran, ketakutan bahkan kegalauan di dalam hati ini. Oleh sebab itu, hati-hatilah saat menyimak sesuatu, bila itu baik – lanjutkan. Tetapi bila anda merasa bahwa hal itu mulai mengarah kepada sesuatu yang buruk maka segera skipp/ tinggalkan lokasi/ fokuskan pikiran ke hal-hal positif lainnya. Oleh karena itu milikilah sikap yang selektif dan kritis saat mencerna informasi.

Hal lainnya juga sifatnya 50:50 yaitu masalah. Pergumulan hidup bagi pemula terasa seperti batu sandungan yang memberatkan bahkan menjatuhkannya. Akan tetapi bagi mereka yang memiliki persepsi positif terhadap persoalan hidup akan memandangnya sebagai batu loncatan untuk meraih level kepribadian (kedewasaan) yang lebih baik. Oleh karena itu, gunakanlah sudut pandang (persepsi) spiritual untuk melihat semuanya itu berdasarkan pemahaman Kitab Suci yang diyakini. Ini adalah jalan terbaik untuk membuat mindset menjadi positif hari lepas hari.

Hal yang tidak kalah menentukan suasana hati anda adalah fokus kehidupan yang dijalani setiap hari. Fokus kehidupan anda sangat menentukan kesehatan pikiran. Selama anda mengkonsentrasikan hal tersebut kepada hal-hal yang positif maka selama itupula sikap (perilaku dan perkataan) berpadanan dengan kebaikan dan kebenaran. Jika anda memusatkan pandangan kepada sesuatu yang tidak stabil/ fluktuatif/ kotor/ dekil/ buruk/ sesat/ jahat maka siap-siaplah mengalami gejolak sosial/ ujian kehidupan/ penderitaan yang disebabkan oleh kesalahan sendiri.

Cara menenangkan hati dan pikiran saat bermasalah dengan diri sendiri, orang lain dan juga lingkungan sekitar

Mengapa hati dan pikiran kita kacau? Biasanya hal yang paling awal menyebabkan hal ini adalah ketidakmampuan memanejemen mindset sendiri. Dalam beberapa situasi yang buruk, kadang disebabkan oleh orang lain. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa lingkungan sekitar bisa menjadi salah satu pendorong yang membuat kepala pusing bahkan amburadul, misalnya perilaku hewan yang mengganggu, peliharaan yang suka buang air sembarangan dan lain sebagainya.

Berikut ini beberapa cara yang kami rekomendasikan kepada anda agar minset tetap tenang bahkan penuh kelegaan.

  1. Fokus pikiran pastikan selalu baik – Miliki persepsi positif saat menjalani hidup.

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasBila anda adalah mobil maka pikiranmulah setirnya, bila anda adalah pesawat maka pilotlah hatimu, bila anda adalah kereta api maka pikiranmulah lokomotifnya. Apa yang anda masukkan, dibahas-bahas, direka-reka dan diperbincangkan oleh hatimu maka seperti itulah perilaku dan tutur sapa kepada orang lain dan lingkungan sekitar.

    Saat hati ini sedang dilanda kegunahan maka ada baiknya jikalau anda menyegarkannya dengan cara kembali kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Ini adalah satu-satunya cara untuk mereset kembali pikiran yang sedang amburadul sehingga kembali dibersihkan dan disucikan oleh-Nya.

    Persepsi anda saat memandang situasi sangat menentukan kedamaian hatimu. Selama sudut pandang yang digunakan positif maka selama itu pula ada ketentraman dan ketenangan di dalam hati ini. Milikilah persepsi/ sudut pandang dari sisi spiritual sehingga hati ini tidak terus-menerus menolak segala yang terjadi (terutama hal-hal yang tidak menyenangkan). Beberapa persepsi yang baik yang dapat menenangkan hati adalah sebagai berikut.

    • Hidup ini tidak datar dan lurus saja, terkadang kita harus menerjang ombak untuk melatih kemampuan/ bakat/ potensi yang dimiliki.
    • Masalah adalah cara Tuhan untuk melatih kita agar lebih bijak dalam bersikap.
    • Semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan yang suatu saat nanti akan berbuah kebaikan.
    • Kebaikan hati adalah kewajiban bukan pilihan.
    • Ujian kehidupan seperti latihan, “mengasah kemampuan kita untuk mengendalikan kebinatangan (amarah, kebencian, dendam dan kekerasan) di dalam diri ini“.
    • dan lain sebagainya.
    • Salah seorang Pendeta kami juga tadi berkhotbah dan mengatakan bahwa persepsi positif ini sama halnya dengan iman kepada Tuhan. Selama anda memiliki iman maka selama itu pula pikiran jauh dari kekacauan. Oleh karena itu, rajinlah membaca Kitab Suci agar bisa melihat dunia ini dari kaca matanya Tuhan.
  2. Memiliki aktivitas sendiri yang memberi manfaat kepada sesama.

    Kita harus memiliki kesibukan masing-masing. Pastikan satu hari ini tidak terlewatkan tanpa memberi manfaat kepada seseorang. Mulailah melakukannya dari hal-hal kecil di dalam keluarga, kepada saudara, sahabat, teman dan lingkungan sekitar. Lakukanlah semuanya itu dengan setulus hati, tanpa paksaan dan tidak menuntut balasan/ ganti rugi. Perbuatlah itu atas dasar membagikan kasih Allah yang sudah lebih dahulu anda terima.

  3. Batasi penggunaan indra untuk menangkal informasi yang salah.

    Indra adalah jalan dunia mengendalikan anda. Otak bisa dicuci tanpa disadari hanya melalui indra yang sering bahkan selalu terpapar oleh hal-hal yang absurd – salah. Ini seperti kebiasaan, saat mata selalu melihat hal itu lagi dan lagi maka lama kelamaan akan lahirlah sugesti yang tidak disadari, yang merupakan wujud dari apa yang disaksikan sebelumnya. Informasi yang salah/ bias itu bisa ada dimana saja dan terkadang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu lakukanlah beberapa hal ini agar informasi jelek bisa diminimalkan.

    • Batasi penggunaan indra jika anda merasa situasinya sedang tidak baik.
    • Palingkan badan, palingkan kepala, tundukkan kepala, menoleh ke kiri atau ke kanan, tutup telinga, tutup mata dan lain sebagainya untuk meminimalisir masuknya informasi sampah (sesuai dengan moment yang dihadapi).
    • Batasi penggunaan gadget, PC, smartphone, televisi, radio, buku, majalah,  yang berisi informasi yang salah/ negatif. Kami bahkan tidak memiliki smartphone sampai sekarang dan tidak sering menonton televisi kecuali berita.
    • Milikilah sikap yang kritis dan selektif dalam mencerna informasi. Begitu mengetahui bahwa ada kejanggalan dengan apa yang disampaikan maka jangan sungkan untuk menutup, mematikan, melanjutkan (skipp) dan meninggalkan lokasi agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk-jelek-dekil itu (misalnya pornografi).
  4. Ingat waktu istrahat.

    Bekerja itu penting, belajar itu harus dan berkerasi itu baik tetapi di atas semuanya itu INGATLAH BATASMU!. Ada saatnya dimana anda meninggalkan semua aktivitas itu untuk sekedar beristirahat – refreshing sejenak lalu menenangkan pikiran (menyendiri). Sadarilah bahwa anda bukan rubot atau komputer yang bisa bekerja 24 jam selama 7 hari.

    Andapun bisa meluangkan waktu untuk melakukan yoga saat istrahat. Bagi kami bila yoga yang kita lakukan berorientasi dalam doa, firman dan puji-pujian bagi Tuhan maka itu sudah sama dengan menyegarkan pikiran (silahkan lihat tautan yang kami berikan pada poin sebelumnya). Jikalau anda sudah mahir maka yoga ini bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di tempat yang sepi dan saat sendiri bahkan di tengah keramaianpun hati kita tetap terhubungan dengan Tuhan sehingga selalu disegarkan dan dibarsikan dari berbagai-bagai hal yang jahat/ sesat termasuk dari segala kekacauan.

  5. Nikmati hidup seadanya.

    Jangan pelit terhadap diri sendiri. Apa yang sudah anda cari dengan susah-susah tidak baik jika disimpan semuanya. Ada kalanya untuk sesekali menggunakan beberapa hasil pencahariaan (uang) untuk menikmati hidup bersama keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Hindari membanding-bandingkan nikmat yang anda terima dengan yang diterima oleh orang lain. Daripada mengisi pikiran dengan hal yang tidak menenangkan dan menjauhkan damai di hati maka lebih baik untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  6. Minimalisir rasa bersalah (mustahil ditiadakan sama sekali).

    Siapa sih yang tidak pernah salah? Kami bahkan kerap kali melakukan kesalahan di depan umum. Kesalahan itu biasa tapi JANGAN DISENGAJA. Jika hatimu sudah mengingatkan untuk tidak melakukan ini dan itu maka jangan melawan kata hati sendiri sebab bisa saja itu adalah suara Roh Kudus yang mengingatkan tentang hal-hal yang salah/ jahat.

  7. Hidup mengalir seperti air – tidak memaksakan kehendak.

    Repot juga bila harus memaksa-maksa orang lain untuk melakukan ini dan itu, bisa pusing kepala dan habis waktu kita hanya untuk mengingatkan hal ini. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika membuat dan menegakkan peraturan yang disepakati bersama. Tidak lupa juga untuk memberikan sanksi yang jelas agar setiap pelanggarnya benar-benar dirugikan (secara materi/ aktivitas fisik/ sosial)  dan kapok.

  8. Tidak sombong hati.

    Hati yang sombong cenderung susah untuk bahagia. Tidak ada ketenangan saat keangkuhan menguasai kehidupanmu sebab mudah menjatuhkan orang sombong karena posisinya di atas sehingga mudah menjolokkan mereka sehingga terjatuh. Sedangkan mereka yang rendah hati tidak mungkin jatuh sebab dijolokpun tidak akan jatuh sebab toh posisinya sudah di bawah.

    Sifat yang angkuh ini sangat rentan dengan rasa sakit. Karena kita angkuh maka menjadi geram saat menyaksikan kesalahan orang lain. Inilah yang membuat dada terasa sakit penuh kepahitan kalau dibahas-bahas. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau keangkuhan dinetralisir sendiri sedini mungkin dengan cara menghancurkan diri sendiri. Misalnya dengan mengatakan.

    • Saya ini hanyalah sampah orang tidak berharga. Saya pantas mendapat perlakuan itu ya Tuhan.
    • Hari buruk seperti ini layak kami alami, manusia yang hina dan tidak berguna di mata-Mu. Kuatkan kami menjalani semuanya Tuhan.
    • Ini sudah seharusnya terjadi, kami pantas di rendahkan karena Tuhan sudah lebih dahulu mengalaminya. Hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan.
  9. Biasa saja dalam bersikap – tidak berlebihan.

    Sikap yang biasa saja sama artinya dengan tanggapan/ respon yang datar terhadap situasi yang berbeda. Baik saat suka, duka, susah, senang, tawa, tangis tetap datar tanggapannya terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Biasanya mereka yang menanggapi sesuatu secara berlebihan akan merasa canggung sendiri. Lagipula sikap lebay identik dengan pemborosan, baik materi, emosi dan lainnya yang tidak pada tempatnya.

  10. Miliki mental yang tahan uji (kedepankan kesabaran dalam segala sesuatu).

    Bagaimana tanggapan anda terhadap masalah? Sanggupkah anda menghadapi persoalan yang datangnya secara bertubi-tubi, bagaikan hujan membasahi bumi, bagaikan jamur di musim hujan? Anda harus berlatah menerima masalah apa adanya lalu hadapi itu senyatanya. Hindari meresponnya dengan cara yang lebay.

    Kesabaran adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ini dibutuhkan dalam segala lini kehidupan bahkan tidak hanya orang dewasa, anak dan kekek-nenekpun selalu memilikinya. Tanpanya maka akan sangat banyak hal-hal sepele yang menarik kita ke dalam keresahan/ kegalauan/ ketidakdamaian/ ketidaktentraman. Oleh karena itu, perhatikan hal-hal berikut ini.

    • latihlah kesabaranmu mulai dari sekarang dengan cara tidak bosan dan tidak geram saat menunggu sesuatu.
    • Kata orang, sabar itu identik juga dengan membiarkan segala sesuatu terjadi tanpa menyisakan luka di dalam hati.
    • Kesabaran itu sama dengan kemampuan untuk bertahan menjalani derasnya arus pencobaan.
  11. Lakukan semuanya itu dengan konsisten hingga menjadi budaya.

    Aktivitas yang diulang-ulang akan menjadi rutinitas. Bila rutinitas itu dilakukan secara konsisten maka akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan positif yang anda lakukan dengan tekun suatu saat kelak akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Oleh karena itu, jangan pernah bosan menekuni sesuatu sebab suatu saat nanti anda akan menikmati semuanya itu sehingga mendatangkan ketenangan, ketentraman, kelegaan bahkan kebahagiaan di dalam hati sendiri.

Kesimpulan

Manajemen menenangkan pikiran yang kacau

Masalah yang mendatangi anda bukanlah suatu penghalang yang membatasi masa depan melainkan merupakan sebuah kesempatan yang diijinkan Tuhan untuk mengembangkan mental dan kepribadian sendiri. Jika anda yakin (percaya – iman) bahwa hal ini asalnya dari Tuhan maka sudah seharusnya tidak menuduh-nuduh dan menyalahkan orang lain atas apa yang telah terjadi. Terlebih ketika masalah itu datangnya bertubi-tubi. Masakan anda sempat suudzon lalu menuduh alias mengkambing hitamkan orang lain atas pergumulan hidup yang dialami? Oleh karena itu, jangan fokus pada persoalan yang sudah berlalu melainkan temukan solusianya dan serahkanlah semuanya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Pada akhirnya kami mengajukan tiga syarat utama untuk menenangkan pikiran yang sedang kacau balau yaitu menutup semua indra yang dimiliki lalu fokuskanlah dirimu nntuk menyegarkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian kepada Tuhan. Aktivitas semacam ini bisa dilakukan dengan mengambil waktu sendiri dan mengasingkan diri atau disebut juga yoga. Bagi anda yang sudah mahir melakukannya maka aktivitas merefresh otak semacam ini dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Pada hakekatnya, (a) pikiran yang fokus, kritis dan selektif, (b) sikap (perilaku dan perkataan) yang baik dan santun juga (c) kualitas informasi yang diterimalah yang sangat menentukan kacau tidaknya hati anda. Tetapi di atas semuanya itu, bila sudah dewasa dan terbiasa maka dalam badaipun tidak akan mempengaruhi konsistensi mindset anda

Salam manajemen mindset!

Iklan

2 comments

  1. […] Pikiran, perkataan dan perbuatan selalu segaris dan selaras. Mungkin kita bisa menyembunyikan/ menutup rapat-rapat apa yang kita pikirkan. Akan tetapi orang-orang terdekat pasti bisa mengertikannya. Mereka juga yang sudah terbiasa menghadapi orang lain dapat membaca pikiran anda lewat sikap yang diekspresikan. Lagi-lagi, Tips mengatasi hati yang sedang kacau karena masalah yang berdatangan. […]

    Suka

  2. […] Pikiran adalah bumerang yang bisa membawa anda terlena dalam suasana positif atau malah tenggelam dalam hawa negatif. Saat anda terus saja mengisi hatimu dengan berbagai-bagai jenis (1) masa lalu yang buruk, (2) membanding-bandingkan dan (3) kuatir tentang masa depan. Ketiga hal ini adalah racun yang pada awalnya terasa baik, seolah-olah kita hendak mencari sesuatu yang disebut dengan solusi. Membahas-bahas kejadian di masa lalu sehingga terjebak dalam kepahitan rasa dan mengingat kembali kesalahan orang lain yang belum termaafkan (dendam). Kebiasaan membanding-bandingkan orang awalnya seperti cemilan yang ada kriuk-kriuknya di dalam mulut tetapi ujung-ujungnya syarat dengan kesombongan, iri hati/ cemburu dan merendahkan orang lain. Memikirkan masa depan rasanya baik demi perencanaan tetapi karena dibahas terlalu dalam akhirnya takut sendiri menghadapi hari esok. Bila pikiran anda sudah diracuni oleh hal-hal semacam ini juga akan membuatmu tertekan, stres, depresi hingga menggila. Simak juga Tips menenangkan pikiran kacau […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s